cover
Contact Name
Sani Ega Priani, M.Si., Apt.
Contact Email
-
Phone
jurnal.farmasyifa@gmail.c
Journal Mail Official
jurnal.farmasyifa@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Farmasi - Universitas Islam Bandung Jalan Rangga Gading No. 8, Kota Bandung, Jawa Barat
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa
ISSN : 25990047     EISSN : 25986376     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa (JIFF) merupakan Jurnal ilmiah yang memuat artikel hasil penelitian di ruang lingkup Farmasi meliputi Farmakologi dan Toksikologi, Farmasi Klinik dan Komunitas, Biologi Farmasi, Farmasetika, Farmasi Mikrobiologi dan Bioteknologi, dan Farmakokimia. Disamping penelitian, jurnal ilmiah Farmasyifa juga memuat artikel hasil review terkait perkembangan ilmu kefarmasian di Indonesia berbasis penelitian.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2023)" : 11 Documents clear
PERBANDINGAN EKSTRAK BENALU TEH (Scurrula atropurpurea (Bl.) Dans.) DENGAN EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza) SEBAGAI HEPATOPROTEKTOR PADA TIKUS WISTAR Fetri Lestari; Mochamad Tanto Kuswanto; Lanny Mulqie
Jurnal Ilmiah Farmasi Farmasyifa Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiff.v6i1.10816

Abstract

Penggunaan obat antituberkulosis isoniazid dan rifampisin diketahui dapat menyebabkan drug-induced hepatitis sehingga memerlukan pemberian hepatoprotektor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol benalu teh (EBT) dalam mencegah kenaikan kadar Serum Glutamic-Pyruvic Transaminase/ SGPT pada tikus yang diinduksi isoniazid dan rifampisin, dibandingkan dengan ekstrak temulawak (ETL). Sebanyak 24 ekor tikus dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kontrol positif; kontrol negatif; tiga kelompok uji masing-masing diberi induktor dan EBT dengan dosis 35, 70, dan 140 mg/kgBB; kelompok pembanding diberi induktor dan sediaan mengandung ETL dengan dosis 36 mg/kgBB. Setelah 15 hari, dilakukan analisa parameter kadar SGPT sampel darah dari vena lateralis ekor. Hasil menunjukkan kelompok EBT dosis 70 mg/kgBB dan 140 mg/kgBB serta kelompok ETL memiliki rata-rata kadar SGPT lebih rendah yang signifikan secara statistik  dibandingkan kelompok kontrol positif  (p<0,05). Rata-rata kadar SGPT kelompok EBT dosis 70 mg/kgBB dan 140 mg/kgBB tidak berbeda bermakna secara statistik dengan kelompok ETL. Sehingga disimpulkan bahwa efek hepatoprotektor ekstrak benalu teh dengan dosis tersebut sebanding dengan ekstrak temulawak.Kata kunci: hepatoprotektor, benalu teh, temulawak, antituberkulosis, SGPT 

Page 2 of 2 | Total Record : 11