cover
Contact Name
Rachmat Faisal Syamsu
Contact Email
rachmatfaisal.syamsu@umi.ac.id
Phone
+6285242150099
Journal Mail Official
medicaljournal@umi.ac.id
Editorial Address
Jl. Urip Sumohardjo Km.05 (Kampus II UMI), Makassar, Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
UMI Medical Journal
ISSN : 25484079     EISSN : 26857561     DOI : -
Umi Medical Journal (UMEDJ) is a field of health in the broadest sense such as medicine, public health, nursing, midwifery, pharmacy, health psychology, nutrition, biomedical sciences.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2017): Juni 2017" : 7 Documents clear
Pengaruh Ekstrak Minyak Jintan Hitam (Nigella Sativa) terhadap Mukosa Lambung Mencit (Mus Musculus) yang Diinduksi Etanol 80% Syamsu Rijal
UMI Medical Journal Vol 2 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.35 KB) | DOI: 10.33096/umj.v2i1.11

Abstract

Belum adanya penelitian menyeluruh, terpadu, dan terstandarisasi terhadap khasiat Jintan Hitam. Penelitian ini bertujuan Menilai pengaruh pemberian ekstrak minyak Jintan Hitam dosis 0,1ml/20grBB, 0,2ml/20grBB, dan 0,3ml/20grBB yang diberikan selama 4 dan 7 hari terhadap skor ulkus, indeks ulkus, tingkat erosi, jumlah leukosit PMN (Polymophonuclear), dan perubahan morfologi lambung mencit yang diinduksi etanol 80%. Penelitian ini dilakukan di laboratorium hewan fakultas kedokteran Universitas Hasanuddin pada bulan April – September 2015, dengan desain penelitian eksperimental post test only. Mencit yang digunakan sebanyak 40 ekor, terbagi dalam 8 ekor mencit kelompok kontrol negatif, 8 ekor kelompok kontrol positif, dan kelompok perlakuan pemberian ekstrak minyak Jintan Hitam dosis 0,1ml/20grBB, 0,2ml/20grBB, dan 0,3ml/20grBB masing-masing 8 ekor. Hasil penelitian menunjukkan Pemberian ekstrak minyak Jntan Hitam dosis 0,1 ml/20grBB yang diberikan selama 4 hari, menunjukkan perbedaan yang bermakna antara kelompok kontrol positif dan kelompok perlakuan dengan nilai p=0.034 (p<0.05) berdasarkan skor ulkus.
Hubungan antara Kejadian Hematuria Mikroskopis dengan Volume Prostat Pada Penderita Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) Wawan Susilo; Dahlia Dahlia; Shofiyah Latief
UMI Medical Journal Vol 2 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.651 KB) | DOI: 10.33096/umj.v2i1.13

Abstract

Latar belakang: BPH dengan peningkatan proliferasi sel stromal dan aciner menstimulasi peningkatan vascular dari pembuluh darah (angiogenesis) sehingga mudah pecah dan menyebabkan timbulnya perdarahan. Pasien dengan BPH memiliki jumlah pembuluh darah lebih banyak di bagaian suburopithelial prostatic uretra yang dianggap mudah terjadi perdarahan Tujuan Penelitian: Mengetahui adanya hubungan antara kejadian hematuria mikroskpois dengan volume prostat penderita BPH pada pemeriksaan ultrasonografi. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional berdasarkan data dari rekam medis Rumah Sakit Ibnu Sina dengan teknik pengambilan sampel yang dipakai adalah total sampling dengan jumlah sampel 35 pasien. Sampel yang didapat kemudian dianalisis dengan uji korelasi Chi-Square. Hasil Penelitian : Pada Penelitian ini nilai hasil uji chi Square yang didapatkan adalah 15,784 dan jika dibandingkan dengan tabel signifikan (lampiran) dengan derajat kebebasan (df) = 12, maka nilai chi square hitung lebih kecil dari nilai chi square tabel yang dapat disimpulkan hipotesis H0 diterima. Dari tabel diperoleh nilai Pearson Chi Square mempunyai nilai signifikan p > 0,05 yang artinya tidak terdapat hubungan antara volume prostat dengan hematuria. Simpulan : tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kejadian hematuria mikroskopis dengan volume prostat pada penderita BPH
Hubungan Kebiasaan Mengkonsumsi Teh (Camellia sinensis) dengan Gejala Anemia Defisiensi Besi pada Ibu Hamil di Puskesmas Malimongan Baru Mustika Mustika; Andi Aisyah Deapati
UMI Medical Journal Vol 2 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.208 KB) | DOI: 10.33096/umj.v2i1.14

Abstract

Latar Belakang: Dampak anemia pada ibu hamil bukan hanya saja mengenai ibu sendiri, tetapi berdampak juga terhadap kehamilannya, hal ini dapat menimbulkan komplikasi kehamilan dan persalinan seperti toxsemia (keracunan darah) dan mempengaruhi hasil kehamilan. Prevalensi anemia cukup tinggi pada golongan usia rawan seperti bayi, anak-anak dan ibu hamil. Ibu hamil termasuk kelompok yang rawan menderita anemia gizi karena adanya hemodelusi atau pengenceran darah yang dapat menyebabkan kadar haemoglobin menurun sehingga frekuensi anemia dalam kehamilan meningkat. Tanaman teh (Camellia sinensis) merupakan tanaman yang memiliki kandungan tanin alami yang tinggi. Senyawa tanin apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan akan menghambat penyerapan mineral misalnya besi.Tujuan Umum: Untuk mengetahui hubungan antara konsumsi teh (Camellia sinensis) dengan gejala anemia defisiensi besi pada ibu hamil.Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional.Hasil Penelitian: Terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan minum the (Camellia sinensis) terhadap gejala anemia defisiensi besi pada ibu hamil (P=0,004) dan kelainan bentuk sel darah merah dari pemeriksaan sel darah tepi ibu hamil (P=0,000)Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan minum the terhadap kejadian anemia pada ibu hamil.
Pengaruh Pemberian Air Rebusan Daun Sirsak (Annona muricata Linn.) terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Darah Mencit (Mus musculus) Siti Shahrina Tania Anissa; St Ainulhayati; Rasfayanah Rasfayanah
UMI Medical Journal Vol 2 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.608 KB) | DOI: 10.33096/umj.v2i1.15

Abstract

Latar belakang : Asam urat merupakan hasil metabolisme purin yang diproduksi dari senyawa purin endogen maupun dari makanan. Hiperurisemia dapat dianggap suatu kondisi terkait dengan peningkatan risiko terhadap penyakit gout, penyakit kardiovaskular, hipertensi dan penyakit metabolik. Pemanfaatan tanaman herbal untuk mengatasi hiperurisemia dan untuk mengurangi efek samping yang diakibatkan oleh pemberian obat-obatan antihiperurisemia. Metode : Penelitian ini adalah jenis penelitian analitik dengan menggunakan Pre-Experimental Designs dengan metode pendekatan One Group Pre-test Post-test. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara randomisasi sederhana (simple random sampling), di mana semua objek atau elemen populasi memiliki kesempatan yang sama sebagai sampel. Besar sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sepuluh ekor mencit (Mus musculus) jantan tiap kelompok. Terdapat dua kelompok terdiri dari satu kelompok kontrol dan satu kelompok perlakuan. Total sampel yang digunakan adalah 20 ekor mencit. Mencit dibuat hiperurisemia dengann pemberian makanan tinggi purin yaitu melinjo yang dicampur dengan pelet serta jus hati ayam selama 9 hari. 10 ekor mencit pada kelompok kontrol diberikan aquades selama 7 hari, 10 ekor mencit pada kelompok perlakuan diberikan rebusan daun sirsak sebanyak 0.52ml/25gBB/hari selama 7 hari. Pada hari ke-9 dan hari ke-16 penelitian kedua kelompok mencit akan diukur kadar asam urat darahnya dengan alat ukur Nesco Multicheck®. Setelah itu, kadar asam urat kedua kelompok akan dibandingkan. Karena data berdistribusi normal, analisa uji hipotesis menggunakan uji beda T berpasangan dan dilanjutkan uji T independen. Hasil : Rebusan daun sirsak dapat menurunkan kadar asam urat darah mencit selama 7 hari pemberian (p<0,05). Kesimpulan : Terdapat pengaruh yang bermakna dari rebusan daun sirsak terhadap penurunan kadar asam urat darah mencit.
Eritroderma et causa Psoriasis Vulgaris Nurelly N Waspodo; Heruni Amalia
UMI Medical Journal Vol 2 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.026 KB) | DOI: 10.33096/umj.v2i1.16

Abstract

Eritroderma merupakan kelainan kulit yang ditandai dengan adanya eritema lebih dari 90%, dan biasanya disertai dengan skuama. Salah satu kausa yang paling sering dari eritroderma adalah disebabkan oleh psoriasis. Eritroderma dapat membahayakan jiwa di mana kulit kehilangan fungsi proteksinya. Perawatan di rumah sakit biasanya dilakukan untuk mengantisipasi beberapa komplikasi sistemik yang dapat terjadi. Dilaporkan satu kasus eritroderma yang disebabkan oleh perluasan penyakit psoriasis vulgaris lalu diterapi dengan kortikosteroid sistemik dan kortikosteroid topikal ditambah emolient, serta antibiotik sistemik yang kemudian memberikan perbaikan klinis.
Skizoafektif Tipe Mania Muhammad Alim Jaya
UMI Medical Journal Vol 2 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.504 KB) | DOI: 10.33096/umj.v2i1.17

Abstract

Pendahuluan: Gangguan skizoafektif memiliki ciri baik skizofrenia dan gangguan afektif (sekarang disebut gangguan mood). Kriteria diagnostik untuk gangguan skizoafektif telah berubah dengan berjalannya waktu, sebagian besar karena perubahan dalam kriteria diagnostik untuk skizofrenia dan gangguan mood. Terlepas dari sifat diagnosis yang dapat berubah, diagnosis ini tetap merupakan diagnosis yang terbaik bagi pasien yang sindrom klinisnya akan terdistorsi jika hanya dianggap skizofrenia atau hanya suatu gangguan mood. Laporan Kasus: Perempuan 37 tahun, diantar oleh keluarga dengan keluhan gelisah dialami 1 minggu sebelum masuk rumah sakit. Pasien sering mondar-mandir di rumahnya tanpa tujuan yang jelas serta selalu mau naik ke atap rumah dan mengatakan ada yang memanggil dirinya. Pasien sering menyendiri dan mengurung diri di kamarnya serta mematikan lampu kamarnya. Menurut keluarga, awal perubahan perilaku dialami pada tahun 2002. Pada pemeriksaan status mental didapatkan adanya halusinasi auditorik, waham persekutori dan juga ditemukan adanya suatu keadaan mania dengan mood yang labil dan peningkatan afek yang cukup, psikomotor yang kesan meningkat, produktivitas bicara cukup banyak, arus pikir menunjukkan flight of ideas, kebutuhan tidur yang berkurang, dan waham kebesaran. Kesimpulan: Penegakan diagnosis skizoafektif tipe mania dapat ditegakkan apabila memenuhi kriteria skizofrenia dan pada saat bersmaan juga timbul gejala afektif yang menonjol.
Terapi Nutrisi pada Penyakit Kanker Pankreas Aryanti R Bamahri; Agussalim Bukhari; R Satriono; A Yasmin Sauki
UMI Medical Journal Vol 2 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.153 KB) | DOI: 10.33096/umj.v2i1.18

Abstract

Kanker pankreas relatif jarang ditemukan, sekitar 2,5% dari seluruh jenis kanker di dunia. Namun, karena angka mortalitas yang tinggi dengan angka harapan hidup dalam 5 tahun <5% dan rata-rata harapan hidup 4,5 bulan (stage IV) dan 24,1 bulan (stage IA) sehingga kanker pankreas merupakan penyebab kematian kelima terbanyak di negara-negara maju termasuk Amerika Serikat dan Eropa. American Cancer Society memper-kirakan pada tahun 2017 terdapat 53.670 orang (27.970 pria dan 25.700 wanita) akan didiagnosis dengan kanker pankreas dan 43.090 orang (23.300 pria dan 20.790 wanita) akan meninggal karena kanker pankreas di Amerika Serikat (Bodmer 2012, American Cancer Society 2016). Kegagalan terapi konvensional kanker pankreas dibuktikan dengan dengan angka harapan hidup 18% dalam 1 tahun dan 4% dalam 5 tahun. Lebih dari 98% penderita kanker pankreas akan meninggal dunia dan sebagian besar pasien yang menderita kanker pankreas meninggal dalam enam bulan setelah diagnosis ditegakkan. Prognosis yang buruk ini karena ketidakmampuan mendiagnosis kanker pankreas pada stadium awal. Pankreas yang terletak jauh di dalam tubuh, sehingga tumor tidak dapat dilihat atau dirasakan oleh dokter selama pemeriksaan fisik rutin. Pasien biasanya tidak memiliki gejala sampai kanker telah menyebar ke organ lain. Keluhan dan gejala mulai timbul ketika kanker sudah dalam stadium lanjut dan metastasis ke nodus limfe regional dan organ-organ sekitar bahkan organ yang jauh (Thomson 2007, Steriti, Redlich 2003).

Page 1 of 1 | Total Record : 7