cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jitkwh@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan
ISSN : 20868510     EISSN : 26555875     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (JITK) merupakan wadah atau sarana yang menerbitkan tulisan ilmiah hasil-hasil penenlitian maupun non hasil penelitian dibidang ilmu dan teknologi yang belum pernah diterbitkan atau sedang dalam proses penerbitan di jurnal-jurnal ilmiah lain. Redaksi berhak merubah tulisan tanpa mengubah maksud atau subtansi dari naskah yang dikirimkan. Naskah yang belum layak diterbitkan dalam Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan, tidak dikembalikan kepada pengirimnya, kecuali atas permintaan penulis yang bersangkutan.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2012)" : 7 Documents clear
GAMBARAN PENINGKATAN STRATA POSYANDU RW XII KELURAHAN KALIPANCUR KECAMATAN NGALIYAN SEMARANG E, Ambar Dwi; Yati, Rina; Wahyuning, Sri
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.107 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v3i1.66

Abstract

Posyandu adalah suatu wadah komunikasi alih teknologi dalam pelayanan kesehatan masyarakat dari Keluarga Berencana dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat dengan dukungan pelayanan serta pembinaan teknis dari petugas kesehatan dan keluarga berencana yang mempunyai nilai strategis untuk pengembangan sumber daya manusia sejak dini.Tujuan posyandu adalah Menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Ibu ( ibu Hamil, melahirkan dan nifas). Karena dalam kegiatan posyandu dapat ditemukan kejadian ? kejadian luar biasa yang berkontribusi terhadap? kesakitan dan akhirnya angka kematian.Cakuan kehadiran peserta posyandu RW XII Kelurahan Kalipancur masih rendah yaitu 28 ? 35 % dan belum ada program tambahan posyandu sehingga dapat dikatakan strata posyandu di RX II Kelurahan Kalipancur masih dikatakan Pratama.Untuk meningkatkan strata strata posyandu di RW XII Kelurahan Kalipancur dari pratama menjadi Madya dengan cara meningkatkan cakupan kedatangan peserta posyandu balita di RW XII Kelurahan Kalipancur dan melatih kader tentang program tambahan posyandu yang disepakati.Kata Kunci: Posyandu, stara
KARAKTERISTIK PENDERITA CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF) DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD TUGUREJO SEMARANG W, Maulidta K
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.386 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v3i1.67

Abstract

Congestive Heart Failure (CHF) merupakan penyebab utama kematian di beberapa negara dan? ?Angka kejadiannya setiap tahunnya terus meningkat. Hasil Riskesdas tahun 2007 menunjukkan CHF merupakan penyebab kematian nomor tiga di Indonesia setelah stroke dan hipertensi. Pada tahun 2010 diperoleh data Incidence Rate penyakit jantung pada kelompok umur 15 tahun atau lebih sebesar 2,2 %. Pada tahun 2013 jumlah penderita CHF meningkat sekitar 229.696 orang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik penderita CHF di Instalasi Rawat Jalan RSUD Tugurejo Semarang pada bulan Maret-Mei 2014. Penelitian dilakukan menggunakan penelitian deskriptif dengan desain Hospital based study.Populasi penelitian ini adalah semua pasien yang berobat di Instalasi Rawat Jalan RSUD Tugurejo Semarang. Data yang dikumpulkan adalah data sekunder yang diperoleh dari status penderita CHF di Instalasi Rawat Jalan RSUD Tugurejo SemarangKarakteristik penderita CHF di Instalasi rawat jalan RSUD Tugurejoberdasarkan sosiodemografi tertinggi adalah laki 63,30%, lansia awal 40,00%, kawin 90,00%, suku jawa 100,00%, Indeks Masa Tubuh (IMT) normal 90,00%, dan penyebab terjadi CHF paling banyak adalah hipertensi, dan kardiomiopati sejumlah 70,00%.?Kata kunci: Penderita Congestive Heart Failure (CHF), karakteristik
Pengolahan Citra Pembuluh Darah Otak Untuk Membantu Mendeteksi Penyempitan Pembuluh DarahDengan Metode Digital Substraksi Rahmat, Basuki; Jati, Widji
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.876 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v3i1.68

Abstract

Penyempitan pembuluh darah otak merupakan gangguan medis yang sangat berbahaya. Untuk menanggulanginya, dapat dilakukan dengan operasi. Namun, sebelum proses operasi, dokter perlu mengetahui dimana letak penyempitan pembuluh darah otak ini terjadi. Hasil scan citra Sinar-x pada umumnya tidak dapat mengetahui posisi penyempitan pembuluh darah otak secara jelas. Oleh karena itu dibutuhkan pengolahan citra dari scan Sinar-x untuk memperjelas gambar pembuluh darah otak sehinggadoktermengetahuiletakpembuluhdarahyang menyempit.?Kata kunci: penyempitan pembuluh darah otak,citra,Sinar-x.
SIKAP IBU MENYUSUI TENTANG GIZI IBU MENYUSUI DI PUSKESMAS BANDAR I KECAMATAN BANDAR KABUPATEN BATANG Pramesti, Dian; E, Ambar Dwi; R, Dewi Sari
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.324 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v3i1.64

Abstract

Menyusui merupakan bagian dari proses reproduksi yang memberikan makanan bayi secara ideal dan alami serta merupakan dasar biologis serta psikologis yang dibutuhkan untuk pertumbuhan. Gizi pada ibu menyusui sangat erat kaitannya dengan produksi air susu,yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi. Beberapa penelitian memperlihatkan bahwa ibu dengan gizi yang baik, umumnya mampu menyusui bayinya selama minimal 6 bulan. Sebaliknya pada ibu yang gizinya kurang baik, biasanya tidak mampu menyusui bayinya dalam jangka waktu selama itu, bahkan tak jarang air susunya tidak keluar. Selain itu tinggi rendahnya pengetahuan seseorang akan sangat berpengaruh terhadap pola pikir sikap dan perilaku seseorang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dan sikap ibu menyusui tentang gizi ibu menyusui.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan one-shot model, responden yang menjadi subyek penelitian ini adalah ibu menyusui pada bulan mei 2011 di wilayah Puskesmas Bandar I dengan populasi sebanyak 802, yang kemudian diambil sampel menjadi 89 responden.Mayoritas 89 responden berpengetahuan cukup, sebanyak 49,44% , mempunyai sikap yang positif sebanyak 97,75%. Diharapkan tenaga kesehatan tetap memberikan penyuluhan tentang gizi ibu menyusui dan mengupayakan sikap ibu menyusui selalu positif. serta melakukan kunjungan untuk mengevaluasi sejauh mana perkembangan mengenai penyuluhan yang telah diberikan.?Kata Kunci ??????????? : Pengetahuan, Sikap, Ibu menyusui, Gizi ibu menyusui.Pustaka : 19 Pustaka (2001-2010)
PENGARUH EDUKASI DIABETES TERHADAP KEPATUHAN PENGATURAN DIET PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2DI KELURAHAN WIROGUNAN DAN BRONTOKUSUMAN KOTA YOGYAKARTA P, Dyah Restuning
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.719 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v3i1.69

Abstract

Edukasi diabetes merupakan pendidikan mengenai pengetahuan dan ketrampilan bagi pasien diabetes yang bertujuan mengubah perilaku untuk meningkatkan pemahaman klien akan penyakitnya. Kepatuhan diet merupakan masalah besar yang terjadi pada penderita DM tipe 2 saat ini. Prinsip pengaturan pola makan didasarkan pada status gizi pasien diabetes dan melakukan modifikasi diet dengan memperhatikan gaya hidup serta pola kebiasaan makan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh edukasi diabetes terhadap kepatuhan pengaturan diet pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 di kelurahan Wirogunan dan Brontokusuman Kota Yogyakarta. Metode penelitian ini menggunakan desain quasi experimental pre ? post test without control group design. Penelitian ini dilakukan di kelurahan Wirogunan dan Brontokusuman. Jumlah sampel sebanyak 82 responden (41 kelompok intervensi dan 41 untuk kelompok kontrol). Hasil penelitian dengan uji Wilcoxon test kelompok intervensi didapatkan nilai bermakna (p=0,002), terdapat perbedaan kepatuhan pengaturan diet sebelum dan sesudah diberikan edukasi diabetes. Pada kelompok kontrol didapatkan nilai tidak bermakna (p=1,000), tidak terdapat perbedaan kepatuhan pengaturan diet sebelum dan sesudah diberikan edukasi diabetes. Uji beda Mann Whitney diperoleh nilai bermakna (p=0,020) terdapat perbedaan kepatuhan pengaturan diet sebelum dan sesudah diberikan edukasi diabetes antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Simpulannya: edukasi diabetes berpengaruh bermakna terhadap kepatuhan pengaturan diet pada pasien Diabetes Melitus tipe 2.?Kata Kunci: Kepatuhan Pengaturan Diet, Diabetes Melitus Tipe 2, Edukasi Diabetes
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DENGAN KINERJA BIDAN DESA DALAM PELAKSANAAN PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K) DENGAN STIKER DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN BATANG Yati, Rina
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.071 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v3i1.65

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Batang tiga tahun terakhir (2009 ? 2011) terus meningkat, hal ini belum sesuai dengan target MDG?s, dimana penyebab penyebab kasus kematian ibu sebenarnya dapat dicegah sebelumnya. Hal ini didukung dengan  Program P4K, sebagai pelaksana utamanya adalah bidan desa, namun belum semua  bidan desa melaksanakan program P4K sesuai standar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor determinan kinerja bidan desa dalam pelaksanaan program P4K dengan stiker di Kabupaten Batang.Jenis penelitian ini adalah observasional dengan metode survey analitik melalui pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur dan lembar observasi. Populasi adalah seluruh bidan desa (191) pengambilan sampel dengan teknik consecutive sampling (130), serta dilakukan cross check  pada 19 kader posyandu dan stiker yang terpasang. Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi, Analisis bivariat menggunakan rank spearman.Hasil penelitian didapatkan sebagian besar motivasi responden kurang (56,2%), dan kinerja (53,%) kurang. Motivasi terutama pada penghargaan.Kinerja terutama pada   operasionalisasi, dan peran bidan. Hasil analisis bivariat menunjukan adanya hubungan signifikan antara  motivasi (p=0,0001) dengan kinerja bidan..           Direkomendasikan pada DKK Kabupaten Batang untuk meningkatkan dana khusus guna pengadaan sarana prasarana berupa ceklist rapat koordinasi tingkat desa, blangko surat pernyataan kesediaan sarana transportasi, kartu ibu, buku KIA, mengikutsertakan bidan desa ke pelatihan program P4K, membuat SOP pelaksanaan program P4K di Kabupaten Batang. Kata Kunci : motivasi, kinerja bidan desa, program KIA, Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K )Stikes Widya Husada Semarang
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN, PENGETAHUAN, SIKAP DENGAN PERILAKU IBU BALITA DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT DIARE DI PUSKESMAS BANCAK KABUPATEN SEMARANG Huri, Mas; Wani, Ar; Retnaningsih, Dwi
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.084 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v3i1.70

Abstract

Penyakit diare merupakan salah satu penyebab utama kematian balita. Ibu balita mempunyai peranan yang penting dalam pencegahan penyakit diare. Penelitian ini menggunakan metode korelasi dengan pendekatan cross sectional, serta penarikan sampel secara purposive sampling yaitu ibu dengan anak balita yang pertama, tercatat dalam kunjungan ke pelayanan kesehatan di Puskesmas Bancak, dan berpendidikan minimal SD. Hasil penelitian dengan uji Spearman Rank menunjukkan bahwa nilai r dari pada pendidikan adalah 0,688 dengan nilai p = 0,000, nilai r untuk tingkat pengetahuan adalah 0,365 dengan nilai p = 0,000 , dan  nilai r untuk sikap adalah 0,373 dengan nilai p = 0,000. Ada hubungan yang signifikan dengan arah positif kuat antara tingkat pendidikan dengan perilaku ibu balita. Ada hubungan yang signifikan dengan arah positif lemah antara tingkat pengetahuan dengan perilaku ibu balita Ada hubungan yang signifikan dengan arah positif lemah antara sikap dengan perilaku ibu balita dalam pencegahan penyakit diare. Semakin baik tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap ibu balita dalam pencegahan diare, maka akan semakin baik pula perilakunya dalam pencegahan penyakit diare.Kata Kunci: pendidikan, pengetahuan, sikap dan perilaku ibu balita

Page 1 of 1 | Total Record : 7