cover
Contact Name
Erda Fitriani
Contact Email
erdafitriani@fis.unp.ac.id
Phone
+6285278103477
Journal Mail Official
culture@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang (Integrated Classroom B UNP Air Tawar Padang) Jl. Prof. Dr. Hamka, Air Tawar, Padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research
ISSN : 26863421     EISSN : 2686343X     DOI : https://doi.org/10.24036/culture
Culture & Society: Journal of Anthropological Research was published to develop and enrich scientific discussion for scholars who put interest on socio-cultural issues in Indonesia. Editors welcome theoretical or research based article submission. Author’s argument doesn’t need to be in line with editors. The criteria of the submitted article covers the following types of article: first, the article presents the results of an ethnographic/qualitative research in certain topic and is related with ethnic/social groups in Indonesia; second, the article is an elaborated discussion of applied and collaborative research with strong engagement between the author and the collaborator’s subject in implementing intervention program or any other development initiative that put emphasizes on social, political, education and cultural issues; last, a theoretical writing that elaborates social and cultural theory linked with the theoretical discourse of anthropology, especially in Indonesia.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2022): Culture " : 7 Documents clear
Ziarah Kubur ke Makam Syekh Burhanuddin Masa Pandemi Covid-19 (Studi Fungsional: Aktivitas Peziarah di Makam Syekh Burhanuddin) Salsa Yusari Dilta; Wirdanengsih Wirdanengsih; Muhammad Hidayat
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 4 No 2 (2022): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2022)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v4i2.101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mengapa masyarakat tetap melakukan ziarah kubur ke makam Syekh Burhanuddin pada masa pandemi Covid-19. Hal menarik di masa pandemi Covid-19, masyarakat tetap melakukan ziarah kubur ke makam Syekh Burhanuddin. Penelitian ini dianalisis dengan Teori Fungsional Bronislaw Malinowski dalam menjawab pertanyaan tujuan pada penelitian. Teori fungsional mengkaji tiga tingkatan abstraksi yaitu (1) Fungsi sosial mengenai pengaruh terhadap adat, tingkah laku manusia dan pranata sosial, (2) Fungsi sosial mengenai pengaruh terhadap kebutuhan suatu adat, (3) Fungsi sosial mengenai pengaruh terhadap kebutuhan mutlak secara terintegrasi dari suatu sistem sosial tertentu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian etnografi. Pemilihan informan dilakukan secara teknik purposive sampling dengan 8 orang informan, pengumpulan data dilakukan secara observasi, wawancara mendalam, studi kepustakaan, dan studi dokumentasi. Untuk mengkaji kredibilitas dari penelitian digunakan teknik triangulasi data. Data dianalisis dengan teknik model analisis data berlangsung atau mengalir (flow model analysis) Miles dan Huberman dengan cara pengumpulan data, reduksi data, display data, dan verifikasi/menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan ziarah kubur tetap dilakukan oleh masyarakat Tarekat Syattariyyah pada masa pandemi Covid-19 disebabkan karena adanya keyakinan yang kuat, anggapan masyarakat tentang penyakit yang datang dari Tuhan, dan penghormatan kepada Syekh Burhanuddin serta menganggap makam tersebut adalah makam keramat.
Tontoang Kayu: Revival Kesenian Tradisional Minangkabau Rani Sagita Putri; Erda Fitriani; Lia Amelia
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 4 No 2 (2022): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2022)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v4i2.110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan revival tontoang kayu serta proses yang dilakukan masyarakat dalam revival kesenian tontoang kayu. Tontoang kayu ini adalah jenis alat musik pukul, dimainkan sambil berdiri. Tontoang kayu ini digantung dengan kayu yang kuat dan dipukul dengan pemukul seperti talempong biasanya. Keberadaan tontoang kayu ini sudah lama hilang, kemudian masyarakat menghidupkan atau membangkitkan kembali kesenian tontoang kayu tersebut. Penelitian ini dianalisis dengan teori etnosains oleh James P. Spradley. Teknik pemilihan informan yaitu purposive sampling dengan jumlah informan 12 orang. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam dan observasi partisipasi aktif. Teknik triangulasi yang digunakan adalah pemeriksaan melalui sumber dan analisis data yang digunakan merupakan model analisis data menurut J.P Spradley. Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan ditemukan bahwa: faktor revival tontoang kayu adalah upaya memajukan pariwisata di Jorong Guguak menjadi daya tarik pariwisata serta kepedulian masyarakat terhadap kesenian tradisional yang ada di Jorong Guguak dalam rangka pelestarian budaya. Proses dalam revival kesenian tontoang kayu yaitu: menggali alat musik kesenian tradisional tontoang kayu, melatih generasi muda untuk memainkan alat musik kesenian tontoang kayu serta menari piring yang diiringi oleh alat musik, menampilkan kesenian tradisional tontoang kayu di pesta pernikahan, baik masyarakat Jorong Guguak maupun masyarakat luar Jorong Guguak, pertunjukan di depan wisatawan yang sedang menikmati keindahan alam serta mempromosikan kesenian tradisional tontoang kayu di media sosial.
Fungsi Sekolah Incung dalam Pelestarian Aksara Kerinci Tasha Soliha Ayunda; Erda Fitriani; Emizal Amri
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 4 No 2 (2022): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2022)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v4i2.111

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan fungsi Sekolah Incung dalam pelestarian aksara Kerinci melalui pendidikan non formal. Hal ini menarik untuk dikaji karena aksara Incung merupakan salah satu ciri khas daerah Kerinci perlu untuk diperkenalkan dan dipelajari oleh seluruh masyarakat Kerinci. Namun faktanya pelestarian aksara Incung belum tercapai ke seluruh masyarakat Kerinci secara keseluruhan. Sehingga pada pelestarian aksara Incung ini perlunya sebuah wadah yang bisa lebih berfokus kepada pelestarian aksara Incung. Pada penelitian ini.dianalisis.menggunakan teori fungsionalisme dari Bronislaw Malinowski yang pada asumsi dasar teori ini adalah bahwa semua unsur kebudayaan bermanfaat bagi semua masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Kemudian untuk teknik pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Perolehan data penelitian didapat dari hasil observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Untuk penelitian ini menggunakan teknik analisis data dari Miles dan Huberman. Pada hasil penelitian yang peneliti teliti.menjelaskan bahwa fungsi Sekolah Incung dalam melestarikan kebudayaan Tradisional Incung di.Desa.Gedang,.Kecamatan.Sungai Penuh,.Kota Sungai.Penuh, adalah: 1) Sekolah Incung memiliki fungsi mengedukasi kepada para peserta untuk menambah wawasan serta ilmu budaya khususnya aksara Incung kepada generasi muda, 2) Sekolah Incung memiliki fungsi meliterasikan generasi muda bagaimana cara membaca dan menulis aksara Incung, 3) Sekolah Incung memiliki fungsi pelestarian karena aktivitas atau program-program yang mereka lakukan menunjukkan upaya pelestarian aksara Kerinci.
Makna Upacara Utang Tahunan Masyarakat Melayu Indragiri Hulu Jhon Milap Moranovan Sembiring; Erda Fitriani; Adri Febrianto
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 4 No 2 (2022): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2022)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v4i2.113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna Upacara Utang Tahunan yang dilaksanakan oleh masyarakat desa Pondok Gelugur. Utang Tahunan adalah upacara yang dilakukan untuk menolak bala, bencana, maupun mala petaka yang akan menimpa masyarakat.. Penelitian ini dianalisis dengan teori interpretivisme simbolik oleh Clifford Geertz. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian studi etnografi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi partisipan, wawancara mendalam dan studi dokumentasi, validitas data dilakukan dengan teknik triangulasi sumber. Analisis data dilakukan dengan analisis interpretivisme. Lokasi penelitian ini terletak di Desa Pondok Gelugur. Teknik pemilihan informan dilakukan dengan teknik Snowball Sampling dengan jumlah informan keseluruhannya 12 orang yang terdiri dari ketua RT, ketua adat, datuk dan warga masyarakat yang mengetahui tentang Upacara Utang Tahunan. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan bahwa makna yang terkandung dalam Upacara Utang Tahunan yang dilaksanakan masyarakat Desa Pondok Gelugur yaitu sebagai ajang silatuhrahmi antara kerabat serta anggota keluarga, sebagai ajang bersedekah bagi orang yang punya niek telah memberikan makan kepada masyarakat yang hadir untuk menyaksikan atau melihat upacara, sebagai ajang tolong-menolong untuk memperkuatkan solidaritas sosial antar sesama anggota keluarga.
Makna Tradisi Mombasuoh Kaki pada Masyarakat Minangkabau dalam Upacara Perkawinan Nur Islami; Muhammad Hidayat
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 4 No 2 (2022): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2022)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v4i2.114

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis makna dari tradisi mombasuoh kaki pada masyarakat dalam upacara perkawinan di Jorong Lubuk Gadang Nagari Parit Kecamatan Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat. Tradisi mombasuoh kaki merupakan kebiasaan yang dilakukan oleh kedua mempelai pada saat upacara perkawinan, yang mana kaki kedua mempelai di basuh oleh orang tua dari kedua mempelai tersebut. Tradisi mombasuoh kaki ini merupakan ciri khas budaya masyarakat Lubuk Gadang, karena tradisi mombasuoh kaki ini mempunyai makna tersendiri bagi masyarakat. Penelitian ini dianalisis dengan teori interpretivisme simbolik oleh Clifford Geertz. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan tipe etnografi. Informan di pilih dengan purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 14 orang. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumen. Teknik analisis data mengacu pada teknik analisis etnografi yang dikembangkan oleh Clifford Geertz. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa makna tradisi mombasuoh kaki secara emik adalah, sebagai kebanggaan bagi masyarakat dan orang tua, sebagai bukti adanya restu dari orang tua, menunjukkan mereka sudah resmi sebagai pasangan suami istri menurut agama dan adat istiadat Jorong Lubuk Gadang Sedangkan makna tradisi mombasuoh kaki secara etik adalah, menunjukkan adanya identitas dan solidaritas.
Badantam Pada Upacara Perkawinan Lora Oktavia; Wirdanengsih Wirdanengsih
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 4 No 2 (2022): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2022)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v4i2.115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kearifan lokal tradisi Badantam pada upacara perkawinan di Nagari Sandi Ulakan Kecamatan Ulakan Tapakis Kabupaten Padang Pariaman. Pelaksanaan tradisi Badantam pada masa pandemi COVID-19 didukung oleh partisipasi aktif masyarakat Nagari Sandi Ulakan. Penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teori etnosains oleh James P. Spradley serta pendekatan kualitatif tipe etnografi. Lokasi penelitian yaitu di Nagari Sandi Ulakan. Teknik pemilihan informan yaitu purposive sampling dengan informan berjumlah 15 orang. Teknik pengumpulan data yaitu observasi partisipasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Untuk mendapatkan data yang valid dilakukan triangulasi data. Analisis data menggunakan model analisis etnosains. Hasil penelitian ini menunjukkan kearifan lokal dari tradisi Badantam berupa nilai-nilai dari tradisi Badantam yang masih menjadi kebudayaan masyarakat hingga sekarang ini di Nagari Sandi Ulakan. Nilai-nilai dari tradisi Badantam yaitu: tolong menolong, silaturrahmi, kebersamaan, persatuan, kekeluargaan dan suka rela.
Eksistensi Mampaduoi Ternak Sapi Nagari Mungo Dwi Ranti Oktadeli Sutia; Nora Susilawati
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 4 No 2 (2022): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2022)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v4i2.116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan eksistensi mampaduoi ternak sapi di Nagari Mungo. Hal ini menarik untuk diteliti karena pada era modernisasi masyarakat semakin tertarik untuk melakukan mampaduoi ternak sapi, selain itu masyarakat Nagari Mungo memilih mampaduoi ternak sapi ini diantara mampaduoi lainnya, yaitu seperti mampaduoi ikan serta mampaduoi dalam bidang pertanian seperti sawah dan juga kebun. Penelitian ini dianalisis dengan teori Pilihan Rasional James S. Coleman yang menjelaskan mengenai tindakan individu yang secara rasional memilih alternatif yang akan memberikan kepuasan terbesar untuk mencapai tujuan tertentu guna memuaskan keinginanidan kebutuhan yang timbul karena saling ketergantungan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus intrinsik. Teknik pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah informan 21 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi non partisipasi, wawancara mendalam dan studi dokumen. Untuk mendapatkan kredibilitas dari data agar valid dilakukan triangulasi data. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan eksistensi ternak sapi didasarkan oleh Pilihan Rasional masyarakat Nagari Mungo, Kecamatan Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota sebab mampadoui dijadikan sebagai kontribusi pendapatan sampingan sebagai investasi jangka panjang bagi pemberi modal atau pemilik sapi dan sebagai tabungan bagi pemelihara sapi atau penerima modal.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 7 No 2 (2025): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2025) Vol 7 No 1 (2025): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2025) Vol 6 No 2 (2024): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2024) Vol 6 No 1 (2024): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2024) Vol 5 No 2 (2023): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2023) Vol 5 No 1 (2023): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2023) Vol 4 No 2 (2022): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2022) Vol 4 No 1 (2022): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2022) Vol 3 No 2 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2021) Vol 3 No 1 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2021) Vol 2 No 4 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2021) Vol 2 No 3 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (March 2021) Vol 2 No 2 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2020) Vol 2 No 1 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2020) Vol 1 No 4 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2020) Vol 1 No 3 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (March 2020) Vol 1 No 2 (2019): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2019) Vol 1 No 1 (2019): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2019) More Issue