cover
Contact Name
Terttiaavini
Contact Email
avini.saputra@uigm.ac.id
Phone
+6285377238800
Journal Mail Official
lppm@uigm.ac.id
Editorial Address
Jl. Jend Sudirman No 629 KM 4 Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Tekno Global
ISSN : 24776955     EISSN : 23386762     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Karya-karya ilmiah dalam jurnal Tekno Global yang pertama ini merupakan hasil dari tulisan dari Praktisi, Pakar dan dedikasi para Dosen Indo Global Mandiri yang senantiasa memiliki komitmen untuk mengembangkan Ilmu pengetahuan pada bidang Keteknikan baik dalam tataran praktis maupun teoritis sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan dan keamanan hidup. Meningkatan kualitas karya ilmiah dalam jurnal keteknikan merupakan suatu hal yang fundamental karena pembangunan adalah penopang berlangsungnya kehidupan sebuah negara. Jurnal Ilmiah Tekno Global diterbitkan 2 (dua) kali dalam 1 (satu) tahun pada bulan Juni dan Desember. Artikel yang diterbitkan bulan Juni diterima Dewan Redaksi paling lambat bulan Maret, dan yang diterbitkan bulan Desember diterima Dewan Redaksi paling lambat bulan September.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2" : 6 Documents clear
Kajian Longsoran pada Area Lereng untuk Pengembangan Perumahan Ahmad Junaidi
Jurnal Tekno Global Vol 7, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.467 KB) | DOI: 10.36982/jtg.v7i2.546

Abstract

AbstractIn late November 2017, the Cempaka tropical cyclone which occurred in the southern coastal waters of the island of Java, resulted in high rainfall causing landslides in landfill and damage to the retaining wall of a residential area in Kasihan Sub-District, Bantul Regency.Stability analysis of retaining walls using Geo5 software with bolster stability review, shear stability, soil bearing capacity and decreases that occur with soil parameters based on CPT testing and earthquake load with acceleration values with a PGAM value of 0.5g.The results of the analysis of the existing retaining wall without seismic load obtained a rolling stability value with a safety factor 1.38. Slip field stability with safety factor 1.11. The capacity of soil bearing capacity with safety factor 0.9. Soil reduction of 43.9 mm and slope stability with safety factor 1.35. Based on the results of the analysis, the retaining wall is declared unsafe by referring to the safety factor of the Geo5 ASD software. The plan to strengthen cantiliver wall type retaining wall was modeled with Geo5 software to produce dimensions with height of 9 m and footting dimensions 6.55 m with safety factor 2.63 for rolling stability, 3.14 for slip field stability, 3.80 for soil bearing capacity and soil degradation of 75.50 mm. Based on the results of the analysis, the retaining wall is declared safe with reference to the safe number of the Geo5 ASD software.Keywords : retaining wall, static load, safety factorAbstrakPada akhir November 2017, siklon tropis Cempaka yang terjadi di perairan pesisir selatan pulau Jawa, mengakibatkan curah hujan yang tinggi menyebabkan kelongsoran pada tanah timbunan serta kerusakan pada dinding penahan tanah suatu kawasan perumahan yang berada di Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Analisis stabilitas dinding penahan tanah menggunakan software Geo5 dengan tinjauan stabilitas guling, stabilitas geser, daya dukung tanah serta penurunan yang terjadi dengan parameter tanah berdasarkan pada pengujian CPT serta beban gempa dengan nilai percepatan dengan nilai PGAM 0.5g. Hasil analisis dinding penahan tanah eksisting tanpa beban gempa didapatkan nilai stabilitas penggulingan dengan angka aman 1,38. Stabilitas bidang gelincir dengan angka aman 1,11. Kapasitas daya dukung tanah dengan angka aman 0,9. Penurunan tanah sebesar 43,9 mm dan stabilitas lereng dengan angka aman 1,35. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dinding penahan tanah dinyatakan tidak aman dengan mengacu pada angka aman ASD software Geo5. Rencana perkuatan dinding penahan tanah tipe cantiliver wall di modelkan dengan software Geo5 menghasilkan dimensi dengan tinggi badan 9 m dan dimensi footting 6,55 m dengan nilai angka aman 2,63 untuk stabilitas penggulingan, 3,14 untuk stabilitas bidang gelincir, 3,80 untuk kapasitas dukung tanah dan penurunan tanah sebesar 75,50 mm. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dinding penahan tanah dinyatakan aman dengan mengacu pada angka aman ASD software Geo5.Kata kunci : dinding penahan tanah, beban statis, faktor aman
Analisa Kelayakan Fasilitas Sarana dan Prasarana Pada Kolam Renang Baturaja Azwar Azwar
Jurnal Tekno Global Vol 7, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.48 KB) | DOI: 10.36982/jtg.v7i2.551

Abstract

Abstrack Swimming pool building is a type of building used for swimming sports.  Better the facilities available in the building, then more and more people come to visit. The purpose of this thesis research is to determine the level of feasibility of facilities at the Baturaja Swimming Pool Building based on the assessment from the community through a with questionnaire media. The standard used in the research is SNI 03-3427-1994 dan PERMENKES No.416/MEN.KES/PER/IX/1990. While the data processing system using SPSS (Sofware Statistic Program For Special Science) with multiple linear regression methods. Primary data is obtained from questionnaires as many as 80 respondents consisting of 26 questions. The results of the analysis of the Multiple Linear Regression equation data obtained  are :Y’ = 1,007 + 0,258 (X1) + 0,148 (X2) + 0,099 (X3) + 0,221 (X4) + 0,042 (X5)Variable X1, X2, and X4 which has a significant effect while variable X3and X5 which has no significant effect.  Dimana : Y = Facility Feasibility, X1 = Swimming Pool Water Conditions, X2 =  Sanitation Facilities, X3 = Swimming Pool Facilities, X4 = Building Construction, X5 = Security Facilities.Keywords : Feasibility, Facilities, Swimming Pool Abstrak Bangunan gedung kolam renang merupakan jenis bangunan yang digunakan untuk cabang olahraga renang. Semakin baik fasilitas yang tersedia pada bangunan tersebut, maka semakin banyak pula masyarakat yang datang berkunjung. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kelayakan fasilitas pada Gedung Kolam Renang Baturaja berdasarkan penilaian dari masyarakat dengan media kuesioner. Standar yang digunakan dalam penelitian adalah SNI 03-3427-1994 dan PERMENKES No.416/MEN.KES/PER/IX/1990. Sedangkan sistem pengolahan data mengunakan SPSS (Sofware Statistic Program For Special Science) dengan metode Regresi Linear Berganda. Data primer diperoleh dari kuesioner sebanyak 80 responden terdiri dari 26 pertanyaan.Hasil analisa data persamaan Regresi Linear Berganda yang diperoleh adalah : Y’ = 1,007 + 0,258 (X1) + 0,148 (X2) + 0,099 (X3) + 0,221 (X4) + 0,042 (X5)Variabel X1, X2, dan X4 yang berpengaruh signifikan sedangkan variabel X3 dan X5 yang tidak berpengaruh signifikan. Dimana : Y = Kelayakan Fasilitas, X1 = Kondisi Air Kolam Renang, X2 = Fasilitas Sanitasi, X3 = Sarana Kolam Renang, X4 = Konstruksi Bangunan, X5 = Fasilitas Keamanan.Kata kunci : Kelayakan, Fasilitas, Kolam Renang
Perubahan Budaya Bermukim Masyarakat Riparian Sungai Musi Palembang, Tinjauan Proses dan Produk Bambang Wicaksono
Jurnal Tekno Global Vol 7, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.895 KB) | DOI: 10.36982/jtg.v7i2.547

Abstract

AbstractOne embodiment of the ethnic culture is the life of the river side, in which there are constituent building elements and local wisdom. Settlements can be categorized as vernacular architectural works in the sense that they are designed, built and used. The water space that was previously so vast, now began to narrow down with the presence of land space. The river experienced a narrowing and even hoarding in several places, which caused a decline in the function of the river for its people. Stage houses or rafts that used to respond to the river now turn to non stage (characterized by land houses). This has the potential to cause loss of local potential and local architectural identity. This study aims to determine the cultural changes living in the riparian community of the Musi Palembang river. In achieving this goal, a study was conducted to identify the architectural footprint, explore activities and ideas of the riparian community of Sumgai Musi. Data collection was carried out through field observations, in-depth interviews, and literature studies. Analysis was carried out qualitatively on variables, process characteristics and products from identification of riverbank settlements. The results with based on the process and product, showed that most of the riverside houses experienced physical changes in the building, both from the function and building materials. Then with the decline of the existence of the river, the community made a new road network and more land land. The study concluded that the cultural change living on the banks of the river was caused by the loss of identity of the riparian settlement of the Musi river.Keywords : Change, Settlement, Riparian, River, Vernacular AbstrakSalah satu perwujudan dari budaya suku bangsa adalah kehidupan bermukim tepi sungai, yang di dalamnya terdapat elemen bangunan penyusunnya serta kearifan. Permukiman dapat dikategorikan sebagai karya arsitektur vernakular yang dalam pengertian didesain, di bangun dan digunakan. Ruang air yang sebelumnya demikian luas, sekarang mulai dipersempit dengan kehadiran ruang daratan. Sungai mengalami penyempitan bahkan penimbunan di beberapa tempat, yang menyebabkan penurunan fungsi sungai bagi masyarakatnya. Rumah-rumah panggung atau rakit yang dahulunya merespon sungai sekarang beralih ke non panggung yang bercirikan rumah darat. Hal ini berpotensi menyebabkan hilangnya potensi lokal dan identitas arsitektur lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan budaya bermukim masyarakat riparian sungai Musi Palembang. Dalam mencapai tujuan tersebut, dilakukan studi untuk mengidentifikasi jejak arsitektur, mengekplorasi aktivitas dan gagasan masyarakat riparian sungai Musi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi pustaka. Analisis dilakukan secara kualitatif terhadap variabel, karakteristik proses dan produk dari identifikasi permukiman tepi sungai. Berdasarkan hasil tinjauan proses dan produk, menunjukkan bahwa sebagian besar rumah tepian sungai mengalami perubahan fisik bangunan, baik dari fungsi maupun material bangunan. Kemudian dengan menurunnya eksistensi sungai membuat masyarakat membuat jaringan jalan baru dan lebih bepola darat. Studi menyimpulkan bahwa perubahan budaya bermukim tepian sungai disebabkan oleh hilangnya identitas permukiman riparian sungai Musi. Kata kunci: Perubahan, Permukiman, Proses-Produk, Riparian, Sungai, Vernakular 
Analisis Perbandingan Rencana Pemakaian Konstruksi Baja Profil WF Perletakan Jepit-Jepit dengan Sendi-Sendi pada Protal Frame dengan Variasi Bentang RR. Susi Riwayati; Carella Yulindar
Jurnal Tekno Global Vol 7, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.35 KB) | DOI: 10.36982/jtg.v7i2.548

Abstract

AbstractPortal is a system that consists of parts - components that are interconnected which function to hold the load as a complete unit that stands alone with or without assistance by horizontal diagrams or floor systems. Basically the structure of the portal frame building system consists of 2 open portals and closed portals. Open portal is a portal where all the moments and styles acting on the construction are completely retained by the foundation, while the sloof only functions to hold the wall. In the open portal the strength and stiffness of the portal in resisting lateral loads and their stability depends on the strength of the structural elements. A closed portal is a portal where the moments and forces acting on the construction are held in advance by Sloof or beam, then it is said that only a small portion of the load is transferred to the foundation.The construction of the frame portal frame is usually seen in warehouses, barns, and open space places that are needed at low cost and the process does not take a long time. In this study compared the results of the use of Wf Profile steel construction placement of flops - clasps with joints in the frame portal building with variations ranging from 18 - 20 - 22 m, to choose which one will be used using a steel profile that is more efficient than the construction weight affect the costs to be incurred by not waiving the security of the construction.Keywords : Portal Construction, length variation, construction loading AbstrakPortal adalah suatu sistem yang terdiri dari bagian – bagian struktur yang saling berhubungan yang berfungsi menahan beban sebagai suatu kesatuan lengkap yang berdiri sendiri dengan atau tanpa dibantu oleh diafragram- diafragram horizontal atau sistem- sistem lantai. Pada dasarnya sistem struktur bangunan portal frame terdiri dari 2 yaitu portal terbuka dan portal tertutup. Portal terbuka adalah portal di mana seluruh momen – momen dan gaya yang bekerja pada konstruksi ditahan sepenuhnya oleh pondasi, sedangkan sloof hanya berfungsi untuk menahan dinding saja. Pada portal terbuka kekuatan dan kekakuan portal dalam menahan beban lateral dan kestabilannya tergantung pada kekuatan dari elemen – elemen strukturnya. Portal tertutup adalah portal dimana momen – momen dan gaya yang bekerja pada konstruksi ditahan terlebih dahulu oleh sloof atau beam, kemudian dikatakan baru sebagian kecil beban dilimpahkan ke pondasi. Konstruksi rangka portal frame ini biasanya terlihat pada gudang, lumbung, dan tempat-tempat ruangan terbuka yang diperlukan dengan biaya rendah dan proses pengerjaannya tidak memakan waktu yang lama. Dalam penelitian ini dibandingkan hasil pemakaian konstruksi baja Profil Wf perletakan jepit - jepit dengan sendi - sendi pada bangunan portal frame dengan variasi bentang 18 – 20 – 22 m, untuk memilih yang mana akan dipakai penggunaan profil baja yang lebih efisien dari berat konstruksi yang juga akan berpengaruh pada biaya yang akan dikeluarkan dengan tidak mengesampingkan kemanan konstruksi tersebut.Kata kunci : Konstruksi Portal, Variasi Bentang, dan Beban konstruksi
Kinerja Katalis Naoh dan KOH ditinjau dari Kualitas Produk Biodiesel yang dihasilkan dari Minyak Goreng Bekas Winny Andalia; Irnanda Pratiwi
Jurnal Tekno Global Vol 7, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.61 KB) | DOI: 10.36982/jtg.v7i2.549

Abstract

AbstractThe use of waste cooking oil as raw material for biodiesel is very advantageous in terms of health and also in terms of process. The process of transesterification reaction with an alkali catalyst with NaOH or KOH to produce quality products with excellent biodiesel. The research objective is to find out how to increase the influence of methanol concentration on the quality of biodiesel as determined by ASTM or EN. For all comparisons methanol concentration the result showed of acid number, viscosity and density tends to constant with increasing concentration of methanol, while the water content and methanol content increased slowly with increasing concentrations of methanol and this occurs for both types of catalyst used.Keywords : waste cooking oil, quality of biodiesel, methanol consentration Abstrak Minyak goreng bekas (jelantah) merupakan minyak goreng yang telah mengalami oksidasi selama proses penggunaannya, sehingga tidak aman bagi kesehatan bila terus digunakan. Salah satu pemanfaatan minyak jelantah adalah untuk pembuatan biodiesel. Biodiesel adalah bioenergi atau bahan bakar nabati yang dibuat dari minyak nabati (lemak hewani) melalui proses transesterifikasi. Transesterifikasi  adalah proses reaksi (trigliserida) yang terkandung dalam minyak direaksikan dengan metanol dan dibantu oleh katalis alkali, sehingga menghasilkan alky ester (biodiesel). Tujuan penelitian adalah menentukan kondisi optimum pada katalis NaOH dan KOH dalam mendapatkan produk biodiesel yang berkualitas pada suhu 60-650C yaitu pada katalis KOH dengan FFA 0,2048, water content 0,317, metanol content 0,317, angka asam 0,019635, densitas 0,85806, viskositas 4,5684, konversi 98,89%,  dan yield 90%.Kata kunci : Biodiesel,  transesterifikasi,  methanol dan water content, angka asam,  viskositas, densitas, yield
Pendataan Ruas Jalan (Leger Jalan) pada Ruas Jalan Palembang - Betung Sartika Nisumanti
Jurnal Tekno Global Vol 7, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.095 KB) | DOI: 10.36982/jtg.v7i2.550

Abstract

AbstractAs national assets, roads are vital to establish the means of national development, especially in term of achieving balanced inter-regional development and equitable distribution of national outcomes. The Palembang-Betung road segment is managed in every fiscal year because it plays a key role in economic development for South Sumatra which links South Sumatra with other Provinces. This certainly leads to the change of the road condition, so it is necessary to collect data related to leger road for road network development plans and programs. Thus, this research issue is how to produce a Leger Road document which includes information about the Palembang - Betung road and its contents.This study aimed at identifying the overall asset data in the Palembang-Betung road section and then analyzing the data as an evaluation material for road maintenance in the form of leger road document data so that road segments need to be collected (road leger).The study results showed that Leger Road Documents had 5 parts, namely road summary cards, road cards (technical data), road cards (situations and pieces), album cards and bridge cards.The area of the Road owned space  is 9,749,109 m2 of road segment. The average data of daily traffic for the km segment was 16 + 500 up to 17 + 250 equal to 33,034. The thickness of Road pavement was AC-WC = 0.04 m, AC –BC = 0.05, AC-Base = 0.075 m, Aggregate class A = 0.25 m, Aggregate class B = 0.30 m.The type of damage on road pavement was exfoliated with an area of 7.75 m², perforated area of 2.85 m², Crocodile cracking area of 7.62 m2, wavy area of 22.42 m², cracked lengthwise to an area of 7.86 m '.Keywords : Road Maintenance, Road LegerAbstrakJalan merupakan aset Negara yang pada hakekatnya mempunyai peranan penting dalam rangka mewujudkan sarana pembangunan Nasional, terutama yang menyangkut perwujudan perkembangan antar daerah yang seimbang dan pemerataan hasil pembangunan.  Ruas jalan Palembang-Betung setiap tahun anggaran dilakukan penanganan karena ruas jalan ini memegang peranan penting sebagai roda perekonomian di Sumatera Selatan karena menghubungkan Provinsi Sumatera Selatan dengan Provinsi lainnya. Hal ini tentunya membawa perubahan kondisi pada ruas jalan ini, maka perlu dilakukan pendataan leger jalan  untuk penyusunan rencana dan program pembinaan jaringan jalan.Permasalahan pada penelitian ini  adalah Bagaimana cara menghasilkan Dokumen Leger Jalan yang memuat informasi mengenai ruas jalan Palembang – Betung beserta isinya. Penelitian ini untuk mengetahui data  aset  secara keseluruhan yang terkandung pada ruas jalan Palembang- Betung kemudian dilakukan  analisa data sebagai  bahan evaluasi untuk perawatan  jalan yang berupa data dokumen leger jalan sehingga  perlu dilakukan pendataan ruas jalan (leger jalan).Hasil penelitian Dokumen Leger Jalan di bagi menjadi  5 bagian yaitu kartu ringkasan jalan, kartu jalan (data teknik), kartu jalan (situasi dan potongan),  kartu album dan  kartu jembatan.Luas area Ruang Milik Jalan diperoleh 9.749.109 m2 persegmen ruas jalan. Data lalu lintas Harian rata-rata untuk segmen km. 16 + 500 s/d 17 + 250 sebesar 33.034. Perkerasan jalan diperoleh  tebal AC-WC = 0,04 m, AC –BC= 0,05, AC-Base= 0,075 m, Agregat klas A = 0,25 m, Agregat klas B = 0,30 m.Jenis kerusakan yang terjadi pada perkerasan jalan adalah terkelupas dengan luas 7,75 m², berlubang luas 2,85 m², Retak Buaya luas 7,62 m2, bergelombang luas 22,42 m², Retak Memanjang luas 7,86 m’.Kata kunci :  Pemeliharaan Jalan,  Leger Jalan

Page 1 of 1 | Total Record : 6