cover
Contact Name
Kustri Sumiyardana
Contact Email
-
Phone
+6281328847811
Journal Mail Official
alayasastrabbjt@gmail.com
Editorial Address
Jalan Elang Raya 1, Mangunharjo, Tembalang, Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Alayasastra: Jurnal Ilmiah Kesusastraan
ISSN : 18584950     EISSN : 26156024     DOI : https://doi.org/10.36567/aly.v14i1
Alayasastra adalah jurnal ilmiah kesusastraan yang diterbitkan oleh Balai Bahasa Jawa Tengah, terbit sejak tahun 2005. Tulisan yang masuk ke dalam jurnal ini telah melalui proses review double blind. Jurnal ini merupakan jurnal penelitian kesastraan yang memublikasikan berbagai laporan hasil penelitian dalam bidang keilmuan kesastraan dan pembelajarannya.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2018): ALAYASASTRA" : 5 Documents clear
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL CINTA 2 KODI KARYA ASMA NADIA Rosita, Farida Yufarlina
ALAYASASTRA Vol 14, No 1 (2018): ALAYASASTRA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.093 KB) | DOI: 10.36567/aly.v14i1.197

Abstract

Pendidikan merupakan usaha sadar dan sistematis untuk membentuk karakter peserta didik. Melalui teks sastra dalam bentuk novel, pembelajaran bahasa Indonesia tidak hanya berpusat untuk mencerdaskan peserta didik namun juga bertujuan membentuk karakter peserta didik. Nilai pendidikan karakter dalam novel dapat digunakan sebagai penanaman karakter pada peserta didik, mengingat bahwa karakter peserta didik saat ini sudah jauh dari moral dan etika. Untuk itu penelitian ini dilakukan untuk menguraikan pendidikan karakter yang terdapat dalam novel Cinta 2 Kodi karya Asma Nadia. Penelitian ini dilakukan dengan model deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini mengunakan teknik catat. Pengumpulan data dilakukan setelah selesai membaca novel. Peneliti menandai kutipan yang termasuk dalam pendidikan karakter kemudian melakukan pencatatan. Dari penelitian ini, ditemukan 14 poin nilai karakter dalam novel Cinta 2 Kodi yang dapat digunakan guru sebagai rujukan media pembelajaran bagi pada pembelajaran bahasa Indonesia.Kata kunci: Pendidikan Karakter, Novel, Pembelajaran.
PERGESERAN IDENTITAS BUDAYA DALAM NASKAH LAKON PUTU WIJAYA BILA MALAM BERTAMBAH MALAM: KAJIAN POSTMODERNISME Prihantono, Kahar
ALAYASASTRA Vol 14, No 1 (2018): ALAYASASTRA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.093 KB) | DOI: 10.36567/aly.v14i1.130

Abstract

This study attempted to reveal cultural identity shifts in the Putu Wijaya?s play script Bila Malam Bertambah Malam (BMBM) observed from Jean Francois Lyotard?s postmodernism point of view. This study employed sociology in literature approach to analyze the cultural identity of the characters in the BMBM play script, next it would be connected with any symptoms of the Jean Francis Lyotard postmodernism. The results of the study proved that there were cultural identity shifts in the BMBM play script in term of postmodernism point of views including the liberation, reformation, and identity deception and falsify (as an impression formation). The character of Gusti Biang possessed arrogant characteristics to her lowest class assistant (Wayan) in fact the assistant was the biological father of her son. She despised his assistants (Wayan and Nyoman), and opposed to the his son?s (Ngurah) romance with Nyoman. The identity deception as the impression formation appeared in Gusti Biang?s arrogant attitude, she kept glorifying her upper class status (satria) and insulting lowest class status (sudra) although Wayan was the person she loved after the death of her impotent husband. The symptoms of liberation and reformation in term of social class was captured in loyal servant character, Wayan. He devoted himself to his love, Gusti Biang, although the old tradition prohibited him to marry Gusti Biang. Later, both Ngurah and Nyoman dared themselves to break the tradition of inter-class romance.Keywords: cultural identity; social class; postmodernism; sociology in literature; interclass romance;
MARGINALISASI AGAMA DAN ETNIS TIONGHOA DALAM RIWAYAT NEGERI YANG HARU Rohman, Hudha Abdul
ALAYASASTRA Vol 14, No 1 (2018): ALAYASASTRA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.093 KB) | DOI: 10.36567/aly.v14i1.125

Abstract

This paper?discusses how?these forms of?marginalization?that is done?the new order?government (Orde Baru) which?displayed in the?collection of?elected Kompas short stories in?the 1981-1990 Riwayat Negeri yang Haru.?A collection of?short stories?written?by?55?authors and?published?in?2006.?This paper?uses?the theory of?marginalization by?Alcock?(1993) and the?approach of the?new?historicism?of Stephen?Grenblatt.?The results of?this paper?found that the elected Kompas short story in?1981-1990?represent?situations and?social?conditions of the?new order government?which?marginalize?people and minority groups from?various aspects?such as economic,?social, political,?and religious.?Marginalization?against? depicted?through various?social phenomena?associated?marginalization of?women, the?centralization?of power,?religion, and?ethnic Chinese.Keywords: marginalization, Orde Baru, short story, Kompas, new historicism
JURU KUNCI: KONTRADIKSI DALAM TIGA CERITA harjito, Harjito
ALAYASASTRA Vol 14, No 1 (2018): ALAYASASTRA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.093 KB) | DOI: 10.36567/aly.v14i1.138

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kontradiksi yang dialami juru kunci yang terdapat dalam cerita Indonesia. Terdapat tiga cerita yang menjadi sampel dalam tulisan ini. Satu,? ?Juru Kunci? karya Teguh Affandi. Dua, ?Juru Kunci Makam Eyang Sakri? karya Mukti Sutarman Espe. Tiga, ?Juru Kunci? karya Renny Meita Widjajanti. Juru kunci merupakan penjaga tempat keramat dan dalam tulisan ini terdapat? dua tempat keramat, yaitu makam dan sumur. Ketiga juru kunci, yaitu Mas Pon, Mbah Ban, dan Mbah Kromo. Semua juru kunci berjenis kelamin lelaki dan memiliki kontradiksi masing-masing. Pada pengalaman? Mas Pon, kontradiksi meliputi tempat. Maksudnya, makam yang dahulu dianggap keramat dan sepi, kini menjadi tempat yang banyak dikunjungi pelayat termasuk para pedagang. Makam bukan lagi tempat yang menakutkan. Kontradiksi pada Mbah Ban adalah ia menonton pertunjukkan wayang. Sementara kepada masyarakat? sekitar dan pendatang, ia menyatakan bahwa menonton wayang merupakan perilaku pantangan yang dapat mendatangkan malapetaka. Kontradiksi pada Mbah Kromo adalah ia membawa istrinya yang sakit ke rumah sakit, sementara kepada orang lain ia menganjurkan dan meyakinkan untuk menyembuhkan segala penyakit dengan meminum air sumur. Dengan gambaran tersebut, teks sastra seolah mengejek? perilaku manusia yang kontradiktif.
KAJIAN PSIKOANALISIS CERPEN “AKU KESEPIAN SAYANG. DATANGLAH, MENJELANG KEMATIAN” KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA Turmudzi, Muhammad Imam
ALAYASASTRA Vol 14, No 1 (2018): ALAYASASTRA
Publisher : Balai Bahasa Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.093 KB) | DOI: 10.36567/aly.v14i1.158

Abstract

Cerpen Aku Kesepian Sayang. Datanglah, Menjelang Kematian karya Seno Gumira Ajidarma adalah cerpen bergaya absurd yang ditulis pada tahun 2002. Cerpen ini sangat populer di kalangan cerpenis atau pembacanya. Cerpen ini banyak mengungkap permasalahan hidup berupa kondisi kejiwaan tokoh serta kegelisahan yang selalu mengiringi tokoh tersebut. Perjalanan tokoh yang ditampilkan dalam cerpen ini memiliki karakter yang sangat kuat dengan kondisi psikologis tertentu. Kondisi tersebut disebabkan oleh faktor-faktor tertentu yang dapat mempengaruhi kejiwaan seseorang. Struktur kepribadian yang tergambar dalam prilaku tokoh utama tersebut sangat cocok apabila dikaji menggunakan teori kepribadian Sigmund Freud. Permasalahan yang muncul adalah, bagaimanakah sruktur kepribadian tokoh utama dalam cerpen tersebut, serta faktor apa yang mempengaruhi kejiwaannya? Hasil dari analisis menunjukan bahwa ditemukannya struktur kepribadian berupa id, ego dan superego dan faktor-faktor yang mempengaruhi kejiwaan manusia yang terdiri dari dua hal, yaitu: faktor personal yang terdiri dari, faktor biologis dan faktor sosiopsikologis yang kemudian dibagi lagi yakni. Komponen afektif digolongkan menjadi faktor sosiogenesis yang tergolong dalam faktor ingin tahu, motif cinta, motif akan nilai dambaan dan maknakehidupan dan faktor, emosi, kognitif, dan konotatif. Sedangkan faktor situasional ditemukan faktor ekologi, suasana perilaku, stimulasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5