cover
Contact Name
Zainal Abidin
Contact Email
zainal.abidin@fisip.unsika.ac.id
Phone
+6282117345670
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Perum. Pemda Sukaharja Blok G2 No. 1. Rt.01/Rw.09. Desa Sukaharja. Kecamatan Telukjambe Timur
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Politikom Indonesiana
ISSN : -     EISSN : 25282069     DOI : https://doi.org/10.35706
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Politikom Indonesiana, adalah jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang. Jurnal ini berisi tentang kajian-kajian Ilmu Pemerintahan, Ilmu Politik dan Ilmu Komunikasi. Melalui kerjasama UNSIKA dan UNPAD, maka jurnal Politikom Indonesiana diharapkan menjadi jurnal Nasional dan akan diterbitkan dua kali dalam satu tahun.
Articles 230 Documents
BERITA PENEGRIAN UNSIKA PADA KORAN LOKAL KARAWANG (Analisis Framing tentang Berita Penegerian Universitas Karawang Di Koran Gapura Dan Radar Karawang) Ana Fitriana
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 1 No 1 (2016): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.834 KB) | DOI: 10.35706/jpi.v1i1.350

Abstract

Berita Penegrian Unsika Pada Koran Lokal Karawang
STRATEGI BRANDING BIRO HUMAS KOTA BOGOR DALAM PELAKSANAAN PROGRAM BOGOR SMART CITY Ilham Gemiharto
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.065 KB) | DOI: 10.35706/jpi.v3i1.1415

Abstract

ABSTRAK  Smart city merupakan strategi untuk menghadapi permasalahan yang semakin meningkat di perkotaan agar tercapai pembangunan yang berkelanjutan dan dapat meningkatkan kualitas hidup warganya. Beberapa kota besar di Indonesia mulai melaksanakan program smart city. Smart city diharapkan mampu memecahkan permasalahan yang tengah dihadapi oleh beberapa kota besar di Indonesia, seperti permasalahan lingkungan, permasalahan transportasi umum, permasalahan sosial, krisis ekonomi, pelayanan publik oleh pemerintah dan lain sebagainya. Untuk mewujudkan Bogor Smart City, setidaknya ada lima indikator yang harus dipenuhi sebuah kota untuk memenuhi predikat Smart City antara lain mencakup hal-hal seperti ekonomi pintar (smart economy), Mobilitas pintar (smart mobility), Lingkungan pintar (smart environment), kehidupan pintar (smart living), masyarakat pintar (smart people) dan pemerintah pintar (smart governance).Penelitian mengenai strategi Humas Pemerintah Kota Bogor dalam pelaksanaan program Bogor Smart City ini menggunakan metodologi kualitatif. Metode analisis penelitian yang digunakan adalah analisis studi kasus berdasarkan metode, data, dan triangulasi sumber. Sedangkan metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan berupa obsevasi, wawancara mendalam.Berdasarkan hasil penelitian ini strategi branding Humas Kota Bogor dalam Program Smart City Kota Bogor sudah cukup efektif, hal ini terlihat dari hasil wawancara mendalam dengan informan dan narasumber penelitian yang menyatakan bahwa pernyataan yang diberikan signifikan dengan efektivitas strategi komunikasi yang dilakukan. Upaya komunikasi melalui berbagai media dinilai sudah efektif namun terdapat media yang perlu ditingkatkan agar pemasaran dapat berjalan lebih optimal, yaitu melalui media daring (online), baik melalui media sosial maupun website. Kata kunci: strategi branding, biro humas, smart city, Kota Bogor.    
POLITIK SELEBRITAS DI INDONESIA: STUDI KOMPARASI PEMILU LEGISLATIF TAHUN 1999, 2004 dan 2009 Maulana Rifai
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 1 No 2 (2016): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.302 KB) | DOI: 10.35706/jpi.v1i2.588

Abstract

Abstrak Paska jatuhnya rezim Suharto tahun 1998, telah mengubah karakteristik dalam sistem pemilu dimana membawa tren baru dalam politik Indonesia dimana salah satu fiturnya adalah meningkatnya angka selebritis maju sebagai pejabat publik. Dimulai tahun 1999 dengan 2 kandidat selebritis, kemudian bertambah menjadi 24 kandidat di tahun 2004, lalu membludak di tahun 2009 dengan total 61 kandidat yang mencaleg-an diri. Pada pemilu-pemilu tersebut, tiga sistem berbeda digunakan yang mempengaruhi perilaku aktor politik, elit partai, dan kandidat untuk berkompetisi dalam pemilu. Tidak seperti pemilu pada masa Orde Baru, selebritis sering digunakan sebagai alat kampanye untuk meraih simpati konstituen daripada menjadi kandidat. Penelitian ini menganalisis persepsi pemilih terhadap caleg artis yang berkontestasi dalam pemilu 1999, 2004, dan 2009 dengan menganalisis sikap pemilih terhadap afiliasi partai dari kandidat selebriti, kepribadian,dan juga gaya kepemimpinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berbasiskan pada analisis deskriptif analitis. Hasilnya ditemukan bahwa caleg selebriti gagal dalam meraih simpati publik sebagaimana hasil pemilu 2009 menunjukan lebih dari 2/3 dari mereka kalah oleh politisi konvensional. Hal ini mengkonfirmasi bahwa popularitas tidak berbanding lurus dengan elektabilitas, namun faktor kompetensi dalam bidang politik yang berperan penting. Pemilih lebih mengacu pada profesionalisme daripada populisme murahan dalam membuat pilihannya 
PERAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGAWASAN PEMILIHAN UMUM SERENTAK ANGGOTA LEGISLATIF DAN PILRES TAHUN 2019 Nurkinan Nurkinan
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.238 KB) | DOI: 10.35706/jpi.v3i1.1409

Abstract

ABSTRAK SESUAI amanat konstitusi, Pemilu Legislatitf, Pilpres dan Pilkada  merupakan sarana perwujudan kedaulatan rakyat, sekaligus sarana aktualisasi partisipasi masyarakat sebagai pemegang kedaulatan dalam penentuan jabatan publik. Sebagai pemegang kedaulatan, posisi masyarakat dalam Pemilu bukanlah obyek untuk diekploitasi  dukungannya, melainkan ditempatkan sebagai subyek, termasuk dalam mengawal integritas Pemilu, salah satunya melalui pengawasan. Bawaslu sebagai lembaga yang mempunyai mandat untuk mengawasi proses Pemilu membutuhkan dukungan banyak pihak untuk aktivitas pengawasannya. Salah satunya  adalah dengan mengajak segenap, kelompok masyarakat sipil untuk terlibat dalam partisipasi pengawasan. Keterlibatan masyarakat dalam Pemilu tidak hanya sekedar datang dan memilih, tetapi juga turut melakukan pengawasan atas potensi adanya kecurangan yang terjadi serta melaporkan kecurangan tersebut kepada Bawaslu sebagai lembaga yang bertugas mengawasi proses Pemilu.       Kata Kunci  : Pemilu, Bawaslu, Partisipasi Masyarakat
Indirect Illocutionary Acts of Interrogative Mood in English Quotes: A Functional Grammar Dini Sri Istiningdias
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 1 No 2 (2016): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.778 KB) | DOI: 10.35706/jpi.v1i2.618

Abstract

Abstract: This thesis is entitled Indirect Illocutionary Acts of Interrogative Mood in English Quotes: A Functional Grammar. The writer analyzes English Quotes which published in Brainy Quotes, Disney Words, and Goodreads based on some aspects of functional grammar. In this research, the analyzes are based on the theory of Functional Grammar proposed by Halliday and Mathiessen (2004) and supported with illocutionary acts theory proposed by Downing and Locke (1992) in Deterding (2001), and speech function theory proposed by Eggins (1994) in Emilia (2014). This research uses a descriptive analysis method. The data source is the English Quotes which published in Brainy Quotes, Disney Words, and Goodreads. The research results described the items of data consisting of fifteen (15) Indirect Illocutionary Acts of Interrogative Mood, include four (4) data of Quotes with Yes/No-Interrogative as a Command/Request, two (2) data of Quotes with Yes/No-Interrogative as an Exclamation, five (5) data of Quotes with Wh-Interrogative as a Command/Request, and four (4) data of Quotes with Wh-Interrogative as an Exclamation
Deradikalisasi Pengikut Hizbut Tahrir Indonesia Pasca Terbitnya Perppu No.2 Tahun 2017 Tentang Ormas Mochamad Faizal Rizki
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.246 KB) | DOI: 10.35706/jpi.v3i1.1420

Abstract

 Abstrak HTI yang merupakan cabang dari Hizbut Tahrir (HT) adalah organisasi politik yang bertujuan untuk mendirikan khalifah al-Islamiyyah (khilafah Islam) di dunia. Berbeda dengan induknya yang menggunakan cara-cara kekerasan dalam percobaan mengambil alih kekuasaan di beberapa negara, HTI dianggap sebagai organisasi tanpa kekerasan, meskipun bergerak secara damai organisasi ini dianggap radikal, sulit terdeteksi dan berbahaya karena secara terstruktur dan sistematis melakukan infiltrasi pemikiran pendirian khilafah serta penolakan terhadap demokrasi, ideologi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Meskipun pemerintah telah mencabut status badan hukum HTI sebagai organisasi dan dihentikan segala aktivitasnya melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan, namun infiltrasi pemikiran radikal yang telah tertanam dan yang masih terjadi harus segara ditanggulangi. Tulisan ini menggambarkan apakah model program deradikalisasi yang meliputi sarana fasilitasi, sarana edukasi dan diseminasi informasi, sarana partisipasi, sarana keteladanan dan sarana koordinasi sudah efektif untuk pengikut HTI, Program deradikalisasi tersebut bertujuan menghilangkan dari pemikiran radikal dan kembali kepada ideologi Pancasila dan UUD 1945. Kata Kunci: Hizbut Tahrir Indonesia, Radikal, Deradikalisasi,
PEMASARAN SOSIAL IURAN PUBLIK MELALUI NEW MEDIA PADA GERAKAN INDONESIA MENGAJAR Tri Susanto
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 1 No 2 (2016): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.282 KB) | DOI: 10.35706/jpi.v1i2.623

Abstract

Komunikasi pemasaran sosial merupakan strategi pemasaran Intangibility product yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan organisasi non-profit untuk memasarkan ide-idenya agar dapat merubah perilaku individu dan sekelompok orang. Kampanye sosial dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku masyarakat dari bermacam-macam isu yang dihadapi oleh sebuah negara. Kegiatan iuran publik merupakan salah satu usaha gerakan Indonesia Mengajar dalam melakukan promosi sebagai salah satu pilar pendanaan gerakan sosial ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi komunikasi iuran publik dengan pendekatan komunikasi pemasaran sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan strategi studi kasus yang mengambil aktivitas iuran publik yang dilakukan melalui new media menghubungkan kegiatan pengajar muda dari berbagai daerah penempatan dengan masyarakat . Data utama diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi. Temuan penelitian memberikan gambaran Strategi Komunikasi pemasaran sosial yang dilakukan oleh Indonesia Mengajar pada iuran publik dengan target pendanaan dari masyarakat 33%. Kegiatan iuran publik ini menghubungkan interaksi offline yaitu kegiatan Pengajar muda di seluruh penempatan dengan interaksi online yaitu media sosial sebagai saluran utama dalam pemasaran sosial yang bertujuan membangun brand awareness terhadap iuran publik, melalui new media informasi yang berikan lebih luas sehingga diharapkan menjangkau sasaran target adopter yang lebih jauh. Target adopter Iuran publik merupakan multiplayer yang tidak hanya menyumbangkan dana namun juga tenaga dan pemikiran dalam usaha memajukan pendidikan di pelosok Indonesia
INSTRUCTIONAL COMMUNICATIONS AT EARLY CHILDHOOD EDUCATION (PAUD) AT-TAQWA KARAWANG Descriptive Qualitative Studies about Communications Instructional in Teaching and Learning Process at PAUD At-Taqwa Karawang Fajar Hariyanto
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 3 No 1 (2018): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.481 KB) | DOI: 10.35706/jpi.v3i1.1425

Abstract

ABSTRACTThe ability and credibility of teachers in educating students in the school environment, can be achieved by providing useful and meaningful lessons. Student learning outcomes in the end is shown by the change of behavior so that it can be said that the learners' learning outcomes have been reached optimally.Based on the above exposure, then the purpose of research that researchers do is the researchers want to study more deeply about instructional communication in teaching and learning process so that the achievement of learning outcomes in early childhood in At-Taqwa Karawang.Based on backgroundabove.In this study researchers used qualitative methods with qualitative descriptive approach. While the approach on descriptive research is intended for the exploration of a content specification and instructional objectives, assess entering behavior in teaching and learning process, determination instructional strategies, and organize instructional units at PAUD At-Taqwa Karawang.Referring to the results of the research, the researchers draw the following conclusions; The instructional content specification and instructional objectives are the preparatory stage wherePAUD At-Taqwa Karawang teacher prepares both in writing and orally; Assessment of entering behavioris the stage where the teacher makes a preliminary estimate of the learner by understanding the target situation and condition, psychological, and initial ability that the learner has; Determination of Instructional Strategiesused by At-Taqwa PAUD to convey information to learners. There are two strategies that used expository strategy and inquiry strategy; Organization of Instructional Unitsis the phase where the teacher convey material in the form of knowledge to learners that refers to the theme along with subtema learning. Keyword: Instructional communication, PAUD, Karawang
Jurnal Politikom Indonesiana nurkinan nurkinan
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 2 No 1 (2017): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.295 KB) | DOI: 10.35706/jpi.v2i1.931

Abstract

TIM PENGELOLA JURNAL POLITIKOM INDONESIA VOL 2 NO 1 (2017)
Kajian Situasi dan Kondisi Anak Korban Pariwisata Seks di Lingkungan Wisata Kota Makassar Rahmat Hidayat
Jurnal Politikom Indonesiana Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Politikom Indonesiana
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jpi.v3i2.1652

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh situasi dan kondisi korban pariwisata seks anak (ESKA) beberapa tahun belakangan ini menjadi sorotan berbagai kalangan. Besaran jumlah kasus setiap tahunnya meningkat cukup signifikan. Meskipun belum ada data yang pasti mengenai jumlah dan sebaran khususnya di Makassar, namun di duga perkembangan Eksploitasi Seks/Komersial Anak (ESKA) semakin memprihatinkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji situasi dan kondisi korban pariwisata seks anak dari sisi latar belakang geografis korban dan keluarganya, faktor penyebab korban terjerat sebagai korban pariwisata seks anak, umur, dan pendidikan korban. Lokasi penelitiannya adalah dalam lingkungan Wisata Kota Makassar yang terdiri dari lokasi pantai Losari,Tanjung Bayam, Tanjung Merdeka, Tanjung Bunga, Paotere,Tanjung Bayam, di lokasi pulau yang memiliki daya tarik oseanorium misalnya Khayangan,Samalona, di Lokasi Benteng Roterdam, Lokasi Somba Opu, Trans Studio, dan beberapa lokasi wisata lainnya yang ada di Makassar. Wawancara penelitian dilakukan denganKepolisian Resort Kota Makassar, Lembaga Perlindungan Anak, pekerja sosial, staf medis, penduduk setempat, tokoh masyarakat atau tokoh agama, pengelola industri wisata, mucikari/germo, dan korban pariwisata seks anak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masuknya anak-anak kedalam industry seks, disebabkan oleh karena berasal dari keluarga miskin, anak-anak yang mendapat perlakuan salah dan penindasan, paksaan, penipuan serta situasi keluarga yang tidak nyaman dan bahkan mereka mendapat kekerasan fisik dan seksual di dalam rumahnya sendiri sebelum dikirim ke industri pariwisata, selain itu pengaruh media televisi yang menampilkan nilai komsumerisme dan gaya hidup perkotaan, padahal anak-anak yang berasal dari pinggiran kota dan pedesaan belum mampu memiliki nilai-nilai tersebut. Hal lain disebabkan oleh situasi dimana anak-anak yang berada di daerah wisata rentan untuk menerima eksploitasi seksual dari pelaku kejahatan seksual. Ditinjau dari segi umur dan pendidikan, pada umumnya anak-anak yang menjadi korban memiliki usia sekitar 16-18 tahun, anak sekolahan (SMA), bahkan ada diantarnya hanya sampai pada jenjang SMP lalu putus sekolah.Kata Kunci: Situasi Dan Kondisi, Anak Korban Pariwisata Seks, Lingkungan Wisata

Page 8 of 23 | Total Record : 230