cover
Contact Name
Octariana Sofyan
Contact Email
lppm@afi.ac.id
Phone
+62274-370458
Journal Mail Official
lppm@afi.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Gang Jambu Kebrokan Pandeyan Umbulharjo Yogyakarta 55151
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kefarmasian AKFARINDO
ISSN : 25287257     EISSN : 25287265     DOI : -
The journal includes various fields of pharmaceuticals sciences such as: -Pharmacology and Toxicology -Pharmacokinetics -Community and Clinical Pharmacy -Pharmaceutical Chemistry -Pharmaceutical Biology -Pharmaceutics -Pharmaceutical Technology -Biopharmaceutics -Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology -Alternative medicines
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2021)" : 5 Documents clear
FORMULASI DAN EVALUASI PERMEN JELLY SAMBILOTO (Andrographis paniculata Nees) MENGGUNAKAN BASIS KARAGENAN-KONJAK Rahmamulia Yusdwianta, Adinda; Dwi Lestari, Ratih; Dwihan Saputra, Damas
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.101

Abstract

Sambiloto merupakan bahan alami yang memiliki khasiat dapat meningkatkan fungsi sistem pertahanan tubuh. Dengan memformulasikan ekstrak sambiloto ke dalam formula permen jelly akan menambah nilai gizi yang terkandung dalam permen jelly. Permen jelly sambiloto dapat meningkatkan pemanfaatan herba sambiloto (Andrographidis paniculata Nees) menjadi sediaan yang mampu diterima oleh berbagai kalangan masyarakat. Mengetahui formulasi yang tepat dalam pembuatan permen jelly dengan penambahan karagenan dan konjak. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimental dengan rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yang terdiri dari 3 formula perbandingan karagenan – konjak dengan konsentrasi 2%, 2,5%, dan 3%. Evaluasi permen jelly yang dilakukan meliputi keseragaman bobot dan pengujian hedonik dengan atribut warna, rasa, aroma, tekstur, dan nilai uji hedonik keseluruhan (overall). Bobot rata-rata permen jelly adalah 5,12 gram dengan penyimpangan bobot 0,01 sampai 0,11%, formula terpilih ditentukan berdasarkan hasil uji hedonik. Nilai uji hedonik tertinggi didapatkan oleh perlakuan F2(2,5%) dan F3(3%) dengan hasil tidak beda nyata yaitu 6,35 dan 6,36. Permen jelly sambiloto dengan konsentrasi karagenan-konjak 3% (F3) dipilih sebagai formula terbaik, karena memiliki tingkat kesukaan paling tinggi Semakin besar konsentrasi karagenan konjak yang ditambahkan pada formulasi berpengaruh terhadap peningkatan kekerasan, kekenyalan, aroma dan kepekatan warna permen jelly sambiloto yang dihasilkan
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill.) TERHADAP BAKTERI PSEUDOMONAS AERUGINOSA Yogaswara Purnomo, Hanif; Azzahra, Fara
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.102

Abstract

Daun alpukat mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin yang bermanfaat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari daun alpukat terhadap bakteri P. aeruginosa dan mengetahui potensi aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun alpukat dengan pembanding antibiotik siprofloksasin. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran menggunakan 8 kelompok perlakuan, yaitu ektrak etanol daun alpukat konsentrasi 2%, 4%, 6%, 8% dan 10% sebagai sampel uji, siprofloksasin konsentrasi 5µg/20µl sebagai kontrol positif, etanol 96% sebagai kontrol pelarut dan aqua proinjection sebagai kontrol negatif. Setiap perlakuan diinokulasikan dengan bakteri kemudian ditetesi ekstrak etanol daun alpukat, diinkubasi pada suhu 37 ℃ selama 24 jam, data yang diperoleh berupa zona hambat yang diukur dan dianalisa sensitivitasnya berdasarkan CLSI dengan pembanding siprofloksasin. Aktivitas antibakteri menunjukkan diameter zona hambat pada bakteri P. aeruginosa dalam konsentrasi 2%, 4%, 6%, 8% dan 10% ekstrak daun alpukat sebesar 5,68±0,15mm; 6,16±0,03mm; 6,65mm±0,06; 7,55±0,20mm dan 6,41±0,06mm; berturut-turut dengan kategori resisten dan Siprofloksasin menunjukandiameter zona hambat 32,52±1,00mm dengan kategori sensitif menurut CLSI. Hasil zona hambat tersebut menunjukan adanya perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan ekstrak dan terhadap kontrol positif siprofloksasin. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun alpukat memiliki aktivitas menghambat bakteri P. aeruginosa, namun potensinya tidak sebanding dengan siprofloksasin.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI DI PUSKESMAS SEWON II PERIODE JANUARI 2021 Labiba Khuzaima, Luthfita; Sunardi
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.103

Abstract

Jumlah kasus hipertensi di Bantul sebesar 106.659 dan hipertensi sebagai urutan pertama dari 10 besar penyakit. Kesadaran masyarakat masih kurang tentang kepatuhan minum obat antihipertensi yang menyebabkan terapi obat kurang maksimal. Beberapa penelitian mengemukakan bahwa salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kepatuhan minum obat hipertensi yaitu tingkat pendidikan seseorang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan terhadap kepatuhan minum obat antihipertensi di Puskesmas Daerah bantul yaitu puskesman Sewon II pada Periode Januari 2021. Metode dalam penelitian ini yaitu observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah rata-rata per bulan pasien yang melakukan pengobatan di Puskesmas Sewon II dari bulan Juni – Oktober 2020 sebesar 180 pasien dan sampel sebanyak 125 orang dengan teknik Purposive Sampling. Hasil penelitian yang menghasilkan data tingkat pendidikan dan kepatuhan responden diperoleh dari kuesioner. Analisa data menggunakan SPSS 25 dengan uji Chi-Square. Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa responden yang memiliki Tingkat pendidikan terbanyak di Puskesmas Sewon II Bantul yaitu SMA sejumlah 59 orang (47,2%). Pasien patuh 84 responden 32,8% dan tidak patuh 41 responden 67,2%. Hasil analisis hubungan antara pendidikan dan kepatuhan dengan Chi Square Asymp. Sig. (2-side) 0,000 < 0,05. Tingkat pendidikan berhubungan signifikan dengan kepatuhan minum obat antihipertensi di Puskesmas Sewon II Bantul.
TINGKAT PENGETAHUAN PENGGUNAAN OBAT HERBAL PADA KELOMPOK TANI SAKURA DI DESA TRIKEMBANG Eristina; Ekaliana, Nia
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.104

Abstract

Desa Trikembang sebagai bagian dari Kabupaten Sambas sejak dahulu penduduknya telah memanfaatkan tumbuhan untuk pengobatan penyakit. Seluruh lapisan masyarakat biasanya mengkonsumsi tanaman herbal untuk upaya menjaga kesehatan tubuh. Pemanfaaatan obat herbal sebaiknya dilandasi dengan pengetahuan yang benar sehingga penggunaanya tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tanaman herbal masyarakat Tri kembang dengan penggunaan tanaman herbal. Penelitian dilakukan menggunakan metode regresi linier sederhana. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Tingkat Pengetahuan terhadap Penggunaan Obat Herbal pada Kelompok Tani Sakura di Desa Trikembang. Data di analisis menggunakan bantuan software SPSS. Berdasarkan hasil uji T SPSS diperoleh nilai sig pada output tersebut yaitu 0,001<0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh tingkat pengetahuan tanaman herbal masyarakat Trikembang terhadap penggunaan tanaman herbal dalam kehidupan sehari – hari.
TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP PELAYANAN FARMASI DI APOTEK SELAKAU FARMA Masyithah, Nurul; Aminudin
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.105

Abstract

Apotek merupakan suatu sarana untuk melakukan pekerjaan kefarmasian dan penyaluran perbekalan farmasi kepada masyarakat umum. Salah satu indikator untuk mengetahui mutu pelayanan kesehatan adalah pengukuran kepuasan pengguna jasa kesehatan. Kepuasan merupakan tingkat perasaan seseorang dengan membandingkan antara kinerja atau hasil yang dirasakan dengan harapan. Mengetahui tingkat kepuasan pelanggan terhadap pelayanan farmasi di Apotek Selakau Farma. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan kuisioner kepuasan meliputi realibility (kehandalan), responsiveness (ketanggapan), assurance (Jaminan), empathy (empati), tangibles (dimensi berwujud). Hasil kuesioner di ukur menggunakan skala Likert. Subyek penelitian adalah pasien yang berkunjung ke Apotek Selakau dalam periode 1 bulan. Jumlah subyek penelitian ditentukan dengan rumus Slovin. Data di analisis secara deskriptif pada tiap variabel berdasarkan persentase responden yang menyatakan puas. Berdasarkan penilaian Analisis secara keseluruhan menyatakan pasien yang berkunjung ke apotek Selakau Farma merasa puas terhadapat pelayanan kefarmasian yang diberikan. Pernyataan ini ditunjukkan dari tingkat keseluruhan indikator memiliki nilai >90% yaitu dari dimensi kehandalan, ketanggapan, jaminan, empati dan fasilitas berwujud.

Page 1 of 1 | Total Record : 5