Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi merupakan jurnal yang mempublikasikan artikel ilmiah dengan cakupan hasil penelitian geografi bidang pendidikan dan pembelajaran, sistem informasi geografi dan penginderaan jauh, kependudukan, pengembangan wilayah, kebencanaan serta pengelolaan lingkungan.
Articles
9 Documents
Search results for
, issue
"Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023"
:
9 Documents
clear
Apakah Kekeringan Ekstrem Lokal Berkaitan Dengan Fenomena El Nino?
Mulyanti, Heri
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/geodika.v7i2.12527
Kabupaten Bojonegoro memiliki lahan pertanian yang cukup luas, namun karena terletak di Pulau Jawa bagian timur menyebabkan wilayah tersebut rentan terhadap kekeringan, karena curah hujan yang cenderung rendah. Selain kekeringan, banjir merupakan ancaman besar bagi produksi pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi wilayah yang rawan terhadap El Niño di Kabupaten Bojonegoro. Curah hujan bulanan observasional selama 25 tahun digunakan untuk mengidentifikasi periode bulan kering. Aktivitas El Niño diinvestigasi menggunakan data rerata berjalan 5 bulan dari Sea Surface Temperature Anomaly (SSTA) Nino 3.4. Relevansi antara curah hujan dan El Niño menggunakan korelasi Pearson. Historis kekeringan-banjir digunakan untuk menganalisis korespondensi dengan aktivitas El Niño. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa stasiun di bagian selatan lebih rentan kekeringan akibat penurunan curah hujan saat El Niño kuat berlangsung. Korelasi menunjukkan bahwa indeks El Niño berkaitan erat dengan kondisi kering pada hampir semua wilayah di bagian timur Bojonegoro. Indeks SSTA Nino 3.4 tepat digunakan untuk memprediksi curah hujan musim kemarau (Juni-Juli-Agustus-September). Kejadian kekeringan ekstrem konsisten dengan fenomena El Niño kuat.
Genius Solar System: Media Pembelajaran Geografi Berbasis Interactive Multimedia untuk Siswa SMA
Alfyananda Kurnia Putra;
Rizki Dwi Anggraini;
Alfi Sahrina;
Diky Al Khalidy
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/geodika.v7i2.14519
Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, sebanyak 92,6 siswa kesulitan pada materi dinamika planet bumi sebagai ruang kehidupan. Karakteristik materi dinamika planet bumi sebagai ruang kehidupan bersifat abstrak sehingga membutuhkan visualisasi agar dapat lebih jelas bagi siswa. Namun, media yang digunakan oleh guru tidak membantu siswa memvisualisasi dan belum pernah menggunakan interactive multimedia. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk media pembelajaran Genius Solar System berbasis interactive multimedia serta menguji kelayakan media yang dikembangkan. Metode pengembangan media menggunakan model ADDIE yang terdiri dari lima tahapan, yaitu analyze, design, development, implement, dan evaluation. Jenis data yang digunakan kualitatif dan kuantitatif. Dalam proses akumulasi data menggunakan angket, wawancara serta dokumentasi kegiatan dengan teknik analisis data berbentuk presentase. Produk media pembelajaran Genius Solar System akan melalui tahap uji coba kelayakan kepada 30 siswa kelas X IPS 5 di SMA Negeri 1 Lawang. Uji kelayakan oleh validator ahli media (91%) dan ahli materi (98%) terkategori sangat layak atau sangat valid. Sedangkan hasil uji coba kelayakan oleh siswa sebesar 88% dan guru sebesar 94%. Berdasarkan perolehan tersebut, dapat disimpulkan bahwa produk media Genius Solar System yang telah dikembangkan dapat dikategorikan atau dikatakan sangat layak atau sangat valid untuk dapat digunakan dalam proses pembelajaran.
Krisis Air Bersih dan Bentuk Adaptasi Masyarakat di Kelurahan Babakan Pasca Bencana Gempa Bumi Lombok 2018
Wiwit Bayu Adi;
Aliful Anshar
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/geodika.v7i2.16796
Ketersediaan air bersih merupakan hal yang sangat penting karena termasuk kebutuhan pokok bagi kehidupan manusia. Krisis air bersih merupakan masalah serius yang harus segera ditangani. Seperti yang terjadi pada pertengahan tahun 2018 hingga tahun 2020 di hampir seluruh lingkungan di Kelurahan Babakan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui faktor penyebab krisis air bersih beserta dampaknya, 2) mengetahui bentuk adaptasi masyarakat dalam menghadapi krisis air bersih. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) terjadinya krisis air bersih di Kelurahan Babakan, khususnya Lingkungan Babakan Timur disebabkan karena terjadinya gempa bumi (perubahan struktur geologi) serta kurangnya daerah resapan air khususnya di Kelurahan Babakan. Dampak yang ditimbulkan dari adanya fenomena krisis air bersih tersebut adalah terjadinya konflik di tengah-tengah masyarakat dan berpengaruh terhadap kegiatan home industri; 2) Bentuk adaptasi yang dilakukan masyarakat untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan cara membuat tampungan air seperti menggunakan tandon air, tong, bekas kolam ikan dan beberapa ember, serta memanfaatkan air hujan.
Ketahanan Pangan di Kabupaten Tasikmalaya: Peran Perempuan Melalui Kesetaraan Gender
Yani Sri Astuti;
Septian Cahya Azhari
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/geodika.v7i2.18469
Kesetaraan gender memiliki fungsi penting dalam berkontribusi pada pembangunan pertanian berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi dan kontribusi perempuan dalam memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan di Desa Calingcing, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, studi dokumenter, studi literatur, dan observasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan di Desa Calingcing tergabung dalam beberapa kelompok tani. Kontribusi yang diberikan oleh kelompok tani perempuan di Calingcing antara lain adalah pengolahan lahan dengan komoditas utama seperti padi dan sayuran. Sebagian besar petani perempuan memegang peranan penting dalam sektor pertanian dan pemenuhan komoditas pangan lokal untuk memperkuat kebutuhan pangan keluarga. Penelitian selanjutnya sebaiknya melibatkan beberapa aspek penting yang dapat memperluas pemahaman tentang peran perempuan dalam memperkuat ketahanan pangan di Desa Calingcing dan sekitarnya. Selain itu, diperlukan analisis yang komprehensif untuk memahami faktor-faktor sosial, ekonomi, budaya, dan kelembagaan yang mempengaruhi partisipasi perempuan dalam kegiatan pertanian dan pengelolaan pangan. Faktor-faktor ini mencakup akses terhadap sumber daya seperti lahan, modal, dan pelatihan, peran gender dalam masyarakat desa, dan norma sosial yang dapat membatasi atau mendorong partisipasi perempuan dalam ketahanan pangan.
Resiliensi Masyarakat Pasca Pandemi Berbasis Aset Penghidupan di Desa Tegaltirto Kabupaten Sleman Yogyakarta
Fathin Aulia Rahman
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/geodika.v7i2.19794
Masyarakat Desa Tegaltirto sebagian besar bermata pencaharian di sektor informal yang menjadi komponen paling rentan terhadap dampak Pandemi Covid-19. Resiliensi masyarakat diperlukan dalam menghadapi krisis pasca Pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui tingkat resiliensi masyarakat pasca Pandemi menurut aset penghidupan; dan 2) mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi resiliensi masyarakat Desa Tegaltirto pasca Pandemi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian berdasarkan dusun yang dianggap mewakili Desa Tegaltirto menurut keragaman pekerjaan masyarakat yaitu Dusun Kadisono, Sompilan dan Semoya. Teknik sampling menggunakan stratified random sampling dengan proporsional sampel sebanding jumlah populasi. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif untuk analisis tingkat resiliensi, dan analisis faktor untuk identifikasi faktor yang memengaruhi resiliensi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Resiliensi masyarakat Desa Tegaltirto menurut kepemilikan aset didominasi oleh tingkat resiliensi sedang, kategori tinggi 9 rumah tangga, kategori sedang 75 rumah tangga, dan kategori rendah 16 rumah tangga. (2) Terbentuk 7 faktor yang memengaruhi resiliensi masyarakat yaitu; faktor pendidikan dan perekonomian, pengetahuan dan akses informasi, alam, ketersediaan sarana dan prasarana, pencegahan risiko krisis pasca Pandemi Covid-19, bantuan dari pihak luar, dan kesehatan dan sosial masyarakat.
Analisis Spasial dan Faktor-Faktor Berpengaruh Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Pulau Jawa
Yetti Anita Sari;
Khaerunisa Khaerunisa;
Ramlah Ramlah
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/geodika.v7i2.21366
Pembangunan ekonomi melibatkan dari berbagai interaksi mencakup sumberdaya alam, sumberdaya manusia, modal, dan teknologi. Sumberdaya manusia adalah indikator dari angkatan kerja yang memiliki kontribusi terhadap hasil pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui perkembangan penyerapan tenaga kerja, belanja modal, penanaman modal dalam negeri, penanaman modal, dan upah minimum provinsi; 2) mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penyerapan tenaga kerja. Teknik analisis menggunakan analisis kuantitatif dengan regresi data panel dan sistem informasi geografi. Analisis spasial dari perkembangan penyerapan tenaga kerja paling tinggi diduduki oleh Provinsi Jawa Barat. Provinsi yang memiliki belanja modal paling tinggi adalah Provinsi DKI Jakarta. Provinsi Jawa Timur menduduki paling tinggi penanaman modal dalam negeri tahun 2014-2020. Penanaman modal asing nilai paling tinggi adalah Provinsi Jawa Barat. Nilai upah minimum provinsi tinggi adalah Provinsi DKI Jakarta. Hasil analisis regresi Fixed Effect Model adalah kontribusi belanja modal dan penanaman modal asing berpengaruh negatif signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Variabel penanaman modal dalam negeri berpengaruh positif tidak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Upah minimum berpengaruh positif signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja.
Analisis Daya Dukung Kawasan Wisata Pantai Telaga Nita Kecamatan Ternate Barat Kota Ternate
Hernita Pasongli;
Vrita Tri Aryuni;
Yuni Andriyani Safitri;
Syarifuddin Adjam;
Eko Hariyadi
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/geodika.v7i2.23008
Kota Ternate memiliki banyak objek wisata pantai salah satunya adalah pantai Telaga Nita. Objek wisata Telaga Nita merupakan objek wisata baru, yang mana kawasan ini dahulunya merupakan tempat peristirahatan Sultan Ternate. Keberadaan objek wisata pantai ini belum banyak diketahui oleh masyarakat, hal ini disebabkan karena lokasi pantai yang jauh dengan jalan raya dan tertutup oleh pepohonan. Akan tetapi kawasan ini memiliki panorama yang indah dan dapat dijadikan sebagai spots bagi wisatan yang datang berlibur. Keberadaan pantai Telaga Nita dapat mengancam keberlanjutan ekosistem pesisir dan pengalaman wisata. Oleh karena itu, penting untuk memahami dan menilai daya dukung lahan (DDL) wisata pantai untuk memastikan bahwa aktivitas wisata dapat dilakukan secara berkelanjutan tanpa merusak lingkungan alam. Tujuan Penelitian yaitu; untuk menganalisis daya dukung (Carrying Capacity) objek Wisata Pantai Telaga Nita untuk kegiatan wisata pantai. Metode yang digunakan adalah survey dengan pengumpulan data menggunakan data primer dan sekurder. Analisis data menggunakan rumus Daya Dukung Kawasan (DDK). Hasil yang diperoleh yakni; Kawasan wisata pantai Telaga Nita memiliki Daya dukung Kawasan (DDK) sebanyak 58 orang perhari, terdiri dari wisata rekreasi pantai sebanyak 11orang perhari dan renang sebanyak 42 orang per hari. Dengan adanya informasi tentang kapasitas jumlah pengunjung di pantai Telaga nita, maka dapat menjadikan sebuah usulan batas usulan rekomendasi jumlah pengunjung sehingga sehingga kelestarian ekosistem tetap terjaga
Sistem Informasi Geografis untuk Strategi Pengembangan Taman Wisata Alam Gunung Tunak Berdasarkan Evaluasi Indeks Kelayakan
Apriyeni, Baiq Ahda Razula;
Mubarokah, Nurlaila;
Alimran, Lalu Agil;
Nisa, Jannatun
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/geodika.v7i2.24347
Penelitian ini dilakukan di Kawasan TWA Gunung Tunak Desa Mertak, Pujut, Kabupaten Lombok Tengah yang bertujuan untuk menganalisis berbagai parameter kelayakan potensi destinasi wisata TWA Gunung Tunak untuk dapat dijadikan sebagai dasar pertimbangan dalam menyusun sebuah strategi pengembangan guna mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriftif kualitatif yang dianalisis menggunakan metode ADO-ODTWA dan SWOT. Sedangkan untuk pemetaan distribusi spasial kelayakan menggunakan Sistem Informasi Geografis. Berdasarkan hasil evaluasi kelayakan menggunakan metode ADO-DTWA, indeks masing-masing variabel menunjukkan bahwa secara keseluruhan kelayakan destinasi yang ada di TWA Gunung Tunak desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat masuk pada kategori “Layak dikembangkan”. Strategi pengembangan kawasan melibatkan pemanfaatan potensi, meningkatkan kerjasama untuk layanan dan fasilitas, serta memanfaatkan lokasi dan potensi wilayah untuk meningkatkan kunjungan. Fokusnya pada sosialisasi pengelolaan sampah, keamanan pengunjung, peringatan bencana, dan promosi melalui event besar agar kawasan dapat bersaing dengan destinasi wisata lainnya serta mampu menjaga keberlanjutan lingkungan.
Mitigasi Bencana Alam Gempa Bumi pada Komunitas Sekolah di Pondok Pesantren Raudatul Jannah Lombok Utara
Zulhan Hadi;
Hasrul Hadi;
Suroso Suroso;
Armin Subhani
Geodika: Jurnal Kajian Ilmu dan Pendidikan Geografi Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Hamzanwadi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29408/geodika.v7i2.24599
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui upaya mitigasi struktural bencana alam gempa bumi pada komunitas sekolah, 2) Mengetahui upaya mitigasi non-struktural bencana alam gempa bumi pada komunitas sekolah. Penelitian di Pondok Pesantren Raudhatul Jannah Karang Raden Lombok Utara ini merupakan Jenis deskriptif Kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data penelitian terdiri dari tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Upaya mitigasi struktural bencana alam gempa bumi pada komunitas sekolah di Pondok Pesantren Raudhatul Jannah Karang Raden Lombok Utara masih terbatas pada bangunan sekolah yang sudah sesuai standar bangunan tahan gempa, namun sistem informasi kedaruratan, literatur kebencanaan, peralatan keselamatan darurat dan rambu-rambu kebencanaan belum ada dan atau belum dilaksanakan secara maksimal; 2) Upaya mitigasi non-struktural bencana alam gempa bumi pada komunitas sekolah di Pondok Pesantren Raudhatul Jannah Karang Raden Lombok Utara belum maksimal dilakukan, karena kebijakan hukum pemerintah daerah untuk mitigasi bencana gempa bumi di sekolah masih belum ada, serta belum dilakukannya kegiatan pendidikan dan pelatihan mitigasi bencana gempa bumi dengan maksimal.