cover
Contact Name
Rahmah Murtadha
Contact Email
rahmah.murtadha@student.upi.edu
Phone
+6285337011739
Journal Mail Official
nasrullahstis@gmail.com
Editorial Address
Jl. Gajah Mada, Ling. Nusantara Gang Al-Amin 1 Monggonao Mpunda Kota Bima NTB
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Al-Ittihad: Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam
ISSN : 24426938     EISSN : 27216829     DOI : 10.61817
Al-Ittihad (p-ISSN 2442-6938) adalah Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam, terbit 2 kali setahun oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIS Al-Ittihad Bima sejak Tahun 2015. Redaksi menerima tulisan yang berkenaan dengan Pemikiran dan Hukum Islam serta redaksi berhak mengedit tulisan sepanjang tidak mereduksi substansi.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 2 (2020): Desember 2020" : 3 Documents clear
Etika Islam Dalam Membangun Peradaban Menurut Malik Bennabi Regina Citra Arini
Al-Ittihad: Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam Vol 6 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Syariah (STIS) Al-Ittihad Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61817/ittihad.v6i2.30

Abstract

Tulisan ini menganalisis tentang membangun peradaban yang dikemukakan oleh salah seorang tokoh pembaharuan pemikiran Islam yang cukup ternama yaitu Malik Bennabi, yang mengaitkan keadaan sosial Muslim dari sudut pandang yang lebih dalam dan dengan penjajahan sebagai faktor luar terhadap ketinggalan dan kemunduran masyarakat Islam di masa kini. Dalam analisisnya, Malik Bennabi menawarkan konsep etika atau moral yang berkaitan dengan kekuatan moral manusia dalam merespon perubahan kehidupan modern. Menurut Malik Bennabi, membangun peradaban Islam yang lebih beradab dengan kembali ke sumber utamanya yaitu al-Quran dan Hadist. Pembahasan mengenai etika Islam dalam membangun sebuah peradaban diantaranya adalah melalui konsep tauhid (keimanan), agama, manusia, dan sejarah.
MISI KERASULAN NABI MUHAMMAD SAW Hendra, Hendra
Al-Ittihad: Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam Vol 6 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Syariah (STIS) Al-Ittihad Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61817/ittihad.v6i2.31

Abstract

Tulisan ini berusaha untuk memaparkan upaya yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW untuk menciptakan sebuah tatanan kehidupan yang berperadaban. Oleh karenanya setelah beliau hijrah ke Madinah barulah upaya ini mulai terlihat peluangnya. Di Madinah, Rasulullah SAW, selain sebagai pemimpin agama, beliau pun sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan. Karenanya, secara politik beliau punya peranan yang sangat penting untuk melaksanakan misi kerasulannya, dalam menyampaikan dakwah Islam. Dakwah Nabi Muhammad berawal dari keluarganya sendiri, Siti Khadijah, isterinya kemudian kepada kaum kerabatnya, kemudian mereka dikenal dengan Assabiqunal awwaluna, yang berarti orang-orang yang pertama memeluk Islam. Dalam rentang waktu 23 tahun Rasulullah SAW telah berhasil mengubah tatanan masyrakat yang berkelanjutan, dari politeisme menuju monoteisme, dari kesukuan menjadi nasionalisme dan pada akhirnya menjadi internasionalisme.
Islam, Adat, Dan Tarekat Syattariyah Di Minangkabau Roni Faslah; Ahmad Khoirul Fata
Al-Ittihad: Jurnal Pemikiran dan Hukum Islam Vol 6 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Islam Syariah (STIS) Al-Ittihad Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61817/ittihad.v6i2.32

Abstract

Tulisan ini mengkaji dinamika Islam dan adat lokal di Minangkabau, serta keterlibatan tarekat Syattariyah dalam proses tersebut. Dengan menggunakan pendekatan sosio-historis, tulisan ini menungkapkan bahwa proses pergumulan antara Islam dan tradisi lokal di Minangkabau mengalami dinamika yang keras bahkan cenderung mengarah ke konflik. Di sini tarekat Syattariyah memberikan perannya sebagai bagian dari agen yang membentuk tradisi keagamaan di Minangkabau. Namun demikian, tradisi yang dicipta itu kemudian mengundang kritik dari para pembaharu. Konflik antara Kaum Padri versus Kaum Adat, yang kemudian berlanjut antara Kaum Muda versus Kaum Tua selalu melibatkan tarekat ini. Meski demikian, tarekat Syattariyah mampu menunjukkan vitalitasnya hingga tetap eksis dan berkembang di Minangkabau hingga sekarang ini. Bahkan berkembang ke daerah-daerah sekitarnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 3