cover
Contact Name
Tuti Hardianti
Contact Email
tutihardianti@fkip.uisu.ac.id
Phone
+6285270674334
Journal Mail Official
pascal@fkip.uisu.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Pascal: Journal of Physics and Science Learning
ISSN : 26140950     EISSN : 26226707     DOI : https://doi.org/10.30743/pascal
Journal of Physics and Science Learning (PASCAL) merupakan Jurnal yang diterbitkan secara berkala pada bulan Juni dan Desember oleh Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Islam Sumatera Utara. Jurnal ini memuat hasil pemikiran, ide, gagasan dari penelitian,pengembangan kajian pustaka dan kreasi inovasi lain yang mencakup; Ilmu Fisika, Inovasi pembelajaran, Model pembelajaran, Evalusi pembelajaran, Media pembelajaran, dan Teknologi pembelajaran fisika dan IPA.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2017)" : 12 Documents clear
PERBAIKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA KOMPETENSI DASAR PERUBAHAN SIFAT BENDA PELAJARAN IPA DI KELAS VIB SD NEGERI 067690 MEDAN JOHOR T.A. 2015/2016 Murni Ningsih
PASCAL (Journal of Physics and Science Learning) Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.05 KB)

Abstract

Penelitian termasuk jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilakukan di SD Negeri 067690 Medan Johor. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIB SD Negeri 067690 Medan Johor sebanyak 1 kelas yaitu 32 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan soal tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda dengan 4 pilihan jawaban sebanyak 20 soal dan lembar format observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menujukkan bahwa sebelum diberikan tindakan dari hasil pretes diperoleh rata-rata pengetahuan awal siswa tentang materi perubahan sifat benda sebesar 18,3 dan tidak seorangpun atau 0% siswa yang dinyatakan tuntas belajar. Setelah dilakukan siklus I dari hasil postes rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi sebesar 64,2 dengan jumlah siswa yang telah tuntas belajar sebanyak 22 orang atau sebesar 73,3%. Karena jumlah siswa yang tuntas hanya 73,3% atau kurang dari 85% maka secara klasikal siswa masih belum berhasil mencapai ketuntasan belajar secara klasikal sehingga masih perlu dilakukan perbaikan pada siklus II. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus II dari hasil postes siklus II rata-rata hasil belajar siswa pada materi perubahan sifat benda meningkat menjadi sebesar 78,3 dengan jumlah siswa yang tuntas dalam belajar sebanyak 28 orang atau 93,3%. Karena jumlah siswa yang tuntas sebesar 93,3% atau lebih dari 85% maka secara klasikal siswa dinyatakan telah berhasil mencapai ketuntasan belajar secara klasikal sehingga dianggap cukupu dan tidak perlu dilakukan siklus selanjutnya. Dengan demikian berdasarkan hasil penelitian tindakan yang dilakukan selama 2 siklus disimpulkan bahwa bahwa penggunaan strategi pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi pokok perubahan sifat benda di kelas VIB SD Negeri 067690 Medan Johor Kata Kunci : Penelitian tindakan kelas, hasil belajar, pembelajaran berbasis masalah
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI TATA SURYA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DI KELAS VI SD NEGERI 064954 MEDAN AMPLAS T.A 2015/2016 Ani Simanjuntak
PASCAL (Journal of Physics and Science Learning) Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.678 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Tata Surya dengan menggunakan model pendekatan Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning) atau CTL. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan dua siklus yang setiap siklusnya melalui tahap perencanaan, pengamatan dan refleksi. Melalui pendekatan CTL didapatkan data bahwa terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada aspek kognitif kompetensi Tata Surya, yakni: 1) Rata-rata nilai pada saat pretes sebesar 48,06 meningkat menjadi 69,35 pada siklus I dan meningkat menjadi 79,68 pada siklus II; 2) Setelah dilakukan tindakan pada siklus I diperoleh tingkat ketuntasan belajar 61,29% dengan tingkat ketercapaian tes hasil belajar sebesar 60% yang berarti secara keseluruhan siswa belum mencapai standar minimal ketuntasan belasajar dan hasil tes pada siklus II diperoleh tingkat ketuntasan belajar siswa sebesar 93,55% dengan tingkat ketercapaian tes hasil belajar mencapai 90% atau dengan kata lain setelah dilakukan siklus II siswa secara keseluruhan sudah mencapai standar ketuntasan belajar di atas 70%. Sehingga disimpulkan bahwa model pembelajaran CTL memiliki keunggalan dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Tata Surya di kelas VI SD Negeri 064954 Medan Amplas TA 2015/2016. Kata Kunci: Hasil Belajar, Contextual Teaching and Learning.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN CONCEPT MAPPING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI DASAR SUMBER DAYA ALAM MATA PELAJARAN IPA DI KELAS IV SD NEGERI 067259 MEDAN JOHOR T.A 2014/2015 Samaita Ginting
PASCAL (Journal of Physics and Science Learning) Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.933 KB)

Abstract

Masalah yang ditelitin dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar dan keaktifan siswa pada mata pelajaran IPA di kelas IV SD Negeri 067259 Medan Johor. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan keaktifan siswa dalam prosess belajar mengajar khususnya mata pelejaran IPA materi sumber daya alam. Model pembelajaran yang dipakai dalam pembelajaran ini adalah model pembelajaran concept mapping. Sedangkan subjek dalam penelitian ini yaitu kelas IV SD Negeri 067259 Medan Johor dengan jumlah siswa sebanyak 23 orang siswa. Hasil penelitian diperoleh dari nilai rata – rata siswa pada saat tes awal dimana dari 23 orang siswa hanya 3 orang siswa yang mengalami ketuntasan belajar dengan persentase ketutasan siswa secara klasikal hanya 13,04% sedangkan 20 (86,95%) siswa lagi yang belum tuntas belajar. Dengan nilai rata – rata kelas sebesar 31,91. Kemudian pada siklus I nilai rata – rata siswa meningkat menjadi 59,73dengan persentase 34,78 % atau 8 arang siswa yang mengalami penigkatan hasil belajar dan 15 orang siswa (65,21%) yang belum tuntas. Pada siklus II nilai rata – rata siswa meningkat menjadi 86,40 dengan persentase ketuntasan 95,65% atau 22 siswa yang mengalami peningkatan ketuntasan dalam belajar, dan hanya 1 (4,34%) orang siswa lagi yang tidak mencapai nilai ketuntasan. Berdasarkan hasil observasi terhadap siswa dan guru juga mengalami peningkatan dimana data observasi siklus I terhadap guru dalam mengajar dengan menggunakan model pembelajaran concept mapping mendapat kategori baik dengan nilai rata – rata 72,91 dari 12 aspek yang diamati, Sedangkan data observasi kegiatan guru siklus II dalam mengajar dengan menggunakan model pembelajaran concept mapping mengalami peningkatan dengan nilai rata – rata 95,85. Hasil observasi tehadap siswa pada siklus I yang dilihat dari aspek kognitif, afektif dan fsikomotor siswa hanya mencapai nilai rata – rata 65,78 dengan kategori cukup. Setelah pemberian tindakan siklus II nilai hasil observasi siswa meningkat yang dilihat dari ketiga aspek yaitu kognitif, afektif, dan fsikomotor siswa yang mencapai nilai rata – rata 88,15 dengan kategori baik. Kata Kunci : Hasil belajar, keaktifan siswa, concept mapping.
PERBAIKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH PADA KOMPETENSI DASAR PERUBAHAN SIFAT BENDA PELAJARAN IPA DI KELAS V SD NEGERI 066650 MEDAN KOTA T.A. 2014/2015 Dermawan Simanjuntak
PASCAL (Journal of Physics and Science Learning) Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.588 KB)

Abstract

Penelitian termasuk jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Teknik pengumpulan data menggunakan soal tes hasil belajar dalam bentuk pilihan berganda dengan 4 pilihan jawaban sebanyak 20 soal dan lembar format observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menujukkan bahwa sebelum diberikan tindakan dari hasil pretes diperoleh rata-rata pengetahuan awal siswa tentang materi perubahan sifat benda sebesar 18,3 dan tidak seorangpun atau 0% siswa yang dinyatakan tuntas belajar. Setelah dilakukan siklus I dari hasil postes rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi sebesar 64,2 dengan jumlah siswa yang telah tuntas belajar sebanyak 22 orang atau sebesar 73,3%. Secara klasikal siswa masih belum berhasil mencapai ketuntasan belajar. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus II dari hasil postes siklus II rata-rata hasil belajar siswa pada materi perubahan sifat benda meningkat menjadi sebesar 78,3 dengan jumlah siswa yang tuntas dalam belajar sebanyak 28 orang atau 93,3%. Maka secara klasikal siswa dinyatakan telah berhasil mencapai ketuntasan belajar. Dengan demikian disimpulkan bahwa bahwa penggunaan strategi pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi pokok perubahan sifat benda di kelas V SD Negeri 066650 Medan Kota T.A. 2014/2015. Kata Kunci: Perbaikan Belajar, Pembelajaran Berbasis Masalah.
MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI DASAR ORGANISASI PELAJARAN PKN MELALUI PENDEKATAN PEMBELAJARAN PAKEM UNTUK KELAS IV SD NEGERI 064988 MEDAN JOHOR T.A. 2014/2015 Suarni Suarni
PASCAL (Journal of Physics and Science Learning) Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.773 KB)

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa dengan penerapan pendekatan pembelajaran PAKEM pada pelajaran PKn kelas IV SD Negeri 064988 Medan Johor. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 064988 Medan Johor. dengan jumlah sampel sebanyak 22 orang siswa tahun ajaran 2014/2015. Pelaksanaan PTK ini dilakukan dengan dua siklus, setiap siklus terdiri dari beberapa tahap yaitu : perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, refleksi dan evaluasi. Penelitian ini menerapkan pendekatan pembelajaran PAKEM untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa.Berdasarkan analisis data diperoleh bahwa dari 22 orang siswa pada kondisi awal diperoleh rata-rata skor aktifitas belajar siswa sebesar 9 dan 77, 27% kategori kurang aktif. Pada Siklus I Pertemuan 1 diperoleh rata-rata skor keaktifan belajar siswa sebesar 10 dan 68,18% kategori kurang aktif, selanjutnya pada siklus I pertemuan 2 diperoleh rata-rata skor keaktifan belajar siswa meningkat menjadi 13 dan 50% termasuk kategori cukup aktif. Pada Siklus II Pertemuan 1 diperoleh rata-rata skor aktifitas belajar siswa sebesar 16 dan 40,91% sudah termasuk kategori aktif, pada Siklus II Pertemuan 2 diperoleh rata-rata skor aktifitas belajar semakin meningkat menjadi 19 termasuk kategori aktif dan 45,45% siswa yang termasuk kategori sangat aktif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan pendekatan pembelajaran PAKEM dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa pada pelajaran PKn dengan materi sumber daya alam dan kegiatan ekonomi kelas IV SD Negeri 064988 Medan Johor. T.A. 2014/2015. Hal ini berarti bahwa penerapan pendekatan pembelajaran PAKEM dapat digunakan sebagai alternative dalam pembelajaran PKn. Kata Kunci : Keaktifan belajar, pembelajaran PAKEM, Classroom Action Research
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI DASAR TATA SURYA PELAJARAN IPA MENGGUNAKAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DI KELAS IV SD NEGERI 067258 MEDAN AMPLAS T.A. 2015/2016 Faridawati Sidabutar
PASCAL (Journal of Physics and Science Learning) Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.538 KB)

Abstract

Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada aspek kognitif kompetensi tata surya di kelas IV SD Negeri 067258 Medan Amplas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada aspek kognitif kompetensi tata surya serta untuk meningkatkan keterampilan guru dalam menggunakan model pembelajaran kontekstual. Metode pembelajaran yang dipakai dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual berbasis karakteristik Contextual Teaching and Learning (CTL). Pelaksanaan penelitian dilaksanakan selama dua siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi/evaluasi. Instrumen penelitian menggunakan lembar pengamatan pelaksanaan pembelajaran kontekstual, lembar catatan lapangan, dan tes objektif dalam bentuk esay tes. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 067258 Medan Amplas.tahun ajaran 2015/2016 dengan jumlah siswa 31 orang. Penentuan subjek diperoleh berdasarkan hasil investigasi terhadap kelas yang akan diteliti dan berdasarkan hasil rujukan dari Kepala Sekolah.. Hasil penelitian diperoleh rata-rata nilai pada saat pretes sebesar 48,06 dan meningkat menjadi 69,35 pada siklus I kemudian pada hasil tes siklus II meningkat menjadi 79,68. setelah dilakukan tindakan pada siklus I, tingkat ketuntasan belajar mencapai 61,29% dan tingkat ketercapaian tes hasil belajar sebesar 60% yang berarti secara keseluruhan siswa belum mencapai standar ketuntasan belajar. Pada siklus II diperoleh tingkat ketuntasan belajar siswa sebesar 93,55% dan tingkat ketercapaian tes hasil belajar mencapai 90% atau dengan kata lain setelah dilakukan siklus II siswa secara keseluruhan telah mencapai standar ketuntasan belajar di atas 70%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada aspek kognitif kompetensi tata surya di kelas IV SD Negeri 067258 Medan Amplas. Kata Kunci : Hasil belajar, aspek kognitif, Contextual Teaching and Learning (CTL)..
PENINGKATAN PHYSICS HOTS MELALUI MOBILE LEARNING (MOBILE LEARNING TO IMPROVE PHYSICS HOTS) Nana Mardiana
PASCAL (Journal of Physics and Science Learning) Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.994 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Mobile Learning untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi khususnya dalam pelajaran fisika yang nantinya akan disebut sebagai Physics HOTS peserta didik pada Sekolah Menengah Atas(SMA). Penelitian ini merupakan Research and Development (R&D) dengan mengadaptasi model Borg & Gall menjadi enam tahapan; pengumpulan informasi, perencanaan produk, pengembangan produk, validasi produk, evaluasi produk, dan desiminasi produk. Teknik analisis data menggunakan Manova, Multivariate Analisis of Variance bersama dengan variabel lain yang diteliti yang tidak dijelaskan dalam tulisan ini, dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan kemampuan Physics HOTS peserta didik SMA dengan kategori nilai gain yang tinggi yakni sebesar 0,759 melalui penerapan Mobile Learning berbantuan android yang telah dinilai layak untuk kegiatan pembelajaran. Kata kunci: Physics HOTS, Mobile Learning, android The aims of the research concerned here were to reveal the feasibility of android assisted physics mobile learning, and the influence of using mobile learning on improvement in SMA student’s physics HOTS. The research was of the R&D (research and Development) type, adapted from Brog and Gall development model. The research data were analyzed by means of MANOVA with the significant level of 5%. The results are follows. The developed learning media as mobile learning is appropriate for learning activity according to evaluation by experts. The use of media product could improve SMA student’s physics HOTS with the respective high-category gain scores 0.759. Keywords: Physics HOTS, Mobile Learning, android
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN CONCEPT MAPPING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI DASAR SUMBER DAYA ALAM MATA PELAJARAN IPA DI KELAS IV SD NEGERI 064988 MEDAN JOHOR T.A 2014/2015 Hermince Pardosi
PASCAL (Journal of Physics and Science Learning) Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.179 KB)

Abstract

Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar dan keaktifan siswa pada mata pelajaran IPA di kelas IV SD Negeri 064988 Medan Johor. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan keaktifan siswa dalam prosess belajar mengajar khususnya mata pelajaran IPA materi sumber daya alam. Model pembelajaran yang dipakai dalam pembelajaran ini adalah model pembelajaran concept mapping. Sedangkan subjek dalam penelitian ini yaitu kelas IV SD Negeri 064988 Medan Johor dengan jumlah siswa sebanyak 23 orang siswa. Hasil penelitian diperoleh dari nilai rata – rata siswa pada saat tes awal dimana dari 23 orang siswa hanya 3 orang siswa yang mengalami ketuntasan belajar dengan persentase ketutasan siswa secara klasikal hanya 13,04% sedangkan 20 (86,95%) siswa lagi yang belum tuntas belajar. Dengan nilai rata – rata kelas sebesar 31,91. Pada siklus I nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 59,73 dengan persentase 34,78 % atau 8 orang siswa yang mengalami peningkatan hasil belajar dan 15 orang siswa (65,21%) yang belum tuntas. Pada siklus II nilai rata – rata siswa meningkat menjadi 86,40 dengan persentase ketuntasan 95,65% atau 22 siswa yang mengalami peningkatan ketuntasan dalam belajar, dan hanya 1 (4,34%) orang siswa lagi yang tidak mencapai nilai ketuntasan. Dapat disimpulkan bahwa model pembeljaran concept mapping dapat meningkatkan hasil belajardan keaktifan siswa pada mata pelajaran IPA dengan materi Sumber Daya Alam di kelas IV SD Negeri 064988. Kata Kunci: Hasil Belajar, Keaktifan, Concept Mapping
HUBUNGAN TINGKAT BERPIKIR KRITIS TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING Miftahul Husnah
PASCAL (Journal of Physics and Science Learning) Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.044 KB)

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan aspek yang sangat penting yang harus dimiliki oleh siswa dalam pembelajaran fisika, terutama dalam memecahkan permasalahan-permasalan yang membutuhkan alternatif pemecahan yang lebih mendalam yang sebenarnya tidak jauh dari permasalahan yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan setiap tingkat berpikir kritis terhadap hasil belajar fisika siswa. Pada penelitian ini siswa dibagi atas 3 kelompok, yaitu berpikir kritis tinggi, menengah, dan rendah. Dari hasil regresi diperoleh berpikir kritis memiliki hubungan fungsional yang signifikan terhadap hasil belajar fisika siswa pada kelompok tinggi dan menengah atau F(hitung)>F(tabel) untuk kedua kelompok tersebut, hal ini berbeda untuk kelompok tingkat berpikir kritis rendah dimana F(hitung)>F(tabel) (0,082 < 5,12) yang artinya tidak terdapat hubungan fungsional yang signifikan antara variabel berpikir kritis rendah dengan variabel hasil belajar dengan menerapkan model problem based learning (PBL) atau menunjukkan bahwa tidak memberikan pengaruh yang signifikan aspek berpikir kritis rendah terhadap hasil belajar yang diperoleh siswa. Kontribusi atau sumbangan berpikir kritis tinggi dengan hasil belajar fisika siswa untuk setiap kelompok berturut-turut adalah sebesar 85,0%, 40,7%, dan 1% sedangkan sisanya (residunya) dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti. Berdasarkan hasil analisis maka diketahui bahwa tingkat berpikir kritis siswa secara keseluruhan memiliki hubungan fungsional yang signifikan terhadap hasil belajar dengan nilai R square 0,827 atau 82,7% sumbangan berpikir kritis siswa terhadap hasil belajar yang menerapkan model PBL. Semakin tinggi tingkat berpikir kritis siswa maka semakin besar hubungan fungsional yang signifikan terhadap hasil belajar, dan juga semakin besar kontribusi/sumbangan berpikir kritis terhadap hasil belajar yang diperoleh siswa yang menerapkan model PBL. Tidak terdapat hubungan fungsional yang signifikan pada kelompok berpikir kritis rendah dengan variabel hasil belajar yang menerapkan model PBL. Kata Kunci : Berpikir kritis, hasil belajar, analisis regresi, problem based learning.
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN CONCEPT MAPPING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI DASAR SUMBER DAYA ALAM MATA PELAJARAN IPA DI KELAS V SD NEGERI 067258 MEDAN MEDAN T.A 2014/2015 Masna Farida
PASCAL (Journal of Physics and Science Learning) Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (643.13 KB)

Abstract

Masalah yang ditelitin dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar dan keaktifan siswa pada mata pelajaran IPA di kelas V SD Negeri 067258 Medan Amplas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa dan keaktifan siswa dalam prosess belajar mengajar khususnya mata pelejaran IPA materi sumber daya alam. Model pembelajaran yang dipakai dalam pembelajaran ini adalah model pembelajaran concept mapping. Sedangkan subjek dalam penelitian ini yaitu kelas V SD Negeri 067258 Medan Amplas dengan jumlah siswa sebanyak 23 orang siswa. Hasil penelitian diperoleh dari nilai rata – rata siswa pada saat tes awal dimana dari 23 orang siswa hanya 3 orang siswa yang mengalami ketuntasan belajar dengan persentase ketutasan siswa secara klasikal hanya 13,04% sedangkan 20 (86,95%) siswa lagi yang belum tuntas belajar. Dengan nilai rata – rata kelas sebesar 31,91. Kemudian pada siklus I nilai rata – rata siswa meningkat menjadi 59,73dengan persentase 34,78 % atau 8 arang siswa yang mengalami penigkatan hasil belajar dan 15 orang siswa (65,21%) yang belum tuntas. Pada siklus II nilai rata – rata siswa meningkat menjadi 86,40 dengan persentase ketuntasan 95,65% atau 22 siswa yang mengalami peningkatan ketuntasan dalam belajar, dan hanya 1 (4,34%) orang siswa lagi yang tidak mencapai nilai ketuntasan. Berdasarkan hasil observasi terhadap siswa dan guru juga mengalami peningkatan dimana data observasi siklus I terhadap guru dalam mengajar dengan menggunakan model pembelajaran concept mapping mendapat kategori baik dengan nilai rata – rata 72,91 dari 12 aspek yang diamati, sedangkan data observasi kegiatan guru siklus II dalam mengajar dengan menggunakan model pembelajaran concept mapping mengalami peningkatan dengan nilai rata – rata 95,85. Hasil observasi tehadap siswa pada siklus I yang dilihat dari aspek kognitif, afektif dan psikomotor siswa hanya mencapai nilai rata – rata 65,78 dengan kategori cukup. Setelah pemberian tindakan siklus II nilai hasil observasi siswa meningkat yang dilihat dari ketiga aspek yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor siswa yang mencapai nilai rata – rata 88,15 dengan kategori baik. Kata Kunci : Hasil belajar, keaktifan siswa, concept mapping.

Page 1 of 2 | Total Record : 12