cover
Contact Name
Muhammad Awal
Contact Email
daengngerang@gmail.com
Phone
+62085242770947
Journal Mail Official
mediafisio@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
Jl. Paccerakkang No. 77 Makassar - Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar
ISSN : 20865937     EISSN : 27157288     DOI : https://doi.org/10.32382/mf.v12i1
Core Subject : Health, Science,
Ruang lingkup media fisioterapi adalah jurnal kesehatan yang mengelola artikel kesehatan dalam rumpun ilmu fisioterapi : 1. Fisioterapi Muskuloskeletal 2. Fisioterapi Neuromuskular 3. Fisioterapi Kardiovaskular dan Respirasi 4. Fisioterapi Geriatrik 5. Fisioterapi Pediatrik 6. Fisioterapi Ergonomi dan Kesehatan Kerja 7. Fisioterapi Olahraga, dan 8. Fisioterapi Kesehatan Masyarakat
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2019)" : 5 Documents clear
PENGARUH STRETCHING TERHADAP PERUBAHAN FLEKSIBILITAS OTOT PEMAIN FUTSAL CHERUBIM FC MAKASSAR Sitti Nurmin; Anwar Sarman
Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (67.252 KB) | DOI: 10.32382/mf.v11i2.1593

Abstract

Stretching merupakan teknik untuk menurunkan kontraksi ketegangan otot secara fisiologis, untuk mengurangi aktifitas saraf simpatis yang mengembalikan tubuh dalam keadaan seimbang. Stretching merupakan suatu bentuk latihan yang dilakukan dengan tujuan mengulur otot agar dapat menjadi lebih rileks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stretching terhadap perubahan fleksibilitas otot Pemain Futsal Cherubim Fc. Penelitian ini termasuk penelitian quasi eksperimen yaitu penelitian percobaan semu yang melibatkan variabel perlakuan yaitu stretching, sedangkan variabel respons adalah fleksibilitas otot. Desain penelitian adalah Quasy experiment dengan desain pretest-post test two group design. Populasi target adalah pemain futsal Cherubim Fc sebanyak 20 orang, sedangkan sampel adalah semua pemain futsal Cherubim Fc dengan teknik total sampling. Sampel dibagi menjadi 2 (dua) kelompok, kelompok perlakuan yang berjumlah 10 orang dan kelompok kontrol yang berjumlah 10 orang. Penelitian ini menggunakan sit and reach test untuk mengukur fleksibilitas sebelum dan sesudah pemberian stretching 2 kali seminggu selama 1 bulan.  Pemberian stretching menghasilkan peningkatan fleksibilitas sebesar 4,70 ± 0,823 sedangkan pada kelompok kontrol terjadi peningkatan sebesar 3,80 ± 0,422, pada Uji Mann whitney didapatkan nilai beda nilai p = 0,003 < 0,05. Ada perbedaan yang bermakna antara kelompok perlakuan dan kontrol. Disarankan kepada pelatih agar memberikan streching untuk meningkatkan fleksibilitas otot pemain futsal Cherubim Fc.Kata Kunci : Stretching, fleksibilitas, pemain futsal.
MANFAAT Mc. KENZIE CERVICAL DAN MUSCLE ENERGY TECHNIQUE TERHADAP PENINGKATAN LINGKUP GERAK SENDI PADA PENDERITA CERVICAL FACET SINDROME Hasnia Ahmad; Tiar Erawan; Darwis Durahim
Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.406 KB) | DOI: 10.32382/mf.v10i2.805

Abstract

Cervical facet syndrome merupakan salah satu kondisi nyeri tengkuk yang bisa menjalar ke occiput, upper thoracal, shoulder, atau middle thoracal tergantung pada segmen cervical yang terkena. Penelitian ini adalah  quasi eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh Mc.Kenzie Cervical dan Muscle Energy Technique (MET) terhadap peningkatan lingkup gerak sendi (LGS) cervical pada penderita cervical facet syndrome. Sebuah  penelitian yang dilakukan di Poliklinik Fisioterapi RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo. Sampel adalah penderita cervical facet syndrome. Pengambilan sampel secara purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 20 orang yang dibagi kedalam 2 kelompok masing-masing 10 orang. Hasil penelitian menunjukkan  cervical facet syndrome terbanyak usia 40 – 44 tahun,yaitu   4 orang (40%) dan usia 45 – 50 tahun yaitu 8 orang (80%),  lebih banyak perempuan yaitu 11 orang dan laki-laki  9 orang. Uji  Wilcoxon bahwa Mc.Kenzie berpengaruh  bermakna terhadap peningkatan LGS ekstensi dan rotasi cervical dengan rata-rata peningkatan sebesar 2,80 dan nilai p = 0,004 (p < 0,05) untuk ekstensi, serta 5,50 dan nilai p = 0,005 (p < 0,05) untuk rotasi, kemudian pemberian Muscle Energy Technique dapat menghasilkan pengaruh yang bermakna terhadap peningkatan LGS ekstensi dan rotasi cervical dengan rata-rata peningkatan sebesar 2,70 dan nilai p = 0,004 (p < 0,05) untuk ekstensi, serta 5,40 dan nilai p = 0,005 (p < 0,05) untuk rotasi. Berdasarkan hasil analisis Mann-Whitney menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan pengaruh yang bermakna antara Mc.Kenzie dengan Muscle Energy Technique terhadap peningkatan LGS ekstensi dan rotasi cervical dengan nilai p = 0,651 (p > 0,05) untuk ekstensi dan nilai p = 0,841 (p > 0,05) untuk rotasi. Dengan demikian  tidak ada perbedaan pengaruh  bermakna antara Mc.Kenzie dengan Muscle Energy Technique terhadap peningkatan LGS ekstensi dan rotasi cervical. Kata Kunci : Mc.Kenzie, Muscle Energy Technique, LGS Cervical
PENGARUH MUSCLE ENERGY TECHNIQUE DAN STRAIN COUNTERSTRAIN TERHADAP NYERI TENGKUK PADA PENDERITA MYOFACIALIS UPPER TRAPEZIUS Siti Muthiah; Hasbiah Hasbiah; Nurul Fajriah
Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23.418 KB) | DOI: 10.32382/mf.v10i2.808

Abstract

Myofacial pain upper trapezius adalah suatu kondisi nyeri otot pada upper trapezius yang ditandai adanya taut band pada serabut otot dan bila ditekan akan timbul nyeri hebat bahkan kadang-kadang menyebar dalam pola tertentu.Telah dilakukan penelitian di Poli Fisioterapi Rumah Sakit Umum Daya Kota Makassar selama 2 (dua) bulan yakni bulan Agustus – September 2013 untuk melihat  pengaruh muscle energy technique dan strain counterstrain terhadap nyeri tengkuk pada penderita myofacialis upper trapezius.  Sebuah penelitian quasi-experiment dengan desain pre-post test two group design.Sampel dalam penelitian ini sebanyak 20 orang yang ditarik dengan menggunakan teknik purposive sampling. Dari 20 orang sampel tersebut kemudian dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama diberikan muscle  energy technique dan kelompok kedu diberikan strain conterstrain, masing-masing diuji dengan uji t-perpasangan. Kemudian kedua kelompok perlakuan dibandingkan dengan uji t-tidak perpasanga.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok  muscle energy technique terjadi penurunan nyeri sebesar 2,56 dan kelompok strain conterstrain terjadi penuruna sebesar 1,87. Pada uji t- tidak berpasangan di dapat nilai p=0,521 (p>0,05).Kesimpulan bahwa tidak ad beda pengaruh yang bermakna antara muscle energy technique dengan strain counterstrain  terhadap penurunan nyeri tengkuk pada penderita myofacialis upper trapezius. Kata kunci : muscle energy technique, strain conterstrain, myofacialis upper trapezius, nyeri.
BEDA PENGARUH LATIHAN STANDING JUMP DAN HURDLE HOPPING TERHADAP PERUBAHAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI PADA SISWA PEMAIN BOLA VOLI Hasnia Ahmad; Intan permatasari; Fahrul Islam
Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.52 KB) | DOI: 10.32382/mf.v11i2.1592

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang. Tinggi lompatan merupakan hal yang sangat penting bagi seorang pemain bola volli. Tinggi lompatan seringkali membuat perbedaan dalam permainan bola voli terutama dalam pukulan, dan loncatan pada saat Smash maupun blok.Metode. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beda pengaruh latihan standing jump dan hurdle hopping terhadap perubahan daya ledak otot tungkai pada siswa pemain bola voli.  Penelitian ini termasuk penelitian quasi eksperimen dengan desain pretest-post test two group design yaitu penelitian percobaan semu yang melibatkan variabel perlakuan yaitu standing jump dan hurdle hopping, sedangkan variabel respons adalah tinggi lompatan. Populasi Penelitian adalah semua pemain Bola Voli SMA Negeri 6 Makassar dan SMA Negeri 18 Makassar yang berjumlah 30 orang. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik total sampling. Sampel dibagi menjadi 2 (dua) kelompok, kelompok perlakuan dengan standing jump yang berjumlah 15 orang dan kelompok perlakuan dengan hurdle hopping yang berjumlah 15 orang. Penelitian ini menggunakan Vertikal Jump untuk mengukur tinggi lompatan sebelum dan sesudah pemberian latihan fisik 2 kali seminggu selama 1 bulan.Hasil. Hasil penelitian menunjukkan pemberian standing jump menghasilkan peningkatan tinggi lompatan sebesar 1,67 cm. Sedangkan pada pemberian hurdle hopping terjadi peningkatan sebesar 2,20. Pada Uji beda pengaruh didapatkan nilai beda nilai Disarankan kepada pelatih agar memberikan latihan fisik untuk meningkatkan tinngi lompatan pemain Bola Voli SMA Negeri 6 Makassar dan SMA Negeri 18 Makassar.Kesimpulan. Hasil uji Mann Whitney pada perbandingan antara kelompok diperoleh nilai p = 0,345 < 0,05 yang berarti bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna antara kelompok perlakuan standing jump dan hurdle hopping..Kata Kunci : Pliometrik standing jump, pliometrik hurdle hopping, tinggi lompatan, pemain volli.1 Mahasiswa Jurusan Fisioterapi Poltekkes kemenkes Makassar
PENGARUH BRIDGING EXERCISE TERHADAP SPASTISITAS PADA PASIEN PASCA STROKE NON HEMORAGIK DI MAKASSAR Yonathan Ramba; Hendrik Hendrik
Media Fisioterapi Politeknik Kesehatan Makassar Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.954 KB) | DOI: 10.32382/mf.v10i2.811

Abstract

troke adalah terjadinya gangguan fungsional otak fokal maupun global secara mendadak dan akut yang berlangsung lebih dari 24 jam, akibat gangguan aliran darah otak. Stroke terbagi menjadi dua kelompok, yaitu Stroke Non Hemoragik (NHS) dan Stroke Hemoragik (HS). Stroke Non Hemoragik (NHS) adalah jenis stroke yang disebabkan oleh trombosis akibat plak arterosklerosis dari arteri otak atau yang memberi vaskularisasi pada otak atau suatu embolus dari pembuluh darah di luar otak yang tersangkut di arteri otak.Tujuanpenelitianadalahuntuk mengetahui pengaruh antara pemberian bridging exercise terhadap spastisistas pada pasien pasca Stroke Non Hemoragik  di  Makassar.Penelitian ini merupakan penelitian  pra-eksperimental  dengan  Desaign  One Group Pretest – Post Test  untuk mengetahui perbedaan spastisitas sebelum dan sesudah pemberian  bridging exercise pada pasien pasca Stroke Non-Hemoragik di Makassar.  Populasi dalam  penelitian ini adalah seluruh pasien Stroke Non Hemoragik yang datang berobat di Rumah Sakit Umum Daerah Daya Kota Makaassar, Klinik Physio Sakti dan Klinik Medisakti.Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan Uji Wilcoxon ditunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada pasien pasca Stroke Non Hemoragik antara pengukuran pre test, dan setelah 6 kali pemberian bridging exercise. Jadi dengan pemberian bridging exercise pada pasien pasca Stroke Non Hemoragik dapat memberikan efek perubahan penurunan spastisitas.Setelah 6 kali pemberian bridging exercise, penurunan spastisitas semakin nyata,  3 orang responden dengan kategori  Modified Skala Ashwort normal(17,6%) , 12 orang responden dengan kategori Modified Skala Ashwort sangat ringan (70,6%), dan 2 orang  responden dengan kategori Modified Skala Ashwort ringan (11,8%). Kata kunci : Bridging exercise, Spastisitas, Pasca Stroke Non-Hemoragik.

Page 1 of 1 | Total Record : 5