cover
Contact Name
Alfred
Contact Email
alfredpemikir@gmail.com
Phone
+6285263804191
Journal Mail Official
pustakapusatuinib@gmail.com
Editorial Address
Jl. Jenderal Sudirman No.15, Padang Pasir, Padang Barat. Kota Padang, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Imam Bonjol : Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan
ISSN : 25491091     EISSN : 25793160     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Imam Bonjol Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan merupakan Jurnal Ilmiah Perpustakaan UIN Imam Bonjol Padang yang meliputi Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan. Terbit dua kali setahun pada Bulan Maret dan September. Jurnal ini terdaftar di LIPI (lembaga Pusat Ilmu pengetahuan Indonesia) tanggal permohonan pada Kamis, 19 Januari 2017 dengan ISSN (International Standard Serial Number) 2549-1091 (untuk media cetak) dan 2579-3160 (untuk media online).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2018): Edisi 1" : 8 Documents clear
PERAN PERPUSTAKAAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR Ahmad Eskha
Jurnal Imam Bonjol: Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol 2, No 1 (2018): Edisi 1
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.653 KB) | DOI: 10.15548/jib.v2i1.25

Abstract

Abstract: A library is a work unit of an institution that contains a collection of books to support learning resources that are arranged to be read, studied and used as reference material. An educational institution might not be well organized if the teachers and students are not supported by the learning resources needed to organize teaching and learning activities. Smith et al in his encyclopedia book entitled "EDUCATOR'S ENCYCLOPEDIA" states "School Library is a Center for Learning", which means the library is a source of learning. Learning Resources are the main sources, both in the form of data, people and certain forms that can be used by students in learning, separately or in combination so as to facilitate students to achieve learning goals and achieve certain competencies. The learning resource center is a unit within an institution (specifically schools, universities, and companies) that has a full role in promoting the effectiveness and optimization of the learning process through the implementation of various service functions.Keywords: Role, Library, Learning Resources.Abstrak : Perpustakaan adalah suatu unit kerja dari suatu lembaga yang berisi koleksi buku sebagai penunjang dalam meningkatkan sumber belajar yang diatur untuk dibaca, dipelajari, dan dijadikan bahan rujukan. Suatu lembaga pendidikan tidak mungkin dapat terselenggara dengan baik jika para guru dan para siswa tidak didukung oleh sumber belajar yang diperlukan untuk penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar. Smith dkk dalam buku ensiklopedianya yang berjudul “EDUCATOR’S ENCYCLOPEDIA” menyatakan “School Library is a Center for Learning”, yang artinya perpustakaan itu merupakan sumber belajar.  Learning Resources merupakan pokok sumber, baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar, secara terpisah maupun terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik untuk mencapai tujuan belajar dan mencapai kompetensi tertentu. Pusat sumber belajar adalah suatu unit dalam suatu lembaga (khususnya sekolah, Universitas, dan Perusahaan) yang berperan penuh untuk mendorong efektivitas serta optimalisasi proses pembelajaran melalui penyelenggaraan berbagai fungsi layanan.Kata Kunci : Peran, Perpustakaan, Sumber Belajar
EKSISTENSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH DALAM KEGIATAN BELAJAR SISWA Di MTsN NAUMBAI AIR TIRIS KECAMATAN KAMPAR Amhar Amhar
Jurnal Imam Bonjol: Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol 2, No 1 (2018): Edisi 1
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.679 KB) | DOI: 10.15548/jib.v2i1.30

Abstract

Abstract: Reading is a very important issue for human life, because by reading someone can know what they don't know yet. In this context, MTsN Naumbai Air Tiris has provided library facilities for students to increase student motivation. But in reality, the role of libraries has not been able to provide learning motivation for students. Naumbai Air Tiris MTsN Kampar District already has a library building, but the condition is not yet supported by facilities and infrastructure, still not maximally providing motivation to students by the teachers. To be able to achieve the desired goals and functions of the library, which is to increase student motivation, it is best to increase the role and attention of school principals, abilities and guardians of library managers and of course on the part of students to utilize library facilities in increasing their knowledge and insight. Keywords: Existence of Library, Student Learning ActivitiesAbstrak :  Membaca merupakan suatu persoalan yang sangat penting sekali lbagi kehidupan manusia, sebab dengan membaca seseorang dapat mengetahui apa yang belum mereka ketahui. Dalam konteks ini, MTsN Naumbai Air Tiris telah menyediakan fasilitas perpustakaan bagi siswa untuk meningkatkaan motivasi belajar siswa. Namun dalam kenyataannya, peran perpustakaan belum mampu memberikan motivasi belajar bagi sisiwanya. MTsN Naumbai Air Tiris Kecamatan Kampar telah memiliki gedung perpustakaan, namun kondisinya belum ditunjang oleh sarana dan prasarana, masih kurang maksimalnya memberikan motivasi kepada siswa oleh para pengajar. Untuk dapat mencapai tujuan dan fungsi perpustakaan yang diinginkan, yaitu meningkatkan motivasi belajar siswa, maka sebaiknyalah ditingkatkan peran dan perhatian kepala sekolah, kemampuan dan kehalian para pengelola perpustakaan dan tentunya dari pihak siswa untuk memanfaatakan fasilitas perpustakaan dalam meningkatkan ilmu pengetahuan dan wawasannya.Kata Kunci : Eksistensi Perpustakaan, Kegiatan Belajar Siswa
KUALITAS PELAYANAN PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI Evalina Evalina
Jurnal Imam Bonjol: Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol 2, No 1 (2018): Edisi 1
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.844 KB) | DOI: 10.15548/jib.v2i1.26

Abstract

Abstract: Higher education libraries are libraries that serve as a technical implementation unit, carrying the task of supporting the objectives of the parent institution, namely providing services to the academic community and surrounding user communities, which are relevant to the Tri Dharma College program, namely education and teaching, research and community service. As the heart of higher education, UPT Library must always improve its services to the entire academic community. The quality of library services refers to the needs of users. Therefore, a good service is a service that can meet the needs and expectations of users, so a good library is a library that can provide services to users quickly and accurately, there are several factors that can improve the quality of service at an institution, namely: organizational goals, the incentive system used, the accountability system and the power structure, as an institution that carries out service activities, then the library is obliged to always improve the quality of its services in order to meet the needs of users. Service quality is a comparison between the expectations of service users and the quality of service performance, in other words that the main factor influencing service quality is employee performance whose results are felt by service users, while the quality of service performance is the main activity carried out by a service institution. The services and facilities provided to users will always be felt and known by users, giving rise to certain attitudes of users towards these facilities and services. Keywords: Service quality. College libraryAbstrak :  Perpustakaan perguruan tinggi merupakan perpustakaan yang bertugas sebagai suatu unit pelaksana teknis, mengemban tugas mendukung tujuan lembaga induknya, yaitu memberikan layanan kepada civitas akademika dan masyarakat pemakai di sekitarnya, yang relevan dengan program Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Sebagai jantungnya perguruan tinggi, UPT Perpustakaan harus senantiasa meningkatkan pelayanannya terhadap seluruh civitas akademika.  Kualitas layanan perpustakaan mengacu kepada kebutuhan pemustaka.  Oleh sebab itu, layanan yang baik adalah layanan yang dapat memenuhi kebutuhan dan harapam pemustaka, maka perpustakaan yang baik merupakan perpustakaan yang dapat memberikan pelayanan kepada pemustaka secara cepat dan tepat, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan kualitas layanan pada sebuah lembaga yaitu: tujuan organisasi, sistem insentif yang dipakai, sistem akuntabilitas dan struktur kekuasaan, sebagai sebuah lembaga yang melakukan aktifitas pelayanan, maka perpustakaan berkewajiban untuk senantiasa meningkatkan kualitas pelayanannya agar dapat memenuhi kebutuhan dari pemustaka., kualitas pelayanan merupakan suatu perbandingan antara harapan pemakai jasa dengan kualitas kinerja jasa pelayanan, dengan kata lain bahwa faktor utama yang mempengaruhi kualitas pelayanan adalah kinerja karyawan yang hasilnya dirasakan oleh pengguna jasa, sedangkan kualitas kinerja layanan merupakan kegiatan pokok yang dilakukan oleh sebuah lembaga jasa.  Pelayanan dan fasilitas yang disediakan kepada pemakai itu akan selalu dirasakan dan diketahui oleh pemakai, sehingga menimbulkan sikap tertentu dari pemakai terhadap fasilitas dan pelayanan tersebut.Kata Kunci : Kualitas pelayanan.  Perpustakaan perguruan tinggi
PARADIGMA PERPUSTAKAAN ERA KLASIK DAN MODERN (DIGITAL) Nasrul Makdis
Jurnal Imam Bonjol: Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol 2, No 1 (2018): Edisi 1
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.432 KB) | DOI: 10.15548/jib.v2i1.31

Abstract

Abstract: The more advanced civilization makes humans always innovate so they can continue to live. As is the case with libraries, with advances in technology and increasingly dynamic developments in the world of science and technology, of course the use of computerization or automation based for library management is inevitable. This digital thing makes library managers must be able to change their mindset and form of service, so that whatever is done and done is no longer done manually or in the traditional way. This indirectly demands library management resources in order to improve its ability to manage libraries which have been integrated with digital systems. In this paper, we will discuss the differences between traditional libraries or those that still use manual systems with modern (Digital) libraries and ways of looking at these two different eras. Keywords: Library Paradigm, Modern Library, Classical LibraryAbstrak : Semakin majunya peradaban membuat manusia senantiasa ber-inovasi agar tetap dapat melangsungkan kehidupan. Seperti hal nya perpustakaan, dengan majunya teknologi dan semakin dinamisnya perkembangan kemajuan IPTEK dunia, tentu penggunaan komputerisasi atau berbasis automasi untuk pengelolaan perpustakaan tidak dapat terhindarkan. Sesuatu yang serba digital ini membuat para pengelola perpustakaan harus mampu merubah pola pikir dan bentuk layanan mereka, sehingga apapun yang dilakukan dan dikerjakan tidak lagi dilakukan dengan cara manual atau dengan cara tradisional. Hal ini secara tidak langsung menuntut sumber daya pengelola perpustakaan agar dapat meningkatkan kemampuannya dalam mengelola perpustakaan yang mana telah terintegrasi dengan system digital. Dalam tulisan ini akan membahas tentang perbedaan antara perpustakaan tradisional atau yang masih menggunakan system manual dengan perpustakaan modern (Digital) serta cara pandang dalam melihat kedua era yang berbeda ini.Kata Kunci : Paradigma Perpustakaaan, Pustaka Modern, Pustaka Klasik
PERPUSTAKAAN, MANFAAT, KELEBIHAN DAN KEKURANGAN Fatimah Fatimah
Jurnal Imam Bonjol: Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol 2, No 1 (2018): Edisi 1
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.702 KB) | DOI: 10.15548/jib.v2i1.27

Abstract

Abstract: This paper aims to describe the understanding of libraries, types of libraries, library functions and benefits, as well as the strengths and weaknesses of the library. From the results obtained that what is said by the library is a room, or a building from a building that contains many collections of books that have been classified by type of collection so that it is easy to find and use by users. There are five types of libraries, including national libraries, school libraries, public libraries, college libraries and specialized libraries. The benefit of the library is that it helps users in finding the collections needed, but the drawbacks are because of limited operating hours and books are still lacking and many are damaged.Keywords: Library Benefits, Library Strengths, Library WeaknessesAbstrak :  Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pengertian perpustakaan, jenis-jenis perpustakaan, fungsi dan manfaat perpustakaan, serta kelebihan dan kekurangan perpustakaan. Dari hasil yang diperoleh bahwasanya yang dikatakan dengan perpustakaan adalah suatu ruangan, atau bangunan dari sebuah gedung yang berisi banyak buku koleksi yang telah diklasifikasikan berdasarkan jenis koleksi sehingga mudah untuk dicari dan digunakan oleh pemustaka. Jenis dari perpustakaan ada lima, diantaranya perpustakaan nasional, perpustakaan sekolah, perpustakaan umum, perpustakaan perguruan tinggi dan perpustakaan khusus. Adapun manfaat dari perpustakaan yaitunya  membantu pemustaka dalam mencari koleksi yang dibutuhkan, tetapi kekurangannya karena terbatasnya jam operasional dan buku masih kurang dan banyak mengalami kerusakan.Kata Kunci : Manfaat Perpustakaan, Kelebihan Perpustakaan, Kekurangan Perpustakaan
INSENTIF TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PUSTAKAWAN PADA PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA DAN TINJAUANNYA MENURUT ISLAM Sukirwan Arwan
Jurnal Imam Bonjol: Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol 2, No 1 (2018): Edisi 1
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.611 KB) | DOI: 10.15548/jib.v2i1.28

Abstract

Abstract: Incentives are generally used to describe wage payments associated with indirect compensation systems based on librarian productivity standards. The purpose of providing incentives is to motivate librarians to work better in achieving library goals by offering financial and non-financial incentives to increase productivity. However, many things such as the existence of librarian complaints about the provision of incentives are not in accordance with the performance of the librarian so that it affects the librarian's work productivity. Therefore, this paper will try to look at providing incentives for the productivity of the work of librarians who will also be viewed from an Islamic perspective. Keywords: Relationship Giving Insenstif, Islamic perspective perspectiveAbstrak :  Insentif pada umumnya digunakan untuk menggambarkan pembayaran upah yang dikaitkan dengan sistem kompensasi tidak langsung berdasarkan standar produktivitas pustakawan. Tujuan dari pemberian insentif adalah untuk memotivasi pustakawan agar bekerja lebih baik dalam pencapaian tujuan perpustakaan dengan menawarkan perangsang finansial dan non-finansial untuk meningkatkan produktivitas. Namun, Banyak hal seperti adanya keluhan-keluhan pustakawan tentang pemberian  insentif tidak sesuai dengan kinerja pustakawan sehingga berpengaruh dalam produktivitas kerja pustakawan. Maka dari itu, tulisan ini akan mencoba melihat pemberian insentif terhadap produktifitas kerja pustakawan yang juga akan ditinjau dari sudut pandang Islam.Kata Kunci : Hubungan Pemberian Insenstif, Insenstif perspektif Islam
REPOSITORI INSTITUSI MENUNJANG AKREDITASI PROGRAM STUDI Zulfitri Zulfitri
Jurnal Imam Bonjol: Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol 2, No 1 (2018): Edisi 1
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.62 KB) | DOI: 10.15548/jib.v2i1.24

Abstract

Abstract: The term accreditation is no stranger to educational institutions, especially universities. Accreditation is a comprehensive process of evaluation and assessment of the commitment of tertiary institutions to the quality and capacity of the implementation of tertiary institutions, to determine the appropriateness of programs and educational units. Information systems and facilities that show learning in tertiary institutions and study programs also include the priority assessment of accreditation, including information systems in libraries, one of which is the institutional repository. Institutional repositories are very instrumental in supporting the accreditation of this study program, namely increasing the reputation and ranking of the relevant institutions and increasing the visibility of the writers, especially lecturers of a study program. The ranking of an institution can be measured through a webometrics conducted by The Consejo Superior de Investigaciones Cientificas (CSIS), which is a research institute based in Spain. This ranking is done to show the breadth or affordability of access to a digital repository of a university with its web indicators including global visibility, size, rich files and scientific impact repositories.Keywords: Accreditation, Institutional Repositories, Universities and Study Programs.Abstrak : Istilah akreditasi tidak asing lagi bagi instansi pendidikan, terutama perguruan tinggi. Akreditasi merupakan proses evaluasi dan penilaian secara komprehensif atas komitmen perguruan tinggi terhadap mutu dan kapasitas penyelenggaraan Tridarma perguruan tinggi, untuk menentukan kelayakan program dan satuan pendidikan. Sistem informasi dan fasilitas-fasilitas yang munujang pembelajaran di perguruan tinggi dan program studi juga termasuk prioritas penilaian dari akreditasi, di antaranya sistem informasi di perpustakaan, salah satunya adalah repository institusi. Repositori institusi sangat berperan dalam menunjang akreditasi program studi ini, yaitu meningkatkan reputasi dan peringkat lembaga yang bersangkutan dan meningkatkan visibilitas para penulis terutama dosen dari suatu program studi. Adapun peringkat suatu lembaga dapat diukur melalui webometrik  yang dilakukan oleh The Consejo Superior de Investigaciones Cientificas (CSIS), yaitu lembaga riset yang berkedudukan di Spanyol. Pemeringkatan ini dilakukan untuk menunjukkan keluasan atau keterjangkauan akses repositori digital suatu perguruan tinggi dengan indikator webnya antara lain berupa visibilitas global, size, rich file dan impact repository ilmiah.Kata kunci : Akreditasi, Repositori Institusi, Perguruan Tinggi dan Program Studi.
PENGADAAN BAHAN PUSTAKA PADA PERPUSTAKAAN FAKULTAS SYARIAH UIN IMAM BONJOL PADANG Murnahayati Murnahayati
Jurnal Imam Bonjol: Kajian Ilmu Informasi dan Perpustakaan Vol 2, No 1 (2018): Edisi 1
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.503 KB) | DOI: 10.15548/jib.v2i1.29

Abstract

Abstract: Procurement of library materials is a series of development policies. Library collection. All of the final collection development policies are procurement of library materials. Procurement collection is the process of collecting library material that will be used as a library collection. Collections held by a library should be relevant to their interests and needs, complete and up to date, so as not to disappoint the service community. In providing various types of library materials needed by users, libraries often experience problems or constraints. These constraints can be seen from the limited funds owned by the library, collection selection, utilization of the collection and so on. For this reason, in the case of library materials procurement, the library must be thorough and careful so that the available funds can be used as well as possible and the benefits can be felt by the library user. Procurement policy depends on several things including: budget, objectives and priorities of the organization, types of users and needs, relations with other libraries and languages. There are several things that need to be considered in formulating collection development policies, among others: Institution programs, user needs, collection types, library criteria, number of copies, and languages.Keywords: Collection procurement, Higher education library.Abstrak : Pengadaan bahan pustaka merupakan rangkaian dari kebijakan pengembangan. Koleksi perpustakaan. Semua kebijakan pengembangan koleksi akhir muaranya adalah pengadaan bahan pustaka.  Pengadaan koleksi adalah proses menghimpun bahan pustaka yang akan dijadikan koleksi perpustakaan. Koleksi yang diadakan oleh suatu perpustakaan hendaknya relevan dengan minat dan kebutuhan, lengkap dan terbitan mutakhir, agar tidak mengecewakan masyarakat yang dilayanani.  Dalam menyediakan berbagai jenis koleksi bahan pustaka yang dibutuhkan pengguna, perpustakaan sering mengalami masalah atau kendala. Kendala tersebut dapat dilihat dari keterbatasan dana yang dimiliki oleh perpustaakn, pemilihan koleksi, pemanfaatan koleksi dan sebagaianya. Untuk itu, dalam hal pengadaan  bahan pustaka , perpustakaan harus teliti dan cermat agar dana yang ada dapat dipergunakan sebaik-baiknya dan dapat dirasakan manfaatnya bagi perngguna perpustakaan Kebijakan pengadaan tergantung pada beberapa hal antara lain: anggaran, tujuan dan prioritas dari organisasi, jenis pemakai dan kebutuhannya, hubungan dengan perpustakaan lain dan bahasa. Ada beberapa hal yang perlu di pertimbangkan dalam merumuskan kebijakan pengembangan koleksi antara lain: Program lembaga, Kebutuhan pengguna, Jenis koleksi, Kriteria pustaka, Jumlah eksemplar, dan Bahasa.Kata Kunci : Penggadaan koleksi,  Perpustakaan perguruan tinggi.

Page 1 of 1 | Total Record : 8