cover
Contact Name
Kustri Sumiyardana
Contact Email
-
Phone
+6281328847811
Journal Mail Official
alayasastrabbjt@gmail.com
Editorial Address
Jalan Elang Raya 1, Mangunharjo, Tembalang, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Alayasastra: Jurnal Ilmiah Kesusastraan
ISSN : 18584950     EISSN : 26156024     DOI : https://doi.org/10.36567/aly.v14i1
Alayasastra adalah jurnal ilmiah kesusastraan yang diterbitkan oleh Balai Bahasa Jawa Tengah, terbit sejak tahun 2005. Tulisan yang masuk ke dalam jurnal ini telah melalui proses review double blind. Jurnal ini merupakan jurnal penelitian kesastraan yang memublikasikan berbagai laporan hasil penelitian dalam bidang keilmuan kesastraan dan pembelajarannya.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2017): Alayasastra" : 9 Documents clear
Gejala Masokhisme Seksual pada Diri Severin dalam Novel Venus in Furs Karya Leopold von Sacher-Masoch Samanik, Samanik -
ALAYASASTRA Vol 13, No 2 (2017): Alayasastra
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.093 KB) | DOI: 10.36567/aly.v13i2.119

Abstract

Makalah ini mengkaji isu masokhisme dalam novel Venus in Fur karya Leopold von Sacher-Masoch. Masokhisme merupakan sebuah gejala kejiwaan. Masokisme seksual melibatkan dorongan kuat yang terus menerus dan fantasi yang terkait dengan tindakan seksual yang melibatkan perasaan dipermalukan, diikat, dicambuk, atau dibuat menderita dalam bentuk lainnya. Penilitian ini bersifat deskriptif kualitatif. Dalam pembahasannya, diuraikan tentang masokhisme seksual Severin, tokoh utama dalam novel, sebagai manifestasi insting seksualnya. Akan dijelaskan tentang bagaimana masa kanak-kanak Severin menjadikannya sebagai seorang masokhis dan karakteristik masokhisme seksual dalam diri Severin.
Gender Stereotype and Distribution of Masculinity Discourse in Novel Balada Si Roy; Joe By Gola Gong Mahendra, Ilham
ALAYASASTRA Vol 13, No 2 (2017): Alayasastra
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.093 KB) | DOI: 10.36567/aly.v13i2.98

Abstract

This paper is based on the readings of typical male issues raised in novel Balada Si Roy: Joe as a reflection and representation of masculine narratives. The purpose of this paper is to reveal the reflection of gender stereotypes, especially masculine, and the spread of masculinity discourse. This paper use sociological approach, focusing on the use of theories of gender stereotypes (good or bad man) and masculinity (how to be a man). The results obtained that the author offers a coherence of male image through his work, to provide fantasies for the process of gender actualization. In other words, the author is a representation of a socio-cultural-socialization- of how to become a man. It is reflected by Roy's character as a good man icon, because it reflects how to be man. Thus, the novel BSR:J is an agent that reproduces the masculine image in order to preserve and spread dominant groups narratives, in this case patriarchal.
ANALISIS STRUKTUR NARATIF EPISODE WEJANGAN SUNAN KALIJAGA KEPADA PANDANARANG DALAM BABAD DEMAK Lutfianto, Lutfianto
ALAYASASTRA Vol 13, No 2 (2017): Alayasastra
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.093 KB) | DOI: 10.36567/aly.v13i2.120

Abstract

Babad Demak berisi tidak hanya sejarah, legenda serta mitos tetapi juga wejangan para tokoh pelakunya kepada objek yang dituju. Salah tokoh yang memberi wejangan itu adalah Sunan Kalijaga. Sementara yang menjadi objeknya adalah Pandanarang, seorang bupati Semarang pada saat itu. Penulis tidak hanya menghadirkan teks wejangannya saja, tetapi juga menganalisisnya dengan analisis naratif. Hal ini bertujuan untuk membantu pemahaman pembaca tentang wejangan Sunan Kalijaga kepada Pandanarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wejangan Sunan Kalijaga kepada bupati Semarang (Pandanarang) sangat membekas. Kehidupan sebelumnya yang jauh dari nilai-nilai Islam kemudian menjadi muslim yang taat.
KAMPANYE LINGKUNGAN DALAM NOVEL TANGIS REMBULAN DI HUTAN BERKABUT KARYA S. PRASETYO UTOMO BAGI SISWA JENJANG PENDIDIKAN DASAR Andrian, Setia Naka; Rifai, Ahmad
ALAYASASTRA Vol 13, No 2 (2017): Alayasastra
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.093 KB) | DOI: 10.36567/aly.v13i2.81

Abstract

This research is descriptive qualitative research. Aiming for environmental campaigns on students at elementary education level. Specific targets of related research on social issues on environmental preservation through the values of the story in a novel presented in Indonesian language subjects. The method used in this research is literature method with qualitative approach. Various problems that occur in the life of the community campaigned to students through the separation of a novel. The environmental campaigns presented through a literary work can be accepted by students. Expected to grow the soul of a generation of nations who feel have their environment.Keywords: social communication, green literature, environmental campaigns.
Novel Ayah Karya Andrea Hirata dalam Perspektif Formalisme Rusia Khristiyanti, Dian
ALAYASASTRA Vol 13, No 2 (2017): Alayasastra
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.093 KB) | DOI: 10.36567/aly.v13i2.121

Abstract

Novel sebagai salah genre karya sastra berisi gambaran konkret tentang ?tentang manusia dan kompleksitas kehidupannya yang disampaikan menggunakan bahasa. Konflik dalam novel mencerminkan realita dalam masyarakat. Novel Ayah merupakan novel yang memiliki alur unik dan sebagaimana novel Andrea Hitara lainnya, memliki kekhasan pada bahasa yang digunakan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana alur dan bahasa yang digunakan dalam novel Ayah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan bertujuan untuk mendeskripsikan alur dan bahasa dalam novel Ayah berdasarkan sudut pandang Formalisme Rusia. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ?fabula novel tersebut adalah kondisi sosial masyarakat Belitong pada tahun 1990-an dan diolah menjadi szujet yang menarik pada bagian akhir cerita. Adapun analisis bahasa menunjukkan bahwa novel ini menggunakan gaya yang khas dan kaya akan majas seperti personifikasi, hiperbola, metafora, perumpamaan. Ungkapan dan peribahasa juga banyak terdapat dalam novel ini.
SASTRA BANDINGAN CERKAK DASAMUKA KARYA DJAJUS PETE DAN CERKAK DASAMUKA KARYA SUWARDI ENDRASWARA (SUATU TELAAH INTERTEKSTUAL) LITERARY COMPARISON THE SHORT STORY ENTITLED DASAMUKA WRITTEN BY DJAJUS PETE AND DASAMUKA BY ENDRASWARA (AN INTERTEXTUAL STUDY) Jefrianto, Jefri
ALAYASASTRA Vol 13, No 2 (2017): Alayasastra
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.093 KB) | DOI: 10.36567/aly.v13i2.95

Abstract

ABSTRAK Cerkak Dasamuka merupakan karya Suwardi Endraswara, yang terbit pada tahun 2005. Cerkak tersebut menceritakan tentang pagelaran wayang dengan lakon Dasamuka yang melenceng dari pakemnya. Cerkak tersebut memiliki banyak kemiripan dengan cerkak Dasamuka karya Djajus Pete yang terbit pada tahun 1992. Diduga ada keterkaitan di antara keduanya. Penelitian ini berupaya membandingkan kedua karya tersebut untuk mendapatkan hubungan di antara keduanya. Metode yang digunakan dalam perbandingan yaitu intertekstual. Metode intertekstual merupakan metode perbandingan antara dua karya sastra dengan membandingkan unsur-unsur pembangunnya. Dari perbandingan yang dilakukan, ditemukan adanya kesamaan dan variasi dalam kedua karya tersebut. Kesamaan dan variasi terdapat pada unsur (1) motif dan buah pikiran, (2) penokohan, (3) latar, (4) alur, dan (5) ungkapan-ungkapan/topoi.?Kata kunci: cerkak Dasamuka, intertekstual, kesamaan, variasi?ABSTRACTThe short story entitled Dasamuka is written by Suwardi Endraswara which was published in 2005. It tells about a puppet show entitled Dasamuka which deviates from its real story. This story has several similarities to that of Djajus Pete version published in 1992. It was assumed that these two literary works relate each other. This research was aimed to compare them in order to reveal their interrelationship. In doing the research, the writer used an intertextual method. An intertextual method is a comparison between two literary works based on the building elements. The comparison shows that there is similarity and variation in these literary works. The similiraty and variation can be found on: (1) motif and ideas, (2) characterization (3) settings, (4) plot,(5) utterances/topoi.?Keywords: short story of Dasamuka, intertextual, similarity, variation
KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM CERPEN THE DOCTOR AND THE DOCTOR’S WIFE KARYA ERNEST HEMINGWAY Murdianto, Bambang Tri
ALAYASASTRA Vol 13, No 2 (2017): Alayasastra
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.093 KB) | DOI: 10.36567/aly.v13i2.122

Abstract

This research examines the inner conflict of the main character in the short story The Doctor and the Doctor?s wife by Ernest Hemingway. The purpose of this study is to describe the inner conflict and background of inner conflict in the short story The Doctor and the Doctor?s wife. This reasearch is qualitative. The research method is descriptive analysis, Descriptive analyzes carried out by way of description of the facts which are then followed by analysis. By looking at the data contained in the short story The Doctor and the Doctor?s wife by Ernest Hemingway, in which it is to reveal inner conflict of the main character, background of inner conflict, eksternal factor and internal factor. From the conclusion of the data analysis, inner conflict of the main character is emergence of fear, hesitancy, and anger caused by non-fulfillment of? physiological needs, honor, security, self-actualization on main character. The inner conflict event influenced by aspect id,ego, and superego.? Inner conflict the main character is more concerned with statisfying the id with ego. Superego functioning resulting in only in some cases.
CLASS CONFLICT OF KALI BOYONG PEOPLES IN THE NOVEL KABUT DAN MIMPI BY BUDI SARDJONO: STUDY OF MARXISM Hussen, Muhammad
ALAYASASTRA Vol 13, No 2 (2017): Alayasastra
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.093 KB) | DOI: 10.36567/aly.v13i2.101

Abstract

Kabut dan Mimpi is a novel written by autodidact author named Budi Sardjono. The novel was published by Labuh in 2005. The novel interesting to be the object of research because its raising the issue of class conflict that occurs between the proletariat and the bourgeoisie. Forms of class conflict as to whether that appears in the novel? To determinate the class conflict that is in the novel, it will use sociology of literature approach by using a Marxist approach. Novel Kabut dan Mimpi is presenting a class struggle, but as usual, still does not happen equivalence classes as coveted proletariat.???????????????????????????????????????????????????????????????????? Keywords: novel, sociology of literature, Marxist
Gender Inequality in the Novel Gadis Pantai by Pramoedya Ananta Toer anam, choerul
ALAYASASTRA Vol 13, No 2 (2017): Alayasastra
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.093 KB) | DOI: 10.36567/aly.v13i2.123

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Mengkaji ketidaksetaraan gender tokoh perempuan yang dinikahkan. (2) Mendeskripsikan ketidaksetaraan gender Gadis Pantai. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan analitis Karl Mark untuk menyoroti perbedaan kelas sosial dalam masyarakat. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif. Objek yang diteliti adalah ketidaksetaraan gender gender dalam novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer, melalui kajian gender dan feminisme. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa perempuan sulit untuk meraih kesetaraan gender di masyarakat yang masih mengagungkan kelas sosial

Page 1 of 1 | Total Record : 9