cover
Contact Name
Rois Leonard Arios
Contact Email
rolear72@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Jl. Raya Belimbing No. 16 A Kuranji Padang, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA
ISSN : 25026798     EISSN : 25026798     DOI : https://doi.org/10.36424/jpsb
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal Penelitian Sejarah dan budaya memfokuskan pada isu sentral memuat hasil penelitian maupun kajian konseptual yang berkaitan dengan kesejarahan dan nilai budaya yang dilakukan oleh peneliti, penulis lepas, akademisi, dan pemerhati kebudayaan. Terbit 2 kali setahun (Mei dan Nopember) oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumatera Barat Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2020)" : 6 Documents clear
TA’RIB (ARABISASI) ISTILAH-ISTILAH BUDAYA DALAM MAJALAH ALO INDONESIA SYAIFULLAH SYAIFULLAH
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36424/jpsb.v6i1.162

Abstract

Majalah Alo Indonesia merupakan majalah berbahasa Arab yang memuat banyak informasi keanekaragaman budaya Indonesia. Sebagai majalah berbahasa Arab banyak ditemukan kosa kata yang tidak ada padanannya dalam bahasa Arab sehingga diperlukan adanyata’rib (arabisasi). Metode yang digunakan adalah library research dengan menganalisis dan mengelompokkan data-data primer. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan morfologis yaitu memfokuskan kepada istilah-istilah budaya dalam majalah Alo Indonesia dengan memperhatikan masuknya unsur-unsur bahasa Asing ke dalam bahasa Arab dan mengganti lafaz-lafaz asing yang paling dekat dengan lafaz Arab. Hasil penelitian meliputi ketentuandan inkonsistensi ta’rib istilah-istilah budaya dan sumbangsih ketentuan ta’rib majalah Alo Indonesia.
KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBUATAN KAPAL BAGAN DI NAGARI SUNGAI NYALO MUDIAK AIA KABUPATEN PESISIR SELATAN 1980-2017 AJISMAN AJISMAN
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36424/jpsb.v6i1.150

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan menjelaskan tentang kearifan lokal pembuatan kapal bagan di Nagari Sungai Nyalo Mudiak Aia 1980-2017. Untuk mencapai tujuan tersebut digunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahap: heuristik, kritik, sintesis dan penyajian hasil dalam bentuk tulisan. Hasil kajian menunjukkan bahwa masyarakat Nagari Sungai Nyalo Mudiak Aia berkerja sebagai nelayan dan pembuat kapal bagan. Tradisi pembuatan kapal bagan masih bertahan di tengah-tengah gencarnya gelombang arus promosi pariwisata di kawasan Sungai Nyalo dan sekitarnya. Tradisi membuat kapal bagan masih diwarisi dari generasi ke generasi. Walaupun kemampuan membuat kapal bagan yang dimiliki para tukang tidak diperoleh  melalui pendidikan formal, namun hasil buatan tukang Sungai Nyalo Mudiak Aia sudah memenuhi syarat pokok dalam pembuatan kapal bagan seperti keapungan, kekuatan, dan stabilitas. Ada unsur kearifan lokal dalam mengkonstruksi bodi kapal, contohnya bodi kapal dibuat sedikit lebih lebar kebelakang atau lancip ke depan agar kapal tersebut kuat dan lebih tahan ombak. Kearifan lokal yang diajarkan tukang pada generasi muda bukan hanya tentang teknik membuat bodi kapal yang bagus, akan tetapi juga bagaimana cara memilih dan memperlakukan kayu dengan baik, mengerjakannya, hingga meluncurkan kapal ke laut.
REPRESENTASI KUCING DALAM FOKLOR SUNDA ANI ROSTIYATI
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36424/jpsb.v6i1.167

Abstract

Penggambaran kedekatan kucing terdapat dalam berbagai folklor di berbagai belahan dunia. Pada masyarakat Sunda, kedekatan tersebut direpresentasikan dalam folklor lisan Nini Anteh  dan permainan tradisional anak. Namun, kajian mendalam tentang keterkaitan keberadaan kucing dalam folklor lisan cerita rakyat Nini Anteh dan permainan tradisional anak belum pernah dilakukan. Oleh sebab itu, tujuan kajian ini adalah mengungkap representasi kucing dalam foklor lisan tersebut. Adapun metode penelitian adalah deskriptif-kualitatif dengan pengambilan data melalui studi pustaka serta wawancara mendalam pada informan yang dianggap memiliki enkulturasi penuh. Data yang telah diperoleh  kemudian dianalisis meliputi alur, makna, dan fungsinya. Hasil dari analisa tersebut diperoleh bahwa  kata  kucing dalam permainan tradisional anak merepresentasikan identitas budaya lokal dan kolektif bagi masyarakat Sunda serta media pendidikan bagi anak. Sedangkan kucing dalam cerita rakyat Nini Anteh dipandang sebagai subjek yang penting sebagai representasi dari domestikasi Nini Anteh yang menempatkan perempuan sebagai subordinat dari laki-laki dan menimbulkan ketimpangan sosial berbasis identitas gender.
PERGURUAN THAWALIB PADANG PANJANG IN THE PERSPECTIVE OF EDUCATIONAL HISTORY 1912 - 1926 Harmonedi Harmonedi
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36424/jpsb.v6i1.154

Abstract

Perguruan Thawalib Padang Panjang has contributed greatly to the nation. The history of its establishment cannot be separated from Surau Jembatan Besi. To uncover this problem the authors conducted research under the title " Perguruan Thawalib Padang Panjang in the Perspective of Educational History 1912-1926". This research aims at revealing the history of Perguruan Thawalib Padang Panjang, and its work in education. it is qualitative research through library studies. After conducting research, it was revealed that Surau Jembatan Besi, is used to implement the traditional education system, turned into Thawalib Padang Panjang, It implements a modern education system. The modernization of education is motivated by the demands of the people who need a noble, intelligent, critical, skilled generation. The renewal efforts carried out is to encourage the students with critical thinking, independent in opinion and skilled the organization, implementing classical system education, establishing teacher handbooks, and developing curriculum. The main figure in the modernization of education in Thawalib Padang Panjang is Sheikh Abdul Karim Amrullah, a charismatic cleric who has been in touch with modernization movements in the Middle East.
TRADISI SURAT MENYURAT SULTAN INDRAPURA DENGAN DEPATI KERINCI DEKI SYAPUTRA ZE
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36424/jpsb.v6i1.158

Abstract

Salah satu manuskrip yang banyak menjadi pusat perhatian para peneliti/pengkaji adalah surat kerajaan/kesultanan, selain karena surat merupakan manuskrip terawal yang dihasilkan oleh masyarakat masa lalu juga dikarenakan surat memiliki struktur tetentu dalam penulisannya. Banyak peneliti/pengkaji yang pernah menjadikan surat sebagai objek penelitian/pengkjiannya seperti halnya Gallop membahas tentang struktur surat menyurat di dunia Melayu mulai dari reka bentuk dan hiasan sampai dengan adat penggiring surat. Oleh karena itu,  penulis tertarik dengan hal ini untuk melihat tradisi yang diterapkan oleh pihak Kesultanan Indrapura dalam surat menyurat khususnya dalam mengirim surat ke para depati di Kerinci. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bertujuan untuk mengumpulkan data, menganalisis data dan perumusan. Sedangkan untuk memahami isi naskah surat, pemaknaan terhadap teks dan konten naskah menggunakan pendekatan filologi dan kodikologi. Dari naskah surat keterangan Marah Muhammad Baki gelar Tunku Sultan Firmansyah kepada Kyai Depati Empat Pemangku Lima Nan Selapan Helai Kain di dalam Alam Kerinci pada tanggal 29 Mei 1888 M, dapat diketahui tradisi surat menyurat baik struktur surat maupun adat laluan dari surat tersebut. Hal yang menarik dari tradisi tersebut adalah waktu rentang waktu pembacaan surat dari waktu surat tersebut sampai sangat lama sekali hingga sekitar tiga hari tiga malam, karena harus mengumpulkan seluruh depati di Alam Kerinci yang sesuai dengan adat purbakala. 
PERKEMBANGAN TARI MERAWAI DI PULAU LIPAN KABUPATEN LINGGA DEDI ARMAN
JURNAL PENELITIAN SEJARAH DAN BUDAYA Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Balai Pelestarian Nilai Budaya Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36424/jpsb.v6i1.163

Abstract

Tari merawai merupakan tarian yang hampir punah milik Orang Laut yang ada di Pulau Lipan, Desa Penuba, Kecamatan Selayar, Kabupaten Lingga. Tarian ini seakan hilang di Pulau Lipan dan baru kembali ditampilkan tahun 2018 lalu.  Fokus tulisan ini dua hal, yakni perkembangan tari  merawai di Pulau Lipan, Lingga dan  faktor-faktor yang menyebabkan tari merawai terancam punah. Penelitian ini adalah penelitian sejarah.  Teknik pengumpulan data adalah studi pustaka, observasi dan wawancara. Temuan tulisan ini menunjukkan tarian merawai berasal dari Pulau Lipan dan tidak ditemukan di daerah lainnya di Kabupaten Lingga. Pada periode tahun 1950-an sampai periode tahun 1990-an, tari merawai sering ditampilkan Orang Laut dalam acara  keramaian. Setelah era reformasi, tari merawai makin jarang ditampilkan Orang Laut. Dalam perkembangannya, tari merawai ditampilkan sanggar-sanggar seni yang ada di Kabupaten Lingga dalam event kesenian, tetapi personilnya bukan Orang Laut. Tari merawai yang ditampikan juga sudah tari kreasi. Sejumlah pelaku tari merawai di Pulau Lipan masih ada namun pewarisan tari merawai juga tidak berjalan. Generasi muda Orang Laut lebih tertarik dengan kesenian modern.

Page 1 of 1 | Total Record : 6