Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH)
This journal focuses on the fields of Agricultural, Animal Sciences, Bioconservation, Biopharmacology, Biotechnology, Biomedical, Biological control, Behavioural ecology, Plant Sciences, Ecology, Fishery, Marine Biology, Fresh Water Biology, Microbiology, Immunobiology, Ecotoxicology, and Parasitology. This journal utilizes both the LOCKSS and CLOCKSS systems to create a distributed archiving system among participating libraries and permits those libraries to create permanent archives of the journal for purposes of preservation and restoration
Articles
11 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 1 No. 2 (2013)"
:
11 Documents
clear
LAJU PERTUMBUHAN ZOOPLANKTON Diaphanosoma sp. DENGAN PEMBERIAN PAKAN KOMBINASI FITOPLANKTON Tetraselmis sp., Nannochloropsis sp. DAN Dunaliella sp. DI LABORATORIUM
Bertha Wina;
Sri Murwani;
Emy Rusyani
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/jbekh.v1i2.136
Diaphanosoma sp. atau dikenal sebagai kutu laut, berpotensi sebagai pakan hidup untuk larva ikan dan udang karena siklus hidupnya relatif singkat sehingga memungkinkan untuk diproduksi secara masal. Untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan kombinasi fitoplankton Tetraselmis sp., Nannochloropsis sp. dan Dunaliella sp terhadap laju pertumbuhan populasi Diaphanosoma sp. maka dilakukan serangkaian penelitian pada skala laboratorium dari bulan Maret sampai April 2013 di Laboratorium Pakan hidup Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut Lampung dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan, 1064 Ind/L dan pertumbuhan populasi tertinggi, 87,634 %, terdapat pada kultur yang diberi pakan 50 %Tetraselmis sp. + 25 % Nannochloropsis sp. + 25 % Dunaliella sp.. Hasil analisis proksimat menunjukkan bahwa pakan kombinasi Tetraselmis sp. 50 % + Nannochloropsis sp. 25 % + Dunaliella sp. 25 % memiliki kandungan gizi yang paling baik yaitu protein 44,46 %, karbohidrat 10,34 % dan lemak 4,21 %.
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN TERFERMENTASI DAN PAKAN ALAMI TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN Diaphanosoma sp. DI LABORATORIUM
Fajar Pramudyastuty;
Sri Murwani;
Emy Rusyani
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/jbekh.v1i2.137
Diaphanosoma sp. adalah anggota Cladocera yang lebih dikenal sebagai kutu laut. Zooplankton ini berpotensi sebagai pakan alami bagi benih atau larva ikan karena siklus hidupnya yang relatif singkat dan mudah dikultur. Untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan terfermentasi dengan campuran pakan alami terhadap laju pertumbuhan Diaphanosoma sp. maka telah dilakukan penelitian di Laboratorium Pakan Hidup Balai Besar Pengambangan Budidaya Laut Lampung dari bulan Maret hingga April 2013 dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Parameter yang diamati adalah kepadatan populasi, laju pertumbuhan populasi spesifik, analisa proksimat dan kualitas air. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dan dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pakan terfermentasi dan pakan alami meningkatkan kepadatan dan laju pertumbuhan populasi spesifik Diaphanosoma sp. Kombinasi 25% pakan terfermentasi dan 75% pakan alami menghasilkan kepadatan populasi (1.10 ind/l) dan laju pertumbuhan populasi spesifik Diaphanosoma sp. tertinggi (21,7 %/hari).
PENGARUH ETHREL TERHADAP KANDUNGAN KARBOHIDRAT TERLARUT TOTAL DAN AKTIVITAS DEHIDROGENASE PADA BUAH PISANG KEPOK (Musa paradisiaca L.) SELAMA PEMATANGAN
Annisa Agata;
Zulkifli Zulkifli;
Ellyzarti Ellyzarti
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/jbekh.v1i2.138
Telah diteliti pengaruh ethrel terhadap kandungan karbohidrat terlarut total dan aktivitas dehidrogenase pada buah pisang Kepok (Musa paradisiaca L.). Penelitian ini dilaksanakan dalam percobaan faktorial 2x2. Faktor A adalah 2 taraf perlakuan yaitu kontrol dan ethrel. Faktor B adalah 2 tahap waktu pengukuran, yaitu 3 dan 6 hari setelah perlakuan. Karbohidrat terlarut total diukur dengan metoda fenol-sulfur dan absorbansi diukur dengan spektrofotometer pada 490 nm. Aktivitas dehidrogenase diukur dengan metode metilen blue, dan transmisi diukur dengan spektrofotometer pada 600 nm. Hubungan antara karbohidrat terlarut total dan aktivitas dehidrogenase ditentukan dengan regresi. Berdasarkan Analisis ragam pada taraf nyata 5% diperoleh bahwa ethrel tidak berpengaruh nyata terhadap kandungan karbohirat terlarut total. Kandungan karbohidrat terlarut total 6 hari setelah perlakuan lebih tinggi dari 3 hari setelah perlakuan. Tidak ada pengaruh ethrel terhadap aktivitas dehidrogenase pada buah pisang Kepok. Aktivitas dehidrogenase 6 hari setelah perlakuan lebih rendah dari 3 hari setelah perlakuan. Hubungan antara karbohidrat terlarut total dengan dehidrogenase bersifat kuadratik.
ESTIMASI TABLE RIPE BUAH PISANG MULI (Musa acuminata L.) BERDASARKAN LAJU RESPIRASI KLIMAKTERIK DAN UJI IODINE
Arini Pradita Roselyn;
Zulkifli Zulkifli;
Ellyzarti Ellyzarti
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/jbekh.v1i2.139
Estimasi table ripe buah pisang Muli berdasarkan laju respirasi klimakterik dan uji iodine telah dilakukan pada bulan Maret 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan saat table ripe dari buah pisang muli terjadi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 7 tahap pematangan buah pisang Muli sebagai perlakuan dan 4 ulangan. Laju respirasi diukur menggunakan respirometer. Karbohidrat terlarut total diukur menggunakan metode fenolsulfur dan absorbansi diukur menggunakan spektrofotometer dengan panjang gelombang 490 nm. Pati dideteksi dengan uji iodine. Gula pereduksi dideteksi dengan metode Benedict. Data dianalisis ragam pada taraf nyata 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju respirasi dan kandungan karbohidrat terlarut total tertinggi terjadi pada tahap 5. Tahap 1 dan tahap 2 mengandung banyak pati, sedangkan tahap 3, 4, dan 5 mengandung sedikit pati. Kandungan pati tidak ditemukan pada tahap 6 dan 7. Tidak ditemukan kandungan gula pereduksi pada tahap 1 dan tahap 2. Pada tahap 3 mengandung banyak gula pereduksi sedangkan tahap 4, 5, and 6 mengandung sedikit gula pereduksi. Tidak ditemukan kandungan gula pereduksi pada tahap 7. Pada tahap 5 kulit buah pisang muli didominasi warna kuning dengan sedikit warna hijau sehingga dapat disimpulkan bahwa table ripe buah pisang Muli terjadi pada tahap 5.
PENGARUH ETHREL TERHADAP LAJU RESPIRASI DAN KANDUNGAN KLOROFIL PADA BUAH JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia Swingle) SELAMA PEMATANGAN
Ari Khusuma;
Zulkifli Zulkifli;
Tundjung Tripeni Handayani
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/jbekh.v1i2.140
Pengaruh ethrel terhadap laju respirasi dan kandungan klorofil buah jeruk nipis (Citrus aurantifolia Swingle) selama pematangan telah diteliti pada bulan Maret 2013. Penelitian ini dilaksanakan dalam rancangan acak lengkap. Perlakuan yang digunakan adalah larutan ethrel 0%, 5%, 10%, 15% and 20% dengan 5 pengulangan. Parameter yang diamati adalah rata-rata laju respirasi dan kandungan klorofil 4 dan 8 hari setelah perlakuan. Laju respirasi diukur dengan respirometer sederhana. Kandungan klorofil diukur dengan spektorfotometer (645 dan 663 nm). Analisis ragam dan uji BNT dilakukan pada taraf 5%. Hubungan antara laju respirasi dan kandungan klorofil ditentukan dengan regresi. Hasil penetlitian menunjukkan bahwa ethrel dengan konsentrasi 15% meningkatkan laju respirasi 4 hari setelah perlakuan sedangkan konsentrasi 10% meningkatkan laju respirasi 8 hari setelah perlakuan. Konsentrasi ethrel 15% menurunkan klorofil a dan total 4 hari setelah perlakuan sedangkan konsentrasi 10% menurunkan klorofil a, b dan total 8 hari setelah perlakuan. Konsentrasi ethrel 15% merupakan konsentrasi optimal untuk meningkatkan laju respirasi dan kandungan klorofil. Dari percobaan ini disimpulkan bahwa ethrel mempengaruhi laju respirasi dan kandungan klorofil buah jeruk nipis.
HISTOPATOLOGI GINJAL MENCIT (Mus musculus L.) JANTAN AKIBAT RADIASI CAHAYA LAMPU MERKURI
Rahmat Hidayat;
Hendri Busman;
Nuning Nurcahyani
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/jbekh.v1i2.141
Lampu merkuri menjadi salah satu pilihan karena memiliki umur nyala yang panjang, hingga 24.000 jam. Radiasi yang dipancarkan lampu ini bukan hanya dalam bentuk fisik tampak, tetapi juga berupa gelombang elektromagnetik dan akan berinterakasi dengan semua materi yang memiliki potensial listrik. Untuk melihat pengaruh radiasi cahaya lampu merkuri terhadap struktur tubulus ginjal mencit (Mus musculus L.) jantan maka telah dilaksanakan penelitian di laboratorium Zoologi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Lampung. Pembuatan preparat histologi ginjal dilaksanakan di Laboratorium Patologi Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner (BPPV) Regional III Bandar Lampung. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Oktober sampai November 2012. Kerusakan tubulus ginjal yang ditemukan dalam pemajanan 12 dan 16 jam/hari selama 21 hari berupa perdarahan intertubular, piknosis, karioreksis, kariolisis, kongesti, dan nekrosis. Perdarahan intertubulus hanya ditemukan pada perlakuan 4 jam/hari, sedangkan pada perlakuan 8 jam/hari ditemukan perdarahan intertubulus, piknosis, dan karioreksis.
PENGARUH RADIASI LAMPU MERKURI TERHADAP BERAT DAN PANJANG FETUS MENCIT (Mus musculus L.)
Dewi Selvia;
Nuning Nurcahyani;
Hendri Busman
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/jbekh.v1i2.142
Radiasi gelombang elektromagnet yang dipancarkan oleh lampu merkuri dapat mem- pengaruhi proses pembelahan sel embrio mencit. Radiasi yang mengenai sel embrio tersebut akan menyebabkan pertumbuhan tidak normal dan mempengaruhi morfologi fetus mencit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh radiasi lampu merkuri terhadap berat dan panjang fetus mencit (Mus musculus L.). Penelitian ini menggunakan pemajanan lampu merkuri selama 18 hari sebagai bentuk perlakuan terhadap mencit bunting. Hasil analisis ragam berat badan fetus dan panjang fetus menunjukkan perbedaan nyata terhadap kontrol, dan uji lanjut BNT 5% pada berat badan menunjukkan hasil bahwa semua perlakuan memiliki pengaruh yang berbeda, kecuali pada perlakuan pemajanan 12 jam/hari dan 16 jam/hari menunjukkan pengaruh yang tidak berbeda. Panjang fetus kontrol menunjukkan perbedaan dengan semua perlakuan, tetapi pemajanan 4 jam/hari tidak berbeda dengan pemajanan 8 jam/hari, begitu juga antara pemajanan 12 dan 16 jam/hari tidak menunjukkan pengaruh yang berbeda.
PENGARUH KEBISINGAN TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH MENCIT (Mus musculus L.) JANTAN
Feni Ismiyati;
Nuning Nurcahyani;
M. Kanedi
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/jbekh.v1i2.143
Kebisingan adalah salah satu faktor stres bagi manusia. Stress karena bising dapat mempengaruhi sistem endokrin sehingga membahayakan kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mem-buktikan bahwa kebisingan dapat mempengaruhi kadar glukosa darah mencit (Mus musculus L.) jantan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei - Juni 2013 di Laboratorium Zoologi Jurusan Biologi FMIPA Universitas Lampung menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 kelompok kontrol dan 4 kelompok diberi perlakuan kebisingan dengan intensitas kebisingan 85-90 dBA dengan waktu pemaparan 6, 8, 10 dan 12 jam/hari selama 21 hari. Tiap kelompok percobaan terdiri atas 5 individu mencit. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah kadar glukosa darah mencit. Hasil pengamatan di analisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebisingan dengan intensitas 85-90 dBA meningkatkan kadar glukosa darah mencit (Mus musculus L.) jantan. Rerata kadar glukosa darah mencit jantan yang diberi perlakuan kebisingan lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol dan kadar glukosa darah tertinggi pada pemaparan 12 jam/hari adalah 194 mg/dL.
HISTOLOGI TESTIS MENCIT (Mus musculus L.) MUDA DAN TUA YANG DIBERI EKSTRAK LADA HITAM (Piper nigrum L.)
Septiya Reni;
M. Kanedi;
Nuning Nurcahyani;
Sutyarso Sutyarso
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/jbekh.v1i2.144
INVENTARISASI JENIS – JENIS JAMUR PADA TANAMAN KAKAO (Theobroma cacao L.) DI KABUPATEN PESAWARAN
Muhammad Irham Arfani;
Yulianty Yulianty;
Martha Lulus Lande
Jurnal Ilmiah Biologi Eksperimen dan Keanekaragaman Hayati (J-BEKH) Vol. 1 No. 2 (2013)
Publisher : Department of Biology Faculty of Mathematics and Natural Sciences Universitas Lampung in collaboration with The Indonesian Association of Biology (PBI) Lampung Branch.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23960/jbekh.v1i2.145
Kakao merupakan komoditas unggulan yang tersebar hampir di seluruh Kabupaten di Lampung termasuk Kabupaten Pesawaran. Budidaya kakao di Pesawaran masih bersifat tradisional sehingga menyebabkan tanaman kakao rentan terserang penyakit seperti jamur dan akhirnya menurunkan mutu dan jumlah hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis jamur patogen dan saprofit pada tanaman kakao (Theobroma cacao L.). Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Pesawaran dan Laboratorium Botani FMIPA Universitas Lampung, dari bulan Juli sampai Desember 2012. Pengambilan spesimen dilakukan secara eksploratif di lima Kecamatan di Pesawaran yaitu Punduh Pidada, Gedong Tataan, Tegineneng, Padang Cermin, dan Kedondong. Pengamatan gejala serangan berupa munculnya miselium dan bercak pada organ tanaman kakao dilakukan secara makroskopis dan pengamatan secara mikroskopis dilakukan untuk mengamati bentuk, warna, dan ukuran spora. Dari hasil penelitian ditemukan 16 jenis jamur yang tergolong dalam 4 kelas. Satu jenis termasuk kelas Oomycetes, Satu jenis termasuk kelas Zygomycetes, 13 jenis jenis termasuk kelas Deuteromycetes dan satu jenis termasuk kelas Basidiomycetes.