cover
Contact Name
Selvi Qomariah
Contact Email
selviadp09@gmail.com
Phone
+6282231230066
Journal Mail Official
lppmnhm@yahoo.com
Editorial Address
Jl. RE. Martadinata No. 45 Bangkalan Madura
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan
ISSN : 19793340     EISSN : 26857987     DOI : https://doi.org/10.36089/job
Core Subject : Health, Science,
JURNAL ILMIAH OBSGIN is a national midwifery journal which publishes scientific works for midwives, academic people and practitioners. Welcomes and invites original research article in midwifery, including : Birth | Pregnancy | Newborn | Adolescence | Family Planning | Climacterium | Midwifery Community | Education in midwifery | complementary therapy in midwifery
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 11 No 2 (2019): SEPTEMBER" : 7 Documents clear
PENGARUH AROMA KULIT JERUK MANIS (CITRUS AURANTIUM) TERHADAP EMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER 1 Zakkiyatus Zainiyah; AAN MARETA WIRYADINATA; JAMIATUR R; NOVIA EKA FIDIANAH; RISKA DIAN LARAWATI
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 11 No 2 (2019): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mual muntah merupakan suatu keadaan mual yang terkadang disertai muntah. Sebanyak 70-85% wanita mengalami mual muntah. Berdasarkan data kunjungan awal ibu hamil di Pustu Tunjung Burneh pada bulan Oktober 2016 ibu hamil trimester 1 berjumlah 21 orang, mengalami mual muntah sebanyak 16 (76,1%), dan tidak mengalami mual muntah sebanyak 5 orang ibu hamil. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh pemberian aroma kulit jeruk manis (citrus aurantium) terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester 1 Metode penelitian ini bersifat pra eksperimental..Rancangan penelitian menggunakan model one group pre-test post-test. Variabel independen dalam penelitian ini adalah Aroma kulit jeruk manis (citrus aurantium). Variabel dependennya adalah mual muntah. Intrumen yang digunakan lembar wawancara. Populasi diambil seluruh ibu hamil trimester I yang mengalami emesis gravidarum diWilayah kerja Pustu Tunjung Burneh Bangkalan sebanyak 15 responden. Hasilnya dianalisa menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruhnya 14 responden menurun dan 1 responden menetap karena faktor paritas ibu primigravida kurang informasi tentang gejala mual muntah yang dialami ibu serta cara pencegahannya dengan menggunakan aroma kulit jeruk manis (citrus aurantium). Berdasarkan uji statistik menggunakan independent T-Test diperoleh p value 0,001 < 0,05 sehingga H1 diterima. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa ada pengaruh pemberian aroma kulit jeruk terhadap penurunan frekuensi mual muntah pada ibu hamil. Berdasarkan hasil diatas diharapkan Bidan dapat melakukan perannya dalam memberikan referensi dan solusi kepada seluruh ibu hamil trimester 1 yang mengalami mual muntah, agar lebih mencegah atau mengurangi frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester 1
POLA NUTRISI DAN MOBILISASI MASA NIFAS MENURUT BUDAYA MADURA Lelly Aprilia Vidayati; Liwaul Wilaya; Mailah Mailah
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 11 No 2 (2019): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola nutrisi dan mobilisasi yang baik saat nifas dapat mempengaruhi produksi ASI dan pengeluaran lochea pada ibu nifas. Bila status gizi ibu nifas normal, kemungkinan besar akan mempengaruhi bayi karena produksi ASI yang cukup. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pola nutrisi dan mobilisasi ibu nifas. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif (deskriptif kualitatif) informan peneliti adalah 5 orang ibu nifas, 5 orang ibu kandung /ibu mertua ibu nifas, 2 orang dukun / sesepuh masyarakat Prenduan. Tekhnik pengumpulan data menggunakan wawancara (interview). Hasil penelitian didapatkan, masih ada yang percaya tentang budaya pantangan makanan saat nifas yaitudilarang makan ikan laut, terasi, toge dan kecambah, udang, cumi, ayam, telur dan sayur kelor. Makanan /minuman yang pedas dan dingin serta mobilisasi ibu nifas yaitu harus selekas mungkin berjalan dan melarang ibu nifas menekuk kakinya, tidur miring serta menggunakan stagen yang disarankan oleh orang tua, dukun /sesepuh masyarakat. Diharapkan petugas kesehatan dapat memberikan informasi, edukasi (KIE) tentang gizi yang baik untuk ibu nifas, suami, ibu kandung / mertua dalam rangka mencegah pola nutrisi dan mobilisasi masa nifas yang salah dan merugikan kesehatan ibu dan bayi
PENGARUH KECEMASAN, USIA, DAN FAKTOR BUDAYA PADA IBU NIFAS POST SC TERHADAP PELAKSANAAN MOBILISASI DINI Dian Eka Januriwasti
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 11 No 2 (2019): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v11i2.206

Abstract

Kecemasan pada ibu nifas post SC adalah masa dimana ibu merasa khawatir dan cemas dengan kemampuan melakukan mobilisasi dini. Hasil study pendahuluan di dapatkan dari 44 orang ibu nifas post SC yang melakukan operasi caesar di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebuh Bangkalan dan yang mengalami kecemasan sebanyak 44 (100%). Tujuan penelitian ini adalah Menganalisis pengaruh kecemasan, usia dan faktor budaya pada ibu nifas SC (post sectio caesaria) terhadap mobilisasi dini di Ruang Irna C RSUD Bangkalan. Penelitian ini menggunakan Analitik dengan pendekatan Cross Sectional Variabel Independen yaitu kecemasan, usia dan faktor budaya dan variabel dependennya adalah Mobilisasi dini. Populasi penelitian adalah seluruh ibu nifas post SC di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebuh Bangkalan sebanyak 27. Dengan sampel 27 responden menggunakan probablity sampling dengan tekhnik simple random sampling.Instrumen yang digunakan kuesioner, dengan menggunakan uji statistik Lamda. Penelitian ini sudah di uji etik oleh tim KEPK STIKes Ngudia Husada Madura. Hasil penelitian menunjukkan kecemasan menunjukkan baik (49%), pada usia cukup (67%) dan faktor budaya cukup (81,4%) Berdasarkan hasil uji statistik spearman rank didapatkan hasil p value(0,038)<a (0,05) sehingga H0 diterima. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan kecemasan, usia dan faktor budaya pada ibu nifas post SC di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebuh Bangkalan. Diharapkan bagi para medis untuk dapat meningkatkan pelayanan baik dalam promosi kesehatan seperti sosialisasi dan penyuluhan tentang Persiapan menghadapi persalinan operasi caesaria sehingga ibu dapat mempersiapkan persalinan operasi caesaria dan dapat mengurangi kecemasan.
PERCEPATAN PENYEMBUHAN LUKA POST SC PADA IBU NIFAS YANG MENGKONSU SI TELUR REBUS Dwi Wahyuning Tyas
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 11 No 2 (2019): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SC (Sectio caesarea) adalah suatu pembedahan guna melahirkan janin lewat insisi pada dinding abdomen dan uterus. Sectio caesarea merupakan persalina buatan, sehingga janin dilahirkan didinding perut dan dinding rahim agar anak lahir dengan keadaan normal dan sehat (Jitowiyono, 2012). Berdasarkan kenyataan dilapangan masih banyak ibu nifas post SC antara yang mengalami keterlambatan penyembuhan luka. Tujuan dari penelitian ini Menganalisis perbedaan penyembuhan luka post SC yang mengkonsumsi telur rebus dan yang tidak mengkonsumsi telur rebus di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan. Penelitian ini menggunkan Quasy Experiment Desain dengan pendekatan post test with Control Group Design. Variabel independennya adalah konsumsi telur rebus sedangkan variabel dependennya adalah penyembuhan luka SC. Jumlah populasi 22 dengan sampel 11 ibu nifas kelompok perlakuan dan 11 ibu nifas kelompok kontrol yang diambil secara Purposive Sampling, dan analisis data dengan uji Mann Whitney dengan a = 0,05. Hasil penelitian di dapatkan bahwa ibu nifas post SC yang mengkonsumsi telur rebus semua responden mengalami penyembuhan luka secara normal (100%) dan yang tidak mengkonsumsi telur rebus 4 responden mengalami penyembuhan luka secara normal (36,4%) dan yang mengalami keterlambatan penyembuhan luka sebanyak 7 responden (63,6%). Berdasarkan uji statistic Mann Whitney menunjukan bahwa p value = 0,002 <0,05, sehingga dapat di tarik kesimpulan bahwa ada perbedaan penuyembuhan luka post SC pada ibu nifas yang mengkonsumsi telur rebus dan tidak mengkonsumsi telur rebus. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan masukan bagi ibu nifas post SC untuk mengkonsumsi telur rebus sebanyak 4 butir perhari selama 7 hari berturut-turut untuk mempercepat penyembuhan luka.
PENGARUH PEMBERIAN JUS NANAS DAN MADU TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU NIFAS Iin Setiawati; Evy Damayanti; Desy Nursafitri
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 11 No 2 (2019): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waktu penyembuhan luka perineum akan sembuh bervariasi, idealnya penyembuhan luka perineum yaitu dalam jangka waktu 6-7 hari post partum. Faktanya masih ada luka perineum yang sembuh dalam waktu > 7 hari yaitu 40%. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin melihat perbedaan percepatan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas yang diberi jus nanas dan madu dan yang tidak diberi jus nanas dan madu. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasy Eksperiment Desain. Variabel independen dalam penelitian ini adalah diberi jus nanas dan madu, sedangkan variabel dependennya adalah penyembuhan luka perineum. Jumlah populasi 20 ibu nifas yang mengalami luka perineum derajat 1 dan II dan jumlah sampel yaitu 20 ibu nifas yang mengalami luka perineum derajat 1 dan II. Tehnik pengambilan sampling menggunakan Nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Uji statistik menggunakan uji Mann whittney. Hasil penelitian di dapatkan hasil penyembuhan luka perineum yang diberi jus nanas dan madu sebagian besar mengalami penyembuhan luka cepat sebanyak 60% sedangkan hasil penyembuhan luka perineum yang tidak diberi jus nanas dan madu sebagian besar mengalami penyembuhan luka lambat sebanyak 40%. Setelah dilakukan uji statistic mann whitney diperoleh hasil nilai Pvalue searah = 0,003 yang berarti Pvalue lebih kecil dari a< 0,05. Hasilnya ada perbedaan kecepatan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas yang diberi jus nanas dan madu dan yang tidak diberi jus nanas dan madu. Tenaga kesehatan di harapkan untuk memberikan informasi kepada masyarakat bahwa tidak ada pantangan atau tarak makanan pada ibu nifas. Serta memberikan penyuluhan kesehatan secara rutin tentang penyuluhan penyembuhan luka perineum dan ajarkan bagaimana cara merawat dan mengenali tanda bahaya jika terjadi infeksi pada luka perineum.
PERBEDAAN PERCEPATAN PENYEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU NIFAS YANG MENGKONSUMI TELUR REBUS DAN YANG TIDAK MENGKONSUMSI TELUR REBUS Alis Nur Diana; Khoirun Nisa; Masiyani masiyani; Nafisah Oscar Bobsaid
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 11 No 2 (2019): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waktu penyembuhan luka perineum akan sembuh bervariasi, idealnya penyembuhan luka perineum yaitu dalam jangka waktu 6-7 hari post partum. Faktanya masih ada luka perineum yang sembuh dalam waktu > 7 hari yaitu 80%. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin melihat perbedaan percepatan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas yang konsumsi telur rebus dan yang tidak konsumsi telur rebus. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasy Eksperiment Desain. Variabel independen dalam penelitian ini adalah konsumsi telur rebus, sedangkan variabel dependennya adalah penyembuhan luka perineum. Jumlah populasi 32 ibu nifas yang mengalami luka perineum derajat II dan jumlah sampel yaitu 30 ibu nifas yang mengalami luka perineum derajat II. Tehnik pengambilan sampling menggunakan Nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Uji statisti menggunakan uji Mann whittney. Hasil penelitian di dapatkan hasil penyembuhan luka perineum yang konsumsi telur rebus sebagian besar mengalami penyembuhan luka cepat sebanyak 60% sedangkan hasil penyembuhan luka perineum yang tidak konsumsi telur rebus sebagian besar mengalami penyembuhan luka lambat sebanyak 80%. Setelah dilakukan uji statistic mann whitney diperoleh hasil nilai Pvalue searah = 0,002 yang berarti Pvalue lebih kecil dari a< 0,05. Hasilnya ada perbedaan kecepatan penyembuhan luka perineum pada ibu nifas yang mengkonsumsi telur rebus dan yang tidak mengkonsumsi telur rebus. Tenaga kesehatan di harapkan untuk memberikan informasi kepada masyarakat bahwa tidak ada pantangan atau tarak makanan pada ibu nifas. Serta memberikan penyuluhan kesehatan secara rutin tentang penyuluhan penyembuhan luka perineum dan ajarkan bagaimana cara merawat dan mengenali tanda bahaya jika terjadi infeksi pada luka perineum.
PERBEDAAN PENINGKATAN BERAT BADAN ANTARA AKSEPTOR KB SUNTIK 1 BULAN (CYCLOFEM) DENGAN AKSEPTOR KB SUNTIK 3 BULAN (DEPO MEDROKSI PROGESTERONE ASETAT/DMPA) Hamimatus matus zainiyah
JURNAL ILMIAH OBSGIN : Jurnal Ilmiah Ilmu Kebidanan & Kandungan P-ISSN : 1979-3340 e-ISSN : 2685-7987 Vol 11 No 2 (2019): SEPTEMBER
Publisher : NHM PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36089/job.v11i2.485

Abstract

ABSTRACT The use of 1-month injectable contraception and 3-month injectable contraception can cause some side effects, such as weight gain. According to research data at BPS Jariyah, 25 people receiving 3-month injections of family planning and 25 people with 1-month injections in September-December 2020. 1-month injection family planning acceptors who experienced weight gain were 16 people and 3 months injection family planning acceptors who experienced weight gain. as many as 18 people. The purpose of this study was to determine the difference in weight gain between 1-month injection family planning acceptors and 3-month injection family planning acceptors. This research uses analytic with cross sectional approach. the independent variable was the difference in weight gain in 1 month injection family planning acceptors and 3 months injection family planning acceptors, dependent on weight gain. The sampling technique is purposive sampling. The data collection instrument used the family planning register book. The population and sample of this study were 1-month injectable family planning acceptors and 3-month injection family planning acceptors with weight gain at BPS Jariyah Amd, Keb Burneh Bangkalan with a population of 56 respondents, a sample of 50 acceptors, purposive sampling technique. This research has been ethically tested by the KEPK STIKes Ngudia Ngudia Husada Madura team. The results showed that most of the respondents who used family planning > 1 year with an increase in body weight were 12 (52.2%). Based on the cross-sectional statistical test, it was obtained that p = 0.036, meaning p = < (0.05, it was concluded that H0 was rejected and Ha was accepted, which means that there was a difference in weight gain between 1 month injectable KB acceptors (Cyclofem) and 3 months injectable KB acceptors ( DMPA). Health workers are expected to be able to provide clear information to 1-month and 3-month injection family planning acceptors regarding side effects that occur to family planning acceptors.

Page 1 of 1 | Total Record : 7