cover
Contact Name
Bagus Shandy Narmaditya
Contact Email
bagus.shandy.fe@um.ac.id
Phone
+6282234019099
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Graha Rektorat Lantai 6 Universitas Negeri Malang, Jalan Semarang 5 Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Karinov
ISSN : -     EISSN : 26206161     DOI : https://doi.org/10.17977
Jurnal Karinov concerns on the scientific enhancements in the context of community services. This journal also involves community and partnership relationship dealing with the existing phenomena. In more detail, the focus of this journal includes, but not limited to (1) Social Humanities, (2) Education, (3) Science and Technology, (4) Regional Development and (5) Community Empowerment.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2024): Januari" : 12 Documents clear
Pelatihan Penggunaan Integrated System Sebagai Teknik Pembelajaran Akuntansi Dasar Berbasis Problem Based Learning Susilowibowo, Joni; Rochmawati, Rochmawati; Listiadi, Agung; Hardini, Han Tantri; Saputra, Irwan Adimas Ganda
Jurnal KARINOV Vol 7, No 1 (2024): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v7i1p030

Abstract

Teknik pembelajaran secara separable kurang sesuai diterapkan jika materi pembelajaran terkait dengan siklus akuntansi. Selain itu, perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat ini menuntut para guru harus melakukan inovasi pembelajaran yang fleksibel dengan memberikan kemudahan bagi siswa untuk belajar dimanapun berada dan kapan saja. Oleh sebab itu tim PKM ingin memberikan pelatihan kepada guru-guru yang tergabung dalam MGMP Akuntansi SMK Kabupaten Tulungagung Jawa Timur untuk memberikan pelatihan dalam pengembangan teknik pembelajaran menggunakan Integrated System pada mata pelajaran akuntansi dasar. Metode pelaksanaan PKM terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan kegiatan yang terbagi menjadi 2 yaitu secara online dan offline, Monitoring dan Evaluasi serta tindak lanjut kegiatan. Hasil dari pengabdian kepada Masyarakat ini adalah para guru MGMP Akuntansi Kabupaten Tulungagung mendapatkan tambahan pengetahuan terkait dengan Teknik Integrated System dalam pembelajaran akuntansi dasar, peserta dapat mempraktekkan bahan ajar kartu kerja dan peserta dapat menerapkan pembelajaran di kelas menggunakan model problem-based learning. Manfaat dari adanya pelatihan ini diharapkan para guru dapat menerapkan teknik pembelajaran yang tepat, bahan ajar yang tepat serta model pembelajaran yang sesuai untuk mengajarkan materi akuntansi dasar. Kata kunci: Integrated System, Problem Based Learning, Pembelajaran Akuntansi  Abstract  Separable learning techniques are less appropriate if the learning material is related to the accounting cycle. In addition, the rapid development of information technology requires teachers to innovate flexible learning by providing convenience for students to learn wherever and whenever. Therefore, the PKM team wants to provide training to teachers who are members of the MGMP Accounting SMK Tulungagung Regency East Java to provide training in developing learning techniques using Integrated Systems in basic accounting subjects. The PKM implementation method consists of the preparation stage, the implementation of activities which are divided into 2, namely online and offline, Monitoring and Evaluation and follow-up activities. The results of this community service are that the Tulungagung Regency Accounting MGMP teachers get additional knowledge related to the Integrated System technique in basic accounting learning, participants can practice working card teaching materials and participants can apply classroom learning using the problem-based learning model. The benefits of this training are expected that teachers can apply the right learning techniques, the right teaching materials and the appropriate learning model to teach basic accounting material. Keywords: Integrated System, Problem Based Learning, Accounting Learning
Penerapan Peer-to-Peer Lending: Mendorong Pengembangan Keuangan Inklusif UMKM Purnamasari, Vidya; Wulandari, Dwi; Mukhlis, Imam; Seprillina, Linda; Cahayati, Nila
Jurnal KARINOV Vol 7, No 1 (2024): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v7i1p063

Abstract

UMKM di Kota Malang, khususnya dalam memanfaatkan fintech melalui Peer to Peer Lending (P2P). Urgensi akses P2P lending memberikan pelaku UMKM pemahaman tentang pembiayaan yang lebih sederhana dan pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kemampuan ekspansi dan inovasi dalam bisnis mereka. Berdasarkan hasil obeservasi menunjukkan kendala utama yang dihadapi oleh UMKM adalah akses pembiayaan dengan persyaratan yang rumit. Metode pengabdian dilaksanakan dengan metode pelaksanaan yang mencakup pra-kegiatan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Kegiatan dilakukan dengan melibatkan 35 anggota mitra UMKM yang tergabung dalam komunitas Komunitas UMKM Wanita di Kota Malang. Berdasarkan hasil kegiatan dalam tahap observasi menunjukkan banyak pelaku UMKM yang kesulitan memperoleh pembiayaan dari lembaga keuangan konvensional. Dalam tahapan pelaksanaan, kegiatan sosialisasi tentang P2P lending dan manajemen keuangan UMKM mendapati atensi yang sangat baik oleh UMKM. Sehingga tingkat capaian dari hasil evaluasi melalui tanya-jawab didapati 90% kegiatan pengabdian tersebut telah dapat dikatakan berhasil dalam upaya untuk membantu UMKM dalam mengakses pembiayaan yang efisien melalui pemanfaatan fintech. Kata kunci—Fintech, Peer-to-Peer Lending, UMKM Abstract The community engagement activity aims to enhance understanding and access to financing for micro, small, and medium enterprises (MSMEs) in Malang, particularly by leveraging fintech through peer-to-peer lending (P2P). The urgency of P2P lending access provides MSMEs with insights into simpler financing and the utilization of technology to boost their capacity for expansion and innovation in their businesses. Based on observational findings, the primary challenge faced by MSMEs is access to financing with complex requirements. The engagement method is executed through a series of phases, including pre-activity, activity implementation, and evaluation. The initiative involves the participation of 35 partner members from the MSMEs women community in Malang. The observational phase revealed that many MSMEs struggle to obtain financing from conventional financial institutions. During the implementation phase, activities related to P2P lending and financial management for MSMEs garnered significant attention and interest, leading to a high level of success. As evidenced by the evaluation results, achieved through question-and-answer sessions, approximately 90% of the engagement activities can be considered successful in their efforts to assist MSMEs in accessing efficient financing through fintech utilization. Keywords—Fintech, Kota Malang, Peer-to-Peer Lending, MSMEs
Perancangan Bangunan Instalasi Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kawasan Wisata Pantai Gemah Tulungagung Hajji, Apif M.; Rizal A, R, Mochammad; Sugandi, R. Machmud; Ariestadi, Dian
Jurnal KARINOV Vol 7, No 1 (2024): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v7i1p008

Abstract

Sampah merupakan masalah besar yang sering dinilai remeh oleh kebanyakan orang. Utamanya dikawasan wisata, ruang public, atau fasilitas umum. Seiring dengan pertambahan penduduk, pengembangan serta publikasi tempat wisata, maka semakin besar pula timbulan sampah yang dihasilkan. Pantai Gemah merupakan wisata pantai di Tulungagung yang menjadi destinasi utama. Hal ini dikarenakan dukungan infrastruktur dan keterjangkauan menuju lokasi pantai sangat baik. Dibuktikan dengan laju pertumbuhan wisatawan di Tulungagung yang meningkat secara signifikan pasca dibukanya Pantai Gemah untuk destinasi wisata umum. Namun begitu timbulan sampah yang ada belum mendapat pengelolaan dan pengolahan yang mumpuni. Salah satu usaha yang dapat dilakukan dalam mengelola serta mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat adalah dengan membuat Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Dalam perencanaan TPST diketahui volume timbulan sampah sebesar 9,4 m3/hari dan berat timbulan sampah sebesar 4,7 ton/hari sebeserta densitas sampah senilai 230,5 kg/m3. Dari nilai densitas sampah dalam satuan kg/m3 terdiri dari komposisi 64% sampah organic dan 36% sampah anorganik. Dari komposisi sampah tersebut akan diolah mejadi produk kompos untuk sampah organic, dan produk energi listrik untuk sampah anorganik dari hasil pembakaran (Insenerasi WtE). Target perencanaan TPST yang diusulkan adalah sebuah bangunan workshop pengolahan seluas 1010,1 m2; bangunan kantor seluas 75 m2; dan luas lahan minimal yang dibutuhkan seluas 1500 m2. Kata kunci— Pengolahan Sampah, Kawasan Wisata, Instalasi Pengolahan Sampah Terpadu Abstract Waste is a big problem that is often underestimated by most people, primarily in tourist areas, public spaces or public facilities. Along with the increase in population, development of tourist attractions, the amount of waste generated will also increase. Gemah Beach is a tourist beach in Tulungagung which is the main destination for many tourists. This is because infrastructure support and affordability to beach locations are very good. This is proven by the growth rate of tourists in Tulungagung which increased significantly after the opening of Gemah Beach as a general tourist destination. However, the existing waste production in this area has not been managed and processed adequately. One effort that can be made to manage and process waste into something useful is to create an Integrated Waste Processing Site (TPST). During planning and design of TPST, it is anticipated that the volume of waste production is 9.4 m3/day with the weight of 4.7 tons/day and the waste density of 230.5 kg/m3. The waste density value in units of kg/m3 consists of a composition of 64% organic waste and 36% inorganic waste. From the composition of this waste, it will be processed into compost products for organic waste, and electrical energy products for inorganic waste by using combustion process (WtE Incineration). The proposed TPST is a processing workshop building covering an area of 1010.1 m2; office building covering an area of 75 m2; and the minimum land area required is 1500 m2. Keywords— Waste Management, Waste Processing, Integrated Waste Processing site
Sampahku, Tanggung Jawabku: Peningkatan Kualitas Lingkungan di Kenagarian Koto Laweh melalui Pelatihan Ecobricks Cerya, Efni; Trinanda, Okki; Sari, Astri Yuza; Maulidina, Yuriza
Jurnal KARINOV Vol 7, No 1 (2024): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v7i1p034

Abstract

Koto Laweh merupakan sebuah nagari yang potensial dengan wisata alam yang menyajikan keindahan landscape pegunungan dan areal pertanian. Namun, potensi yang besar ini memiliki tantangan tersendiri dengan keberadaan sampah yang belum terkelola dengan baik. Salah satu penyebab krusial permasalahan sampah ini adalah masih rendahnya awareness masyarakat akan sampah itu sendiri. Tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Negeri Padang (UNP) terjun dalam menggugah kepedulian generasi muda yaitu dengan menggalang semangat “sampahku adalah tanggung jawabku” dan mengubah persepsi generasi muda dan masyarakat bahwa sampah bisa diubah menjadi produk yang bernilai seni dan bernilai ekonomis seperti ecobricks. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya kualitas lingkungan dengan adanya pengelolaan sampah plastic menjadi ecobricks yang diproduksi menjadi berbagai produk seperti meja, kursi, dan hiasan taman. Disamping itu, pengelolaan sampah menjadi ecobricks ini juga dijadikan alternatif program dalam kegiatan P5 (Project Penguatan Profil Pancasila) yang peduli lingkungan di sekolah-sekolah yang ada di Kenagarian Koto Laweh. Dengan hasil tersebut, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan sampah plastic yang menjadi isu pencemaran lingkungan dengan mengubahnya menjadi barang yang bernilai, dan pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas lingkungan di Kenagarian Koto Laweh. Kata kunci— Pengabdian Masyarakat, Peningkatan Kualitas Lingkungan, Ecobricks Abstract Koto Laweh is a potential village with natural tourism that presents the beauty of mountain landscapes and agricultural areas. However, this great potential has its own challenges with the existence of waste that has not been managed properly. Through service activities, these problems are unraveled one by one. One of the crucial causes of this waste problem is the low public awareness of the waste itself. The community service team of Universitas Negeri Padang (UNP) is involved in arousing the concern of the younger generation, namely by raising the spirit of “my waste is my responsibility” and changing the perception of the younger generation and the community that waste can be turned into products of artistic value and economic value such as ecobricks. The result of this activity is the improvement of environmental quality with the management of plastic waste into ecobricks which are produced into various products such as tables, chairs, and garden decorations. Besides, the management of waste into ecobricks is also used as an alternative program in the P5 (Project Penguatan Profil Pancasila) activities which care about the environment in schools in Kenagarian Koto Laweh. With these results, it is hoped that the community can utilize plastic waste which is an issue of environmental pollution by turning it into valuable goods, and in the end can improve the quality of the environment in Kenagarian Koto Laweh ing techniques, the right teaching materials and the appropriate learning model to teach basic accounting material. Keywords— Community Service, Environmental Quality Improvement, Ecobricks
Psikoedukasi Keterampilan Motorik Halus pada Orang Tua yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus Hanani, Media; Harsono, Yudi Tri
Jurnal KARINOV Vol 7, No 1 (2024): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v7i1p068

Abstract

Peran orang tua sangat penting dalam mendukung, mendidik, dan memberikan pengasuhan yang sesuai yang juga akan berpengaruh pada setiap proses tumbuh kembang anak. Namun, pada kenyataannya tidak sedikit orang tua yang masih minim pemahaman akan pentingnya pertumbuhan dan perkembangan anak, khususnya terkait dengan kemampuan motorik halus pada anak berkebutuhan khusus. Hal tersebut menjadikan kurangnya dukungan orang tua dalam memberikan stimulasi untuk mengembangkan kemampuan motorik halus yang nantinya akan dibutuhkan dalam kehidupan anak. Untuk itu Psikoedukasi ini dilakukan guna meningkatkan pemahaman orang tua dalam menstimulasi kemampuan motorik halus pada anak berkebutuhan khusus. Adapun metode yang digunakan berupa penyuluhan terkait pentingnya keterampilan motorik halus serta pemberian video demontrasi kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan guna menstimulasi keterampilan motorik halus. Hasilnya, adanya peningkatan pemahaman orang tua terkait keterampilan motorik halus setelah diberikan psikoedukasi. Kata kunci— Psikoedukasi, Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus, Keterampilan Motorik Halus Abstract The role of parents is very important in supporting, educating, and providing appropriate care, which will also influence every child's growth and development process. However, in reality, quite a few parents still have a minimal understanding of the importance of children's growth and development, especially in relation to fine motor skills in children with special needs. This results in a lack of parental support in providing stimulation to develop fine motor skills that will later be needed in the child's life. For this reason, psychoeducation is carried out to increase parents' understanding of stimulating fine motor skills in children with special needs. The method used is in the form of counseling regarding the importance of fine motor skills as well as providing video demonstrations of activities that can be carried out to stimulate fine motor skills. As a result, there was an increase in parents' understanding regarding fine motor skills after being given psychoeducation. Keywords— Psychoeducation, Parents of Children with Special Needs, Fine Motor Skills
Pelatihan Pemasaran Digital Bagi UMKM Binaan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo Sulistyowati, Raya; Sudarwanto, Tri; Mahendra, Angga Martha; Rafida, Veni; Wibowo, Lili Adi; Dirgantari, Puspo Dewi; Masharyono, Masharyono; Sul, Ratu Dintha Insyani Zukhruf Firdausi; Yohana, Corry; Fidhyallah, Nadya Fadilah; Hidayat, Nurdin
Jurnal KARINOV Vol 7, No 1 (2024): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v7i1p015

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi pelatihan digital marketing yang ditujukan untuk UMKM Binaan Dinas Koperasi Dan Usaha Mikro di Kabupaten Sidoarjo. UMKM Binaan Dinas Koperasi Dan Usaha Mikro memiliki peran krusial dalam perekonomian lokal, namun banyak di antaranya masih menghadapi kesulitan memahami dan memanfaatkan potensi digital marketing. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi efektivitas pelatihan digital marketing yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing UMKM. Metode penelitian melibatkan survei awal untuk mengidentifikasi tingkat pemahaman dan kebutuhan UMKM terkait digital marketing. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman UMKM tentang strategi digital marketing, menghasilkan peningkatan penjualan online yang substansial, serta meningkatkan visibilitas produk mereka di platform digital. Temuan penelitian ini memberikan sumbangan penting dalam pengembangan ekonomi lokal dengan meningkatkan daya saing UMKM di pasar digital. Implikasi praktisnya adalah memberikan panduan bagi pemerintah daerah dan lembaga pendidikan dalam merancang program pelatihan serupa untuk sektor UMKM lainnya. Sebagai hasilnya, penelitian ini bukan hanya menguntungkan para pelaku bisnis UMKM, tetapi juga memberikan manfaat kepada masyarakat dan pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemanfaatan strategi digital marketing yang efektif. Kata kunci— Pengabdian Masyarakat, Pengembangan Ekonomi Lokal, Digital Marketing Abstract This research discusses the implementation of digital marketing training aimed at MSMEs assisted by the Department of Cooperatives and Micro Enterprises in Sidoarjo Regency. MSMEs assisted by the Department of Cooperatives and Micro Enterprises have a crucial role in the local economy, but many of them still face difficulties understanding and utilizing the potential of digital marketing. This research aims to design, implement and evaluate the effectiveness of digital marketing training tailored to the needs of each MSME. The research method involves an initial survey to identify the level of understanding and needs of MSMEs regarding digital marketing. The research results show a significant increase in MSMEs' understanding of digital marketing strategies, resulting in a substantial increase in online sales, as well as increasing the visibility of their products on digital platforms. The findings of this research provide an important contribution to local economic development by increasing the competitiveness of MSMEs in the digital market. The practical implication is to provide guidance for local governments and educational institutions in designing similar training programs for other MSME sectors. As a result, this research not only benefits MSME business actors, but also provides benefits to the community and local government in supporting local economic growth through the use of effective digital marketing strategies. Keywords— Community Service, Local Economic Development, Digital Marketing
Psikoedukasi Asertivitas Untuk Meningkatkan Perilaku Asertif Dalam Pencegahan Kekerasan Seksual Remaja Budiarta, Muhammad Febri Alfian; Sa'id, Mochammad
Jurnal KARINOV Vol 7, No 1 (2024): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v7i1p040

Abstract

Kasus kekerasan seksual di Indonesia masih sering terjadi dengan ditunjukkannya data mencapai ribuan kasus setiap tahunnya. Terutama kasus tersebut lebih banyak melibatkan anak-anak, mengingat mereka memiliki kondisi fisik yang rentan dibandingkan orang dewasa. Oleh karena itu, kejadian kekerasan seksual ini seringkali terjadi di tingkat pendidikan Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas. Dampak yang ditimbulkan kekerasan seksual pada anak menunjukkan tingkat keparahan yang lebih tinggi daripada kekerasan fisik dan psikologis pada anak. Sehingga, perlu adanya upaya untuk mencegah tindak kekerasan seksual, salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu bersikap asertif. Asertif berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan anak untuk mempertahankan diri, tidak mudah terpengaruh, dan menjadi lebih terbuka terhadap pandangan orang lain. Selanjutnya metode yang dilakukan pada pengabdian ini yaitu dengan dilakukan program psikoedukasi pada siswa Sekolah Menengah Pertama, dengan menggunakan beberapa model kegiatan seperti ceramah, focus group discussion, dan role play. Kemudian, didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan signifikan antara pre-test dan post-test dengan adanya perlakuan psikoedukasi yang menunjukan angka signifikan 0,009 < 0,05 dan ditambah adanya peningkatan nilai rata-rata dari pre-test ke post-test yaitu 130.59 – 133.65. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa kegiatan “Psikoedukasi Asertivitas Untuk Meningkatkan Perilaku Asertif Dalam Pencegahan Kekerasan Seksual Remaja” dapat diharapkan mampu mencegah tindakan kekerasan seksual pada remaja. Kata kunci— Kekerasan Seksual, Asertivitas, Remaja, Psikoedukasi Abstract Sexual abuse cases persist in Indonesia, with annual data indicating thousands of incidents. Notably, these cases predominantly involve children, given their vulnerable physical state compared to adults. Consequently, sexual abuse incidents are prevalent in Junior High School and Senior High School settings. The impact of sexual abuse on children is notably more severe than physical and psychological violence. Therefore, proactive measures are essential to prevent sexual abuse, with one effective approach being the cultivation of assertive behavior. Assertiveness is instrumental in empowering children to protect themselves, resist external influences, and embrace openness to others' perspectives. The implemented method in this initiative includes psychoeducational programs for Junior High School students, incorporating diverse activities such as lectures, focus group discussions, and role-playing. Subsequent results reveal a significant difference between pre-test and post-test outcomes, with the psychoeducational intervention displaying statistical significance at 0.009 < 0.05. Additionally, there is a notable increase in average scores from the pre-test to the post-test, rising from 130.59 to 133.65. In conclusion, the "Psychoeducation of Assertiveness to Foster Assertive Behavior in Preventing Adolescent Sexual Abuse" initiative is anticipated to effectively deter instances of sexual abuse among adolescents. Keywords— Sexual abuse, Assertive, Adolescent, Psychoeducation
Pelatihan Produk Herbal Sediaan Teh Batang Pisang kepada Warga Binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar Dewi, Ni Luh Kade Arman Anita; Megawati, Fitria; Prayitno, Putra Hilmi; Yuda, Putu Era Sandhi Kusuma; Santoso, Puguh; Putra, I Made Agus Sunadi; Nayaka, Ni Made Dwi Mara Widyani; Cahyaningsih, Erna; Udayani, Ni Nyoman Wahyu; Juliadi, Debby; Agustini, Ni Putu Dewi
Jurnal KARINOV Vol 7, No 1 (2024): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v7i1p019

Abstract

Tujuan kegiatan pelatihan ini untuk memberdayakan warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar agar memiliki keahlian sebagai bekal berwirausaha untuk meningkatkan produktivitas dan ekonomi selepas masa tahanan, disamping untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Kegiatan pelatihan ini juga merupakan upaya diseminasi hasil penelitian tim dosen kepada mitra binaan, yang dalam hal ini ditujukan kepada warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Denpasar. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah dengan memberikan pengetahuan dan pelatihan keterampilan. Pengetahuan yang diberikan dalam bentuk penyuluhan manfaat farmakologi secara empiris maupun saintifik dari tanaman pisang secara umum maupun mengkhusus pada bagian batang pisang. Pengetahuan tambahan juga diberikan berupa strategi pemasaran produk sediaan herbal. Pelatihan keterampilan diberikan kepada warga binaan dalam bentuk pelatihan mengolah batang pisang menjadi produk sedian teh herbal dari proses awal berupa bahan segar, pembuatan simplisia batang pisang, pencampuran simplisia batang pisang dengan simplisia tambahan (daun mint dan daun stevia) sebagai komposisi teh, sampai dengan pengemasannya. Kegiatan ini dimonitoring dan dievaluasi dengan mengacu kepada keberhasilan warga binaan membuat produk herbal sediaan teh batang pisang, yangmana produk hasil karya warga binaan tersebut dipasarkan di lingkungan internal Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Denpasar. Kata kunci— Pengabdian Kepada Masyarakat, Lapas Perempuan, Teh Herbal Abstract The aim of this training activity is to empower the inmates of the Denpasar Class IIA Women's Prison to have skills to prepare for entrepreneurship to increase productivity and the economy after prison, in addition to growing self-confidence. This training activity is also an effort to disseminate the research results of the lecturer team to partners, which in this case is aimed at residents of the Class IIA Denpasar Women's Prison. The method used in implementing this activity is to provide knowledge and skills training. The knowledge provided is in the form of counseling on the empirical and scientific benefits of pharmacology of banana plants in general and specifically on the banana stem. Additional knowledge is also provided in the form of marketing strategies for herbal preparation products. Skills training is given to inmates in the form of training in processing banana stems into herbal tea products from the initial process in the form of fresh ingredients, making banana stem simplicia, mixing banana stem simplicia with additional simplicia (mint leaves and stevia leaves) as a tea composition, up to packaging. This activity is monitored and evaluated with reference to the success of the inmates in making herbal products made from banana stem tea. Keywords— Community Services, Women’s Prison, Herbal Tea
Optimalisasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga untuk Akselerasi Kesejahteraan Masyarakat Melalui Bank Sampah: Eksistensi Konsep Circular Economy Merlinda, Santi; Qurrata, Vika Annisa; Seprillina, Linda; Yusida, Ermita; Suwanan, Ahmad Fawaiq; Purnamasari, Vidya
Jurnal KARINOV Vol 7, No 1 (2024): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v7i1p047

Abstract

Sukun Berdaya memiliki bank sampah Sukun Berseri yang mengelola sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos. Namun, terdapat kendala-kendala yang memerlukan solusi penyelesaiannya, yaitu (1) minimnya pengetahuan pengurus terhadap proses pengolahan sampah rumah tangga menjadi pupuk organik, (2) ketiadaan alat pencacah, (3) penggunaan tong untuk composter yang menimbulkan bau tidak sedap, (4) kualitas pupuk yang belum memenuhi standar, (5) kemasan pupuk yang belum sesuai standar, dan (6) belum adanya distributional-chain untuk memasarkan hasil produksi pupuk. Metode pengabdian yang digunakan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu pelatihan dan pendampingan, serta pemberian alat-alat pendukung. Hasil dari program pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memproduksi pupuk kompos sesuai dengan standar. Selain itu, pemberian alat pencacah dapat meningkatkan efisiensi proses pencacahan sampah menjadi partikel yang lebih kecil. Composter bag juga dapat mencegah terjadinya pencemaran udara akibat proses composting. Pemberian kemasan dan label dapat menjamin kualitas pupuk kompos hingga sampai ke tangan pelanggan serta lebih menarik konsumen. Terakhir, pelatihan pemasaran online dan offline dapat menciptakan distributional-chain sekaligus memperluas pasar. Program selanjutnya dapat membantu dalam uji kualitas dan standar pupuk yang dihasilkan serta menjalin program kemitraan. Kata kunci— Pengabdian Masyarakat, Bank Sampah, Pupuk Kompos, Ekonomi Sirkuler Abstract Sukun Berdaya Village has a Sukun Berseri waste bank that manages household organic waste into compost. However, there are obstacles that require solutions, namely (1) the lack of knowledge of the management on the process of processing household waste into organic fertilizer, (2) the absence of shredders, (3) the use of barrels for composter that causes unpleasant odors, (4) the quality of fertilizers that have not met the standards, (5) fertilizer packaging that is not up to standard, (6) there is no distributional-chain to market fertilizer production. The dedication methods used to overcome these problems are training and mentoring, as well as the provision of supporting tools. The result of this service program is an increase in community knowledge and skills in producing compost in accordance with standards. In addition, the provision of a shredding device can increase the efficiency of the process of shredding waste into smaller particles. Composter bags can also prevent air pollution due to the composter process. Packaging and labeling can ensure the quality of compost until it reaches customers and attracts consumers more. Finally, online and offline marketing training can create a distributional-chain while expanding the market. The further program can assist in testing the quality and standards of fertilizers produced and establishing a partnership program. Keywords— Community Service, Waste Bank, Compost, Circular Economy
Peningkatan Kualitas Pembelajaran Akuntansi Melalui Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Multimedia Interaktif Articulate Storyline Susanti, Susanti; Bahtiar, Moh. Danang; Hakim, Luqman; Arif, Amirul
Jurnal KARINOV Vol 7, No 1 (2024): Januari
Publisher : Institute for Research and Community Service (LP2M), Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um045v7i1p024

Abstract

Abad revolusi industri 4.0 guru dituntut harus memahami ICT (Information and Communcation Technologies) dan mengembangkannya, guru harus mampu menyusun bahan ajar dan sumber belajar yang lebih inovatif, kreatif, dan menarik bagi siswa agar ketika proses belajar mengajar berlangsung siswa mudah menerima materi ajar yang disampaikan oleh guru. Permasalahan yang muncul pada mitra yaitu sebagian besar bahan ajar dan media pembelajaran yang digunakan selama ini masih belum memaksimalkan penggunaan teknologi informasi, selama ini mitra hanya menggunakan bahan ajar berupa bahan ajar cetak berupa buku ajar atau modul dan menggunakan media power point. Oleh sebab itu, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ingin memberikan pelatihan kepada guru-guru yang tergabung dalam MGMP Akuntansi Kabupaten Tulungagung untuk mengembangkan media pembelajaran multimedia interaktif articulate storyline berbasis website. Tujuan dari adanya pelatihan ini adalah memberikan alternatif dan solusi dalam mengembangkan bahan ajar yang terintegrasi teknologi sesuai dengan tujuan pembelajaran serta adaptif terhadap perubahan sehingga nantinya dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Kegiatan PKM ini telah terlaksana dengan lancar baik pelatihan yang dilakukan secara daring maupun luring. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh peserta sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan ini mulai awal hingga akhir kegiatan serta memberikan respon yang positif. Kata kunci— Pengabdian Masyarakat, Media Pembelajaran Akuntansi, Sekolah Menengah Kejuruan Abstract In the industrial revolution 4.0 century, teachers are required to understand ICT (Information and Communication Technologies) and develop it. Teachers must be able to prepare teaching materials and learning resources that are more innovative, creative and interesting for students so that when the teaching and learning process takes place, students easily accept the teaching material presented. by the teacher. The problem that arises for partners is that most of the teaching materials and learning media used so far have not maximized the use of information technology, so far partners have only used teaching materials in the form of printed teaching materials in the form of textbooks or modules and used power point media. Therefore, the Community Service (PKM) team wants to provide training to teachers who are members of the Tulungagung Regency Accounting MGMP to develop interactive multimedia learning media with a website-based storyline. The aim of this training is to provide alternatives and solutions in developing teaching materials that are integrated with technology in accordance with learning objectives and are adaptive to change so that later the quality of learning can be improved. This PKM activity has been carried out smoothly, both online and offline training. The evaluation results showed that all participants were very enthusiastic about participating in this training activity from the beginning to the end of the activity and gave positive responses. Keywords— Community Service, Accounting Learning Media, Vocational High School

Page 1 of 2 | Total Record : 12