cover
Contact Name
Farid Helmi Setyawan
Contact Email
faridhelmi@stkipmodernngawi.ac.id
Phone
+6282244602919
Journal Mail Official
jpm@stkipmodernngawi.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. Soekarno No. 4 Kabupaten Ngawi, Jawa Timur 63214
Location
Kab. ngawi,
Jawa timur
INDONESIA
JPM (Jurnal Pendidikan Modern)
ISSN : 24601225     EISSN : 2580099X     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
JPM (Jurnal Pendidikan Modern) is a journal published by the Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Modern Ngawi, Indonesia. JPM (Jurnal Pendidikan Modern) encompasses research articles, original research report, reviews, and scientific commentaries in education. The journal publishes a broad range of papers from all branches of education and individual or group learning relating to education.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 1 (2018): Edisi September" : 5 Documents clear
PENINGKATAN KEMANDIRIAN ANAK TK MELALUI METODE ROLE PLAYING DENGAN MEDIA CELEMEK Sulastri
Jurnal Pendidikan Modern Vol 4 No 1 (2018): Edisi September
Publisher : STKIP Modern Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37471/jpm.v4i1.47

Abstract

Pendidikan di Taman Kanak-kanak (TK) merupakan pendidikan yang menyenangkan dengan prinsip belajar sambil bermain bermain seraya belajar. Berangkat dari sinilah pembelajaran yang ada di TK harus dicermati, sehingga apa yang diharapkan, yakni agaar anak-anak lebih mandiri dalam segala hal sesuai dengan kapasitas anak bisa tercapai. Metode pengajaran yang tepat dan cermat akan mengarahkan anak-anak pada hasil yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian anak taman kanak-kanak melalui metode role playing dengan media celemek. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan TK DW Keraswetan 2 Geneng. Adapun subjek penelitian adalah 22 anak analisis data dilakukan berdasarkan tahapan analisa model mengalir yang dikemukakan Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemandirian mengalami peningkatan. Indikator peningkatan tersebut diantaranya siklus I kemandirian anak dalam memakai sepatu sebesar 41% meningkat menjadi 68% sedangkan dalam memakai baju sendiri juga mengalami peningkatan yakni siklus I kemandirian sebesar 32% meningkat menjadi 64%
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA Umi Robiah
Jurnal Pendidikan Modern Vol 4 No 1 (2018): Edisi September
Publisher : STKIP Modern Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37471/jpm.v4i1.48

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mendeskripsikan pembelajaran dengan pembelajaran Kooperatif tipe Think, Pair, and Share (TPS) yang dapat meningkatkan pemahaman belajar IPA dalam mengidentifikasi sifat-sifat benda padat, cair, dan gas kelas III SDN Ngrambe 2 Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas. Rancangan penelitian tindakan kelas dipilih karena masalah yang akan dipecahkan berasal dari praktik pembelajaran dan meningkatkan kemampuan siswa. Penelitian ini menghasilkan nilai observasi yang meningkat dari siklus I adalah 53 menjadi 70 di siklus II. Hal ini disebabkan pada siklus II siswa sudah tidak ragu untuk mengeluarkan ide-idenya dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Serta pemahaman terhadap materi sifat-sifat benda padat, cair, dan gas sudah tertanam dalam diri siswa sehingga ketika diberikan masalah siswa mampu menyelesaikannya. Melihat peningkatan poin terhadap aktifitas siswa yang ditargetkan peneliti adalah 70 poin. Hal ini berarti penelitian yang dilakukan berhasil, nilai yang didapat sesuai target yang peneliti tetapkan. Dari hasil-hasil pengamatan maka pembelajaran melalui pembelajaran kooperatif tipe Think, Pair, and Share mampu untuk menanamkan pembelajaran kooperatif tipe Think, Pair, and Share mampu untuk menanamkan konsep IPA dalam siswa sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Dari hasil penelitian diperoleh simpulan, bahwa pembelajaran kooperatif tipe Think, Pair, and Share pada pokok bahasan sifat-sifat benda dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas III SD Negeri Ngrambe 2 Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) MELALUI METODE RESITASI Murti
Jurnal Pendidikan Modern Vol 4 No 1 (2018): Edisi September
Publisher : STKIP Modern Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37471/jpm.v4i1.49

Abstract

Fenomena yang terjadi SD Negeri Kawu 3 Kedunggalar menunjukkan bahwa masih rendahnya kemampuan menyusun RPP haruslah segera diatasi sebab RPP merupakan rancangan pembelajaran terprogram yang wajib dimilikinya. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kemampuan menyusun RPP melalui metode resitasi pada guru SD Negeri Kawu 3 Kedunggalar. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Kawu 3 Kedunggalar yang terletak di Desa Kawu Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi. Waktu yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah 2 bulan yakni bulan April sampai Mei 2014. Adapun jumlah subjek penelitian ini adalah guru SD Negeri Kawu 3 Kedunggalar yang berjumlah 8 orang. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa dengan penerapan metode resitasi kemampuan guru dalam menyusun RPP mengalami peningkatan jika siklus I dari 8 orang guru yang dinyatakan berhasil sebanyak 5 atau 62% guru maka pada siklus II yang dinyatakan berhasil atau mampu menyusun RPP dengan benar sebanyak 7 atau 87%, sedangkan yang belum berhasil atau memperoleh nilai dibawah 70 jika siklus I sebanyak 3 atau 38% guru maka pada siklus II turun menjadi 1 atau 13%
PERAN BLOG GURU INDONESIA DALAM MEMBENTUK KARAKTER GURU YANG SMART ENERGIK KREATIF SANTUN DAN INOVATIF Mudhofar
Jurnal Pendidikan Modern Vol 4 No 1 (2018): Edisi September
Publisher : STKIP Modern Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37471/jpm.v4i1.50

Abstract

Profesionalisme guru merupakan sebuah kebutuhan yang tidak dapat ditunda-tunda lagi, seiring dengan semakin meningkatnya persaingan yang semakin ketat dalam era globalisasi seperti sekarang ini. Seorang guru yang profesional harus memenuhi empat kompetensi guru yang telah ditetapkan dalam undang-undang Republik Indonesia nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yaitu: kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial. Untuk memenuhi tuntutan tujuan pendidikan nasional dan undang-undang No 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen di atas, diperlukan guru yang Smart, Energik, Kreatif, Santun, dan Inovatif.
UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN MONOLOG DESCRIPTIVE LISAN BERBAHASA INGGRIS SEDERHANA YANG BERTERIMA MELALUI SISTEM ICARE PADA SISWA Minarsih Sri Wahjoeni
Jurnal Pendidikan Modern Vol 4 No 1 (2018): Edisi September
Publisher : STKIP Modern Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37471/jpm.v4i1.51

Abstract

Pada umumnya siswa kurang mampu mengungkapkan bahasa lisan walaupun mereka telah mengalami pembelajaran dalam beberapa bahasan pada siklus lisan. Hasil dari observasi menunujukkan bahwa masih kurang memuaskan karena masih 40% siswa belum terampil mengungkapkan bahasa inggris secara lisan. Sedangkan 60% lainnya hanya mampu mengungkapkan dengan frekuensi rata-rata dua sampai dengan tiga kalimat saja dan dengan cara menghafalkan tulisan. Inilah fenomena kesulitan yang dialami oleh penulis di dalam membelajarkan siswa di sekolah. Fenomena lain yang terikat di dalam membelajarkan siswa adalah guru belum terbiasa melakukan pembelajaran secara kreatif dan inovatif dengan menggunakan sistem ICARE. Pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah pendekatan kualitatif, sebab penelitian ini dilakukan karena terjadi permasalahan pembelajaran di kelas. Permasalahan ini ditindaklanjuti dengan cara menerapkan sebuah model pembelajaran yang diamati kemudian dianalisis dan direfleksi. Hasil revisi kemudian diterapkan kembali pada siklus-siklus berikutnya. Dari hasil observasi setiap siklusnya tampak adanya peningkatan yang cukup. Pembelajaran yang biasa berpusat pada guru berubah pada siswa. Aktivitas siswa dalam pembelajaran cukup memberikan nuansa baru dalam pembelajaran. Kekurangan setiap siklus selalu diperbaiki sehingga meskipun kecil selalu ada peningkatan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5