cover
Contact Name
Muhammad Zainuddin Fathoni, ST., M.MT
Contact Email
zainuddin@umg.ac.id
Phone
+6281331707167
Journal Mail Official
matrik.ie@umg.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi
ISSN : 16935128     EISSN : 26218933     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Matrik Journal is published by Industrial Engineering Department, Faculty of Engineering University of Muhammadiyah Gresik, twice a year in March and September. The purpose of this journal is to facilitate scientists, researchers and practitioners to publish original research articles or article reviews. The article essentially contains topics on Industrial Engineering, Management, and Production.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 16 No 1 (2015)" : 7 Documents clear
ANALISIS BEBAN KERJA MENTAL DENGAN METODE SUBJECTIVE WORKLOAD ASSESSMENT TECHNIQUE DI LABORATORIUM FIRE ASSAY PT. SMELTING Achmed Ersyad Luthfi Fahmi; Deny Andesta; Said Salim Dahda
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 16 No 1 (2015)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/matrik.v16i1.551

Abstract

Tujuan penelitian didasarkan adanya permasalahan yang ditemukan berdasarkan hasil analisis yang tidak sesuai dengan prinsip akurat dan presisi, dikarenakan beban waktu yang ditetapkan. Subjek penelitian adalah 5 orang operator dengan menggunakan metode Subjective Workload Assessment Technique (SWAT). Metode ini menggunakan tiga deskriptor, yaitu dimensi beban waktu (time), beban usaha mental (effort) dan beban tekanan psikologis (stress) dan dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap pertama pembuatan skala (scale development) mencakup pengurutan kartu dan penilaian aktivitas, dengan bantuan program komputer SWAT untuk pengolahan data. Tahap kedua, pemberian nilai terhadap pekerjaan (event scoring) melalui konversi rating penilaian akivitas terhadap skala akhir. Pengukuran beban kerja pada analisis logam mulia di laboratorium fire assay, secara keseluruhan mempunyai beban kerja dengan kategori sedang atau moderat. Faktor waktu (T) dari pemberian rating SWAT score oleh subyek, menunjukkan dimensi yang paling banyak dinilai dengan rating tinggi dengan angka 3 (tiga). Beban kerja mental pada aktivitas recycling fusion dan parting didapatkan hasil analisis beban kerja mental dengan kategori over load. Hasil validasi kualitatif melalui proses transferability oleh team leader dinyatakan valid.
STUDI SIMULASI PROSES PEMUATAN DAN PENIMBANGAN KONTAINER EKSPOR DENGAN TUJUAN MEMINIMALKAN STAPEL Bobby Chandra Saputra
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 16 No 1 (2015)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v16i1.546

Abstract

Kinerja dari pelayanan ekspor suatu kontainer biasa diukur dari kecepatan pemuatan serta utilitas dari server yang ada. Pada proses ekspor di PT. WINA, kinerja proses pemuatan dievaluasi dari waktu pemuatan kontainer, serta besarnya stapel. Hal tersebut terjadi dikarenakan adanya waktu proses yang lama serta antrian waktu tunggu untuk dilayani yang tinggi.Ada tiga alternatif yang diajukan untuk meminimalkan waktu pemuatan dan stapel, yaitu penambahan man power pada personil inspeksi, penambahan jumlah forklift pada setiap WH yang ada, dan menggabungkan kedua alternatif yang ada. Tujuan yang ingin dicapai adalah menentukan skenario alternatif terbaik dalam usaha perbaikan kondisi saat ini. Langkah-langkah untuk melakukan simulasi adalah sebagai berikut: (1) mengumpulkan data dari proses pemuatan kontainer; (2) membuat model konseptual simulasi proses pemuatan pada kondisi eksisting; (3) melakukan proses simulasi pada kondisi eksisting; (4) melakukan uji verifikasi dan uji validasi; (5) mengembangkan model simulasi untuk ketiga alternatif serta melakukan simulasi; dan (6) melakukan analisis dari hasil simulasi yang telah dilakukan. Simulasi diselesaikan dengan menggunakan perangkat lunak ARENA 14.0.Berdasarkan hasil analisa data dan pembahasan dari skenario-skenario perbaikan untuk meminimalkan waktu pemuatan dan nilai stapel, dapat disimpulkan bahwa penambahan personiel inspeksi dan penambahan jumlah forklift merupakan alternatif terbaik dalam menurunkan jumlah kontainer yang stapel. Dengan melakukan alternatif tersebut jumlah kontainer stapel mengalami penurunan sebesar sebesar 86% atau sebanyak 50 kontainer dari kondisi eksisting sebanyak 350 kontainer
ANALISIS SISTEM PELAYANAN ANTRIAN DI JEMBATAN TIMBANG PT. SADP GRESIK Tommy Iskandar
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 16 No 1 (2015)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v16i1.552

Abstract

Jembatan timbang PT. Sentana Adidaya Pratama (PT.SADP) adalah jembatan timbang yang melayani penimbangan aktifitas bongkar muat dipelabuhan milik PT. Wilmar Nabati Indonesia (PT.WINA). Jembatan ini dikhususkan untuk melayani aktifitas pembongkaran pupuk curah.Tingkat kedatangan truk yang melintasi jembatan timbang lebih besar daripada tingkat pelayanan atau waktu pelayanan yang diberikan, sehingga akan terjadi antrian. Untuk itu perlu dilakukan analisis sistem pelayanan antrian pada loket masuk kendaraan di jembatan timbang agar didapatkan suatu hasil hasil yang lebih optimal.Dalam menganalisis sistem pelayanan antrian ini, maka diaplikasikan teori antrian dengan bantuan simulasi komputer menggunakan software Arena versi 12.0 pada jalur kendaraan. Tingkat kegunaan fasilitas pada kondisi nyata adalah 96 % dengan rata-rata waktu menunggu dalam antruan adalah 1152 detik.Dari hasil simulasi, dengan melihat tingkat kegunaan fasilitas / utilitas pada proses pelayanan yang sangat tinggi, maka perlu adanya suatu penambahan fasilitas jembatan timbang / loket. Dapat dilihat tingkat kegunaan fasilitas setelah adanya dua rancangan usulan, yang pertama dengan penambahan 1 fasilitas jembatan timbang, rata-rata tingkat kegunaan fasilitas pada model simulasi di jembatan timbang A adalah 46,3 % dan rata-rata tingkat kegunaan fasilitas pada model simulasi di jembatan timbang B adalah 46,1 %. Dan yang kedua dengan penambahan 2 fasilitas jembatan timbang, rata-rata tingkat kegunaan fasilitas pada model simulasi di jembatan timbang A adalah 33,2 % dan rata-rata tingkat kegunaan fasilitas pada model simulasi di jembatan timbang B adalah 29,2 % dan di jembatan timbang C adalah 31,7 %.Dari keterangan diatas dengan memperhitungkan rata-rata waktu menunggu dijembatan timbang dan tingkat kegunaan fasilitas dapat diambil kesimpulan bahwa model usulan skenario 1 dengan penambahan 1 fasilitas jembatan timbang, adalah model yang bisa memberikan hasil yang lebih baik.
MENENTUKAN SUPPLIER BATUBARA DENGAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY MULTI CRITERIA DECISION MAKING DI PT. PETROKIMIA GRESIK Mahendra Sukrisna
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 16 No 1 (2015)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7.778 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v16i1.547

Abstract

Untuk pemenuhan kebutuhan produksi pupuk yang terus meningkat, dan terbatasnya bahan bakar gas yang digunakan untuk bahan baku ammonia dan energi cair yang tidak dipilih karena harga yang sangat mahal, maka PT. Petrokimia Gresik menggunakan batubara sebagai sumber energi. Pada periode awal penentuan supplier batubara perusahaan hanya berpatokan pada harga yang paling murah dan kalori yang tinggi, sehingga terjadi permasalahan pada proses produksi. Beberapa permasalahan yang dihadapi antara lain keterlambatan pengiriman batubara, ukuran batubara yang besar-besar dan ash content yang tinggi. Dengan pemilihan supplier yang tepat diharapkan tidak terjadi lagi permasalahan pada proses produksi.Metode Fuzzy Multi Criteria Decision Making (FMCDM) digunakan karena sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan. Kriteria yang digunakan adalah harga, kalori, partikel size, kadar ash, lama pengiriman dan kapasitas. Untuk proses perhitungan meliputi langkah – langkah : simbolisasi kriteria, pengelompokkan rating data dengan fungsi segitiga,, perhitungan nilai yi qi dan zi, perhitungan nilai F, sorting data nilai F dari setiap supplier.Setelah proses perhitungan dengan metode FMCDM, maka didapatkan nilai F dari masing – masing perusahaan. 4 supplier dengan nilai F tertinggi direkomendasikan ke perusahaan, antara lain PT. Pelita Bintang Lima (0.50781), PT. Bumi Pertiwi (0.40625), PT. Jasa Bumi Sentosa (0.40625) dan PT. Pemuda Pembangunan (0.37500).
PENINGKATAN KUALITAS PRODUK SABUN TRANSLUCENT DENGAN PENDEKATAN TAGUCHI Achmad Sugianto
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 16 No 1 (2015)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v16i1.548

Abstract

Dalam proses produksi sabun translucent di PT.Wilmar Nabati Indonesia Gresik terdapat beberapa permasalahan yang timbul, berdasarkan hasil pengamatan pada bulan Februari diketahui produk cacat jenis low translucent 9%, moisture rendah 2%, dan pada bulan Mei cacat jenis low translucent 11% dan moisture rendah 3%. Jadi faktor yang diprioritaskan untuk diperbaiki adalah jenis cacat low translucent karena presentase cacatnya tinggi. Proses pembuatan sabun translucent menggunakan beberapa bahan baku dan proses produksi antara lain jenis bahan baku (SN 8020, SN 9010), pemakaian glycerin (1 Kg, 1.1 Kg), waktu proses Mixing (45 menit, 60 menit), pemakaian Demin Watter (100 Ml, 200 Ml). Bahan-bahan dan proses produksi yang tidak sesuai dari komposisi akan mengakibatkan banyak produk yang cacat. Karakteristik dari bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan sabun translucent sangat berpengaruh dalam menentukan kualitas sabun translucent. Dari identifikasi faktor terkendali ada 4 faktor dan 2 level, sehingga didapat Orthogonal Array dari Metode Taguchi L8(27). Karakteristik kualitas yang dipakai dalam penelitian yaitu (Smaller The Better). Kontribusi dari faktor yang signifikan adalah pemakaian glycerin (B) 29.419%, bahan baku (A) 23.513%, bahan baku X pemakaian glycerin (AB) 22.808%. Sedangkan kombinasi level faktor yang optimum adalah jenis bahan baku (A) (SN 8020), Pemakaian glycerin (B) (1.1 Kg), waktu proses mixing (60 menit), pemakaian demin water (D) (200 Ml).
Analisa Total Productive Maintenance Dengan Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness Di Pt. Karung Emas Ahmad Amir Hamza
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 16 No 1 (2015)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v16i1.550

Abstract

PT. Karung Emas is a company engaged in the production of sacks that can not be separated from issues related to the effectiveness of the machinery / equipment. In the sack production process is divided into two processes, namely the processes innerbag and process outerbag. Equipment or machinery used in the production process is the extruder outerbag, circularweafing loom, printing and sewing. Total Productive Maintenance (TPM) is a principle of management to improve production efficiency for Improver handling and maintenance of the machine will lead to losses so that the measurement using the Overall Equipment Effectiveness (OEE) followed by measurement of OEE six big losses, breakdown losses, set-up and adjustment losses, reduced speed losses, idling and minor stoppages, rework scarp losses and yield losses. With a Cause and Effect Diagram can be analyzed real problem that the main cause of the high losses that resulted in low labor circularweafing machine loom. Processing results on a machine loom circularweafing known that the OEE for the period January 2015 - May 2015 ranged from 42.96% to 80.83%. This condition indicates that the engine's ability circularweafing loom in the use of machinery / equipment has not reached the ideal condition (≥85%). As for affecting the value of OEE and a top priority for the company is a factor eliminated idling and minor stoppages amounted to 38.98% and the breakdown of 00:09% loss.
EFISIENSI BIAYA PRODUKSI DAN JAM ORANG DALAM PROSES PEMASANGAN RUDDER BLADE PADA BANGUNAN KAPAL BARU Didik Kusbiyantoro; I.G.A Sri Deviyanti
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 16 No 1 (2015)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v16i1.545

Abstract

Rudder (kemudi) merupakan salah satu item penting didalam sarana transportasi kapal karena merupakan komponen yang menentukan arah gerak suatu kapal. Oleh sebab itu, dalam pemasangan rudder blade atau kemudi kapal harus benar – benar presisi dan center terhadap dimensi kapal. Dalam pemasangan rudder blade selama ini memerlukan banyak waktu, man power, peralatan dan proses yang sangat lama. Untuk meminimalis waktu serta man power dalam mempercepat pemasangan rudder blade maka dibutuhkan improvement dari metode pemasangan rudder blade yang selama ini digunakan( Metode Existing/Manual) ke pemasangan rudder blade yang dapat mempercepat proses pemasanganya dalam hal ini yang disebut dengan Metode Jig Hydraulic. Selain itu dengan diciptakan alat bantu untuk pemasangan rudder blade maka diharapkan juga mendapat hasil yg lebih akurat. Hasil dari analisis serta pengolahan data dan perhitungan, di dapat efisiensi JO rata-rata 60 JO dan efisiensi sekitar 58,82%. Jika dilihat dari segi biaya untuk pemasangan rudder blade dengan metode jig hydraulic dapat mereduce biaya hingga Rp 40.800.000,00 (Empat puluh juta delapan ratus ribu rupiah) dibandingkan dengan metode existing/manual yang saat ini dilakukan. Dari hasil perhitungan tersebut dapat dipastikan metode pemasangan rudder blade menggunakan jig hydraulic lebih effisien untuk waktu, biaya serta JO dibanding dengan metode existing/manual. Oleh sebab itu proses pemasangan rudder blade menggunakan metode jig hydraulic layak dipertimbangkan untuk digunakan dalam percepatan proses pemasangan rudder blade

Page 1 of 1 | Total Record : 7