cover
Contact Name
Toni Markos
Contact Email
markos_wita@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Ushuluddin Dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Ulunnuha
ISSN : 20863721     EISSN : 26856050     DOI : https://doi.org/10.15548
Core Subject : Religion,
Jurnal Ulunnuha adalah jurnal yang diterbitkan oleh Prodi Tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN Imam Bonjol Padang. Jurnal ini fokus memuat tulisan yang diangkatkan dari hasil penelitian, pemikiran, gagasan konseptual atau kajian analitis kritis yang berkaitan dengan al-Qur`an dan Hadis atau kajian al-Qur’an dan Hadis yang bersifat interdisipliner dengan ilmu-ilmu lain.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2018)" : 8 Documents clear
METODE PENAFSIRAN IBNU AL-QAYYIM AL-JAUZIYYAH Hafizullah Hafizullah
Jurnal Ulunnuha Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/ju.v7i1.238

Abstract

Ibnu Al-Qayyim Al-Jauziyyah merupakan salah seorang ulama abad ke-7 yang dikenal memiliki kemampuan berbagai ilmu dan tumbuh menjadi ulama yang produktif. Salah satunya adalah hasil pemikirannya terhadap penafsiran al-Quran. Namun penafsiranya tidak dituliskan secara terpisah dan utuh, dan hanya ditemukan dalam tulisan-tulisannya yang tersebar dari berbagai kitab. Pengumpulan penafsiran Ibnu Al-Qayyim yang diambil dari berbagai kitab ini telah dilakukan oleh Muhammad Uwais al Nadwiydalam Tafsir al-Qayyim, yang kemudian disempurnakan oleh Yusri Al-Sayyid Muhammad dalam Badâi’ al Tafsir. Dalam penelitian ini, akan dibahas tentang metode dan corak pemikiran Ibnu Al-Qayyim dalam menafsirkan al-Quran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka (library research) dengan menela’ah kitab Tafsir al-Qayyim dan Badâi’ al Tafsir. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dalam menafsirkan Al-Quran, Ibnu Al-Qayyim menerapkan berbagai metode dalam menafsirkan al-Quran, seperti maudhû’i, tahlîli dan muqâran.
AL-SHIDQ DALAM KOMUNIKASI PERSPEKTIF AL-QUR`AN Zulbadri Zulbadri
Jurnal Ulunnuha Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/ju.v7i1.240

Abstract

Morals is a noble deeds of a servant, and a reflection of the confidence and the knowledge that he has, so akhlak that characterizes a person's behavior in personal life, social state and nation. Al-Qur'an as guidance in-spoken, polite and guidance for all activities for those who do right. In this discussion the author discusses the kinds of al-shidq on morals, right in speaking and understanding words correctly, according to what it said was the actual reality. His opponent was kidhb lieAlusiy, syihabuddin mhd ibn Abdullah al-Husainiy, 2000, Ruhu al-Ma’aniy fi tafsir al-Qur’an al-‘Azhim wa sab’u al-Matsaniy, Muassasah ar-Risalah, Al-Biqai, Burhanudddin Abi al-Hasan Ibrahim bin Umar, Nizam ad-Durar  fi Tanasub al-Ayah wa as-Suwar, juz.7 Al-Bukhary, Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah,al-Jami as-Sahih al-Musnad min hadis Rasulullah saw wasunnatih wa ayatih SahihBukhari, juz. 1Al-Husaini, Mohammed Rashid bin Ali Ridha bin Mohammed Shams al-Din bin Muhammad Bahauddin maula Ali bin Khalifa Kulmuny, 1990, Tafsir al-Qur’an al-Hakim (Tafsir al-Manar), Kairo, Al-Haiah al-Mishriyah al-Ammah lil kitabAl-Maraghi, Ahmad bin Mustafa, 1970, Tafsir al-Maraghi, Mesir, Darul Fikri, Al-Qurthubi, Abu Abdullah bin Muhammad  bi Ahmad bin Abi Bakr  bin Farah al-Anshari  al-Khuzraji Syamsuddi, 1994, Al-Jami’ al-Ahkam al-Qur’an ,Tafsir Al-Qurthubi, Kairo; Dar al-Kutb al-Nishriyah, Al-Qusyairiy, Abd al-Karim bin Hawzan bin Abd al-Malik, 1999, Lithaif al-Isyarah, Tafsir al-Qusyairy, Mesir:Al-Haiah al-Misriyah al-Amah lilkitab, Al-Sa’di, Abdurrahman bin Nasir bin Abdullah, 2000, Taisir al-Karim ar-Rahman fi tafsir kalam al-Mannan,  Muassasah ar-RisalahShihab, M Quraish, 2005, Tafsir al-Misbah Pesan Kesan dan keserasian al-Quran, Tanggaerang: Lentera Hati, cet IIIAl-Wahidi, Abu al-Hasan bin Ahmad, 1994, Al-Washit fi Tafsir al-Quran, Dar al-Kutut al-Ilmiyah, Beirut.Qutb, Sayyid, 1971, Fi Zilal al-Qur’an, Beirut, Dar el-FikrAl-Zuhaili, Wahba bin al-Mustafa, 1991, Tafsir Al-Munir fi ‘Aqidah wa  as-Syari’ah wa al-Manhaj Beirut, Dar Elfikri.
METODE PEMAHAMAN HADIS MODERNIS Mhd. Idris
Jurnal Ulunnuha Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/ju.v7i1.235

Abstract

Hadis merupakan sumber pokok ajaran Islam yang kedua setelah al-Qur`an. Untuk memahaminya secara mendalam dibutuhkan kajian secara komprehensif dengan metode dan pendekatan  tertentu agar mampu menangkap maksud sebuah hadis. Sesuai dengan perkembangan zaman, para ulama kontemporer mencoba memahami sebuah hadis dengan metode dan pendekatan modern pula di antaranya adalah memahami hadis dengan pendekatan ilmiah dan pendekatan filosofis. Memahami hadis dengan pendekatan ilmiah adalah  pemahaman hadis dengan menilai istilah ilmiah yang terdapat dalam hadis dan mengeksplorasi berbagai ilmu dan pandangan filosofis yang dikandungnya. Pendekatan filosofis hadis merupakan pendekatan yang mencoba menyingkap tujuan dan hikmah di balik segenap aturan formal dalam hadis. Kata Kunci:  Modernis, llmiah, Filosofis
SIFAT INDIVIDUALISTIS MENURUT AL-QUR’AN Rusydi AM
Jurnal Ulunnuha Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/ju.v7i1.241

Abstract

القرأن كتاب الهداية ينير الناس في حياتهم ظاهرا و باطنا افراديا ومجتمعيا . وهذا ما اشار اليه القرأن  بالكلمة هدي للناس وبينات من الهدي والفرقان.  والله يرشده ولو كان الناس مخلوق افرادي و مجتماعي الا أنه لا ينبغ له ان يتصف بالأنانية بل لا بد له ان يتصل بالآخرين. والناس لا يهتمون بأنفسهم فحسب ولكنهم لا بد أن  ينظروا الي زملائهم . بناء علي ذلك فالقرأن يشجع بعضهم بعضا ويحثهم للتعاون بينهم ويحذرهم بصفة أنانية لأنهم لا يعيشون بدون أخرين .و بعبارة أخري نستطيع أن نقول أن الأنانية لا توافق بتعاليم  الأسلام  
KITAB SUNAN AL-DARUQUTNIY KARYA IMAM AL-DARUQUTNIY Markos, Toni
Jurnal Ulunnuha Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/ju.v7i1.234

Abstract

بدأت كتابة الحديث في شكل تدوين الحديث في أوائل القرن الثالث للهجرة. أحد العوامل بسبب الجدل في جواز كتابة حديث النبي، حيثما نهاه  النبي صلى الله عليه وسلم فى حديث وأجازه فى حديث أخر. وقع هذا الخلاف لخشية اختلاط بين القرآن والسنة. وفي عهد الخليفة عمر بن عبد العزيز (الأمويين) هناك مبادرة لتسجيل الحديث لأن لا يضيع الحديث وفقا للمرور الزمن بمساعدة ابن شهاب الزهرى. غير أن تدوين الحديث فى هذا العهد يحتاج إلى الانتقادات ليكون متكاملا حيث اضطرب بين الحديث والاثر والقول التابعي او بين الصحيح والحسن والضعيف او الموضوع.فالإمام الداروقطني هو أحد أئمة الحديث الذي تمكن فى كتابة الحديث وسماه سنن الداروقطني. لا يزال هذا الكتب غير خالي من البحث والمناقشات حيث وجدت قضية البحث والنقد. وبالإضافة إلى ذلك، فقد كان للإمام  الداروقطني خدمة عظيمة فى العلم، وخاصة في مسائل الحديث وعلومه، وعلى الرغم من أن لهذا الكتاب انتقادات من المحققين وغيره، لكنه لا يقلل من مساهمتها في نشئة علم الحديث، وكان الإمام الداروقطني قد صنف كعلماء من علماء الحديث الذين ساهموا كثيراً للمسلمين ، ولذلك من المناسب أن يتلقى الإمام الداروقطني الثناء والاحترام من المسلمين.المفردات: تدوين الحديث, السنن, الداروقطني
TRADISI SHALAWAT DALAM PERINGATAN MAULUD NABI MUHAMMAD SAW DI KALANGAN MUSLIM INDIA KOTA PADANG (LIVING HADIS) Sri Chalida
Jurnal Ulunnuha Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/ju.v7i1.242

Abstract

Prosesi pelaksanaan maulud Nabi Muhammad SAW di kalangan muslim India kota Padang dilakukan selama 12 hari dalam upacara serak gulo dan bacaan shalawat yang terdapat dalam kitab khusus dengan nama kitab Maulud. Hal ini jelas berbeda dengan yang dilakukan muslim lainnya. Hadis-hadis yang dibaca ketika shalawat terdapat dalam Shahih al-Bukhari, Musnad Ahmad bin Hanbal, Mustadrak ala Shahihain dan Mu’jam al-Kabir.
DISKURSUS PENAFSIRAN AYAT PENCIPTAAN PEREMPUAN DALAM JURNAL ILMIAH DI INDONESIA Faizin Faizin
Jurnal Ulunnuha Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/ju.v7i1.233

Abstract

Tulisan ini menganalisis beberapa teks jurnal ilmiah di Indonesia yang khusus membahas tentang penafsiran ayat penciptaan perempuan melalui prosedur teori eksklusi Michel Foucault. Bahwa produksi suatu wacana berjalan berbarengan dengan  kontrol, pemilihan, penataan, dan penyebaran melalui sejumlah prosedur, yakni aspek eksternal yang bertujuan memperkuat wacana di satu sisi dan aspek internal yang berfungsi mengontrol wacana di sisi lain. Secara eksternal, diskursus yang dibangun telah mampu menopang fungsi kekuatan wacana gender dalam menghasilkan kuasa pengetahuan. Dari sisi prosedur division and rejection, struktur wacana penafsiran berupaya merekonstruksi pengetahuan baru dengan memisahkan pendapat-pendapat yang bias gender dan menempatkan pendapat yang egaliter sebagai suatu kebenaran.  Pada prosedur kedua oppotition between true and false juga memproduksi wacana baru, yakni upaya meninggalkan wacana lama yang dipandang bias (false) dan memperkuat argumentasi pada wacana yang dipandang benar (true).  Prosedur internal yang berfungsi mengontrol wacana juga bekerja dengan baik. Pada prosedur commentary, penulis berupaya menghadirkan dominasi wacana melalui proposisi-proposisi yang secara tidak langsung mengajak pembaca untuk membenarkan adanya implikasi atas penafsiran yang bias. Sementara pada prosedur author, penulis memperlihatkan keberpihakan pada penafsiran yang dipandangnya bermuatan positif untuk proyek kesetaraan gender. Terakhir, prosedur disiplin  yang memungkinkan lahirnya rumusan baru yang kemudian dapat dijadikan prinsip kebenaran dan memungkinkan dijadikan sebagai instrumen aplikatif dalam kehidupan praktis.
METODOLOGI TAFSIR Aldomi Putra
Jurnal Ulunnuha Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/ju.v7i1.237

Abstract

Tulisan ini tentang metode penulisan, yang menitik beratkan pada metodologi/metode-metode tafsir, dan metode penelitian tafsir. Dalam kajian tafsir (interpretation) terhadap teks Alquran, dibutuhkan seperangkat pengetahuan tentang penafsiran Alquran sehingga tidak bisa dilakuan oleh banyak orang. Mannā’ Khālil Qathān misalnya memberikan persyaratan yang begitu ketat (baca;  Qathān). Di samping memiliki kriteria bagi mufassir terhadap teks, yang paling penting lagi adalah ketepatan dalam mengunakan metode dalam penafsiran Alquran. Metode-metode penafsiran terhadap teks Alquran meliputi; sumber, intensitas, langkah dan perspektif/corak (laun). Metode tafsir dari segi sumber terbagi dua yaitu bi al-Ma’tsur dan bi al-Ra’yi. Metode tafsir dari segi intensitasnya terbagi kepada ijmali dan tahlili. Metode tafsir dari segi langkah terbagi pada muqarran, maudhu’I,dan tartib suar. Dan metode tafsir dari segi perspektif terbagi kepada fiqh, falsafi, sufi, ‘ilmi dan lain sebagainya. Penelitian terhadap tafsir juga membutuhkan metode. Metode penelitian tafsir lebih cenderung menggunakan metede kualitatif, ketimbang metode kuantitatif. Kata Kunci: Metode, Ijmâlî, Tahlîlî, Muqâran,  Maudhû’î, dan  Kualitatif

Page 1 of 1 | Total Record : 8