cover
Contact Name
Hery Fajeriadi
Contact Email
heryfaje@gmail.com
Phone
+6285332834301
Journal Mail Official
bioinoved@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. Brigjend. H. Hasan Basry, Gedung Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Bio-Inoved : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan
ISSN : 26849062     EISSN : 27149803     DOI : -
Core Subject : Education,
Bio-Inoved: The Journal of Biology-Educational Innovation [p-ISSN 2684-9062] publishes scientific articles on the results of biology education research and innovations (Focus and Scope). Articles are written by following the manuscript writing rules (Author Guidelines). This journal is published twice a year, in April and October.
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2026): February 2026" : 17 Documents clear
Phytochemical screening of mint leaves (Mentha sp.) as an innovation in biology learning Padmiswari, Anak Agung Istri Mas; Wulansari, Nadya Treesna; Harditya, Kadek Buja; Indrayoni, Putu; Dira, Made Asmarani
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v8i1.23727

Abstract

Phytochemistry-based practicums have the potential to strengthen students' cognitive understanding, psychomotor skills, and affective attitudes. This study examines the effectiveness of phytochemistry testing practicums using mint leaf (Mentha sp.) ethanol extract on the learning outcomes, psychomotor skills, and attitudes of biology students. The research subjects consisted of 30 second-year students selected using purposive sampling, as they had already completed the basic pharmaceutical biology course. A pre-experimental one-group pretest–posttest design was applied, with instruments including a learning outcome test, observation sheets, and a response questionnaire. The phytochemical screening results confirmed the presence of flavonoids, alkaloids, saponins, tannins, and terpenoids, which provided clear and easily observable visual indicators. Statistical analysis showed a significant increase in post-test scores compared to pre-test scores (p = 0.001). Observations revealed good performance in laboratory skills such as procedural accuracy, work safety, and teamwork, although color interpretation required further improvement. Questionnaire responses indicated that students perceived the practicum positively, particularly in terms of motivation, relevance to everyday life, and integration of theory with practice. These findings indicate that mint leaf-based phytochemistry practicums effectively support student learning, with an average score of 80.4 in the cognitive domain (Good–Very Good), 82 in the psychomotor domain (Good), and 85 in the affective domain (Very Good). The use of local plants as a practical medium also provides a contextual, low-cost, and innovative approach to biology education, with strategic potential to improve the quality of laboratory-based learning.Abstrak. Praktikum berbasis fitokimia berpotensi memperkuat pemahaman kognitif, keterampilan psikomotor, dan sikap afektif mahasiswa. Penelitian ini mengkaji efektivitas praktikum uji fitokimia menggunakan ekstrak etanol daun mint (Mentha sp.) terhadap hasil belajar, keterampilan psikomotor dan sikap mahasiswa biologi. Subjek penelitian terdiri dari 30 mahasiswa tahun kedua yang dipilih dengan teknik purposive sampling, karena telah menyelesaikan mata kuliah Biologi Farmasi Dasar. Desain penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimental dengan rancangan one-group pretest–posttest, menggunakan instrumen berupa tes hasil belajar, lembar observasi, dan angket respon. Hasil skrining fitokimia mengonfirmasi adanya flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan terpenoid yang memberikan indikator visual jelas dan dapat diamati dengan baik. Analisis statistik menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai post-test dibandingkan pre-test (p = 0,001). Observasi menunjukkan keterampilan laboratorium mahasiswa berada pada kategori baik, khususnya dalam ketepatan prosedur, keselamatan kerja, dan kerja sama tim, meskipun interpretasi warna masih perlu ditingkatkan. Respon angket menunjukkan bahwa mahasiswa menilai praktikum ini secara positif, terutama dalam hal motivasi, relevansi dengan kehidupan sehari-hari, serta integrasi teori dengan praktik. Temuan ini menunjukkan bahwa praktikum fitokimia berbasis daun mint efektif mendukung pembelajaran mahasiswa dengan memperoleh rata-rata nilai 80,4 pada domain kognitif (Baik–Sangat Baik), 82 pada domain psikomotor (Baik), dan 85 pada domain afektif (Sangat Baik). Pemanfaatan tanaman lokal sebagai media praktikum juga menyediakan pendekatan kontekstual, berbiaya rendah, dan inovatif dalam pendidikan biologi, dengan potensi strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis laboratorium.
The influence of problem-based learning with socio-scientific issues on improving concept mastery and critical thinking in biotechnology Nurfadhila, Devi; Sigit, Diana Vivanti; Kurniati, Tri Handayani
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v8i1.23730

Abstract

The low conceptual mastery and critical thinking skills of grade 10 students in biotechnology create a need for a more contextual and meaningful learning model. This study aims to determine the effect of the Problem Based Learning (PBL) model integrated with Socio-Scientific Issues (SSI) on conceptual mastery and critical thinking skills in biotechnology. The study used a quasi-experimental design with two groups: an experimental class using PBL integrated with SSI and a control class using the Discovery Learning model. Data were collected through pre-tests and post-tests using multiple-choice questions for conceptual mastery and essays for critical thinking skills. The research results show that the experimental class had an average conceptual mastery score of 85, which was higher than the control class’s score of 67. For critical thinking skills, the experimental class obtained an average score of 81, while the control class scored 74. The MANOVA statistical test yielded p < 0.05, indicating that the PBL-SSI model had a significant effect on conceptual mastery and critical thinking skills. N-Gain analysis showed a high increase in the experimental group and a moderate increase in the control group. This indicates that integrating PBL with SSI creates a meaningful learning environment, promoting better conceptual understanding and critical thinking skills. The impact of this study is expected to serve as a reference for developing innovative learning methods in future biology education.Abstrak. Keterampilan penguasaan konsep dan berpikir kritis siswa kelas 10 dalam bioteknologi yang rendah menciptakan kebutuhan akan model pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) yang terintegrasi dengan Isu-Isu Sosial-Ilmiah (SSI) terhadap penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kritis dalam bioteknologi. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan dua kelompok: kelas eksperimen yang menggunakan PBL terintegrasi dengan SSI dan kelas kontrol yang menggunakan model Pembelajaran Penemuan. Data dikumpulkan melalui tes awal dan tes akhir menggunakan soal pilihan ganda untuk penguasaan konsep dan esai untuk keterampilan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen memiliki skor rata-rata penguasaan konsep sebesar 85, yang lebih tinggi daripada skor kelas kontrol sebesar 67. Untuk keterampilan berpikir kritis, kelas eksperimen memperoleh skor rata-rata 81, sementara kelas kontrol mendapatkan skor 74. Uji statistik MANOVA menghasilkan p < 0.05, menunjukkan bahwa model PBL-SSI memiliki dampak signifikan terhadap penguasaan konsep dan keterampilan berpikir kritis. Analisis N-Gain menunjukkan peningkatan tinggi pada kelompok eksperimen dan peningkatan moderat pada kelompok kontrol. Hal ini menunjukkan bahwa integrasi PBL dengan SSI menciptakan lingkungan belajar yang bermakna, yang mempromosikan pemahaman konseptual yang lebih baik dan keterampilan berpikir kritis. Dampak penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk mengembangkan metode pembelajaran inovatif dalam pendidikan biologi di masa depan.
Development of AR-assisted socio-scientific issue e-modules on the circulatory system to enhance students’ health literacy and critical thinking Saragih, Devi Mayuko; Pratama, Anggi Tias
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v8i1.23915

Abstract

Despite the emphasis on integrating critical reasoning and health literacy in 21st-century biology education, current learning practices remain teacher-centered, dominated by low-order assessments, and unsupported by contextual, technology-enhanced materials, creating a gap between curricular expectations and students’ actual competencies. This study developed an Augmented Reality (AR)-based e-module with Socio-Scientific Issues (SSI) approach on the circulatory system to enhance health literacy and critical reasoning skills of grade XI students. The urgency arose from findings at SMA Negeri 1 Depok showing teacher-centered biology learning, low health literacy, LOTS-dominated evaluation, and conventional e-modules lacking SSI and AR integration. Using the ADDIE model, the e-module was validated by two experts and a biology teacher, then tested through quasi-experimental non-equivalent control group design with 72 students (36 experimental, 36 control) at SMAN 1 Depok Sleman. Data were analyzed using descriptive statistics and Mann-Whitney test. Results showed the AR-based SSI e-module: (1) integrated SSI features with AR video animation technology, (2) met acceptable validity from expert judgment, (3) was practical for teaching circulatory system, and (4) effectively improved health literacy (N-Gain 0.41) and critical reasoning (N-Gain 0.70) with significant differences between groups (p < 0.05). This study transformed biology learning from teacher-centered to student-centered while optimizing productive gadget use to shape critical-thinking Pancasila Student Profiles, opening opportunities for content expansion, advanced AR technologies integration, and sustainable 21st-century biology learning innovation.Abstrak. Meskipun pendidikan biologi abad ke-21 menekankan integrasi penalaran kritis dan literasi kesehatan, praktik pembelajaran yang berlangsung masih berpusat pada guru, didominasi oleh asesmen berpikir tingkat rendah, serta belum didukung oleh bahan ajar kontekstual berbasis teknologi, sehingga menimbulkan kesenjangan antara tuntutan kurikulum dan kompetensi aktual siswa. Penelitian ini mengembangkan modul e-learning berbasis Augmented Reality (AR) dengan pendekatan Isu Sosial-Ilmiah (SSI) tentang sistem peredaran darah untuk meningkatkan literasi kesehatan dan keterampilan berpikir kritis siswa kelas XI. Kebutuhan mendesak ini muncul dari temuan di SMA Negeri 1 Depok yang menunjukkan pembelajaran biologi yang berpusat pada guru, literasi kesehatan yang rendah, evaluasi yang didominasi oleh LOTS, serta modul e-learning konvensional yang tidak mengintegrasikan SSI dan AR. Menggunakan model ADDIE, e-module ini divalidasi oleh dua ahli dan seorang guru biologi, kemudian diuji melalui desain quasi-eksperimental dengan kelompok kontrol non-ekuivalen melibatkan 72 siswa (36 eksperimental, 36 kontrol) di SMAN 1 Depok Sleman. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji Mann-Whitney. Hasil menunjukkan bahwa e-modul SSI berbasis AR: (1) mengintegrasikan fitur SSI dengan teknologi animasi video AR, (2) memenuhi validitas yang dapat diterima berdasarkan penilaian ahli, (3) praktis untuk pengajaran sistem peredaran darah, dan (4) secara efektif meningkatkan literasi kesehatan (N-Gain 0,41) dan penalaran kritis (N-Gain 0,70) dengan perbedaan yang signifikan antara kelompok (p < 0,05). Studi ini mengubah pembelajaran biologi dari berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa sambil mengoptimalkan penggunaan gadget yang produktif untuk membentuk profil siswa Pancasila yang kritis, membuka peluang untuk perluasan konten, integrasi teknologi AR canggih, dan inovasi pembelajaran biologi abad ke-21 yang berkelanjutan.
Evaluating the scientific accuracy and pedagogical approaches in biodiversity content of secondary school textbooks: A cross-publisher study Herawati, Desti; Munandar, Rifki Risma; Ganeswara, Muhamad Ginanjar; Nurafsari, Isna
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v8i1.22518

Abstract

This study analyzes how biodiversity is represented in secondary school biology textbooks from both government and private publishers. The focus of the research is on evaluating their alignment with the national curriculum, the scientific accuracy of biodiversity concepts, and their ability to foster critical thinking. The research employs a descriptive content analysis approach using the Four Steps Teaching Material Development (4S TMD) method, limited to the selection stage. The sample consists of one government-published and one private-published biology textbook commonly used in Grade X of Secondary School, selected from a survey of 45 schools in Bogor Regency. The results show key differences: government textbooks provide a more accurate, comprehensive view of biodiversity and are better aligned with the curriculum, offering real-world ecological examples. They also promote inquiry-based learning and critical thinking. On the other hand, private textbooks offer more superficial coverage with conceptual errors, focusing on rote memorization and theoretical knowledge. These findings suggest that government textbooks are better suited for fostering a deep understanding of biodiversity, while private textbooks may limit students' ability to engage with the topic. The study calls for improved quality of textbook biodiversity content better to support students' learning and awareness of ecological issues. Future research could explore the impact of these textbook differences on student outcomes.Abstrak. Penelitian ini menganalisis bagaimana keanekaragaman hayati diwakili dalam buku teks biologi sekolah menengah atas yang diterbitkan oleh penerbit pemerintah dan swasta. Fokus penelitian ini adalah mengevaluasi kesesuaiannya dengan kurikulum nasional, akurasi ilmiah konsep keanekaragaman hayati, dan kemampuannya dalam mengembangkan pemikiran kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan analisis konten deskriptif dengan metode Four Steps Teaching Material Development (4S TMD), yang dibatasi pada tahap seleksi. Sampel terdiri dari satu buku teks biologi yang diterbitkan oleh pemerintah dan satu buku teks yang diterbitkan oleh penerbit swasta, yang umum digunakan di Kelas X Sekolah Menengah Atas, dipilih dari survei 45 sekolah di Kabupaten Bogor. Hasil menunjukkan perbedaan signifikan: buku teks pemerintah memberikan gambaran yang lebih akurat dan komprehensif tentang keanekaragaman hayati, serta lebih selaras dengan kurikulum, dengan contoh-contoh ekologi dunia nyata. Mereka juga mendorong pembelajaran berbasis penemuan dan pemikiran kritis. Di sisi lain, buku teks swasta menawarkan cakupan yang lebih permukaan dengan kesalahan konseptual, berfokus pada hafalan dan pengetahuan teoretis. Temuan ini menyarankan bahwa buku teks pemerintah lebih cocok untuk mengembangkan pemahaman mendalam tentang keanekaragaman hayati, sementara buku teks swasta mungkin membatasi kemampuan siswa untuk terlibat dengan topik tersebut. Studi ini menyerukan peningkatan kualitas konten keanekaragaman hayati dalam buku teks untuk mendukung pembelajaran dan kesadaran siswa terhadap isu-isu ekologi. Penelitian masa depan dapat mengeksplorasi dampak perbedaan buku teks ini terhadap hasil belajar siswa.
The effect of the SM2CL learning model on students’ critical thinking skills in the digestive system topic Pratama, Lisra; Taiyeb, Mushawwir; Rachmawaty, Rachmawaty; Daud, Firdaus; Mu’nisa, Andi
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v8i1.24915

Abstract

The demands of 21st-century education emphasize critical thinking in learning. Critical thinking is essential in learning biology, especially in the topic of the human digestive system. However, the limited use of varied learning models reduces opportunities to develop students' critical thinking skills. Therefore, an appropriate learning model is needed, namely the SM2CL model. This model is appropriate because it combines learning models, strategies, and methods. This study aims to analyze the effect of the Synectics, Mind Mapping, and Cooperative Learning (SM2CL) learning model on critical thinking skills among class XI students in the digestive system material at MAN 3 Bone. This study used a quasi-experimental method with a pretest-posttest control group design. The study consisted of 60 samples, comprising 2 classes of students. The study, using ANCOVA to test the hypothesis, showed a significant effect of the SM2CL model (p < 0.05). Furthermore, the LSD test indicated a significant difference between students taught using the SM2CL model and those taught using the direct instruction model. These findings suggest that the SM2CL model is more effective in enhancing students' critical thinking skills in biology learning, particularly in the digestive system topic. This study contributes to biology education by providing empirical evidence on the effectiveness of integrated learning models in promoting critical thinking skills.Abstrak. Tuntutan pendidikan abad ke-21 menekankan pemikiran kritis dalam pembelajaran. Pemikiran kritis sangat penting dalam pembelajaran biologi, khususnya pada topik sistem pencernaan manusia. Namun, penggunaan model pembelajaran yang beragam yang terbatas mengurangi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Oleh karena itu, dibutuhkan model pembelajaran yang tepat yaitu model SM2CL. Model ini tepat karena memadukan model, strategi dan metode pembelajaran Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran Synectics, Mind Mapping, dan Cooperative Learning (SM2CL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas XI pada materi sistem pencernaan di MAN 3 Bone. Penelitian ini menggunakan metode quasi-eksperimental dengan desain kelompok kontrol pretest-posttest. Penelitian ini terdiri dari 60 sampel yang terdiri dari dua kelas siswa. Hasil penelitian, menggunakan uji ANCOVA untuk menguji hipotesis, menunjukkan pengaruh signifikan model SM2CL dengan nilai signifikansi p < 0,05. Selanjutnya, uji LSD menunjukkan perbedaan signifikan antara siswa yang diajar menggunakan model SM2CL dan siswa yang diajar menggunakan model pengajaran langsung. Temuan ini menunjukkan bahwa model SM2CL lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran biologi, khususnya pada topik sistem pencernaan. Studi ini berkontribusi pada pendidikan biologi dengan memberikan bukti empiris tentang efektivitas model pembelajaran terintegrasi dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis.
Rasch model–based development of an environmental literacy instrument Saputra, Moch Dwi Irsyad; Susilaningsih, Endang; Rusilowati, Ani; Lathif, Yuniar Fahmi
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v8i1.24953

Abstract

This study aims to develop and psychometrically validate an innovative environmental literacy instrument by integrating contextualized behavioral indicators using the Rasch model, offering a novel approach compared to existing instrument.  The instrument consisted of 20 items on a five-point Likert scale and was administered to 124 junior secondary school students. Data were analyzed using Winsteps 3.73, focusing on reliability, separation indices, item fit, unidimensionality, and item difficulty. Person analysis showed a reliability of 0.94 with a separation index ranging from 3.87 to 4.03, indicating the instrument can distinguish respondents into approximately four behavioral levels. Item analysis produced an item reliability of 0.98 with separation indices between 7.13 and 7.20, reflecting a stable hierarchy of item difficulty. All items fit the Rasch Model, with Infit Mean Square values between 0.81 and 1.12 and Outfit Mean Square values from 0.81 to 1.16. Positive PT-Measure Correlations ranging from 0.49 to 0.78 confirmed alignment with the measured construct. Unidimensionality analysis revealed that 60.8% of variance was explained by the model, while the first contrast accounted for 2.0 eigenvalues (4.0%), supporting a single dominant construct. Item difficulty estimates ranged from –1.58 to 1.53 logits (SD = 0.87). Overall, the findings confirm that the instrument is valid, reliable and suitable for assessing students’ environmental literacy behavior in educational research and evaluation contexts, with potential applications in curriculum evaluation and environmental education program assessment.Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi secara psikometrik instrumen literasi lingkungan yang inovatif dengan mengintegrasikan indikator perilaku terkkontekstualisasi menggunakan model Rasch, sehingga menawarkan pendekatan baru dibandingkan instrumen yang telah ada. Instrumen terdiri atas 20 butir dengan skala Likert lima tingkat dan diujikan kepada 124 siswa sekolah menengah pertama. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak Winsteps 3.73 dengan fokus pada reliabilitas, indeks separasi,  unidimensionalitas konstruk dan tingkat kesulitan butir instrumen. Hasil analisis menunjukkan bahwa analisis kemampuan responden menunjukkan reliabilitas person sebesar 0,94 dengan indeks separasi 3,87–4,03, yang menandakan kemampuan instrumen dalam membedakan responden ke dalam sekitar empat tingkat perilaku literasi lingkungan. Pada sisi kualitas butir, diperoleh reliabilitas item sebesar 0,98 dengan indeks separasi 7,13–7,20, yang menunjukkan stabilitas hierarki tingkat kesulitan butir. Seluruh butir instrumen dinyatakan fit terhadap Model Rasch dengan nilai Infit Mean Square berkisar antara 0,81–1,12 dan Outfit Mean Square antara 0,81–1,16, serta korelasi butir–konstruk (PT-Measure Correlation) yang positif (0,49–0,78). Uji unidimensionalitas melalui analisis residual terstandar menunjukkan varians yang dijelaskan oleh model sebesar 60,8%, dengan unexplained variance pada kontras pertama sebesar 2,0 eigenvalue (4,0%), yang mengindikasikan bahwa instrumen mengukur satu konstruk utama. Nilai kesulitan item tersebar dari –1,58 hingga 1,53 logit (SD = 0,87), dengan distribusi 4 butir sangat mudah, 7 butir mudah, 5 butir sulit, dan 4 butir sangat sulit. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan bahwa penggunaan Model Rasch memberikan informasi diagnostik yang komprehensif dan akurat terhadap kualitas instrumen, sehingga instrumen dinyatakan layak dan andal untuk mengukur perilaku literasi lingkungan peserta didik dalam konteks penelitian dan evaluasi pembelajaran, serta dimanfaatkan untuk evaluasi kurikulum dan penilaian program pendidikan lingkungan.
Problem-based learning augmented reality based on local potential to improve student learning motivation Zufahmi, Zufahmi; Rohman, Fatchur; Listyorini, Dwi
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v8i1.25135

Abstract

Advances in technology and information have compelled the education sector to undergo continuous transformation. These developments present new challenges, as educational systems are required to equip students with the knowledge, skills, and attitudes necessary to respond to an increasingly dynamic world. Such competencies are strongly influenced by students’ learning motivation; however, empirical evidence indicates that students’ learning motivation remains relatively low. The present study seeks to examine the effectiveness of an augmented reality–assisted problem-based learning model integrated with local potential in enhancing students’ learning motivation. A quasi-experimental design with a non-equivalent control group was employed. Data on learning motivation were collected using the Motivated Strategies for Learning Questionnaire. The results of the ANCOVA analysis revealed a significant effect on students’ learning motivation (p < 0.05), indicating that the local potential–based AR-PBL model was effective in improving learning motivation. The Partial Eta Squared value of 0.605 indicates a large effect size, accounting for approximately 60% of the variance. Furthermore, the corrected mean score of learning motivation in the experimental group (87.93) was higher than that of the control group (80.64). These findings demonstrate that the local potential–based AR-PBL model is more effective in enhancing students’ learning motivation than the PBL model alone.Abstrak. Kemajuan teknologi dan informasi telah memaksa sektor pendidikan untuk terus melakukan transformasi. Perkembangan ini menghadirkan tantangan baru, karena sistem pendidikan diharuskan untuk membekali siswa dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk menghadapi dunia yang semakin dinamis. Kompetensi-kompetensi tersebut sangat dipengaruhi oleh motivasi belajar siswa; namun, bukti empiris menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa masih relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model pembelajaran berbasis masalah yang didukung oleh realitas tertambah (augmented reality) yang terintegrasi dengan potensi lokal dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Desain quasi-eksperimental dengan kelompok kontrol non-ekuivalen digunakan. Data motivasi belajar dikumpulkan menggunakan Kuesioner Strategi Motivasi Belajar. Hasil analisis ANCOVA menunjukkan efek signifikan pada motivasi belajar siswa (p < 0.05), menunjukkan bahwa model AR-PBL berbasis potensi lokal efektif dalam meningkatkan motivasi belajar. Nilai Partial Eta Squared sebesar 0.605 menunjukkan ukuran efek yang besar, yang menjelaskan sekitar 60% varians. Selain itu, skor rata-rata yang telah disesuaikan untuk motivasi belajar pada kelompok eksperimen (87.93) lebih tinggi daripada kelompok kontrol (80.64). Temuan ini menunjukkan bahwa model AR-PBL berbasis potensi lokal lebih efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dibandingkan dengan model PBL saja.
The effect of Canva-assisted guided inquiry on students’ creativity and conceptual understanding in environmental change learning: A quasi-experimental Amalia, Lida; Muthmainnah, Rifaatul; Soviawati, Siti
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v8i1.23751

Abstract

In the 21st century, science education must not only promote conceptual mastery but also cultivate creativity and higher-order thinking skills to address global challenges such as sustainability and environmental change. However, students often struggle to connect scientific knowledge with real-world contexts, leading to fragmented understanding and limited opportunities for creative expression. This study investigates the effectiveness of guided inquiry assisted by Canva, in enhancing both conceptual understanding and creativity in environmental change learning. The novelty of this research is the use of Canva-assisted guided inquiry as an integrated approach to develop both higher-order conceptual understanding and creativity aligned with 21st-century learning demands. A quasi-experimental design with a one-group pretest–posttest model was implemented with 40 tenth-grade students in Garut, Indonesia. Data were collected through a conceptual understanding test and a creativity rubric applied to student-designed posters. The results indicated an improvement in conceptual understanding (p < 0.001, Cohen’s d = 3.48, N-gain = 0.63, medium-category) and generally positive levels of creativity across most groups, particularly in relevance and originality. These findings suggest that Canva-supported guided inquiry provides a low-cost yet powerful pedagogical model that bridges cognitive and creative learning. The study contributes to theory by extending inquiry learning into digital platforms and to practice by offering scalable strategies for teachers. Future research is recommended to employ more comprehensive creativity assessments and to implement this approach across diverse educational contexts.Abstrak. Pembelajaran sains abad ke-21 menuntut penguasaan konsep sekaligus pengembangan kreativitas dan keterampilan berpikir tingkat tinggi untuk menghadapi isu global seperti perubahan lingkungan. Namun, siswa sering kesulitan menghubungkan pengetahuan ilmiah dengan konteks nyata sehingga pemahaman menjadi terfragmentasi dan kesempatan berekspresi kreatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas inkuiri terbimbing berbantuan Canva dalam meningkatkan pemahaman konsep dan kreativitas siswa pada topik perubahan lingkungan. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan guided inquiry berbantuan Canva sebagai pendekatan terintegrasi untuk mengembangkan pemahaman konseptual tingkat tinggi dan kreativitas yang selaras dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest–posttest satu kelompok pada 40 siswa kelas X di Garut. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep dan rubrik kreativitas untuk menilai poster yang dibuat siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konseptual (p < 0,001; Cohen’s d = 3,48; N-gain = 0,63 kategori sedang–tinggi) serta tingkat kreativitas yang secara umum positif pada sebagian besar kelompok, khususnya pada aspek relevansi dan orisinalitas. Temuan ini menegaskan bahwa Canva dapat menjadi media digital yang efektif, murah, dan mudah digunakan dalam mendukung inkuiri terbimbing. Penelitian ini berkontribusi pada teori dengan memperluas penerapan inkuiri ke platform digital serta pada praktik dengan menawarkan model pembelajaran yang relevan bagi tuntutan abad ke-21. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan instrumen penilaian kreativitas yang lebih komprehensif dan menerapkan pendekatan ini pada konteks pendidikan yang lebih beragam. 
Exploration cognitive, logical, and metacognitive abilities of biology education students across academic semesters Dewi, Safira Permata; Riandi, Riandi; Rustaman, Nuryani
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v8i1.23756

Abstract

Cognitive, logical, and metacognitive abilities are core competencies for preservice science teachers; however, comprehensive cross-semester mapping of these abilities using an integrated approach remains limited. This study aimed to explore the profiles and interconnections of cognitive, logical thinking, and metacognitive abilities of biology education students across early and mid-academic semesters. A mixed-method design was employed. Quantitative data were collected from 64 second- and fourth-semester students through a Marzano-based cognitive test, the Test of Logical Thinking (ToLT), and the Metacognitive Awareness Inventory (MAI), followed by qualitative exploration using open-ended questionnaires and semi-structured interviews with 10 purposively selected students. Quantitative data were analyzed descriptively, while qualitative data were examined using thematic analysis to explain and elaborate the quantitative results. The findings revealed similar patterns across both semesters, characterized by low achievement in error analysis (35.42%–40.63%), experimentation (45.83%–50.00%), control of variables and correlational reasoning in ToLT (≤38%), as well as planning and evaluation aspects of metacognitive regulation (79.05-80.09%). Qualitative findings indicated that students tended to focus on procedural aspects and showed limited ability to conduct conceptual error analysis and experimental evaluation. The consistency of these patterns across semesters suggests that predominantly recipe-based learning experiences have not sufficiently supported the development of higher-order reasoning and metacognitive reflection. This study concludes that inquiry-based instructional designs that explicitly integrate error analysis, generalization, variable control, and metacognitive reflection are necessary to enhance learning quality and better prepare future science teachers.Abstrak. Kemampuan kognitif, berpikir logis, dan metakognitif merupakan kompetensi inti yang harus dikembangkan secara terintegrasi pada calon guru sains, namun pemetaan ketiga kemampuan tersebut lintas semester masih jarang dikaji secara komprehensif, khususnya dengan pendekatan campuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi profil dan keterkaitan kemampuan kognitif, berpikir logis, dan metakognitif mahasiswa pendidikan biologi pada semester awal dan menengah. Penelitian menggunakan desain mixed-method dengan strategi explanatory sequential. Sebanyak 64 mahasiswa semester 2 dan 4 dipilih secara acak untuk pengumpulan data kuantitatif melalui tes kognitif berbasis taksonomi Marzano, Test of Logical Thinking (ToLT), dan Metacognitive Awareness Inventory (MAI), yang kemudian diperdalam melalui kuesioner terbuka dan wawancara semi-terstruktur terhadap 10 mahasiswa terpilih. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis menggunakan analisis tematik untuk menjelaskan dan memperkuat temuan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan pola yang relatif serupa pada kedua semester, dengan capaian rendah pada indikator analisis kesalahan (35,42%–40,63%), eksperimen (45,83%–50,00%), pengontrolan variabel dan penalaran korelasional pada ToLT (≤38%), serta perencanaan dan evaluasi dalam regulasi metakognitif (79.05%–80.09%%). Temuan kualitatif mengungkap bahwa mahasiswa cenderung berfokus pada prosedur teknis dan belum mampu melakukan analisis kesalahan serta evaluasi eksperimen secara konseptual. Kesamaan pola lintas semester mengindikasikan bahwa pengalaman belajar yang dominan bersifat resep belum secara optimal melatihkan penalaran tingkat tinggi dan refleksi metakognitif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan desain pembelajaran berbasis inkuiri yang secara eksplisit mengintegrasikan pelatihan analisis kesalahan, generalisasi, pengontrolan variabel, dan refleksi metakognitif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan kesiapan calon guru di masa depan.
The effectiveness of well-being-based learning devices on plant growth and development material to enhance students’ life-long learning Nikmah, Citra Khoerun; Hayat, Muhammad Syaipul; Roshayanti, Fenny; Fatonah, Siti
BIO-INOVED : Jurnal Biologi-Inovasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2026): February 2026
Publisher : Master Program of Biology Education, Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bino.v8i1.24785

Abstract

In line with the implementation of the Merdeka Curriculum, science learning is expected to foster students’ life-long learning skills through approaches that integrate well-being principles. However, learning on the topic of plant growth and development often remains theoretical and less meaningful for students. This study aimed to develop and examine the effectiveness of well-being–based learning devices in enhancing students’ life-long learning skills, specifically complex thinking, information processing, collaboration, communication, and habits of mind. This research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model. The implementation phase applied a pretest–posttest control group design involving 64 ninth-grade students of SMP Negeri 1 Pucakwangi in the 2024/2025 academic year. Data were collected through life-long learning skills tests, questionnaires, observations, and interviews. Instrument validity and reliability were tested prior to implementation. The experimental class showed an increase in mean scores from 60.59 to 77.28, with an N-Gain of 0.56 (moderate category). In contrast, the control class showed a slight, non-significant improvement (57 to 60; p > 0.05). Statistical analysis confirmed a significant improvement in the experimental group (p < 0.05). These findings indicate that well-being–based learning devices effectively enhance the specific measured indicators of students’ life-long learning skills.Abstrak. Sesuai dengan implementasi Kurikulum Merdeka, pembelajaran sains diharapkan dapat mengembangkan keterampilan belajar seumur hidup siswa melalui pendekatan yang mengintegrasikan prinsip-prinsip kesejahteraan. Namun, pembelajaran tentang pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan seringkali masih bersifat teoretis dan kurang bermakna bagi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas perangkat pembelajaran berbasis kesejahteraan dalam meningkatkan keterampilan belajar seumur hidup siswa, khususnya pemikiran kompleks, pemrosesan informasi, kolaborasi, komunikasi, dan kebiasaan berpikir. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model ADDIE. Fase implementasi menerapkan desain kelompok kontrol pretest–posttest yang melibatkan 64 siswa kelas IX SMP Negeri 1 Pucakwangi pada tahun ajaran 2024/2025. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan belajar seumur hidup, kuesioner, observasi, dan wawancara. Validitas dan reliabilitas instrumen diuji sebelum implementasi. Kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 60,59 menjadi 77,28, dengan N-Gain sebesar 0,56 (kategori moderat). Di sisi lain, kelompok kontrol menunjukkan peningkatan yang sedikit dan tidak signifikan (57 menjadi 60; p > 0,05). Analisis statistik mengonfirmasi peningkatan yang signifikan pada kelompok eksperimen (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis kesejahteraan secara efektif meningkatkan indikator-indikator spesifik keterampilan belajar sepanjang hayat siswa yang diukur.

Page 1 of 2 | Total Record : 17