cover
Contact Name
Lutfiah Ayundasari
Contact Email
lutfiah.ayundasari.fis@um.ac.id
Phone
+6285646664559
Journal Mail Official
jpsi.journal@um.ac.id
Editorial Address
Jl. Semarang No.5 Kota Malang 65145, East Java
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia
ISSN : -     EISSN : 26221837     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia (JPSI) publish original research papers, conceptual articles, review articles and case studies. The whole spectrum of history learning and history education, which includes, but is not limited to education systems, institutions, theories, themes, curriculum, educational values, historical heritage, media and sources of historical learning, and other related topics.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2024)" : 15 Documents clear
Inkorporasi Hermeneutika Kritis Jürgen Habermas pada Pendidikan Sejarah Bermuatan Difficult History Ahmad, Tsabit Azinar; Mulyana, Agus; Darmawan, Wawan; Wiyanarti, Erlina
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v7i1p73-93

Abstract

Abstract: History education in the 21st century faces various challenges, especially in presenting sensitive and traumatic historical material, otherwise known as "difficult history". This paper aims to explore the relevance of Jürgen Habermas' critical hermeneutics in understanding and teaching this complex history using library research. Habermas' critical hermeneutics, which seeks to uncover structures of domination in language and social interaction and promote emancipation through democratic and inclusive dialogue, offers an approach that can free individuals from distorted historical understanding. Critical hermeneutics enables a dialogical and reflective process of meaning by using the methods of verstehen (understanding) and erklären (explanation). In Indonesia's history education context, various dark events, such as serious human rights violations, are the focus that requires this approach. Through the application of critical hermeneutics, it is hoped that history education can become a means of reconciliation and social transformation, encouraging the creation of a communicative, critical society free from the hegemony of dominating power. Abstrak: Pendidikan sejarah di abad ke-21 menghadapi tantangan yang beragam, terutama dalam menyajikan materi sejarah yang sensitif dan traumatis, atau dikenal sebagai "difficult history". Tulisan ini bertujuan untuk mengeksplorasi relevansi hermeneutika kritis Jürgen Habermas dalam memahami dan mengajarkan sejarah yang kompleks ini dengan menggunakan penelitian kepustakaan. Hermeneutika kritis Habermas, yang berupaya mengungkap struktur dominasi dalam bahasa dan interaksi sosial serta mempromosikan emansipasi melalui dialog yang demokratis dan inklusif, menawarkan pendekatan yang dapat membebaskan individu dari distorsi pemahaman sejarah. Dengan menggunakan metode verstehen (pemahaman) dan erklären (penjelasan), hermeneutika kritis memungkinkan proses pemaknaan yang dialogis dan reflektif. Dalam konteks pendidikan sejarah di Indonesia, berbagai peristiwa kelam seperti pelanggaran HAM berat menjadi fokus yang membutuhkan pendekatan ini. Melalui penerapan hermeneutika kritis, diharapkan pendidikan sejarah dapat menjadi sarana rekonsiliasi dan transformasi sosial, mendorong terciptanya masyarakat yang komunikatif, kritis, dan bebas dari hegemoni dominasi kekuasaan.
PENGEMBANGAN HISTORICAL MODULE AND LAPBOOK (HIMLAP) PERJUANGAN KARAENG GALESONG UNTUK MENINGKATAN PEMAHAMAN SEJARAH LOKAL SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 NGANTANG Rohana, Melda Amelia; Sayono, Joko; Utami, Indah Wahyu Puji
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v7i1p149-162

Abstract

Abstract:Ngantang, a region in Malang, East Java, is known for its local history detailing the struggle of Karaeng Galesong. Karaeng Galesong, a son of Sultan Hassanuddin from the Kingdom of Gowa in Makassar, actively fought against the Dutch East India Company (VOC) in East Java during the 17th century. After his prolonged struggle, Karaeng Galesong ultimately passed away and was laid to rest in Ngantang. Despite Karaeng Galesong's renown in Ngantang, numerous students in the area remain unfamiliar with the details of his struggle. This unfamiliarity stems from a dearth of references or educational materials pertaining to this particular aspect of local history. To address this issue, researchers developed the 'Historical Module and Lapbook' (HIMLAP) teaching materials, focusing on history of Karaeng Galesong's 17th-century struggle against the VOC in East Java. The objective is to deepen Ngantang students' understanding of their local history and assess HIMLAP's effectiveness as a teaching tool. HIMLAP, an innovative educational tool, merges a module with a lapbook, offering students an engaging and visually appealing learning experience. This research employs Sugiyono's Research and Development (R&D) methodology. However, this research and development phase did not progress to mass production. The validation tests conducted on the materials and teaching resources revealed that the HIMLAP teaching materials, focusing on history of Karaeng Galesong's 17th Century struggle against the VOC in East Java, are exceptionally suitable for pilot testing. In both small and large group trials, an increase in student understanding was observed, as evidenced by the improvement in scores from pretest to posttest. Given these positive outcomes, it can be concluded that the HIMLAP, detailing Karaeng Galesong's struggle, is highly feasible as a local history teaching resource in enhancing student understanding. Abstrak: Ngantang adalah salah satu wilayah di Malang, Jawa Timur yang memiliki sejarah lokal tentang perjuangan Karaeng Galesong. Karaeng Galesong merupakan salah satu anak dari Sultan Hassanuddin dari Kerajaan Gowa (Makassar) yang berjuang melawan VOC di Jawa Timur di abad ke-17. Di akhir perjuangannya, Karaeng Galesong akhirnya meninggal dan dimakamkan di Ngantang. Meskipun tokoh Karaaeng Galesong terkenal di Ngantang, namun banyak siswa di Ngantang yang tidak memahami sejarah perjuangan Karaeng Galesong. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya referensi atau bahan ajar mengenai materi sejarah lokal tersebut. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti mengembangkan bahan ajar Historical Modul and Lapbook (HIMLAP) sejarah perjuangan Karaeng Galesong melawan VOC di Jawa Timur abad ke-17. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa di Ngantang mengenai sejarah lokalnya dan menguji efektivitas bahan ajar HIMLAP ini sebagai bahan ajar sejarah lokal. HIMLAP ini merupakan bahan ajar inovatif yang menggabungkan modul dengan lapbook agar memberikan tampilan yang menarik bagi siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Research and Development (R&D) Sugiyono, namun peneliti dalam penelitian dan pengembangan ini tidak sampai pada tahap produksi masal. Dari hasil uji validasi materi dan bahan ajar oleh validator, didapatkan hasil bahwa bahan ajar HIMLAP Sejarah Perjuangan Karaeng Galesong Melawan VOC di Jawa Timur Abad ke-17 ini sangat layak untuk di ujicobakan. Dalam ujicoba kelompok kecil maupun ujicoba kelompok besar didapatkan hasil adanya peningkatan pemahaman siswa yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan hasil pretest ke posttest. Dengan adanya hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa HIMLAP perjuangan Karaeng Galesong ini sangat layak untuk menjadi bahan ajar sejarah lokal dalam meningkatkan pemahaman siswa.
PENGEMBANGAN MEDIA FLASHCARD GAME TENTANG PERTEMPURAN AMBARAWA 1945 UNTUK PEMBELAJARAN SEJARAH PESERTA DIDIK KELAS XI SMAN 1 DAMPIT KABUPATEN MALANG Sari, Dita Puspita; Sapto, Ari
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v7i1p94-104

Abstract

Abstract: This research was conducted with the objective of identifying the potential and challenges at SMAN 1 Dampit in developing flashcard game learning media on the Battle of Ambarawa material. The findings revealed that the students at SMAN 1 Dampit displayed a high level of curiosity, which was evident throughout the discussion and delivery of results. The research also identified a lack of modification in the use of learning media, which has the potential to reduce students' interest in the learning process. This, in turn, may affect students' interest in learning and understanding. The objective of this research and development is to produce and test the effectiveness of flash card game media as a history learning media for class XI students of SMAN 1 Dampit. Researchers employed the research and development model method, as proposed by Sugiyono, to achieve these goals. The results of this research and development indicate that flashcard media is an appropriate medium for history learning. This assessment is supported by the findings of the media validity test (85 percent), material validity test (95 percent), small group effectiveness test (79 percent), and large group effectiveness test (81.5 percent) Abstrak: Penelitian ini dilakukan berdasarkan potensi dan masalah di SMAN 1 Dampit untuk mengembangkan media pembelajaran flashcard game pada materi Pertempuran Ambarawa. Potensi yang dijumpai pada penelitian ini adalah peserta didik SMAN 1 Dampit memiliki rasa ingin tahu yang tergolong tinggi, hal ini dapat dilihat dari proses diskusi dan penyampaian hasil. Sedangkan, permasalahan penelitian ini adalah kurangnya modifikasi dalam penggunaan media pembelajaran, sehingga peserta didik kurang tertarik pada rangkaian proses belajar yang kemudian berpengaruh kepada minat belajar dan pemahaman siswa. Studi ini bertujuan untuk menghasilkan dan meguji efektivitas media Flash Card Game sebagai media pembelajaran sejarah untuk peserta didik kelas XI SMAN 1 Dampit. Peneliti memakai model penelitian dan pengembangan menurut Sugiyono guna membantu ketercapaian tujuan tersebut. Hasil dari penelitian dan pengembangan ini adalah media flashcard layak dipergunakan sebagai media pembelajaran sejarah berdasarkan nilai yang diperoleh yaitu sangat valid dan efektif. Penilaian ini dibuktikan dengan hasil validitas media sebesar 85 persen, validitas materi sebesar 95 persen, uji efektivitas kelompok kecil sebesar 79 persen, dan uji efektivitas kelompok besar sebesar 81.5 persen.
PEMBELAJARAN SEJARAH DI THAILAND Mantab, Porntip; Wijaya, Daya Negri
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v7i1p163-177

Abstract

Abstract: The aim of this research is to explore the current state of history education in Thailand. The research method employed is library research. Findings indicate that history education in Thailand is characterized by an emphasis on learning about historical events and developing an understanding of the nation's past. Teaching methods and approaches often prioritize reading and discussing significant historical events. One method of teaching is by emphasizing active learning, which takes various forms such as Brainstorming, Problem/Project/Case Study-based Learning, Games-based Learning, and others. The goal is to develop students' problem-solving skills and apply knowledge practically. Furthermore, knowledge acquisition is facilitated through student experiences and summaries. Various media tools like illustrations, videos, and storytelling are also utilized to enhance comprehension and enrich learning experiences. History education also emphasizes the development of analytical skills, including the examination of event origins and impacts, and encourages students to derive lessons from experiences and documentaries to create diverse and meaningful learning encounters relevant to their daily lives. Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki kondisi pendidikan sejarah saat ini di Thailand. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian perpustakaan. Temuan menunjukkan bahwa pendidikan sejarah di Thailand ditandai dengan penekanan pada pembelajaran tentang peristiwa sejarah dan pembangunan pemahaman tentang masa lalu negara. Metode pengajaran dan pendekatan pembelajaran seringkali memprioritaskan membaca dan mendiskusikan peristiwa sejarah yang signifikan. Salah satu cara mengajar adalah dengan menekankan pada pembelajaran aktif yang memiliki berbagai macam bentuk seperti Brainstorming, Pembelajaran Berbasis Masalah/Proyek/Studi Kasus, Pembelajaran Berbasis Permainan, dan lain-lain. Tujuannya adalah untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dan menerapkan pengetahuan secara praktis. Selain itu, pengetahuan juga diperoleh melalui pengalaman dan ringkasan dari para siswa. Selain itu, berbagai media seperti ilustrasi, video, dan penceritaan digunakan untuk memperkaya pemahaman dan meningkatkan pengalaman belajar. Pendidikan sejarah juga menekankan pengembangan keterampilan analitis, termasuk pemeriksaan asal-usul dan dampak peristiwa, dan mendorong siswa untuk menarik pelajaran dari pengalaman dan dokumenter untuk menciptakan pengalaman belajar yang beragam dan bermakna yang relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka.
ANALISIS POTENSI PRASASTI SEBAGAI SUMBER SEJARAH MASA HINDU BUDDHA DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS SEJARAH KEBENCANAAN PADA KELAS X SMA Ikhrom, Anisa Musyaroful; Wahyudi, Deny Yudo
Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um0330v7i1p105-120

Abstract

Abstract: Indonesia is located in a disaster-prone area. It has been recorded that since the Hindu-Buddhist era, disasters have also occurred. Curriculum requirements also require learning related to the environment. There is a need to learn the history of disasters to increase awareness of disasters. Learning using inscriptions as a source is necessary because it records various events regarding disasters and their mitigation. This research uses a descriptive qualitative method which emphasizes the analysis of historical phenomena seen from descriptive data. The data source used by the author is data found around the area where the inscription was found. The sources used are the Harinjing, Rukam, Warungahan, and Katiden I and II inscriptions. The results of this research, the inscription also mentions mitigation in its efforts to preserve the environment. The inscriptions that mention disasters are the Harinjing (flood), Rukam (mountain eruption), Warungahan (earthquake), and Katiden I and II (forest fire) inscriptions. Disaster history learning can be done using content and context aspects. The aim of the history subject, point 6, is to develop moral, humanitarian and environmental values as the basis for developing environmental historical contexts in learning. There are problems related to disasters and this is in accordance with the needs of history learning objectives, so inscriptions are included in the potential as a historical source that is included in class X high school learning because the material is related to Hindu- Buddhist. Abstrak: Indonesia terletak pada wilayah daerah rawan bencana. Tercatat sejak masa Hindu-Buddha, bencana juga sudah ada. Kebutuhan kurikulum juga menuntuk pembelajaran terkait lingkungan. Perlunya pembelajaran sejarah kebencanaan untuk meningkatkan kewaspadaan akan bencana. Pembelajaran dengan menggunakan prasasti sebagai sumber diperlukan karena mencatat berbagai peristiwa mengenai bencana dan mitigasinya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dimana menekankan pada analisis fenomena sejarah dilihat dari data deskriptif. Sumber data yang digunakan penulis adalah data temuan ditemukan di sekitar wilayah penemuan prasasti. Sumber yang digunakan yaitu Prasasti Harinjing, Rukam, Warungahan, dan Katiden I dan II. Hasil dari penelitian ini prasasti juga menyebutkan terkait mitigasi dalam upayanya menjaga kelestarian lingkungan. Adapun prasasti yang menyebutkan tentang bencana yaitu Prasasti Harinjing (banjir), Rukam (gunung meletus), Warungahan (gempa bumi), serta Katiden I dan II (kebakaran hutan). Tujuan mata-pelajaran sejarah poin ke 6 berbunyi menumbuhkembangkan nilai-nilai moral, kemanusiaan, dan lingkungan hidup menjadi dasar pengembangan konteks sejarah lingkungan dalam pembelajaran. Adanya masalah terkait bencana dan hal tersebut sesuai dengan kebutuhan tujuan pembelajaran sejarah, maka prasasti masuk dalam potensi sebagai sumber sejarah yang masuk pada pembelajaran kelas X SMA karena materi terkait Hindu-Buddha.

Page 2 of 2 | Total Record : 15