Articles
8 Documents
Search results for
, issue
"Vol 7, No 2 (2018)"
:
8 Documents
clear
STUDI HADIS – HADIS TENTANG SHALAT JENAZAH
Fredika Ramadhanil
Jurnal Ulunnuha Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/ju.v7i2.257
Merupakan sebuah kewajiban bagi setiap muslim untuk menyelenggarakan jenazah saudaranya jika meninggal dunia. Salah satu dari kewajiban tersebut adalah menshalatkan jenazah. Adanya berbagai macam sikap dan pengamalan kaum muslimin dalam menshalatkan jenazah seperti dalam menentukan siapa orang yang berhak untuk menjadi imam dalam shalat jenazah, dan beleh atau tidaknya menshalatkan jenazah pelaku maksiat seperti jenazah pelaku zina dan jenazah koruptor yang telah menimbulkan polemik dan perdebatan di kalangan ahli ilmu sekarang ini. berbagai macam sikap kaum muslimin tersebut di atas juga didasarkan pada hadis-hadis Rasulullah SAW yang mana kualitasnya ada yang shahih, hasan dan dhaif. Oleh karena itu, penelitian ini akan membahas bagaimana kehujjahan dan pemahaman hadis tentang shalat jenazah yang lebih terfokus kepada hadis-hadis tentang siapa orang yang berhak mengimami shalat jenazah dan hadis tentang Rasul tidak menshalatkan jenazah pelaku maksiat seperti jenazah pelaku zina dan jenazah koruptor.
حاشية الجمل على الجلالين تحقيق ودراسة: أول سورة (مريم)، وأول سورة (طه)، وأول سورة (الأنبياء)
Muhammad Irfan
Jurnal Ulunnuha Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/ju.v7i2.263
فَإِنَّ غَايَةَ الإنْسَانِ فِيِ هَذهِ الدُنيَا تَحْقِيقُ العُبُودِيِةِ للهِ رَبِ العَالَمِينَ، التيِ عَليَهَا مَنَاطُ التَكْلِيفِ، وَالعِلمُ مِنْ أَشْرَفِ مَقَامَاتِ العُبُودِيةِ خُصُوصَاً إذا كَانَ مُتَعَلِقَاً بِنُصُوصِ الوَحْييَنِ الشْرِيفَيِن ؛ حَيثُ إنَهُمَا أَصْلُ العُلوُمِ وَمَصْدَرُهَا وَرْأَسُهَا. تَفْسيرُ الجَلاَلِينِ للإِمَامِينِ جَلالِ الدِينِ المَحَلىِ وَجَلاَلِ الدِينِ السُيُوطِيِ ، وَهُوَ عَلىَ صِغَرِ حَجْمهِ ، فَهُوَ كَثِيرُ النَفْعِ كَثِيرُ الأَسْرَارِ ، مِمْاَ يَدلُّ عَلى دِقْةِ الإِمَامَيِنِ فيِ اخْتِيَارِ الأَلْفَاَظِ قَلِيلَةِ المَبْنَىَ كَثِيرَةِ المَعْنىَ ، وَقَدْ تَنَاوَلَ العُلَمَاَءُ هَذاَ التَفْسِيرَ بِالشْرَحِ ، والتَعْلِيقِ ، وَالتَحْقِيقِ ، وَكَتَبوا عَلَيِهِ الحَوَاشِيَ الشَارِحَةَ ، وَكَانَ أَهَمَّ الحَوَاشيِ التِيِ كُتِبَتْ عَلَى هَذاَ التْفْسِيرِ حَاَشِيِةَ : ( الفُتُوُحَاَتِ الإِلَهِيةِ بِتَوُضِيحِ تَفْسِيرِ الجَلالينِ للدَقاَئِقِ الخَفِيةِ ) للعَلاَمَةِ : سُلَيْمَانَ بنِ عُمَرَ بنِ مَنْصُورِ العُجَيليِ الشَهِيرِ: بِالجَمَلِ ، المُتَوَفىَ سنةَ: ألفٍ ومئتينِ وأَربعةٍ مِنَ الهِجرةِ ، وَهِيَ حَاشِيَةٌ قَيْمَةٌ عَظِيمَةُ النَفْعِ ، اسْتَحْسَنهَا كُلُ مَنْ طَالَعَهَاَ ، وَنَاَلَتْ إِعْجَابَ العُلَمَاَءِ وَتَفْضِيلَ الفُضَلاَءِ ، فَهِيَ مِنْ أَجَلِ وَأَعْظَمِ مَاَ أُلِفَ فِيِ هَذاَ الِعِلمِ.
AKHLAK MAZMUMAH DALAM AL-QURAN
Zulbadri Zulbadri
Jurnal Ulunnuha Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/ju.v7i2.258
Penelitian ini bertujuan untuk membahas akhlak mazmumah dalam Islam. Banyak ditemukan bentuk ungkapan akhlak buruk dalam pergaulan sehari-hari. Akhlak merupakan perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari yang telah melekat pada diri seseorang. salah dalam tindakan seseorang manusia yang panutannya bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis Rasulullah saw. Metode penulisan ini adalah dengan metode Lebrary Riseach. Dalam tulisan ini penulis membahas tentang pengertian akhlak tercela dalam hubungan sesama manusia dengan Allah, hubungan manusia dengan manusia,di antaranya dusta, munafik, melempar tuduhan keji dan menada-adakan kebohongan terhadap orang lain.
PERSPEKTIF ALQURAN TENTANG AL-AN’AM
Muslim Muslim
Jurnal Ulunnuha Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/ju.v7i2.262
كان الله أكثر حكمة في إثبات قدرته الكلية وعظبما لخليقته ومتسعا لمواهبه ورحمانا لخدمه. ومن بين هذه الأدلة ، كما هو موضح في الآيتين 5-7 و 66 في سورة النحل ضوء خلق الأنعام (الجمال والبقر والمعز) ، فوائد الريش واللحوم والطاقة والحليب الذي ينتجونه. وعن خلقهم عظيمة
LGBT DALAM PERSPEKTIF HADIS
Sarmida Hanum
Jurnal Ulunnuha Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/ju.v7i2.261
Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan bahwasanya di dalam Islam LGBT itu dilarang. Meski di dalam hukuman pelaku LGBT ulama berbeda pendapat, tetapi masih saja pelaku LGBT dalam komunitas muslim ditemukan. Oleh sebab itu perlu dilakukan penelitian dalam perspektif hadis dalam upaya menghadirkan ulasan dan tuntunan Nabi Muhammad untuk dapat menjadi referensi dalam memahami hukuman bagi pelaku LGBT. Asumsi-asumsi akan bolehnya LGBT bisa terbantahkan dengan adanya kekuatan yang mendasar keyakinan agama di dalam diri sesorang. Dengan demikian, penelitian ini dilakukan agar dapat menghasilkan sebuah acuan ilmiah agar hukuman bagi pelaku LGBT bukan hanya sebatas wacana belaka tetapi harus bisa dilakukan. Di samping itu, melalui penelitian juga memberikan kesadaran bahwa stigma, diskriminasi ataupun prasangka bagi kaum LGBT adalah suatu hal yang bisa saja terjadi dikarenakan adama melarang pelaku LGBT ini. Karenanya perlu dilakukan langkah preventive agar LGBT ini tidak ada disekitar kita
HUKUMAN POTONG TANGAN PERSPEKTIF AL-QUR`AN DAN HADIS
Nailul Rahmi
Jurnal Ulunnuha Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/ju.v7i2.254
Salah satu dari ketentuan hukum jinayah dalam hukum Islam adalah bahwa siapapun yang mencuri harta orang lain maka pelakunya diberi sanksi hukuman yaitu hukuman had potong tangan seperti yang dijelaskan dalam ayat 38 dari surat al-Maidah di atas. Kemudian yang pelaksanaannya dijelaskan dalam hadits-hadits Rasul Saw. Dengan demikian penetapan had potong tangan bagi pencuri tujuannya adalah untuk memberikan jaminan kemaslahatan terhadap harta manusia dari kerusakan, kehancuran dan dari kepemilikan yang tidak dibenarkan Islam dari pihak lain
IMPLEMENTASI TAKWIL DALAM TAFSIR AL-KASYSYAF OLEH AL-ZAMAKHSYARIY
Bilfahmi Putra
Jurnal Ulunnuha Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/ju.v7i2.260
This problem is motivated by the very striking difference between al-Zamakhsyariy with other mufassir in interpreting (mentakwil) verses of the Qur'an. The subject matter is: how can the implementation of takwil that conducted by al-Zamakhsyariy in the Tafsir al-Kasysyaf, limited by one restrictions; how the results of the form takwil. This study aims: to found the form of takwil that clear. This research is library research, primary data source is al-Kasysyaf, and secondary data source is books, journals scientific and documents related with these discussion, the methods used in this study is qualitative method and content analysis. While the results of penakwilan process conducted al-Zamakhsyariy is; Al-Zamakhsyariy mentawkilkan the verses mutasyabih, and the verses or pronunciations that are contrary to the understanding of the Mu'tazilah, mentawkilkan the verses not mutasyabih.
ملامح الاتجاه الفقهي في كتاب (تفسير الأحكام) للأستاذ عبد الحليم حسن
Sutrisno Hadi
Jurnal Ulunnuha Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15548/ju.v7i2.245
يعد الأستاذ عبد الحليم حسن (1901-1969م) من المفسرين الذين لهم دور بارز في تثقيف الأمة بسومطرة الشمالية خاصة وإندونيسيا عامة، وقد أثرت خلفيته الدراسية وتفاعله بالأفكار الاصلاحية وكذلك تشخيصه لحاجة الأمة في تبنِّيه اتجاها فقهيا لتفسيره المسمى تفسير الأحكام، وقد تجلّى ملامح هذا الاتجاه من الدوافع والأهداف وراء تأليفه والمصادر التي اعتمد عليها والمنهج الذي سار عليه وبالنظر إلى وشرحه لمعاني آيات القرآن، وملامح الاتجاه الفقهي في هذا التفسير تتمثل في النقاط التالية: أولا- الجمع بين الرواية والرأي، ثانيا- ذكر الآراء مع ترجيح رأى على الآخر، و هذا الترجيح قد يكون بصيغة التصريح وقد يكون بالتلميح، ثالثا- ذكر الآراء المتعددة التى وردت فى قضية واحدة مع دليل كل ولكن دون محاولة للجمع أو الترجيح، رابعا- استنباط بعض الأحكام التى تؤخذ من الآية المفسرة.