cover
Contact Name
Muhammad Awal
Contact Email
daengngerang@gmail.com
Phone
+62085242770947
Journal Mail Official
mediafisio@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
Jl. Paccerakkang No. 77 Makassar - Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar
ISSN : 20865937     EISSN : 27157288     DOI : https://doi.org/10.32382/mf.v12i1
Core Subject : Health, Science,
Ruang lingkup media fisioterapi adalah jurnal kesehatan yang mengelola artikel kesehatan dalam rumpun ilmu fisioterapi : 1. Fisioterapi Muskuloskeletal 2. Fisioterapi Neuromuskular 3. Fisioterapi Kardiovaskular dan Respirasi 4. Fisioterapi Geriatrik 5. Fisioterapi Pediatrik 6. Fisioterapi Ergonomi dan Kesehatan Kerja 7. Fisioterapi Olahraga, dan 8. Fisioterapi Kesehatan Masyarakat
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1 (2019)" : 5 Documents clear
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA GANGGUAN FUNGSIONAL LUMBAL AKIBAT SPONDILOLISTESIS DI RSUP. Dr. WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR Hasbiah Hasbiah; Nurul Fajriah
Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.601 KB) | DOI: 10.32382/mf.v11i1.818

Abstract

Spondylosis lumbal merupakan gangguan degenerative yang terjadi pada corpus dan discus intervertebralis, yang ditandai dengan pertumbuhan osteofit pada corpus vertebra tepatnya pada tepi inferior dan superior corpus. Dari temuan radiografik 13% pada pria usia 30-an, dan 100% pada pria usia 70-an. Sedangkan pada wanita umur 40-an 5% dan umur 70-an 96%. Penyebabnya yaitu faktor usia, jenis kelamin, pekerjaan dan obesitas. Gejala yang sering muncul yaitu nyeri, spasme otot.             Penelitian ini merupaka case study dengan menggunakan sampel tunggal untuk mengetahui perubahan nyeri dan spasme otot setelah diberikan intervensi Micro Wave Diathermy (MWD) dan terapi latihan William Flexion Exercise . alat ukur yang digunakan adalah VAS. Penelitian ini dilakukan di RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo.                   Pada kajian kasus ini, hasil pemeriksaan ditemukan problematik yaitu adanya nyeri dan spasme otot m. Erector spine. Penatalaksanaa fisioterapi dengan menggunakan MWD dan William Flexion Exercise mengalami penurunan nyeri mulai dari pre test minggu I sebesar 6,5 sampai terapi minggu ke 4 turun menjadi 4,5, pada nyeri tekan juga terjadi penurunan nyeri mulai dari pre test minggu I sebesar 7 sampai pada terapi minggu ke IV turun menjadi 5.  Kata kunci : Spondylosis lumbal, Micro Wave Diathermy (MWD), William Flexion Exercise
PENGARUH PEMBERIAN INTERFERENSI DENGAN ULTRASOUND PADA PENERAPAN HOLD RELAX TERHADAP PERUBAHAN NYERI DAN JARAK GERAK SENDI LUTUT PASIEN OSTEOARTHRITIS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SALEWANGANG MAROS Anshar Anshar; Hasnia Ahmad; Sudaryanto Sudaryanto
Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.18 KB) | DOI: 10.32382/mf.v11i1.816

Abstract

Osteoarthritis merupakan penyakit gangguan musculoskeletal yang degeneratif, dimana jumlah kejadiannya cenderung meningkat seiring dengan bertambahnya usia harapan hidup penduduk. Fisioterapi merupakan salah satu faktor terpenting dalam penanganan osteoarthritis secara komprehensif.Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode yang lebih efektif antara interferensi dan hold relax dengan ultrasound dan hold relax terhadap perubahan  nyeri penambahan jarak gerak sendi akibat osteoarthritis sendi lutut. Penelitian ini adalah quasy eksperimen menggunakan pretest-posttest two group design. Populasi penelitian adalah semua pasien osteoarthritis yang berkunjung di Poliklinik Fisioterapi RSUD Salewangan Maros  dari bulan Juni sampai dengan September 2013 yang berjumlah 31 orang. Sampel penelitian diperoleh dengan teknik purposive sampling sehingga jumlah sampel 20 orang yang dibagi atas dua kelompok.Hasil penelitian diperoleh adanya perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah pemberian interferensi dan hold relax dengan selisih rata-rata nilai aktualitas nyeri 1.94 + 0.72 cm dan ROM sebesar 16.500 + 5.800 dengan hasil uji wilcoxon p=0.005 < α= 0.05. Sedangkan pada intervensi ultrasound dan hold relax diperoleh selisih rata-rata nilai aktualitas nyeri 1.41 + 0.21 cm dan ROM sebesar 10.80 + 3.150 dengan hasil uji wilcoxon p= 0.005 < α= 0.05. Pada uji Mann-Whitney diperoleh adanya perbedaan yang signifikan diantara kedua perlakuan, pada nilai rata-rata VAS dengan p= 0.029 < α= 0.05. Sedangkan pada luas gerak sendi tidak ada perbedaan yang signifikan pada kedua kelompok terhadap nilai  ROM dengan p= 0.74 > p= 0.05.Kesimpulan penelitian ini adalah ada perubahan aktualitas nyeri dan jarak gerak sendi (ROM) sebelum dan sesudah pemberian interferensi dan hold relax serta ultrasound dan hold relax pada pasien osteoarthritis sendi lutut. Tidak ada perbedaan perubahan jarak gerak sendi (ROM) diantara kedua kelompok perlakuan. Kata Kunci : Interferensi, Ultrasound, hold relax,  Nyeri dan Jarak Gerak Sendi Lutut  Pasien, Osteoarthritis
GAMBARAN TINGKAT VO2 MAKS MAHASISWA TINGKAT I PROGRAM STUDI D.III JURUSAN FISIOTERAPI POLTEKKES KEMENKES MAKASSAR Aco Tang; Muh Thahir; Hasbiah Hasbiah
Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.754 KB) | DOI: 10.32382/mf.v11i1.1214

Abstract

ABSTRAKGambaran tingkat VO2 maks Mahasiswa Tingkat I Program Studi D.III JurusanFisioterapi Poltekkes Kemenkes MakassarPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran tingkat VO2 maks MahasiswaTingkat I Program Studi D.III Jurusan Fisioterapi Poltekkes KemenkesMakassar.Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah MahasiswaTingkat I Program Studi D.III Jurusan Fisioterapi Poltekkes KemenkesMakassar, sedangkan sampel adalah Mahasiswa Tingkat I Program Studi D.IIIJurusan Fisioterapi Poltekkes Kemenkes Makassar yang berjumlah 40 orang,dengan teknik sampling secara purposif sampling. Penelitian ini menggunakan bleeptest untuk mengukur VO2 maks sampel, sedangkan untuk mengukur IMT digunakanmikrotoise untuk mengukur tinggi badan dan timbangan untuk mengukur beratbadannya. Instrumen tes yang digunakan pada penelitian ini adalah Blankupengukuran Vo2 Maks, Tabel kriteria pengukuran Vo2 maks, Alat pengukur tinggibadaan dan berat badan, Lapangan dengan panjang minimal 22 meter dengan lebarminimal 10 meter.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 40 orang sampel didapatkan bahwa subyekyang memiliki VO2 maks kategori kurang sekali sebanyak 34 orang dengan persentasi85 %, dan kategori kurang 6 orang dengan persentase 15%. Dari penelitiandisimpulkan bahwa tingkat VO2 maks berada dalam kategori sangat kurang dankurang, tidak ada dalam kategori, cukup, baik dan baik sekali.Kata Kunci : VO2 maks, IMT, jenis kelamin mahasiswa jurusan fisioterapi
PENGARUH TEKNIK FRICTION TERHADAP NYERI PADA PENDERITA TENNIS ELBOW TYPE II DI RUMAH SAKIT UMUM LASINRANG PINRANG Muhammad Awal; hasbiah hasbiah
Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.049 KB) | DOI: 10.32382/mf.v11i1.827

Abstract

 Tennis elbow adalah suatu keadaan di mana otot ekstensor pergelangan tangan mengalami kerobekan atau rupture di bagian myofacial atau origo sehingga muncul reaksi jaringan yang mengakibatkan rasa nyeri pada epycondylus lateralis humeri teruatam saat lengan bawah bergerak kea rah ekstensi wrist dan supinasi. Nyeri tennis elbow dapat ditangani dengan modalitas fisioterapi berupa massage dengan teknik friction.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh teknik friction terhadap nyeri pada penderita tennis elbow di rumah sakit Umum Lasinrang Pinrang. Penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan menggunakan pretest posttest one group design yang membandingk dan nilai rata-rata antara nyeri pre test dan nyeri post test. Populasi penelitian adalah semua penderita tennis elbow yang datang berobat di rumah sakit Umum Lasinrang Pinrang dengan jumlah 20 orang. Sampel penelitian adalah semua penderta tennis elbow yang datang ke poliklinik Fisioterapi rumah sakit Umum Lasinrang Painrang berjumlah 15 orang yang memenuhi krteria penelitian. Hasil penelitian diperoleh bahwa nilai rata-rata intensitas nyeri akibat tennis elbow sebelum pemberian friction sebesar 51.27 dan nilai rata-rata intensitas nyeri akibat tennis elbow sesudah pemberian friction sebesar 41.80. Ini berarti terjadi penurunan nyeri setelah intervensi dengan friction sebesar 9.46 dengan nilai p= 0.001.Berdasarkan hasil penelitinan, maka disarankan seyogyanya perlu diberikan intervensi friction untuk pasien yang menderita nyeri akibat tennis elbow agar nyeri yang diderita oleh pasien dapat dikurangi. Kata Kunci : Friction, nyeri, tennis elbow
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA GANGGUAN FUNGSIONAL BERJALAN AKIBAT FRAKTUR 1/3 DISTAL CRURIS DEXTRA POST PEMASANGAN PLATE AND SCREW DI RSUP DR.WAHIDIN SUDIROHUSODO MAKASSAR 2013 Siti Muthiah; Hendrik Hendrik; Suharto Suharto
Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.276 KB) | DOI: 10.32382/mf.v11i1.821

Abstract

Fraktur 1/3 distal cruris adalah suatu patahan pada kontinuitas struktur tulang cruris atau terputusnya hubungan tulang tibia dan fibula pada bagian 1/3 distalnya, yang mana terjadi akibat trauma langsung atau tidak langsung, faktor tekanan atau kelelahan dan faktor patologik.Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui prosedur Penatalaksanaan Fisioterapi Pada gangguang Fungsional Berjalan Akibat Fraktur 1/3 Distal Cruris Dextra Post Pemasangan Plate and Srew. Penelitian ini dilakukan Di RSUP.Wahidin Sudirohusodo Makassar pada bulan Mei s/d Juni 2013. Jenis penelitian ini adalah studi kasus yaitu dengan menggunakan sampel tunggal.Pemeriksaan fisioterapi yang baik dilakukan dengan pemeriksaan yang lengkap yaitu dimulai dari anamnesis, inspeksi, palpasi, pemeriksaan fungsi gerak dasar, serta pemeriksaan spesifik seperti VAS tes, ROM tes, MMT tes dan tes kemampuan ADL. Dan adapun problematik fisioterapi yang muncul berupa Nyeri, keterbatasan ROM, Kelemahan otot dan gangguan ADL berjalan maka diberikan intervensi fisioterapi  adalah electro therapy berupa Infra Red Rays (IRR), manual therapy berupa massage dengan menggunakan teknik efflurage, exercise therapy berupa relaxed passive exc, hold relax stretching, assisted active exercise serta latihan transver ambulasi pada penderita dengan intensitas terapi 3x seminggu selama 12x penaganan didapatkan hasil berupa  nyeri menurun, ROM bertambah, dan kemampuan melakukan ADL meningkat.Dari hasil yang diperoleh, disimpulkan bahwa dengan menggunakan modalitas fisioterapi yang telah disebutkan dapat mengurangi permasalahan yang timbul akibat fraktur 1/3 distal cruris dextra post pemasangan plate and screw. Diantaranya, nyeri dari skala 4 menjadi 1, ROM S:30-0-60  menjadi S:30-0-77 dan terakhir kemampuan ADL dari 3 menjadi 2.Kata kunci:fraktur 1/3 distal cruris, gangguan fungsional berjalan, IRR,               massage, relaxed passive exc, hold relax stretching, assisted    active exercise

Page 1 of 1 | Total Record : 5