cover
Contact Name
Dr. Rini Mastuti
Contact Email
agribisnisfp@unsam.ac.id
Phone
+6281233449938
Journal Mail Official
agribisnisfp@unsam.ac.id
Editorial Address
Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian, Universitas Samudra Jalan Meurandeh, Langsa-Aceh
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Penelitian Agrisamudra
Published by Universitas Samudra
ISSN : 24600709     EISSN : 26856611     DOI : 10.33059
Focus and Scope Agricultural Economic, Agribussiness Management, Entrepreneurship, Agricultural Marketing, Agricultural Policy, Farmer Empowerment, Agricultural Communication Extension
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2015)" : 3 Documents clear
PERBEDAAN PENDAPATAN USAHATAN AREN (Arenga pinnata, Merr) DALAM BENTUK GULA CAIR DENGAN BENTUK GULA PADAT DI KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN ACEH TIMUR Hanisah Hanisah; ahmad fauzi
Jurnal Penelitian Agrisamudra Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.311 KB) | DOI: 10.33059/jpas.v2i2.240

Abstract

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pendapatan usahatani aren dalam bentuk gula cair dengan bentuk gula padat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survey. Pengambilan petani sampel dilakukan dengan menggunakan metode Simple Random Sampling (acak sederhana) dengan pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unure (anggota) populasi menjadi anggota sampel, baik dari usahatani aren yang diproduksikan dalam bentuk gula cair maupun dalam bentuk gula padat. Jumlah petani sampel pada usahatani aren dalam bentuk gula Padat dan bentuk gula cair adalah 26 orang. Hasil penelitian rata-rata luas lahan garapan untuk tanaman aren petani yang menjual dalam bentuk gula cair adalah 0.046 Ha dan bentuk gula padat adalah 0.062 Ha . Rata-rata Penggunaan tenaga kerja aren dalam bentuk gula cair untuk tenaga kerja dalam keluarga 7.21 HKP/UT atau 148.14 HKP/Ha. Penggunaan tenaga kerja aren yang menjual dalam bentuk gula padat untuk tenaga kerja dalam keluarga 10.32 HKP/UT atau 167.25 HKP/Ha.Pada usahatani aren perbedaan penggunaan biaya produksi usahatani aren bentuk gula cair dan bentuk gula padat adalah Rp. 142.010,47/UT dan Rp. 798.522,48/Ha atau 21.5%. Rata-rata produksi aren bentuk gula cair dengan bentuk gula padat dengan selisih nilai produksinya adalah Rp. 76.740,00/UT dan Rp. 648.864,33/Ha atau 10,34%. Rata-rata pendapatan bersih usahatani aren dengan Selisih pendapatan usahatani aren bentuk gula cair dengan bentuk gula padat adalah Rp. 34.736,67/UT atau Rp. 1.447.276,63/Ha atau 48,38%. Dari hasil perhitungan perbedaan pendapatan usahatani aren bentuk gula cair dan bentuk gula padat diperoleh t hitung = 2,816 sedangkan t tabel pada tingkat kepercayaan 95% (α =0,05) dengan dk = 14 + 12 - 2 = 24 adalah 1,710 dan pada tingkat kepercayaan 99% (α = 0,01) dengan dk = 14 + 12 - 2 = 24 adalah 2,492. Ini berarti t hitung > t tabel baik pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05) maupun pada tingkat kepercayaan 99% (α = 0,01). Dengan demikian maka hipotesis Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya ada perbedaan pendapatan antara usahatani aren bentuk gula cair dengan bentuk gula padat di Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Aceh Timur.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA PEMASARAN DAGING SAPI (Bos taurus ) DI KECAMATAN KUALA SIMPANG KABUPATEN ACEH TAMIANG muslimah muslimah muslimah; nuzul azmi
Jurnal Penelitian Agrisamudra Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.237 KB) | DOI: 10.33059/jpas.v2i2.243

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Kuala Simpang Kabupaten Aceh Tamiang dengan menggunakan metode survey. Objek penelitian ini adalah pedagang daging, dinas perdagangan, dinas pertanian dan peternakan dan akademisi. Ruang lingkup penelitian ini dibatasi pada strategi pengembangan usaha pemasaran daging sapi di Kecamatan Kuala Simpang dengan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity dan Treath). Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret s/d April 2015. Di Pasar Kuala Simpang terdapat 24 pedagang daging sapi. Seluruhan populasi pedagang daging yang ada secara purposive sampling (sengaja) dijadikan sebagai sampel atau sampel jenuh ditambah 5 orang tokoh kunci. Hasil analisis faktor-faktor strategis internal pengembangan pemasaran daging sapi di Kecamatan Kuala Simpang terdiri dari; 1) Faktor kekuatan: Produk daging sapi berkualitas, Tenaga kerja tersedia, Peralatan semi modern, Kapasitas produksi besar, Pelayanan pasar yang baik dan Adanya manajemen mutu. 2) Faktor kelemahan:, Produksi daging sapi belum optimal, Kurangnya promosi, Harga jual daging sapi relatif tinggi dan Biaya produksi daging sapi makin mahal. Hasil analisis faktor-faktor strategis eksternal pengembangan pemasaran daging sapi di Kecamatan Kuala Simpang terdiri dari; 1) Faktor peluang: Meningkatnya permintaan daging sapi, Meningkatnya pendapatan konsumen, Meningkatnya konsumsi daging sapi konsumen, Pertumbuhan ekonomi membaik, Hubungan baik dengan pemasok dan Potensi pengembangan ternak sapi. 2) Faktor ancaman: Naik turunya nilai tukar rupiah, Inflasi (kenaikkan harga barang), Naiknya harga BBM, Adanya barang pengganti, Daging sapi impor. Hasil analisis SWOT alternatif prioritas yang ditawarkan dalam rangka pengembangan pemasaran daging sapi di Kecamatan Kuala Simpang adalah: Meningkatkan kerjasama dengan pemasok agar mendapatkan harga yang kompetitif, Meningkatkan kwalitas SDM peternak sapi lokal, Mengadakan perluasan pasar daging sapi, Mengembangkan sistem pemasaran yang bisa mencukupi semua kebutuhan konsumen, Mengembangkan promosi dan peternakan sapi untuk meningkatkan pasokan daging sapi lokal yang berkualitas, Membentuk koperasi pedagang daging sapi agar tidak ada perbedaan harga yang terlalu besar, Meningkatkan sosialisasi manfaat daging sapi lokal, Meningkatkan permintaan daging sapi dengan menciptakan produk berbasis daging sapi
PENGARUH PENERAPAN SISTEM AGRIBISNIS TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI MENTIMUN (Cucumis sativus L.) DI KECAMATAN RANTAU KABUPATEN ACEH TAMIANG supristiwendi supristiwendi; monika azizah
Jurnal Penelitian Agrisamudra Vol 2 No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.332 KB) | DOI: 10.33059/jpas.v2i2.311

Abstract

Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang dengan pertimbangan bahwa daerah tersebut merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Aceh Tamiang yang mengusahakan budidaya mentimun. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey. Objek dalam penelitian ini adalah para petani yang berusahatani mentimun (Cucumis sativus L.) yang berada di Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang. Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah pendapatan usahatani, subsistem sarana produksi, subsistem produksi usahatani dan subsistem penanganan pasca panen. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan subsistem sarana produksi, subsistem produksi usahatani dan subsistem penanganan pasca panen terhadap pendapatan usahatani mentimun di Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang. Rata-rata umur petani mentimun adalah 41,2 tahun, dengan masa pendidikan 8,9 tahun, pengalaman berusahatani 13,3 tahun dan besarnya tanggungan keluarga rata-rata 4 orang. Rata-rata umur petani tergolong produktif, masa pendidikan tergolong rendah karena masa pendidikan 8,9 tahun antara SLTP dan SLTA, sedangkan jumlah tanggungan keluarga 4 orang relatif tinggi. Hasil Penelitian dimana rata-rata luas lahan garapan usahatani mentimun di Desa Jamur Jelatang adalah 0,23 Ha, Desa Jamur Labu 0,16 Ha dan Desa Ingin Jaya 0,16 Ha. Sedangkan rata-rata luas garapan petani mentimun di daerah penelitian adalah 0,18 Ha. Rata-rata biaya produksi usahatani mentimun di daerah penelitian yaitu Rp. 2.046.947,- per usahatani dan Rp. 11.371.926,- per hektar. Penggunaan biaya produksi terbesar terdapat di Desa Jamur Jelatang yaitu Rp. 2.495.991 per usahatani. Rata-rata pendapatan kotor/nilai produksi usahatani mentimun didaerah penelitian adalah sebesar Rp. 4.583.333,-/UT atau Rp. 25.462.963,-/Ha, sedangkan rata-rata pendapatan bersih usahatani mentimun adalah Rp. 2.536.387,-/UT atau Rp. 14.091.037,-/Ha. Dari analisis statistik dengan menggunakan Regresi Linier Berganda diperoleh persamaan regresi yaitu Y= -18,89 + 0,062 X1 + 0,21 X2 + 1,41 X3. Hasil perhitungan diperoleh (R2) = 0,70 atau 70 %. Ini berarti subsistem sarana produksi, subsistem produksi usahatani dan subsistem penanganan pasca panen mempengaruhi pendapatan usahatani mentimun di daerah penelitian sebesar 70% sedangkan 30% di pengaruhi faktor-faktor lain diluar penelitian yang tidak dihitung nilainya, seperti faktor harga, permintaan, penawaran dan sebagainya. Hasil pengujian secara serempak menunjukkan bahwa subsistem sarana produksi, subsistem produksi usahatani dan subsistem penanganan pasca panen secara serempak berpengaruh sangat nyata terhadap pendapatan usahatani mentimun di Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang. Hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa subsistem sarana produksi, subsistem produksi usahatani dan subsistem penanganan pasca panen secara parsial berpengaruh sangat nyata terhadap pendapatan usahatani mentimun di Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang.

Page 1 of 1 | Total Record : 3