cover
Contact Name
Ir. Jhon Hardy Purba, M.P.
Contact Email
jhon.purba@unipas.ac.id
Phone
+6236223588
Journal Mail Official
jhon.purba@unipas.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Universitas Panji Sakti Jl. Bisma No. 22, Banjar Tegal, Singaraja, Bali - 81117
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Agro Bali: Agricultural Journal
ISSN : -     EISSN : 2655853X     DOI : https://doi.org/10.37637/ab.v2i2
Core Subject : Agriculture,
Agro Bali: Agricultural Journal is an information media that contains articles from research, theoretical studies, and scientific writings on agriculture especially agrotechnology i.e.: agronomy, horticulture, plant breeding, soil sciences, plant protection, and other pertinent field related to plant production.
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 3 (2022)" : 27 Documents clear
Paparan Suara yang Diperlakukan pada Tanah dan Air terhadap Populasi Mikroba dan P Tersedia Tanah Asritanarni Munar; Imam Hartono Bangun; Hazen Arrazie Kurniawan; Efrida Lubis; Wilda Rina Hasibuan
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.014 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i3.1007

Abstract

Suara sebagai faktor lingkungan dapat mempengaruhi kehidupan di alam, baik makro maupun mikro, berbagai suara juga dapat mempengaruhi bentuk kristal air, seperti penelitian seorang ilmuwan dari Jepang Prof. Dr. Masaru Emoto terhadap air. Diketahui bahwa komponen ideal tanah mineral diantaranya terdiri dari 25% air dan 5% kandungan bahan organik, yang kehidupan tanah ada di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan populasi total mikroba dan P tersedia dalam tanah yang diperdengarkan suara dan diberi air yang diperlakukan suara. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium ilmu tanah Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara pada bulan Agustus sampai Oktober 2018. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terpisah dengan 3 ulangan. Petak utama adalah suara murotal (S) dengan 2 taraf, yaitu S0 = tanpa suara murotal dan S1 = dengan suara murotal.  Anak petak adalah air yang diperlakukan, terdiri dari A0 = Air tanpa diperdengarkan suara, A1 = Air yang diperdengarkan suara murotal, A2 = Air yang diperdengarkan suara kasar.  Parameter yang diukur adalah populasi total mikroba tanah dan kandungan P tersedia tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan suara secara utuh dapat meningkatkan P tersedia tanah secara signifikan dari 77,1 ppm menjadi 86,7 ppm (11,07%).
Participatory Management of Bontang Mangrove Park East Kalimantan, Indonesia Nur Patria Kurniawan; Edi Purwanto; Zahrotun Nisa’a Asih Daryono
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.185 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i3.977

Abstract

Researchers found several land-use problems arise in East Kalimantan. The un-managed wildland was studied to develop its potential. The existing potential is to build the Bontang Mangrove Park ecotourism. The ecotourism management of Bontang Mangrove Park stillcan be optimized, thus this study aims to describe the management implementation of the Bontang Mangrove Park development for the people of East Kalimantan, including aspects of planning (planning), organizing (organizing), activities (acting) and  evaluation or control This research was conducted in a year in 2021 for an year, but the data were taken from 2018 – 2021. This research is quantitative and descriptive. The population used for this study were all employees and facilitators at Bontang Mangrove Park. The sampling technique in this study used a purposive sampling technique, consisting of employees, core facilitators, and the community. The data analysis technique is used descriptively as outlined in the form of a PAOC description. Based on the results of the study, it is known that the management of Bontang Mangrove Park in terms of the management process is good, the organization is good, and the implementation categorized as very good.
Daya Saing Komoditas Ekspor Unggulan Kakao Sulawesi Tenggara, Indonesia di Pasar Internasional Masitah Masitah; Hasbiadi Hasbiadi
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.221 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i3.1025

Abstract

Salah satu sentra produksi biji kakao Indonesia adalah Provinsi Sulawesi Tenggara dengan nilai produksi sebesar 115.023 ton, dengan total nilai ekspor 1,5 miliar US$ pada tahun 2019. Nilai ekspor komoditas kakao ini pun masih tergolong cukup tinggi di masa pandemi Covid-19. Menurut data Trademap, nilai ekspor kakao Indonesia pada 2021 mencapai US$1,2 miliar, hanya turun 2,9% dari tahun sebelumnya. Permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan kakao adalah mutu produk mаsih rendаh, pengembаngаn produk hulu dan hilir kаkаo belum optimal, serta kontinuitas pasokan kakao belum terpenuhi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan ekspor komoditi kakao dan mengukur tingkat daya saing kakao Sulawesi Tenggara di pasar Internasional. Metode analisis yang digunakan untuk melihat perkembangan ekspor komoditi kakao adalah kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode studi pustaka (library research) dan menganalisis daya saing kakao Sulawesi Tenggara digunakan rumus Revealed Comparative Advantage (RCA). Data yang digunakan dalam penelitian adalah data deret waktu (time series) dari tahun 2011-2021. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, menunjukkan bahwa bahwa perkembangan ekspor komoditi kakao Indonesia pada tahun 2011-2021 mengalami fluktuasi dimana penurunan dan kenaikan terjadi selama 10 tahun terakhir sedangkan perkembangan kakao ekspor Sulawesi Tenggara dapat terlihat pada tahun 2015-2021 dengan mengalami peningkatan dan penurunan berfluktuatif. Sedangkan hasil analisis daya saing dengan menggunakan metode RCA yang dilakukan pada komoditas kakao di Sulawesi Tenggara selama periode 2011-2021 menunjukkan nilai RCA yang fluktuatif dengan rata-rata sebesar 4,8. Dengan nilai lebih dari 1 yang berarti bahwa komoditas kakao Sulawesi Tenggara memiliki daya saing yang kuat atau dapat dikatakan pula memiliki keunggulan yang komparatif.  
Pengaruh Pestisida Daun Mimba terhadap Mortalitas Kutu Daun (Aphis craccivora Koch) pada Tanaman Kacang Panjang Cokorda Javandira; I Gusti Ayu Diah Yuniti; I Gede Widana
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.722 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i3.998

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dari bulan November 2019 hingga Januari 2020 di rumah kaca Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Hutan Lindung dan Unda Anyar Kota Denpasar, Bali. Kegiatan penelitian tersebut meliputi persiapan rumah kaca, pembuatan tempat uji serangga, penanaman tanaman kacang panjang dalam polibag, perbanyakan serangga uji kutu daun (Aphis craccivora Koch), dan pembuatan pestisida daun mimba. Konsentrasi pestisida daun mimba terhadap mortalitas dan tingkat kerusakan tanaman kutu daun pada tanaman kacang panjang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental di dalam rumah kaca. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal, dengan 6 taraf dan diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan aplikasi pestisida daun mimba terhadap mortalitas dan tingkat kerusakan tanaman, berpengaruh sangat nyata, analisis variansi variabel yang diamati terhadap mortalitas dan kerusakan tanaman masing-masing memiliki nilai F hitung > dari F tabel 5%. Mortalitas tertinggi ditemukan pada perlakuan A5. Dengan konsentrasi 35 (g/l udara) mencapai 8,76 ekor, terjadinya kematian diduga karena kepekaan kutu daun Aphis dalam kontak langsung dengan pestisida daun mimba. Sedangkan tingkat kerusakan tanaman setelah aplikasi pestisida daun mimba ditunjukkan pada perlakuan A5. Konsentrasi 35 (g/l udara) memiliki tingkat kerusakan terendah mencapai 4,09%. 
Suitable Models for Describing Sulphate Desorption Kinetics in Selected Bauchi North Soils of Varying Parent Materials in the Nigerian Sudan Savanna Murabbi Aliyu; M. Abdulkadir; I.M. Azare; N. Abdu; I. S. Nuhu; A. I. Saminu
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (543.587 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i3.968

Abstract

The modelling of sulphate desorption data is critical for a proper S diagnosis and fertilizer formulation to ensure profitable crop production. Five (5) models such as first-order, second-order, Elovich, fractional power, and parabolic diffusion were used to test the best model describing sulphate desorption kinetics in some soils from Bauchi-north, Sudan Savanna, Nigeria. To achieve this, soil samples were collected from three different parent materials namely Basement complex rock and two sedimentary rocks (Kerri-Kerri Formation and Chad Formation). The study showed that the parabolic diffusion and first-order models were found to describe S desorption data satisfactorily, characterized by relatively high R2 values and lowest S.E values by soil parent materials, respectively. While, the second-order, Elovich and Fractional power equations failed to describe the kinetics desorption of sulphate in all the studied soils, as judged by their high SE values. Therefore, the better fit of S desorption data to the first-order equation is an indication of probable ligand exchange of sulphate ion during the desorption process, and to parabolic diffusion equation suggests that diffusion-controlled phenomena are rate-limiting steps. Based on the findings, we concluded that the rate of sulphate desorption kinetics in these soils is mainly controlled by diffusion-controlled phenomena, which is critical for sulphate-based fertilizer formulations and applications.
Peran Konsentrasi Rootone-F dan Jumlah Mata Tunas terhadap Pertumbuhan Akar Stek Batang Tanaman Tin (Ficus carica L.) Ayu Silviana; Sutini Sutini; Juli Santoso
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.481 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i3.1058

Abstract

Konsentrasi Rootone-F dan jumlah mata tunas merupakan salah satu perlakuan untuk merangsang pertumbuhan akar dalam stek tanaman tin. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Rootone-F dan jumlah mata tunas terhadap pertumbuhan akar stek batang tanaman tin (Ficus carica L.). Penelitian dilaksanakan di Green House Balai Penyuluh Pertanian Kebomas, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan yang diulang 3 kali. Faktor pertama adalah konsentrasi Rootone-F (R) yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0 mg-1 (R0), 150 mg-1 (R1), 300 mg-1 (R2), dan 450 mg-1 (R3) dan jumlah mata tunas (M) sebagai faktor kedua yang terdiri dari 3 taraf yaitu 2 mata tunas (M1), 4 mata tunas (M2) dan 6 mata tunas (M3), sehingga didapatkan 12 kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi konsentrasi Rootone-F dan jumlah mata tunas memberikan pengaruh nyata terhadap parameter panjang akar, jumlah akar, berat basah akar serta berat kering akar. Hasil terbaik diperoleh pada perlakuan 150 mg-1 dan 6 mata tunas.
Pengaruh Curah Hujan terhadap Produksi Ubi Kayu di Indonesia Agung Budi Santoso; Tavi Supriana; Moral Abadi Girsang
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 5, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.474 KB) | DOI: 10.37637/ab.v5i3.1051

Abstract

Ubi kayu termasuk komoditas tanaman pangan utama sebagai penghasil karbohidrat yang diusahakan di lahan kering. Budidaya di lahan kering mengakibatkan berhubungan langsung dengan perubahan curah hujan. Indonesia memiliki tiga tipe curah hujan yang berbeda; tipe ekuatorial, tipe monsun, dan tipe lokal. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pengaruh curah hujan terhadap produksi ubi kayu berdasarkan tipe curah hujan. Lokasi yang dipilih meliputi 7 provinsi yang terdiri dari Provinsi Sumatera Utara, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Tengah sebagai perwakilan tipe curah hujan ekuatorial, Provinsi Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Barat sebagai perwakilan tipe curah hujan monsun; dan Provinsi Maluku mewakili daerah tipe hujan lokal. Data sekunder yang digunakan meliputi data produksi, luas lahan, dan curah hujan. Data dianalisis menggunakan regresi panel dan uji one way anova. Hasil menunjukkan bahwa curah hujan berpengaruh secara signifikan terhadap produksi ubi kayu di ketiga daerah tipe curah hujan. Rata-rata perubahan curah hujan yang terjadi di wilayah lokal berbeda signifikan dibanding rata-rata perubahan produksi ubi kayu di wilayah tipe hujan monsun dan lokal. Sedangkan rata-rata perubahan produksi ubi kayu di wilayah monsun tidak berbeda nyata dibanding rata-rata perubahan produksi ubi kayu di wilayah ekuatorial. 

Page 3 of 3 | Total Record : 27