cover
Contact Name
Kani Mahardika
Contact Email
kani.mahardika@email.unikom.ac.id
Phone
+6281221746321
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Dipati Ukur No.112-116, Kota Bandung, Jawa Barat
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Wilayah dan Kota
ISSN : 23557281     EISSN : 26859378     DOI : https://doi.org/10.34010/jwk
JWK: Jurnal Wilayah dan Kota is an academic journal published two times annually (April-November) by Program of Regional and City Planning (Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer) Universitas Komputer Indonesia. This journal publishes original researches in multi concepts, theories, perspectives, paradigms and methodologies on regional and city planning.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 01 (2024): April 2024" : 5 Documents clear
Pengaruh Perubahan Kebiasaan Berjalan dan Persepsi Tentang Walkability pada Niat untuk Berjalan Mahasiswa Pasca Pandemi COVID-19 Syafriharti, Romeiza; Heriandi, Fikri
Jurnal Wilayah dan Kota Vol. 10 No. 01 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jwk.v11i01.12507

Abstract

Mahasiswa merupakan salah satu kelompok yang terdampak pandemi COVID-19, yang rentan terjadi penurunan aktivitas fisik. Berjalan, sebagai salah satu bentuk aktivitas fisik, dapat mengatasi masalah kesehatan fisik dan mental. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif dan kuantitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh struktural persepsi tentang lingkungan terbangun (perceived walkability), dengan indikator keselamatan, keamanan, dan kenyamanan, serta perubahan durasi berjalan selama pandemi COVID-19 dibandingkan sebelumnya (change in walking habit) pada niat meningkatkan durasi berjalan pasca pandemi COVID-19 (intention to walk). Responden adalah mahasiswa Universitas Komputer Indonesia yang berdomisili sejak awal di Kota Bandung. Metode analisis adalah structural equation modeling – part least square dengan menggunakan SmartPLS versi 4. Temuan studi ini adalah bahwa tidak ada perubahan yang berarti pada durasi berjalan mahasiswa selama pandemi COVID-19 dibandingkan sebelumnya, ada niat untuk meningkatkan durasi berjalan pasca pandemic COVID-19, serta keselamatan, keamanan, dan kenyamanan adalah faktor yang menentukan penilaian tentang walkability lingkungan. Change in walking habit dan perceived walkability secara signifikan memengaruhi intention to walk. Perceived walkability juga memengaruhi change in walking habit. Pengaruh langsung perceived walkability pada intention to walk lebih besar daripada pengaruh tidak langsung dengan mediasi change in walking habit. Adanya peran walkability pada perilaku berjalan membutuhkan perhatian pemerintah kota untuk merencanakan kota yang ramah bagi pejalan.
Persepsi Masyarakat terhadap Implementasi dan Hubungan Indikator Green Port di Pelabuhan Panjang Agnes, Elma; Wijayanti, Goldie Melinda; Sukmawati, Dian Prasetyaning
Jurnal Wilayah dan Kota Vol. 10 No. 01 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jwk.v11i01.12571

Abstract

Konsep green port dilakukan untuk mewujudkan pelabuhan ramah lingkungan untuk mengurangi dampak negatif lingkungan akibat aktivitas pelabuhan dengan memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Pelabuhan Panjang merupakan pelabuhan yang bertaraf internasional dan saat ini sedang dalam proses transformasi menuju green port/eco-port. Masyarakat di sekitar pelabuhan merupakan salah satu stakeholder eksternal dan menjadi salah satu faktor dari pelabuhan yang berkelanjutan. Namun, pembahasan mengenai masyarakat di sekitar pelabuhan masih tergolong sedikit sedangkan masyarakat sekitar pelabuhan adalah penerima utama dari dampak negatif aktivitas pelabuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat sekitar terhadap indikator green port di daerah sekitar Pelabuhan Panjang dan menganalisis hubungan indikator green port terhadap implementasi konsep green port di Pelabuhan Panjang berdasarkan persepsi masyarakat di sekitarnya. Analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis statistik deskriptif, analisis skoring menggunakan pengukuran skala likert, dan analisis korelasi non-parametrik Kendall’s tau-b. Hasil analisis menunjukkan adanya variasi dalam persepsi masyarakat terhadap indikator green port, dan terdapat hubungan yang signifikan antara beberapa indikator green port dengan implementasi konsep green port di Pelabuhan Panjang.
Dampak Pembangunan Terhadap Suhu di Kota Bandarlampung Medy, Richard Jan; Wijayanti, Goldie Melinda; Syahputra, Andi
Jurnal Wilayah dan Kota Vol. 10 No. 01 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jwk.v11i01.12586

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh pembangunan perkotaan terhadap perubahan suhu dan kaitannya dengan perubahan iklim di Kota Bandarlampung. Peningkatan suhu signifikan di daerah perkotaan dalam beberapa dekade terakhir telah memberikan dampak yang terasa oleh semua makhluk hidup. Studi ini menggunakan metode campuran dengan desain penelitian longitudinal untuk memahami hubungan antara pembangunan dan suhu perkotaan serta dampaknya terhadap perubahan iklim. Data dikumpulkan melalui observasi, data sekunder, dan analisis citra Landsat tahun 2012 dan 2022. Analisis regresi linear berganda digunakan untuk menguji hubungan antara variabel bebas (jumlah penduduk dan NDBI) dan variabel terikat (suhu). Hasil menunjukkan bahwa perubahan suhu di Kota Bandarlampung tidak terlalu signifikan, namun Kecamatan Panjang mengalami perubahan suhu paling besar. Analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa jumlah penduduk tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap suhu, namun pembangunan perkotaan (NDBI) memiliki pengaruh yang signifikan. Temuan ini menunjukkan dampak signifikan pembangunan terhadap suhu perkotaan dan pentingnya perencanaan dan pengelolaan kota yang berkelanjutan. Hasil penelitian ini dapat membantu pemerintah daerah, pengembang, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan memastikan pembangunan yang berkelanjutan di Kota Bandarlampung.
Kajian Aksesibilitas Halte Brt Terhadap Sebaran Pemukiman Sepanjang Jalur Brt Trans Jateng (Koridor 1 Purwokerto - Purbalingga) juanita, juanita ST.
Jurnal Wilayah dan Kota Vol. 10 No. 01 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jwk.v11i01.12589

Abstract

Bus Rapid Trans (BRT) Trans Jateng Banyumas merupakan salah satu transportasi umum yang menghubungkan Kota Purwokerto – Purbalingga. Tujuan penelitian adalah mengkaji aksesibilitas halte BRT terhadap sebaran permukiman sepanjang jalur BRT Trans Jateng Koridor 1 Rute Purwokerto – Purbalingga. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan data spasial. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah teknik overlay dan buffering dengan aplikasi Arcgis 10.8. Hasil diperoleh sebagian besar mencapai 65 % buffering halte BRT terhadap pemukiman berjarak pada radius 500m – 1000m. Diperlukan dukungan fasilitas penunjang lainnya untuk mobilitas dan kemudahan akses menuju layanan BRT termasuk angkutan pengumpan lainnya.
Kajian Morfologi Kampung Kapitan Sebagai Kawasan Permukiman Tepian Air yang Berkelanjutan (Studi Kasus: Kampung Kapitan 7 Ulu, Palembang) Yansyah, Medi Ardi; Persada, Citra
Jurnal Wilayah dan Kota Vol. 10 No. 01 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jwk.v11i01.12597

Abstract

Palembang merupakan salah satu kota di Indonesia dan merupakan ibukota dari Provinsi Sumatera Selatan. Secara geografis, Kota Palembang dibelah oleh Sungai Musi menjadi dua bagian. Kampung Kapitan merupakan salah satu kawasan cagar budaya yang terletak di tepi sungai Musi tepat di sisi barat jembatan Ampera yang dikenal juga dengan daerah Tujuh Ulu. Munculnya Kampung Kapitan pada awalnya disebabkan oleh kebutuhan atau kepentingan masyarakat atas transportasi dan kebutuhan terhadap air. Perkembangan yang terjadi di Kampung Kapitan cukup pesat dan telah mempengaruhi kondisi lingkungan di kampung itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji morfologi Kampung Kapitan sebagai permukiman tepian air dan mencari tahu apakah Kampung Kapitan telah berkembang menjadi permukiman berkelanjutan. Penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan pengumpulan data berdasarkan hasil studi literatur dan observasi langsung ke lapangan. Setelah mengkaji sejarah Kampung Kapitan, faktor perkembangan morfologi, elemen morfologi, jenis tepian air, pola permukiman, dan kondisi lingkungan di Kampung Kapitan, permasalahan yang didapatkan dari perkembangan permukiman yakni masalah pada lingkungan hidup yang buruk. Morfologi Kampung Kapitan mengalami perubahan yang sangat jauh dari tahun ketahun hal ini ditandai dari berkurangnya ruang terbuka dan hilangnya area bantaran sungai yang berubah menjadi area pemukiman, kurangnya pemahaman masyarakat terkait efisiensi energi dan transportasi sehingga tidak tersedianya jalur kendaraan dan lahan parkir di Kampung Kapitan, serta perilaku hidup tidak sehat membuktikan bahwasanya lingkungan di Kampung Kapitan belum memenuhi kriteria dari lingkungan tepian air berkelanjutan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5