cover
Contact Name
Achmad Rijanto
Contact Email
rijanto1970@gmail.com
Phone
+6281232814248
Journal Mail Official
majamecha2019@gmail.com
Editorial Address
Gedung Dwipa Mandala Lt. 2, Prodi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit jl. Raya Jabon Km. 0,7 Mojokerto, Indonesia 61364
Location
Kab. mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
Majamecha
ISSN : 26569132     EISSN : 26568055     DOI : https://doi.org/10.36815/majamecha.v6i2
Core Subject : Engineering,
Majamecha adalah jurnal ilmiah yang berisi tentang publikasi hasil karya penelitian, perancangan dan kajian teori di bidang ilmu teknik mesin dan permesinan, meliputi konversi energi, manufakturing, material dan perancangan mesin.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2022): Majamecha" : 14 Documents clear
Hubungan Kemiringan Sudut Pahat Terhadap Kerataan Baja ST 42 Pada Bubut Konvensional Masdhuki Zacharia; Dicki Nizar Zulfika; Achmad Rijanto
Majamecha Vol. 4 No. 1 (2022): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v4i1.1304

Abstract

Di dunia industri, kita mengenal proses machining, yaitu suatu proses manufaktur yang menggunakan gerakan relatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketepatan sudut kemiringan suatu pahat rata muka (45 ) terhadap tingkat kerataan hasil benda kerja baja ST 42 pada mesin bubut konvensional. Metode analisis data ini menggunakan metode penelitihan deskriptif kuantitatif. Dari hasil penelitihan ini didapat dengan hasil pengujian tinggkat kerataan dengan pemilihan sudut 45 (kecepatan spindel 130 menghasilkan 2.809 ?m), (kecepatan spindel 210 menghasilkan 2.434 ?m), (kecepatan spindel 380 menghasilkan 1.871 ?m) sedangkan sudut 55 (kecepatan spindel 130 menghasilkan 1.419 ?m), (kecepatan spindel 210 menghasil 2.652 ?m), (kecepatan spindel 380 menghasil 3.507 ?m) sedangkan sudut 60 (kecepatan spindel 130 menghasilkan 2.725 ?m), (kecepatan spindel 210 menghasilkan 3.746 ?m), (kecepatan spindel 380 menghasilkan 3.853 ?m). Dari penelitihan diatas dapat kita buat perbandingan suatu pahat dengan pemilihan sudut kemiringan 55 mempengaruhi tingkat dan hasil kerataan yang bagus pada baja ST 42.
Analisis Pengaruh Jumlah Rasio Konsumsi Bahan Bakar Batubara Terhadap Efisiensi Boiler Handika Nur Muhammad; Achmad Rijanto; Atika Isnaining Dyah
Majamecha Vol. 4 No. 1 (2022): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v4i1.1311

Abstract

Penelitian ini untuk menganalisa pengaruh jumlah rasio konsumsi bahan bakar Batubara terhadap efesiensi Boiler. Didalam sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) diperlukan tenaga yang handal maupun komponen/alat yang sangat optimal selalu, Salah satu tingkat efesiensi di Boiler tergantung cara melakukan loop control supply Bahan bakar dan udara, demi pembakaran yang sempurna harus memperhatikan jumlah mix rasio bahan bakar Batubara terhadap udara pembakaranya. Dengan  sebagai operator melakukan metode variasi loop control yang ketat terhadap bahan bakar Batubara dan Udara pembakaran, berharap bisa menghemat pengeluaran/ cost teutama terhadap pembakaran Batubara tetapi tetap mendapatkan hasil yang optimal. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa efesiensi Boiler tertinggi sebesar 83,10 % terjadi pada tanggal 01 Mei 2021, dengan rincian Settingan rasio udara primary dengan bahan bakar batubara 2,51, yaitu dengan komposisi batubara 59,7 ton/jam dan udara primary 149,8 ton/jam, serta didapat jumlah udara total (Total Air Flow) yaitu 340,5 ton/jam yaitu dengan komposisi udara Primary sebesar 149,8ton/jam dan udara Secondary 190,7 ton/jam. Efesiensi Boiler terendah sebesar 79,86 % terjadi pada tanggal 02 mei 2021, dengan rincian Settingan rasio 2,40, yaitu dengan komposisi batubara 61,6 ton/jam dan udara primary 148,08 ton/jam, serta dadapat jumlah udara total (Total Air Flow) yaitu 340,3 ton/jam yaitu dengan komposisi udara Primary sebesar 148,08 ton/jam dan udara Secondary 192,23 ton/jam.
Analisis Pengaruh Media Pendingin Pada Pengelasan SMAW Terhadap Kekuatan Tarik Baja Karbon Rendah Plate Baja Aisi 1020 Reo Damai; Achmad Rijanto; Luthfi Hakim
Majamecha Vol. 4 No. 1 (2022): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v4i1.1321

Abstract

Pengelasan merupakan proses penyambungan dua benda logam dengan cara memanaskan dua benda logam dengan cara mencairkan elektroda dalam keadaan lumer dan cair. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui sifat mekanis dari sambungan las dengan menggunakan media  pendingin air, collant, dan oli. Metode penelitian yang digunakan adalah metode experimental. Dalam penelitian ini dilakukan penggunaan media pendingin yang berbeda dan suhunya dijaga konstan. Setiap spesimen material yang digunakan baja pelat aisi 1020 elektroda E6013 dengan diamter 2,6 mm posisi pengelasan bawah tangan (dwon hand). Temperatur yang digunakan media pendingin air 15°C, oli 15°C dan collant 15°C dan kuat arus yang digunakan sebesar 90 A. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa untuk nilai tegangan rata-rata media air 348,1 MPa, media pendingin collant 343,2 MPa dan media pendingin oli sebesar 339,7 MPa. Sedangkan untuk media pendingin air nilai regangan yang didapat yaitu 20,56% dan media collant 19,11%, media pendingin oli sebesar 20,14%.
Perbandingan Jenis Elektroda Las Terhadap Uji Tarik Material Plat ST 37 Sandu Siswanto; Luthfi Hakim; Atika Isnaining Dyah
Majamecha Vol. 4 No. 1 (2022): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v4i1.1372

Abstract

Perkembangan teknologi di bidang konstruksi pada saat ini sangat pesat dan bisa di bilang sangat maju, terutama dalam bidang desain produk. Salah satu bidang yang paling umum adalah pengelasan baja. Pengelasan merupakan suatu proses penyambungan logam dengan cara melebur sebagian logan dasar dan logam pengisi, dimana kedua benda berdekatan dari ujung ke ujung dengan cara menyalakan busur yang didapatkan dari busur listrik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hasil perbandingan jenis elektroda dengan pemakaian arus yang sama dengan hasil pengujian tarik pada material baja karbon rendah dengan menggunakan proses pengelasan SMAW. Material yang digunakan dalam penelitian ini baja St 37 dengan perlakuan  kampuh V tunggal, sudut 70? serta jenis elektroda yang digunakan AWS E6013 dan E7018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan secara analisis bahwa pengaruh media pengelasan dengan perbandingan jenis elektroda yaitu elektroda E6013 dan elektroda E7018 dengan arus yang sama 90 - 100 A terhadap sifat mekanik baja karbon medium yang disambung dengan las SMAW pada uji tarik dapat diketahui bahwa rata – rata keuletan tarik pada speciment yang dilas lebih rendah dari pada yang tidak dilas. Akan tetapi hasil dari speciment yang dilas menggunakan elektroda E7018 lebih menjamin kekuatannya, daripada menggunakan elektroda E6013. Karena nilai rata-rata yang diperoleh dari speciment yang dilas menggunakan elektroda E7018 tidak berbeda jauh dengan speciment tanpa dilas.
Pengeringan Bagasse Menggunakan Metode Rotary Dryer Kapasitas 69,628 Kg Per Jam Toniyah Jaelani; Heru Kuncoro
Majamecha Vol. 4 No. 1 (2022): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v4i1.1780

Abstract

Bagasse merupakan produk salah satu produk samping dari produksi gula tebu. Bagasse digunakan sebagai bahan bakar boiler untuk menghasilkan steam yang berfungsi untuk mejalankan sistem kelistrikan maupun kegiatan produktivitas pabrik gula. pada penelitian ini ditujukan untuk merancang alat rotary dryer dengan aliran udara pengering searah dengan aliran bagasse (co-current). Evaluasi dari perhitungan dilakukan untuk mengeringkan bagasse berkapsitas 69,628 kg/jam dengan kandungan air sebesar 55% menjadi 20%. Hasil pemodelan ditemukan bahwa dibutuhkan temperatur udara pengering 135 ?, kecepatan udara 1.5 m/s, dan menghasilkan energi uap panas sebesar 155.3 kJ/kg pada zona III, 140 kJ/kg pada zona II dan pada zoma I energi uap panas sebesar 170.3 kJ/kg. Air yang dapat ter evaporasi pada sistem ini 30462.15 kg.
Optimasi Parameter Kincir Air Tipe Undershot Dengan Metode Taguchi Dian Ridlo Pamuji; Galang Sandy Prayogo; Mohamad Dimyati Ayatullah
Majamecha Vol. 4 No. 1 (2022): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v4i1.1827

Abstract

Air merupakan sumber energy yang melimpah di Indonesia yang didalamnya tersimpan energi yang dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik. Komponen utama dari pembangkit listrik tenaga Air (PLTA) adalah kincir air yang berfungsi merubah energy mekanik menjadi energi listrik. Untuk mendapatkan output dari kincir air seperti daya yang optimal, maka diperlukan pengaturan parameter-parameter kincir air yang tepat. Hal ini bertujuan meminimalkan waktu dan biaya yang diakibatkan oleh proses coba-coba. Penelitian tentang penentuan pengaturan kombinasi parameter kincir air tipe undershot yang tepat untuk mendapatkan respon optimal telah dilakukan. Parameter-parameter kincir air yang divariasikan adalah jenis sudu (lurus dan sudut), kedalaman pencelupan (2 cm, 5 cm, dan 7 cm) dan Berat flywheel ( 3 kg, 5 kg dan 8 kg). Parameter respon yang diamatai adalah daya output generator. Matrik orthogonal yang digunakan adalah L18 dan metode optimasi yang digunakan adalah Taguchi. Hasil peneltian menunjukkan bahwa untuk mendapatkan respon yang berupa daya output generator yang optimal, maka bentuk sudu dipilih dengan menggunakan bentuk lurus, kedalaman pencelupan diatur sebesar 7 cm dan berat berat flywheel diatur seberar 8 Kg.
Analisis Head Losses Pada Mesin Pompa Air Sawah Achmad Rijanto; Suesthi Rahayuningsih
Majamecha Vol. 4 No. 1 (2022): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v4i1.1905

Abstract

Ketika fluida melalui pipa atau saluran terdapat pengurangan dari energi yang dialirkan searah dengan aliran fluida. Pengurangan energi ini mengakibatkan terjadinya kerugian tinggi (head losses). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui head losses pada mesin pompa air yang biasa digunakan di persawahan. Metode penelitian ini menggunakan penghitungan head losses pompa berdasarkan spesifikasi sebagai berikut; head dorong maksimal 32 m, head hisap maksimal 8 m, kapasitas aliran maksimal 1000 liter/menit, diameter pipa hisap 3 inci, diameter pipa dorong 3 inci, tegangan listrik 220 V, daya keluaran maksimal motor (bersih) 4,8 HP/3600 rpm dan daya keluaran maksimal motor (kotor) 5,5 HP/3600 rpm . Dari hasil penelitian diperoleh, bahwa head losses pompa air sawah 9,54 m, terdiri dari head losses pipa hisap sebesar 1,908  m dan head losses pipa dorong sebesar 7,632 m.
Hubungan Kemiringan Sudut Pahat Terhadap Kerataan Baja ST 42 Pada Bubut Konvensional Zacharia, Masdhuki; Zulfika, Dicki Nizar; Rijanto, Achmad
Majamecha Vol. 4 No. 1 (2022): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v4i1.1304

Abstract

Di dunia industri, kita mengenal proses machining, yaitu suatu proses manufaktur yang menggunakan gerakan relatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ketepatan sudut kemiringan suatu pahat rata muka (45 ) terhadap tingkat kerataan hasil benda kerja baja ST 42 pada mesin bubut konvensional. Metode analisis data ini menggunakan metode penelitihan deskriptif kuantitatif. Dari hasil penelitihan ini didapat dengan hasil pengujian tinggkat kerataan dengan pemilihan sudut 45 (kecepatan spindel 130 menghasilkan 2.809 ?m), (kecepatan spindel 210 menghasilkan 2.434 ?m), (kecepatan spindel 380 menghasilkan 1.871 ?m) sedangkan sudut 55 (kecepatan spindel 130 menghasilkan 1.419 ?m), (kecepatan spindel 210 menghasil 2.652 ?m), (kecepatan spindel 380 menghasil 3.507 ?m) sedangkan sudut 60 (kecepatan spindel 130 menghasilkan 2.725 ?m), (kecepatan spindel 210 menghasilkan 3.746 ?m), (kecepatan spindel 380 menghasilkan 3.853 ?m). Dari penelitihan diatas dapat kita buat perbandingan suatu pahat dengan pemilihan sudut kemiringan 55 mempengaruhi tingkat dan hasil kerataan yang bagus pada baja ST 42.
Analisis Pengaruh Jumlah Rasio Konsumsi Bahan Bakar Batubara Terhadap Efisiensi Boiler Muhammad, Handika Nur; Rijanto, Achmad; Dyah, Atika Isnaining
Majamecha Vol. 4 No. 1 (2022): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v4i1.1311

Abstract

Penelitian ini untuk menganalisa pengaruh jumlah rasio konsumsi bahan bakar Batubara terhadap efesiensi Boiler. Didalam sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) diperlukan tenaga yang handal maupun komponen/alat yang sangat optimal selalu, Salah satu tingkat efesiensi di Boiler tergantung cara melakukan loop control supply Bahan bakar dan udara, demi pembakaran yang sempurna harus memperhatikan jumlah mix rasio bahan bakar Batubara terhadap udara pembakaranya. Dengan  sebagai operator melakukan metode variasi loop control yang ketat terhadap bahan bakar Batubara dan Udara pembakaran, berharap bisa menghemat pengeluaran/ cost teutama terhadap pembakaran Batubara tetapi tetap mendapatkan hasil yang optimal. Dari penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa efesiensi Boiler tertinggi sebesar 83,10 % terjadi pada tanggal 01 Mei 2021, dengan rincian Settingan rasio udara primary dengan bahan bakar batubara 2,51, yaitu dengan komposisi batubara 59,7 ton/jam dan udara primary 149,8 ton/jam, serta didapat jumlah udara total (Total Air Flow) yaitu 340,5 ton/jam yaitu dengan komposisi udara Primary sebesar 149,8ton/jam dan udara Secondary 190,7 ton/jam. Efesiensi Boiler terendah sebesar 79,86 % terjadi pada tanggal 02 mei 2021, dengan rincian Settingan rasio 2,40, yaitu dengan komposisi batubara 61,6 ton/jam dan udara primary 148,08 ton/jam, serta dadapat jumlah udara total (Total Air Flow) yaitu 340,3 ton/jam yaitu dengan komposisi udara Primary sebesar 148,08 ton/jam dan udara Secondary 192,23 ton/jam.
Analisis Pengaruh Media Pendingin Pada Pengelasan SMAW Terhadap Kekuatan Tarik Baja Karbon Rendah Plate Baja Aisi 1020 Damai, Reo; Rijanto, Achmad; Hakim, Luthfi
Majamecha Vol. 4 No. 1 (2022): Majamecha
Publisher : Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Islam Majapahit, Mojokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36815/majamecha.v4i1.1321

Abstract

Pengelasan merupakan proses penyambungan dua benda logam dengan cara memanaskan dua benda logam dengan cara mencairkan elektroda dalam keadaan lumer dan cair. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui sifat mekanis dari sambungan las dengan menggunakan media  pendingin air, collant, dan oli. Metode penelitian yang digunakan adalah metode experimental. Dalam penelitian ini dilakukan penggunaan media pendingin yang berbeda dan suhunya dijaga konstan. Setiap spesimen material yang digunakan baja pelat aisi 1020 elektroda E6013 dengan diamter 2,6 mm posisi pengelasan bawah tangan (dwon hand). Temperatur yang digunakan media pendingin air 15°C, oli 15°C dan collant 15°C dan kuat arus yang digunakan sebesar 90 A. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa untuk nilai tegangan rata-rata media air 348,1 MPa, media pendingin collant 343,2 MPa dan media pendingin oli sebesar 339,7 MPa. Sedangkan untuk media pendingin air nilai regangan yang didapat yaitu 20,56% dan media collant 19,11%, media pendingin oli sebesar 20,14%.

Page 1 of 2 | Total Record : 14