cover
Contact Name
Muhammad Zainuddin Fathoni, ST., M.MT
Contact Email
zainuddin@umg.ac.id
Phone
+6281331707167
Journal Mail Official
matrik.ie@umg.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi
ISSN : 16935128     EISSN : 26218933     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Matrik Journal is published by Industrial Engineering Department, Faculty of Engineering University of Muhammadiyah Gresik, twice a year in March and September. The purpose of this journal is to facilitate scientists, researchers and practitioners to publish original research articles or article reviews. The article essentially contains topics on Industrial Engineering, Management, and Production.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 18 No 1 (2017)" : 7 Documents clear
PERENCANAAN KEBUTUHAN BAHAN BAKU PRODUK BORDIR SONGKOK DI HASAN PUTRA EMBORDIR Abdulloh Faqih; Said Salim Dahda; Deny Andesta
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 18 No 1 (2017)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.951 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v18i1.575

Abstract

Penelitian berjudul Perencanaan Kebutuhan Bahan Baku Produk Bordir Songkok Di Hasan Putra Embordir. dilatar belakangi atas dasar perencanaan bordir songkok selama ini hanya didasarkan atas penggunaan kapasitas maksimal dari bordir songkok karena dengan kapasitas maksimal tersebut pemilik usaha memiliki asumsi bahwa biaya persediaan akan lebih efisien terkait dengan utilisasi mesin yang tinggi. Namun dampak dari kebijakan tersebut adalah home industry mengalami over stock. Rumusan masalah penelitian ini yaitu bagaimana merencanakan kebutuhan bahan baku atau material untuk memproduksi bordir songkok yang dilakukan oleh Hasan Putra Embordir Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, (1) mengetahui metode perencanaan kebutuhan bahan baku atau material bordir songkok yang digunakan perusahaan agar biaya persediaan lebih optimal.(2)mengetahui ukuran kuantitas pemesanan bahan baku bordir songkok yang dilakukan perusahaan untuk menghindari kelebihan dan kekurangan bahan baku. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik Lot Sizing Fixed Period Quantity (FPQ) dan Economic Order Quantity (EOQ) Probabilistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa, perencanaan persediaan dengan jumlah pemesanan dan penyimpanan yang optimal (jumlah biaya persediaan paling minimum) adalah dengan menggunakan teknik lot sizing Fixed Periode Requirement (FPQ) dengan biaya total sebesar Rp. 84.844.349. Adapun presentase saving cost dari total biaya persediaan pada rencana perusahaan (existing) dengan total biaya persediaan menggunakan teknik lot sizing Fixed Periode Requirement (FPQ) adalah sebesar 0,2 %.
PENGUKURAN KINERJA MESIN PRODUKSI DENGAN METODE OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS DI PROSES PRODUKSI PEMBUATAN BOTOL KEMASAN OLI PERTAMINA DI PT. BUMIMULIA INDAH LESTARI CABANG GRESIK Dody Hari Muda Alala
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 18 No 1 (2017)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v18i1.576

Abstract

PT. Bumimulia Indah Lestari-Gresik sebagai industri pembuatan kemasan plastik yang khusus memasok botol kemasan oli pertamina dituntut untuk terus meningkatkan kualitas produk yang dibuat agar tetap dapat bersaing di era globalisasi saat ini. Hal ini sejalan dengan jumlah demand yang menunjukkan tren kenaikan. Akan tetapi adanya kinerja salah satu mesin produksi yang tidak berjalan secara optimal menyebabkan hasil output produksinya rendah. Dari permasalahan ini maka bagaimana pengukuran OEE sebagai dasar usulan rancangan perbaikan untuk meningkatkan kinerja mesin produksi tersebut sehingga mencapai standar Nilai Kelas Dunia.Dalam melakukan peningkatan kinerja tersebut, maka digunakan aplikasi metode OEE, TPM, Diagram Fishbone, Diagram Pareto dalam penyelesaian masalah yang terjadi.Hasil perhitungan OEE menunjukkan bahwa mesin B17 mempunyai nilai OEE terendah dibandingkan Mesin B27 dan Mesin B41 yaitu sebesar 74.09%. Hal ini disebabkan karena 2 faktor yaitu Faktor Performance (82.59%) dan Faktor Quality (95.93%). Hasil dari analisis bahwa Faktor Performance (Unplanned Down Time) yang terbesar akibat Punching Patah sebesar 61.60 jam (31.46%) dan Faktor Quality (Produk Cacat) yang terbesar akibat Tercampur Material Asing sebesar 51,837 pcs (38.12%).Berdasarkan hasil analisa tersebut maka dibuatkanlah suatu rancangan usulan perbaikan berdasarkan prioritas masalah kritis yang terjadi untuk meningkatkan kinerja peralatan di Mesin B17.
PERANCANGAN KURSI OPERATOR COLD SHEAR DENGAN PENDEKATAN ERGONOMI ANTROPHOMETRI DAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DI PT. ISPAT PANCA PUTERA Arif Setiawan
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 18 No 1 (2017)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v18i1.569

Abstract

Working system within a company must be experiencing a complaint is found, through the study found about cold shear operator complaint against a chair design makes operator experience pain in certain body parts. In this problem, how to overcome it so that the performance can be maximized.The researcher used the ergonomic approach and the selection of alternative designs antrophometri seats through AHP (Analytical Hierarchy Process). With this approach can determine how the direction in designing the seat with the best design and choose the best seats alternative. The methods used for data processing using AHP (Analytical Hierarchy Process). Stages in the method of AHP begins the process of defining the problem, creation of hierarchy structure that begins with a common goal, followed by criteria and of alternatives, Make matrix pairwise comparisons, normalize the data, calculation the eigenvalues vector and tested for consistency, calculate the eigen vector of each pairwise comparison matrices, test the consistency of the hierarchy. If it does not comply with CR <0.100 then the assessment should be repeated.The results found that there are four design alternatives chairs and fourth alternative was selected as the best design alternatives through the analysis of decision-making with AHP method.By optimizing the operator's seat facility, will certainly enhance good performance and reduce fatigue and pain experienced operators during this cold shear.
PERENCANAAN STRATEGI PEMASARAN PERHIASAN IMITASI DENGAN METODE ANALISIS SWOT DAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (Studi Kasus : UD. AQILA) Moh. Rizki Affanddy
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 18 No 1 (2017)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v18i1.577

Abstract

UD. AQILA merupakan industri kecil yang bergerak di bidang pembuatan perhiasan imitasi yang berada di desa Giri kecamatan kebomas gresik. Pembuatan perhiasan imitasi ini merupakan usaha turun-temurun, strategi yang diterapkan UD. AQILA untuk pemasaran produknya sudah bagus, akan tetapi pada awal tahun 2016 tepatnya dibulan januari-juni, UD. AQILA mengalami penurunan penjualan produknya, hal tersebut dapat disebabkan oleh munculnya beberapa pesaing diprodusen yang sama, untuk itu perusahaan dituntut untuk merencanakan strategi-strategi pemasaran yang lebih baik lagi.Penelitian ini dilakukan untuk merumuskan strategi pemasaran sesuai dengan kondisi internal dan eksternal perusahaan. Analisis lingkungan internal dan lingkungan eksternal dapat dijadikan acuan utama untuk melakukan perbaikan strategi pemasaran. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT . Didalam analisis SWOT terdapat beberapa matrik yaitu matrik IFE & EFE, digunakan untuk mencari bobot skor, Matrik I-E, digunakan untuk mencari divisi sel perusahaan, dan Matrik SWOT untuk memformulasikan alternatif strategi. Penentuan bobot prioritas menggunakan AHP dengan bantuan Expert Choice 11. Untuk menggetahui alternatif strategi yang dihasilkan dari matrik SWOT.Dari Penelitian yang dihasilkan, diperoleh bobot skor matrik IFE sebesar 2,269 sedangkan pada matrik EFE diperoleh bobot skor sebesar 2,266. Dari bobot skor yang telah diperoleh, perusahaan bisa melaksanakan strategi mempertahankan dan memelihara. Dari formulasi matrik SWOT didapatkan empat alternatif strategi yang akan ditentukan bobot prioritas menggunakan AHP. dari hasil running Expert Choice 11, strategi SO mendapat bobot tertinggi dengan skor 0,400, perusahaan dapat memanfaatkan kekuatan dan peluang yang ada. strategi SO diantaranya menjaga hubungan baik dengan tenaga kerja, pemasok, buyers dan distributor dan memanfaatkan teknologi sebagai alat promosi guna memperluas pasar. Strategi SO diharapkan bisa meningkatkan penjualan perhiasan imitasi di UD. AQILA.
USULAN PERANCANGAN ULANG MESIN BOILER PRODUKSI TAHU MENGGUNAKAN PENDEKATAN VALUE ENGINEERING SEBAGAI UPAYA UNTUK MEMINIMALKAN WAKTU PRODUKSI Misbachul Munir
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 18 No 1 (2017)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v18i1.571

Abstract

Tahu merupakan salah satu produk dari komoditas usaha kecil menengah berbahan baku kedelai (Glycine sp) yang banyak dijumpai dibeberapa daerah. Mulai dari perkotaan sampai di pedesaan industri pembuatan tahu mulai dikembangkan. Pada UD.Sumber Jaya, merupakan perusahaan yang memproduksi tahu dengan cara yang sudah modern, yaitu dengan menggunakan mesin boiler pipa air sebagai alat produksi penghasil uap. Tetapi mesin boiler pipa air ini dirasa kurang efektif sebab banyak mengalami kendala.Penelitian ini bertujuan untuk mendesain ulang mesin boiler sebagai upaya meminimalkan waktu produksi saat melakukan aktivitas pengoprasian menghasilkan uap guna proses perebusan bubur kedelai dengan konsep Value Engineering(VE). Perancangan mesin boiler ini dapat dinyatakan bahwa terdapat perbaikan waktu pada saat melakukan aktivitas perebusan bubur kedelai, sehingga operator bisa menghasilkan uap 100°C – 150°C dengan cepat dan efisien.Penelitian ini diawali dengan mengidentifikasi proses pembuatan tahu, ketidaknyamanan operator mengenai keluhan dan harapan operator pada desain mesin melalui analisis kuesioner dan wawancara, yang kemudian hasilnya diterjemahkan menjadi konsep perancangan ulang mesin boiler, yaitu berupa mengganti mesin boiler pipa air (awal) ke boiler pipa api. Tahapan kedua adalah memunculkan alternatif- alternatif mesin boiler. Tahapan ketiga adalah melakukan analisis terhadap alternatif- alternatif mesin boiler yang muncul. Tahapan keempat dilakukan analisa biaya dan perhitungan value dengan menggunakan nilai performansi diperoleh dari hasil tahapan ketiga. Dan tahapan kelima akan dipersentasikan alternatif terbaik yang terpilih dengan nilai (value) tertinggi yaitu 1,0 , serta akan disajikan laporan lengkap hasil evaluasi
ANALISIS PEMILIHAN SUPPLIER TELUR TETAS DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS DI UKM UNGGAS PERTIWI Qolbudin Farhan
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 18 No 1 (2017)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.661 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v18i1.572

Abstract

UKM Unggas Pertiwi adalah usaha kecil menengah yang bergerak dalam bidang peternakan bebek. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari dan menganalisis masalah di bagian penetasan telur yang berkaitan dengan pemilihan supplier telur tetas. Pengumpulan data dilakukan dengan cara diskusi dengan pihak UKM, observasi, studi literatur dan penyebaran kuisioner. Penyelesaian masalah menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Dari hasi pengumpulan data diperoleh kriteria Kualitas (0,496), Ketersediaan(0,196), dan Waktu Pengiriman (0,303), sedang yang menjadi subkriterianya adalah Fertilitas (0,263), Kebersihan (0,089) dan Keutuhan Telur (0,145), Kapasitas Ternak (0,117) dan Gudang (0,078), serta Resiko (0,198) dan Biaya Pengiriman (0,104). Dengan alternatif supplier yaitu “Supplier 1 (0,294)”, “Supplier 2 (0,22)”, “Supplier 3 (0,149)”, “Supplier 4 (0,167)”, dan “Supplier 5 (0,162)”. Dapat disimpulkan bahwa“supplier 1” ditetapkan sebagai supplier paling optimal
ANALISIS KUALITAS LAYANAN DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) PADA J&T EXPRESS Arief Luqman Hakim
Matrik : Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi Vol 18 No 1 (2017)
Publisher : Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB) | DOI: 10.30587/matrik.v18i1.570

Abstract

Persaingan bisnis saat ini membuat perusahaan harus lebih kompetitif dan memberikan pelayanan jasa dengan kualitas yang terbaik untuk mencapai kepuasan pelanggan yang merupakan faktor penting terciptanya loyalitas. Sehingga pada penelitian ini dilakukan pengukuran kualitas jasa J&T Express sebagai salah satu penyedia jasa pengiriman barang dengan menggunakan metode SERVQUAL dan QFD. Pengolahan data dengan metode SERVQUAL menunjukkan semua atribut kualitas jasa belum memenuhi harapan pelanggan karena memiliki nilai kesenjangan negatif. Hasil kalsifikasi dengan IPA pada analisa SERVQUAL diperoleh 1 atribut masuk ke dalam Kuadran I (harus diperbaiki segera), 7 atribut masuk ke dalam Kuadran II (harus dipertahankan), 5 atribut masuk ke dalam Kuadran (perbaikannya dapat ditunda), dan tidak terdapat atribut masuk ke dalam Kuadran IV (dimungkinkan untuk ditiadakan). Analisa QFD memberikan hasil bahwa prioritas utama perbaikan adalah kerapian dan kenyamanan dari ruangan pelayanan.Prioritas kedua perbaikan layanan yaitu penyesuaian garansi kerusakan/kehilangan dan prioritas selanjutnya adalah penambahan sarana informasi serta kritik dan saran.

Page 1 of 1 | Total Record : 7