cover
Contact Name
Selma Intan Himawan
Contact Email
selma.intan@uai.ac.id
Phone
+6285711856586
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Sisingamangaraja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12110
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI
ISSN : 20879725     EISSN : 23558059     DOI : -
Jurnal AL-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan September adalah jurna; ilmiah yang mempublikasikan artikel hasil penelitan ilmiah dan ide-ide di bidang sains dan teknologi. Jurnal ini berfokus pada bidang teknik industri, teknik elektro, teknik infromatika, biologi, gizi dan teknologi pangan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2015)" : 8 Documents clear
Perancangan Sistem Radio Pengendali Robot Terbang Nirawak Octarina Nur Samijayani; Suci Rahmatia; Tio Apridinata
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v3i1.182

Abstract

Abstrak – Permasalahan investigasi, evakuasi bencana ataupun juga aplikasi pemantauan berkala pada daerah yang sangat sulit dijangkau memerlukan suatu teknologi yang dapat menjangkau daerah tersebut. Salah satu alternatif adalah menggunakan robot tanpa awak, yakni dapat berupa pesawat dalam ukuran besar ataupun robot dalam ukuran kecil. Robot terbang tanpa awak merupakan salah satu teknologi yang dapat mengintai atau mendapatkan informasi yang diperlukan di daerah yang sulit dijangkau. Robot terbang saat ini memiliki banyak kegunaan, diantaranya untuk meliput aktifitas lalu lintas, aerial photography menentukan kontur daratan, surveillance perkebunan, sampai pemupukan. Dengan mengirimkan robot terbang, manusia tidak perlu datang langsung ke tempat yang ingin dituju. Salah satu komponen penting pada robot terbang adalah sistem pengendali jarak jauh. Sistem pengendali yang dirancang pada penelitian ini memanfaatkan system komunikasi radio untuk mengendalikan robot terbang. Perancangan system dimulai dengan perancangan perangkat robot terbang kemudian perancangan system radio pengendali. Hasil uji coba sistem radio pengendali robot terbang ialah jarak terbang mencapai 200 meter, sistem komunikasi telemetri dan GPS telah berhasil digunakan untuk mengirimkan informasi ketinggian, arah, dan posisi, status batterai dari robot. Kata Kunci - Robot Terbang Nirawak, Radio Pengendali, Telemetri Abstract – The investigation and evacuation necessity after certain disaster also for monitoring system in remote area especially in danger area needs such technology that can reach that location. One of alternative is using the unmanned robot, in form of airplane or specific unmanned robot. Unmanned flying robot or Aerial Robotics can reach the remote area in order to find and record the important information. Recently, flying robot is widely used in some application area, for example for traffic monitoring, aerial photography, plantation surveillance and fertilization. One of the important components in flying robot is the controller function. In this research, the controller function is designed and sent using radio communication. The flying robot design is involving the hardware component and the radio controller. Experimental results shows that flying robot has flight range of up to 200 meters, also telemetry and GPS communication systems have been successfully used to transmit altitude information , direction,  position, and the status of the robot batteries. Keywords – Robot Terbang Nirawak, Radio Control, Telemetry
Pengaruh Pola Penggunaan Otomotif Angkutan Umum Perkotaan Terhadap Hilangnya Kapasitas Baterai Berbahan Lead Acid Secara Prematur Ahmad Juang Pratama; Hamzah Firdaus
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v3i1.178

Abstract

Abstract – Baterai berbahan Lead Acid (BLA) digunakan pada hampir semua kendaraan termasuk angkutan umum beroda empat. Kecepatan penuaan pada proses penuan BLA sangat dipengaruhi oleh cara penggunaan BLA. Pengisian yang berlebihan, akan mengakibatkan korosi dan mempercepat  penguapan  air. Bertambahannya siklus pembebanan dalam (depth of discharge), degradasi massa postifif akan terakselerasi. Beberapa kerusakan Selain itu pembebanan yang berlebihan juga akan mengakibatkan lepasnya masa positif dari grid karena proses pembebanan BLA yang melebihi seharusnya. Keawetan BLA pada Angkutan umum perkotaan sangat ditentukan pola penggunaannya. Karakteristik operasional yang sering menuntut kendaraan berhenti akan memiliki pengaruh jenis kerusakan tertentu pada komponen BLA Penelitian ini akan mengeksplorasi karakterristikoperasional angkutan perkotaan. Dengan diketahuinya karakteristik operasionalnya maka dapat disiapkan langkah antisipatif dan prediktif  dalam hal perawatan dan penggunaan BLA sehingga masa servis BLA akan lebih panjang serta meningkatkan efisiensi biaya para pemilik angkutan perkotaan. Keywords – BLA (Lead Acid Battery), transportasi perkotaan, masa servis BLA Abstract - Lead Acid batteries (BLA) is used for most of all public transport vehicles including four-wheel drive. Speed of aging battery  is strongly influenced by operational pattern and maintenance of public transport vihicle. Overcharging, will result in corrosion and accelerate the evaporation of water. With more loading cycles in the (depth of discharge), positive mass degradation will be accelerated. Moreove,  excessive load will also result in the release of a positive mass of the grid due to the excessive load can be taken by battery. The durability of the Battery on urban public transportation is also determined patterns of use. For example, operational characteristics a vehicle that often requires stopping  would have the effect of certain types of damage to the components of the battery.  This study will explore urban transport operational characteristics. By knowing the operational characteristics, a set of procedures can be set up in order to prevent premature loss of battery capacity. By using apropriate predictive maintenance procedure, the life span of battery will be longer, thus will  improve the cost efficiency for starter lead acid battery replacement.  Keywords – BLA (Lead Acid Battery), urban transport, service life BLA
Prototipe Chamber Pengaturan Suhu, Kelembaban dan Growing LED Tanaman Aeroponic Anwar Mujadin
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v3i1.183

Abstract

Abstrak – Aeroponic merupakan salah satu cara bercocok tanam dengan sistem pengkabutan, dimana akar tanamannya menggantung di udara tanpa media tanah, dan kebutuhan nutrisinya dipenuhi dengan cara spraying ke akarnya. Prototipe berbentuk chamber, hasil penelitian menunjukan, penyemprotan nutrisi ke akar sayuran disertai dengan pengendalian paparan cahaya tumbuh (light growing LED), tanaman  mampu menyerap nutrisi dan berkembang secara optimal dengan data hasil pengamatan selama satu minggu berturut turut:  ukuran kecambah naik 2 cm per hari, berat basah kecambah rata-rata 26 gram tiap pot. Kata Kunci: Aeroponics Chamber, Growing LED, Mist Maker Abstract –Aeroponic is  one way farming using fogging system, where the roots of the vegetables hangs in  the air without soil media, and nutrient requirement accomplished by spraying into root. Prototypes are chamber, observational result shown that the nutrient spraying into root of vegetables  accompanied by  esposure growing LED, the plant can be absorb nutrient optimally. With the observed data for one week respectively:  sprout size ascends 2cm per day, every pots sprout wet weight average 26 grams. Keywords:  Aeroponics Chamber, Growing LED, Mist Maker
Optimasi Penyusunan Anggaran Penjualan Menggunakan Lagrange Multiplier Widya Nurcahayanty Tanjung; Tiara Juanita
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v3i1.179

Abstract

Abstrak - Optimasi keuntungan dapat dicapai melalui berbagai macam cara, salah satunya adalah dengan merencanakan dan mengendalikan anggaran penjualan. Perencanaan dan pengendalian penjualan yang dirancang dengan baik dan tepat diharapkan mampu membantu dalam mencapai target penjualan agar memperoleh laba yang optimal. Pada umumnya, anggaran penjualan disusun terlebih dahulu sebelum menyusun anggaran lainnya. Tujuan utama pembuatan anggaran ini adalah untuk mengurangi ketidakpastian dimasa depan, memasukkan pertimbangan atau keputusan manajemen dalam proses perencanaan, memberikan informasi dalam profit planning control, serta mempermudah pengendalian penjualan. Metode Lagrange adalah metode yang digunakan untuk menentukan titik maksimum dan minimum suatu fungsi yang diiringi dengan persyaratan atau kendala yang harus dipenuhi. Metode ini berguna untuk memperoleh nilai-nilai maksimum relatif atau minimum relatif dari fungsi f(x,y) yang dipengaruhi oleh fungsi persyaratan g(x,y)=0. Langkah pertama yang dilakukan dalam optimasi anggaran ini yaitu melakukan peramalan agregat permintaan dilanjutkan dengan disagregasi permintaan ke setiap region berdasarkan kontribusi penjualan, kemudian menyusun anggaran penjualan dengan metode Lagrange Mulitplier hingga diperoleh keuntungan yang optimal. Berdasarkan hasil agregasi penjualan, jumlah produk yang harus dijual yaitu sebesar 33,331 kardus. Jumlah alokasi untuk setiap region berdasarkan hasil disagregasi penjualannya yaitu sebesar 4,267 kardus untuk Jabotabek, 611 kardus untuk West Java, 900 kardus untuk West Outer Islands, 318 kardus untuk Central Java, 400 kardus untuk East OI 2, 645 kardus untuk EOI (Dummy), 25 kardus untuk EAST OI 1, dan 26,167 kardus untuk Non XYZ Brand. Dengan demikian, jumlah anggaran penjualan tahun 2014 yaitu sebesar Rp6.594.350.758,- dengan jumlah keuntungan optimal yang dapat diperoleh perusahaan sebesar Rp 4.035.316.605,- atau sama dengan 61% dari jumlah anggaran penjualan. Kata Kunci – Optimasi, Anggaran penjualan, Lagrange Multiplier, Peramalan   Abstract – Many ways can be cultivated to reach profit optimization, such as planning and controlling in sales budgeting can be used as a method. Good in sales planning and controlling might be help to achieve sales target as an effort to get optimize profit. In general, sales’ planning is arranged as a first step before creating another budgeting plan. The main objectives in this work are minimizing uncentanty in the future, considering management judgment in planning process, giving information in profit planning control, and simplying sales control. Lagrange method can be used to determine optimum and minimum points from a function which followed by bounderies that must be filled. This method is useful to calculate relatives maximum or relatives minimum numbers from a function f(x,y) that influenced by requirement function g(x,y)=0. To finish optimizing budgeting plan, firstly, calculating the demand aggregate planning therefore continued by demand disagregations to all region based on their sales contributions. Moreover, followed by compiling sales budgeting using Lagrange Mutliplier method’s to obtain optimum profit. Based on sales aggregation result, number of product should be sales are 33.331 cartons. Number of allocation for each regions followed by sales agregations results are 4.267 cartons for Jabotabek, 611 cartons for West Java, 900 cartons for West Outer Islands, 318 cartons for Central Java, 400 cartons for East OI 2, 645 cartons for EOI (Dummy), 25 cartons for EAST OI 1, and 26,167 cartons for Non XYZ Brand. Therefore, total sales budgeting in year 2014 is Rp 6.594.350.758,- and number of optimum profit that company earn is Rp 4.035.316.605,-  or equal by 61% from total sales budgeting. Keyword – Optimization, sales budgeting, Lagrange Multiplier, Forecasting
Development Of Larvae Rainbow Fish Boesemani (Melanotaenia boesemani): Phase Depreciation of Yellow Egg, Forming Eyes and Opening of Mouth Dewi Elfidasari; Frenzysca Yuliani; Tutik Kadarini; Siti Zuhriyyah Musthofa
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v3i1.184

Abstract

Abstract – One of the factors that caused larval mortality is the availability of food which is not in accordance with the mouth opening. At the same time the larvae require considerable energy to the development of organs. The Completeness of organs used in feed searching as the eyes is also becoming important. The larvae use eyes to see the feed material in their surrounding waters. This study aimed to measure the volume of egg yolk, eye diameter and wide mouth opening during larval development rainbow fish boesemani (Melanotaenia boesemani). The stages of the research include larval maintenance, depreciation egg yolk observations, calculate the size of the increase in larval eye and mouth openings. The results of this study showed that newly hatched rainbow boesemani larvae have egg yolks, eyes and mouth. The newly hatched larvae have a yolk volume average of 0.053 mm3. Egg yolks will expire at the time of 2 days old larvae. The formation of the eye, has occurred inside the eggs and newly hatched larvae have an average diameter of eye of 0.459 mm. The newly hatched larvae have a wide mouth opening average of 0.229 mm. An larvae older than 21 days and 30 days has a wide mouth opening average of 0.82 mm and 1.725 mm. Keywords – Rainbow fish Melanotaenia boesemani, larval development, egg yolks, eyes, mouth
Analisis Model Rantai Pasok Universitas Al Azhar Indonesia Bagian II - Bidang Penelitian Syarif Hidayat; Widya Nurcahayanty Tanjung; Cinthia Amalia Marthayodha; Dian Rachmawaty
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v3i1.180

Abstract

Abstrak-Penelitian merupakan suatu hal yang penting dalam bidang pendidikan yang menuntut pelaku peneliti merumuskan suatu masalah yang ada kemudian memberikan suatu solusi untuk pemecahan masalah tersebut. Namun, di Indonesia penelitian belum dianggap suatu hal yang harus dikedepankan, Terbukti bahwa hanya ada 4,7 peneliti dari 10.000 orang di Indonesia. Salah satu tingkat pendidikan yang mendukung penuh penelitian adalah jenjang universitas. Untuk mencapai penelitian yang baik, universitas dituntut untuk melakukan segala cara agar hasil dari penelitian bermanfaat. Oleh karena itu dibutuhkan suatu manajemen penelitian yang mengatur proses penelitian tersebut. Maka dari itu dibuatlah suatu model manajemen rantai pasok penelitian di Universitas Al Azhar yang mengacu pada model ITESCM (Integrated Tertiary Educational Supply Chain Management). Penelitian ini bertujuan untuk memberikan masukan UAI agar dapat menghasilkan penelitian yang baik berdasarkan model dari pelaksanaan penelitian dan penilaian penelitian di UAI. Model manajemen rantai pasok UAI pada bidang penelitian ini memiliki batasan masalah, yaitu model yang dibuat hanya pada proses penelitian di UAI yang meliputi pelaksanaan dan penilaian penelitian. Terdapat 8 hipotesis yang diuji, yaitu pengaruh masing-masing faktor, program establishment, university culture, faculty capabilities, dan facilities terhadap pelaksanaan dan penilaian penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, dimana jumlah sampel sejumlah 100 responden yang terdiri dari 4 orang strategic level, 19 orang planning level, dan 77 orang operating level yang penentuannya berdasarkan proportional sampling. Hasil kuesioner telah diuji validasi dan reliabilitas dan hasilnya menunjukkan valid dan reliabel untuk masing-masing variabel yang ada. Model dibuat dengan software AMOS 18 dengan menggambarkan path diagram kemudian memberi input berupa hasil kuesioner dan kemudian dianalisis hasil dari pengujian goodness of fit AMOS. Setelah hasil model berupa gambar, model diterjemahkan menggunakan multiple regression linier dan dicari hubungannya. Hasil model pelaksanaan dan penilaian penelitian menunjukkan pengaruh yang dominan pada level perencanaan untuk faktor facilities. Dilihat dari nilai CR > 1,674 dengan ketentuan taraf signifikansi 5%, dinyatakan 8 hipotesis nol yang diuji ditolak, berarti ada pengaruh antar variabel yang diuji. Setelah proses kalkulasi yang dilakukan oleh software AMOS diperoleh “minimum was achieved”dan Pratio sebesar 0,803 yang berarti kedua model ini layak.    Kata Kunci: Model ITESCM, Pendidikan Manajemen Rantai Pasok, Pendidikan dan Manajemen Model Penelitian Abstract-At present, almost all the people vying to be able to feel a college education, with the intention of better prepared to face the world of work. College education should always pay attention to the quality of its graduates and research outcomes. Researchers would like to develop a model of supply chain management education at the University of Al Azhar Indonesia (UAI), which refers to the model ITESCM. This model include two basic field, i.e education and research. In education, there are two model is made, such as education development and assessment. Beside that, research is divided by two aspect, such as research development and assessment. This study aims to provide input UAI in order to produce quality graduates based on a model of education development and education assessment in UAI and then in order to produce good research based on the model of research development and research assessment in UAI.There are 8 hypotheses were tested, namely the influence of each factor, programs establishment, university culture, faculty capabilities, and facilities on the development and evaluation of education. Data was collected through questionnaires, in which a sample of 100 respondents consisting of 4 strategic level, 19 planning level, and 77 operating level determination based on proportional sampling. The results of the questionnaire has been validated and reliability tested and the results show a valid and reliable for the assessment and development of the educational and research variable. Models created with AMOS 18 software with the path diagram depicting the zoom, then give input in the form of a questionnaire and the results of the calculation of goodness of fit of AMOS. After the results of the model in the form of images, translated models using multiple linear regression and sought to do. The results of the development model of education showed a dominant influence on the strategic level for university culture factor, whereas the assessment model of education, the level of planning for the establishment program factors have a dominant influence. Judging from the value of CR > 1.671 and P < 0.05, with a significance level of 5 % provision, otherwise 8 tested the null hypothesis is rejected, it means that there is influence between the variables tested. Forth models are tested for their suitability to the real system and the results obtained show that after calculation " minimum was Achieved " and amounting pratio to 0,803 which means both models are viable.Beside that, in educational supply chain is needed input and output. Therefore, there are supplied input and output in ITESCM model. Both results obtained show that after calculation " minimum was Achieved " and amounting pratio to 0,500 which means both models are closely viableKeywords: ITESCM Model, Educational Supply Chain Management, Education and Research Model Management
Pengaruh Pakan Tepung Cannalina terhadap Pertumbuhan Mus musculus Nita Noriko; Riris Lindiawati Puspitasari; Adita Surya Doeana
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v3i1.185

Abstract

Abstrak – Gizi buruk merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, sedangkan kecukupan zat gizi dibutuhkan untuk pertumbuhan. Upaya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi terus dilakukan salah satunya dengan mencari pangan alternatif. Pada penelitian ini  bahan makanan yang digunakan adalah tepung Cannalina yang merupakan kombinasi  umbi ganyong merah (Canna edulis Kerr) dan Spirulina (Spirulina platensis).  Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai pengaruh pemberian pakan tepung Cannalina terhadap pertumbuhan, kadar glukosa dan kolesterol  darah M. musculus.  Metode penelitian adalah eksperimental  terhadap  60 ekor M. musculus (mencit)  yang dibagi atas 3 kelompok.  Kelompok kontrol yaitu yang diberi pakan makanan pelet komersial,  kelompok mencit yang makanannya merupakan 50% pelet  komersil dan 50% tepung Cannalina, serta kelompok mencit yang makanannya 100% tepung Cannalina. Hasil penelitian menunjukkan pakan tepung Cannalina 50% tidak memberikan respon positif terhadap pertambahan berat badan, panjang  badan dan berat otak  normal  M. musculus. Akan tetapi dapat mempertahankan kadar normal yang cenderung rendah  untuk glukosa  yaitu 120 mg/dl dan kolesterol yaitu 155 mg/dl.  Pemberian  tepung Cannalina 100% memberikan efek letal  pada M. musculus pada hari ke-4 pengamatan. Tepung Cannalina 50% dan 100% berpotensi untuk menurunkan berat badan, glukosa dan kolestrol darah.   Kata kunci  - Gizi buruk, kesehatan masyarakat, pangan alternatif , tepung Cannalina, pertumbuhan Abstract – Malnutrition is one of public health problem in Indonesia. Nutritional adequacy is needed for growth. The efforts is looking for alternative food. In this research food material are Cannalina flour which is combination of  red Canna edulis and Spirulina platensis. The aim of the reseach was to obtain information of granting feed Cannalina flour on the growth, blood glucose, and cholesterol level of Mus musculus. The research method was experimental to 60 of M. musculus were divided into 3 groups. The control group of M. musculus that were fed a commercial food. the second group are M. musculus that were fed a 50% of commercial food and 50% of Cannalina flour, and the third group are M. musculus that were fed a 100% of Cannalina flour. The research shows that Cannalina Flour 50% could not give a positive response to increase the weight, body length, and weight brain of M. musculus. Otherwise Cannalina flour 50% can  maintain a blood glucose and cholesterol level in normal levels that tend more lower than control. Result giving of Cannalina flour 50% for blood glucose is 120mg/dl and cholesterol level is 155 mg/dl. The giving of Cannalina flour 100% have lethal effect to M. musculus since day 4 experiment. Cannalina flour 50% and 100% are potential to lose weight gain, blood glucose, and cholesterol level. Keywords – malnutrion, public health, alternative food, Cannalina flour, growth
Model Petri Net untuk Otomatisasi Destilasi Bioethanol Dwi Astharini; Ahmad Zulkarnaen; Yaya Suryana
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/sst.v3i1.181

Abstract

Abstrak – Petri net adalah satu di antara yang digunakan untuk pemodelan sistem otomatis. Tulisan ini melaporkan penggunaan model petri net pada purwarupa alat destilasi etanol otomatis, menggunakan PLC sebagai pengendali utama. Model proses mencakup perangkat keras dan lunak. Sistem pengaturan yang dimodelkan bertujuan menjaga agar suhu dalam wadah pemanas berada dalam kisaran titik didih etanol yaitu 80 ºC, serta pengamanan perangkat terutama terkait elemen pemanas. Pemodelan sistem pengaturan dikembangkan menggunakan petri net bebas, untuk implementasi pada PLC. Implementasi menghasilkan perangkat yang secara konsisten melakukan destilasi secara otomatis, dan menghasilkan cairan dengan kadar etanol 80% dari cairan awal berkadar 40%. Kata kunci – Petri net, PLC, destilasi, pengaturan suhu, pemanasAbstract – Petri net is on of models commonly used for automation and manufacture. This paper reports the use of petri net in modeling automated distillation process of ethanol, using PLC as main controller. The model encompassed hardware and software parts of the prototype built. The control system was aimed to keep the system at ethanol’s boiling point of 80ºC, while maintaining the hardware’s safety especially the heater. Free style petri net was used, then implemented on PLC. The resulting prototype has performed consistent performance of automatic distillation, producing 80% ethanol out of 40% ethanol.Keyword – Petri net, PLC, distillation, temperature control, heater

Page 1 of 1 | Total Record : 8