cover
Contact Name
Rois Leonard Arios
Contact Email
rolear72@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Raya Belimbing No. 16 A Kuranji Padang, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA
ISSN : 25026798     EISSN : 25026798     DOI : https://doi.org/10.36424/jpsb
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Penelitian Sejarah dan budaya memfokuskan pada isu sentral memuat hasil penelitian maupun kajian konseptual yang berkaitan dengan kesejarahan dan nilai budaya yang dilakukan oleh peneliti, penulis lepas, akademisi, dan pemerhati kebudayaan. Terbit 2 kali setahun (Mei dan Nopember) oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumatera Barat Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2015)" : 8 Documents clear
KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT PEDESAAN DI SIMANCUANG KABUPATEN SOLOK SELATAN PROVINSI SUMATERA BARAT Undri Undri
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.413 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v1i1.111

Abstract

Kajian ini memusatkan perhatian pada kajian bentuk kearifan lokal dalam masyarakat pedesaan di Simancuang Nagari Alam Pauh Duo Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan Provinsi Sumatera Barat. Secara metodologi, penelitian ini mengunakan metode penelitian sejarah. Hasil kajian diperoleh bahwa bentuk kearifan lokal pada masyarakat Simancuang dapat dibagi dua yakni (1) pada persawahan dan (2) hutan. Sebagian besar warga desa yang berdiri sejak tahun 1974 ini berprofesi sebagai petani padi dan masih mempertahankan cara menanam padi tradisional sehingga jumlah pupuk dan pembasmi hama berbahan kimia yang digunakan jauh lebih sedikit. Kemudian dalam bidang kehutanan, berdasarkan surat keputusan Menteri Kehutanan Nomor : SK.573/Menhut-II/2011 tanggal 03 Oktober 2011 tentang Penetapan Kawasan Hutan Lindung sebagai areal kerja Hutan Desa/Nagari Simancuang Alam PauhDuo seluas + 650 (enam ratus limapuluh) hektar di Kecamatan Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan Propinsi Sumatera Barat, dan ini merupakan dasar hukum berdirinya Hutan Nagari Simancuang Nagari Alam Pauh Duo Kabupaten Solok Selatan yang selanjutnya mendapatkan izin pengelolaan Hutan Nagari berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor: 522-43-2012 tanggal 19 Januari 2012 tentang Pemberian Hak Pengelolaan Hutan Nagari pada Kawasan Hutan Lindung seluas + 650 hektar kepada Lembaga Pengelola Hutan Nagari (LPHN) Simancuang.
SEMEN PADANG DAN POLITIK EKONOMI KOLONIAL Gusti Asnan
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.898 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v1i1.107

Abstract

This article looks at the history and development of Padang Cement Fabric in its relationship with the Dutch economic policy by the end of the 19th C. and in the beginning of the 20th C. The foundation of the oldest cement fabric in Indonesia had a close relationship with political-economic policy introduced by the Dutch colonial government, which gave many opportunities to the foreign investors to exploit its colony. Padang Cement Fabric itself only one of several fabrics, minings, and big plantations in which the investors invested their capital during the liberal era in West Sumatra. The construction of Padang Cement Fabric also represented colonial government policy in urban planning in Padang municipality. In the beginning of the 20th C., the development orientation of Padang was directed to the eastward and southward of the city. Besides that, to encourage the investors and to implement its urban planning policy, colonial government provided special supports, such as introducing regulations to reduce administrative process for investors to invest their money in this region. The government even sacrificed the native peoples in order to succeed its colonial political-economic.
MIGRASI ORANG BALI KE BAYUNG LENCIR Efrianto. A Efrianto. A
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (928.822 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v1i1.108

Abstract

Bali merupakan sebuah nama daerah dan suku bangsa yang memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan suku bangsa lain di Indonesia. Salah satu keunikan mereka adalah kebiasaan dan identitas sosial mereka terlihat sangat jelas dari bentuk dan model rumah yang mereka miliki. Orang Bali dikenal sebagai salah satu etnis yang menganut agama Hindu, sebagai penganut agama Hindu mereka miliki simbol tersendiri yang terlihat sangat jelas dari berdirinya sebuah pura di depan rumah mereka. Kondisi ini dengan sendirinya menimbulkan keunikan dan perbedaan tersendiri ketika etnis ini jauh dari daerah asal mereka di Bali. Tulisan ini inggin menjelaskan tentang bagaimana kedatangan etnis Bali di Kecamatan Banyu Lencir Kabupaten Musi Banyuasin Propinsi Sumatera Selatan. Observasi lapangan menemukan data yang menarik tentang orang Bali di Banyu Lencir.
DARI PADI KE KARET : STUDI KASUS KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI TRANSMIGRAN ASAL JAWA DI DESA NUSATUNGGAL KECAMATAN OGAN KOMERING ULU (OKU) TIMUR PROVINSI SUMATERA SELATAN Seno Seno
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.572 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v1i1.104

Abstract

Pada awalnya Desa Nusa Tunggal adalah desa transmigran asal Jawa, terutama dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Ketika dibuka pertama tahun 1970-an, para petani bekerja sebagai petani padi tadah hujan. Hal ini dilakukan karena sampai sekarang daerah ini tidak ada saluran irigasi, sehingga tanaman padi yang cocok adalah padi gaga (tanaman padi tahan kering). Mengingat padi gaga hanya dapat ditanam satu tahun satu kali, yaitu pada musim hujan, maka lambat laun petani banyak yang beralih menanam karet. Beralihnya petani menanam karet dimulai tahun 1980-an. Mereka yang menanam karet tingkat ekonominya nampak lebih baik dibandingkan dengan petani yang masihbertahan menaman padi kering (gaga). Sampai tahun 1990-an petani karet terus bertambah seiring dengan berkurangnya petani padi tadah hujan. Pergeseran penanaman padi tadah hujan ke tanaman karet terus berlangsung semakin intensif, sehingga sampai tahun 2012 seluruh petani di Desa Nusa Tunggal sudah bertanam karet, sehingga tidak ada lagi yang menanam padi tadah hujan. Adapun alasan mereka beralih menjadi petani karet, secara ekonomi lebih menguntungkan dibandingkan menanampadi tadah hujan yang hanya ditanam setahun sekali. Jika padi gaga hanya panen sekali dalam setahun, maka tanaman karet dapat menghasilkan getah yang siap jual dalam waktu dua minggu sekali, sehingga tiap dua minggu sekali mereka dapat uang hasil penyadapan karet. Selama masa enam tahun itu petani karet dapat menanam sayur mayur di sela-sela tanaman karet dan beternak sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari
SEJARAH PERKEBUNAN DAN DAMPAKNYA BAGI PERKEMBANGAN MASYARAKAT DI ONDERAFDEELING BANJOEASIN EN KOEBOESTREKKEN, KERESIDENAN PALEMBANG, 1900-1942 zusneli zubir
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2652.253 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v1i1.109

Abstract

The purposeandobject ofthis paperisarelevancebetween the existence oflarge estates, Onderneming Europeandits impact on societyin Onderafdeeling Banjoeasinen Koeboestrekenthe colonial periodin1900-1942. The method usedin this studyis the historical method to reconstruct the history of the plantationand the implications forthe development of society in Onderafdeeling Banjoeasinen Koeboestrekken. Data collection techniques use drefersto the first stage in the history ofthe process of heuristic methods, finding and collecting historical sources. Data analysis techniques with regard to the second stage, third and fourth in the history covering methods of source criticism, and historiography interpretation. Based on the research results and conclusions, the opening rubber plantations in the colonial period Onder afdeeling Banjoeasinen Koeboe strekken highly correlated with the natural conditions of this area and also the political changeskonial, open the door. There are two big companies that invest heavily large plantations of rubber namely, first, Rubber Ondernemingen Melaniain 1909 the plantingand effort trubber massively from the east end of Marga Pangkalan Balai to the west endMarga Gasing and centered in Musi Landas. Secondly, plantation Oud Wassenaar, N.V. Oliepalmenen rubber Mijnsprawling in the gutter are as ranging northern Batang Hari Leko, Marga Rantau Bayur, toits northern Marga Suak Tape, Marga Betung and Tebenan area. The relevance of the opening of a large estate with acommunity in Onder afdeeling Banjoeasinen Koeboe strekkenseenin some ways. First, the change in the position of the local elite, the Pasirah, Kerio, others Marga council officials. Secondly, helped create the “repair” the public infrastructure facilities and infrastructures there. Third, encourage the development ofeconomic activity and providea tremendous impact in the dusun-dusun marga’s. Fourth, many builders connecting road for the purposes of transportation of rubber has abroad and profound impacton the pattern of a traditional society, not only for the Malays Banjoeasin, but also to aspects of the life of the Kubu’s Banjoeasin. They began the gradual assimilation are creating Kubu’s Banjoeasin with Malay Banjoeasin due to changes in the orientation of his thinking because it began opening their areas of influence of the outside world.
MITOS BATU BATULIS DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN PADA MASYARAKAT DAYAK HALONG Sisva Maryadi
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.442 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v1i1.105

Abstract

Salah satu cara untuk mengkomunikasikan larangan-larangan dalam masyarakat adalah dengan menciptakan mitos. Mitos tersebut tidak akan efektif kalau tidak diikuti dengan sanksi atau akibat dari pelanggaran yang dilakukan. Mitos Batu batulis merupakan salah satu mitos yang masih dipercaya oleh masyarakat Dayak Halong untuk menjaga lingkungan sekitar lokasi Mitos tersebut. Pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan di sekitar Batu Batulis ini dipercaya akan mengakibatkan bencana bagi yang melanggar bahkan bisa juga berakibat pada masyarakat di kampung tersebut.
MITOS JENIS KELAMIN BAYI PADA IBU HAMIL DI MASYARAKAT MINANGKABAU Silvia Devi
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.095 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v1i1.110

Abstract

Peristiwa kehamilan pada setiap perempuan berbeda pengalamannya. Bahkan dari satu ibu saja ketika hamil anak pertama akan mengalami perbedaan dengan kehamilan anak selanjutnya. Oleh karena itu banyak mitos tanda-tanda yang ditampilkan ibu hamil dan memiliki mitos sendiri bagi masyarakat Minangkabau dalam menebak jenis kelamin bayi.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui mitos tandatanda dan usaha yang dilakukan oleh seorang ibu hamil guna mendapatkan anak dengan jenis kelamin tertentu.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dengan observasi dan wawancara dengan informan yakni tiga orang tukang urut dan lima orang perempuanyang pernah melakukan upaya mendapatkan anak berjenis kelamin tertentu. Hasil penelitian ini diketahui bahwa sebagian dari mitos tanda-tanda dan usaha yang dilakukan untuk mendapatkan anak dengan jenis kelamin tertentu diyakini kebenarannya. Namun sebagian lain tidak membuahkan hasil. Akan tetapi, hal ini tidak menyurutkan usaha dari seorang perempuan untuk mendapatkan keinginananak dengan jenis kelamin tertentu yang didambakannya.
PIMPINAN MTI TABEK GADANG PADANG JAPANG DARI MASA KEMASA Hariadi Hariadi
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.509 KB) | DOI: 10.36424/jpsb.v1i1.106

Abstract

Tulisan ini menjelaskan para pimpinan MTI Tabek Gadang dari masa ke masa. Diantara alasan yang melatarinya adalah perjalanan panjang dan pergantian kepemimpinan yang telah silih berganti. Penelitian ini adalah penelitian kwalitatif dengan pendekatan penulisan biografi. Beberapa hasil yang terungkap pemimpin MTI Tabek Gadang semenjak berdiri sampai penelianini telah silih berganti beberapa orang pemimpin. Pemimpin terdiri dari keturunan dan alumni MTI Tabek Gadang.

Page 1 of 1 | Total Record : 8