cover
Contact Name
Bambang Subiyakto
Contact Email
-
Phone
+625113304415
Journal Mail Official
magister.pendips@ulm.ac.id
Editorial Address
Master of Social Studies Study Program Postgraduate Program at Lambung Mangkurat University, Jl. Brigadier General Hasan Basry Banjarmasin 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Socius (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial) (Edisi Elektronik)
ISSN : 20899661     EISSN : 2089967X     DOI : http://dx.doi.org/10.20527/jurnalsocius
Core Subject : Education, Social,
The Socius Journal compiles scientific articles that focus on issues of Social Studies Education. In particular, this issue not only covers the problem of learning, but also the description of local wisdom, the value of tradition and social phenomena that exist in society.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2016): JURNAL SOCIUS" : 10 Documents clear
TRADISI LISAN SANSANA PADA MASYARAKAT DAYAK NGAJU DI DESA PULAU KALADAN KECAMATAN MANTANGAI KABUPATEN KAPUAS Yulinda Megah Eka Asi
JURNAL SOCIUS Vol 5, No 2 (2016): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v5i2.3338

Abstract

The aim is to know how the Sansana oral tradition the Ngaju Dayak community in the village of Kaladan Island in the current era. This study used a qualitative method that aims to obtain more complete data, more depth, so that the research objectives can be achieved. The results showed that (1) sansana itself is still held in the village of Island Kaladan until now is because the local communities still carry the tradition that has been known since the first (Tradition Patriarchs), and plenty of things to dipersiapan before starting a tradition sansana (2) In the exercise of sansana materials such as capacity fresh, incense, perapen, pedududkan, sangkai kambang, and laluh or lilis should be prepared before starting sansana because these materials contain a meaning of its own in the implementation sansana (3) Sansanan an oral literature handed down by ancestors and must be maintained by the younger generation in order to stay alive in local communities by way of oral tradition sansana continue to perform in any event give the name of the child, established the pillar of the house, as well as at the time of marriage indigenous Dayak Ngaju. The significance of the event for the people in the village sansana Kaladan Island is to motivate the young people and the audience in order to have a passion in life so as to obtain the blessing of God.Keywords: Sansana Oral tradition, Dayak Ngaju Tujuan Penelitian ingin mengetahui bagaimana tradisi lisan sansana pada masyarakat Dayak Ngaju di Desa Pulau Kaladan pada era saat ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bertujuan untuk mendapatkan data yang lebih lengkap, lebih mendalam, sehinga tujuan penelitian dapat tercapai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) sansana sendiri masih tetap dilaksanakan di Desa Pulau Kaladan sampai saat ini di karenakan masyarakat setempat masih melaksanakan tradisi yang sudah dikenal sejak dulu (Tradisi Leluhur) dan banyak hal yang harus dipersiapan sebelum memulai tradisi sansana (2) Dalam pelaksanaan sansana bahan-bahan seperti tampung tawar, kemenyan, perapen, pedududkan, sangkai kambang, dan laluh atau lilis harus dipersiapkan sebelum memulai sansana karena bahan-bahan tersebut mengandung  maknanya tersendiri di dalam pelaksanaan sansana (3) Sansanan merupakan sastra lisan yang diwariskan oleh leluhur dan harus dijaga oleh generasi mudanya agar tetap hidup di kalangan masyarakat setempat dengan cara tetap melaksanakan tradisi lisan sansana di setiap acara memberikan nama pada anak, mendirikan tiang rumah, serta pada saat perkawinan adat Dayak Ngaju. Adapun makna dari acara sansana bagi masyarakat di Desa Pulau Kaladan adalah untuk memotivasi para anak muda dan para pendengar agar memiliki semangat dalam menjalani kehidupan dan memperoleh restu dari Tuhan.Kata Kunci :Tradisi lisan Sansana, Dayak Ngaju
MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA MELALUI MODEL STAD PADA PEMBELAJARAN IPS DI SMPN 1 GUNUNG TIMANG KABUPATEN BARITO UTARA KALIMANTAN TENGAH Apel Yuntun Kanadi
JURNAL SOCIUS Vol 5, No 2 (2016): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v5i2.3334

Abstract

The purpose of the research is to improve the Students Social Skills through STAD Model, Knowing The Implementation of STAD Model on increasing the Students Social Skills, and Knowing the Response of Students towards STAD Model on learning IPS. The steps of STAD Model consist of a Class Presentation, Working Group/Team, Quiz, Individual Progress Scores and Recognition Team. This is done because of Students Social Skills are very important to develop on Teaching and Learning Process in Schools so it would be used in the future on social life of the students.The study is planned in 2 cycles which include Planning, Implementation, Observations/Data Collection and Reflection. Classroom Action Research was conducted in VIIIB Class of SMPN 1 Gunung Timang, Barito Utara Regency ofCentral Kalimantan. Data collection methods include Observation, Student Worksheet, Test, Field Notes and Documentation. Analysis Data Technique consists of Validation Data and Interpretation of Qualitative Data.The result of this research showed that based on the data observation sheet of Student Social Skill in cycle I (3,27) is good criteria and cycle II (3,36) is also of good criteria. Based on observation of Student Social Skills on cycle I, that is, cooperation includes turn-taking/sharing, respecting/honoring, assisting/helping. Self Control consists of obeying instructions and controlling emotions. Sharing ideas and experiences include expressing ideas and receivingopinions increase in cycle II. Student Response in Cycle I (91,03%) is good and on the cycle II (95%) is also good.It is concluded that the STAD model can improve the Students Social Skills, the Implementation of STAD model on Learning IPS is good and Students Response on taking part in STAD model learning is also good.Key Word : Social Skills, STAD Model and Social Studies. Tujuan penelitian adalah meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa melalui model STAD, Mengetahui Implementasi Model STAD dalam meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa dan Mengetahui Respon Siswa terhadap Model STAD dalam Pembelajaran IPS. Langkah-langkah Model STAD terdiri dari Presentasi Kelas, Kerja kelompok/Tim, Kuis, Skor Kemajuan Individual dan Rekognisi Tim. Hal ini dilakukan karena Keterampilan Sosial Siswa sangat perlu di bentuk dalam Proses Belajar Mengajar di Sekolah sehingga berguna kelaknya dalam kehidupan sosial siswa. Penelitian direncanakan dalam 2 siklus yaitu meliputi Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan/Pengumpulan Data dan Refleksi. Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan di Kelas VIIIB SMPN 1 Gunung Timang, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Metode Pengumpulan Data meliputi Observasi, Lembar Kerja Siswa, Tes, Catatan Lapangan dan Dokumentasi. Teknik Analisis Data terdiri dari  Validasi dan Interpretasi data Kualitatif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan data lembar observasi Keterampilan Sosial Siswa siklus I (3,27) kriteria baik dan pada siklus II (3,36) kriteria baik. Berdasarkan hasil pengamatan Keterampilan Sosial Siswa pada siklus I yaitu Kerjasama meliputi bergiliran/berbagi, menghargai/menghormati, membantu/menolong, Kontrol Diri meliputi mengikuti petunjuk dan mengontrol emosi, Berbagi Ide dan Pengalaman meliputi menyampaikan pendapat dan menerima pendapat mengalami peningkatan pada siklus II. Respon Siswa pada Siklus I (91,03 %) baik dan pada siklus II (95 %) baik. Disimpulkan bahwa model STAD dalam Pembelajaran IPS dapat meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa, Implementasi Model STAD dalam Pembelajaran IPS sudah baik serta Respon Siswa dalam mengikuti Pembelajaran model STAD juga sudah baik.Kata Kunci: Keterampilan Sosial, Model STAD dan IPS
MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN PKN MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN METODE SIMULASI GAME PADA SISWA KELAS VIII B DI SMPN 2 MANDASTANA KECAMATAN JEJANGKIT KABUPATEN BARITO KUALA Khairunnisa Khairunnisa
JURNAL SOCIUS Vol 5, No 2 (2016): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v5i2.3339

Abstract

Activities and student learning outcomes is low. This study aimed to describe the activity and student learning outcomes VIIIB class SMP Negeri 2 Mandastana on the subject of Pancasila as the State Ideology and can be enhanced through learning strategies Simulation method. This research method is qualitative analysis methods, emphasis on deepening the subject matter of the activities and results of student learning in Civics. So it can be identified and analyzed the problems that arise and then held reflection to look for alternative. Study began in June 2011 to October 2011, the number of samples of 26 people from VIIIB grade students. The results showed that: (1) learning activities Civics class students VIIIB SMP Negeri 2 Mandastana during use learning strategies Simulations increases, (2) the results of learning civics class students VIIIB Junior High School 2 Mandastana during use learning strategies Simulations increases, (3) the students' responses VIIIB class SMP Negeri 2 Mandastana to use learning strategies Simulations. Implementation showed that students enjoy learning civics by implementing learning strategies should suggest Simulasi.Peneliti Civics teachers use learning strategies Simulations for appropriate materials, and are expected to use more cooperative learning strategies more attractive so that students actively in learning civics.Keywords: Learning outcomes, learning strategy game simulation, and civics education Aktivitas dan hasil belajar siswa rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas VIIIB SMP Negeri 2 Mandastana pada pokok bahasan Pancasila Sebagai Ideologi dan Dasar Negara dapat ditingkatkan melalui strategi pembelajaran metode Simulasi.Metode penelitian ini adalah metode analisis kualitatif, menekankan pada pendalaman pokok permasalahan tentang aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn. Sehingga bisa diketahui dan dianalisa permasalahan yang muncul dan kemudian diadakan refleksi untuk mencari alternatif pemecahannya.Proses penelitian dimulai pada bulan Juni 2011 sampai Oktober 2011, jumlah sampel 26 orang dari siswa kelas VIIIB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) aktivitas belajar PKn siswa kelas VIIIB SMP Negeri 2 Mandastana selama menggunakan strategi pembelajaran Simulasi meningkat,(2) hasil belajar PKn siswa kelas VIIIB SMP negeri 2 Mandastana selama menggunakan strategi pembelajaran Simulasi meningkat,(3) respon siswa kelas VIIIB SMP Negeri 2 Mandastana terhadap penggunaan strategi pembelajaran Simulasi. Pelaksanaan menunjukkan bahwa siswa senang belajar PKn dengan menerapkan strategi pembelajaran Simulasi.Peneliti menyarankan hendaknya guru mata pelajaran PKn menggunakan strategi pembelajaran Simulasi untuk materi-materi yang sesuai, serta diharapkan dapat menggunakan strategi pembelajaran kooperatif lainnya yang lebih menarik agar siswa aktif dalam pembelajaran PKn.Kata Kunci:hasil belajar, Strategi Pembelajaran Game Simulasi dan PKn
PEMBENTUKAN SIKAP SOSIAL MELALUI PEMBELAJARAN IPS PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 PALANGKA RAYA Desiana Natalia
JURNAL SOCIUS Vol 5, No 2 (2016): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v5i2.3335

Abstract

Social attitudes is awareness within the individual. In SMP Negeri 3 Palangkaraya VII class, the teacher was instrumental in the formation of social attitudes of students, especially through social studies learning. The purpose of this researc his to know how Social Attitude Formation Through Social Learning In Seventh Grade Students of SMP Negeri 3 Palangkaraya. This study used a qualitative method. Results of the study is that the SMP Negeri 3 Palangkaraya implement Curriculum 2013, in which there are aspects of attitude assessment. Social attitudes of students can be formed in a social studies lesson with the teacher giving an example of a good attitude to the students both in the classroom and outside the classroom. Keywords: Social Attitudes and Social Learning Sikap sosial adalah kesadaran dalam diri individu. Di SMP Negeri 3 kelas Palangkaraya VII, guru berperan dalam pembentukan sikap sosial siswa, terutama melalui studi sosial pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Sikap Formasi Sosial Melalui Pembelajaran Sosial Dalam Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Palangkaraya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil dari studi ini adalah bahwa SMP Negeri 3 Palangkaraya menerapkan Kurikulum 2013, di mana ada aspek penilaian sikap. sikap sosial siswa dapat dibentuk dalam pelajaran IPS dengan guru memberikan contoh sikap yang baik kepada siswa baik di kelas maupun di luar kelas.Kata kunci: Sikap Sosial dan Pembelajaran Sosial
TABEL KONTROL PEROLEHAN ANGKA KREDIT MENINGKATKAN NILAI SKP DAN KINERJA GURU SMA NEGERI 2 AMUNTAI KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Midehan Nabhani
JURNAL SOCIUS Vol 5, No 2 (2016): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v5i2.3340

Abstract

The obligation to make SKP (Performance Target Goals) for civil servants started since January 1st 2014. Innovation to resolve that problem is “Table control of resulting credit rate”. This table is modification result from the Table control of resulting credit rate in (Permendikbud Number 83 Year 1993). In academic year 2013/2014 got good criteria 24 teachers (82,76%) and only 5 teachers ( 17,24%) got the best criteria. In year 2014/2015 there was increasing 18 teachers (62,07%) got good criteria and 11 teachers got the best criteria. As the dissemination result, it planed correctly and scheduled (in every month meeting). Dissemination will be able to do spontaneously without planning, if there is a problem faced by the teacher when they use innovation result (table control credit rate) or when made SKP (Performance Target Goals). Utilizing friends who understood about innovation had been done. Then implication application innovation program was successful of development innovation result is attained in SMAN 2 Amuntai to increase result of PKG and SKP will be followed by other schools through MKKS and MGMP in Senior High School and Junior High School.Keywords: Table Control Credit Rate, The Value SKP (Performance Target Goals) and PK Guru (Assessment Work Teacher)    Kewajiban Menyusun SKP (Sasaran Kinerja Pegawai) bagi PNS mulai berlaku sejak 1 Januari 2014. Inovasi yang dilakukan untuk mengatasi masalah di atas adalah membuat “tabel kontrol perolehan angka kredit”. Tabel ini merupakan hasil modifikasi dari tabel perolehan angka kredit yang sudah ada (Permendikbud No. 83 tahun 1993). Pada tahun pelajaran 2013/2014 mendapat kriteria baik 24 orang guru (82,76%)  dan hanya 5 orang (17,24%) mendapat kriteria amat baik. Pada tahun 2014/2015 terjadi peningkatan 18 orang (62,07%) mendapat kriteria baik dan 11 orang mendapat kriteria amat baik (37,93%). Adapun desiminasi hasil direncanakan dengan matang dan terjadwal (setiap ada rapat bulanan). Diseminasi dapat dilakukan secara spontan tanpa perencanaan, jika ada muncul masalah yang dihadapi guru saat menggunakan hasil inovasi (tabel kontrol perolehan angka kredit) atau saat pembuatan SKP. Memanfaatkan teman sejawat yang sudah mengerti tentang inovasi yang dilakukan. Kemudia implikasi penerapan program inovasi berhasil pengembangan hasil inovasi yang telah dicapai di SMA N 2 Amuntai untuk meningkatkan hasil PKG dan SKP akan diimbaskan ke sekolah lain melalui MKKS dan MGMP baik di SMA maupun di SMP.Kata Kunci: Tabel Kontrol Angka Kredit, Nilai SKP Dan PKGuru.
UPAYA PENINGKATAN ENVIRONMENTAL LITERACY PESERTA DIDIK DI SEKOLAH ADIWIYATA (STUDI INKUIRI NATURALISTIK DI SD NEGRI 138 PEKANBARU) Nuri Deswari; Dadang Supardan
JURNAL SOCIUS Vol 5, No 2 (2016): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v5i2.3331

Abstract

This research is an inquiry-naturalistic study using qualitative approach in order to increase environmental literacy of students in school Adiwiyata, precisely in SD Negeri 138 Pekanbaru Riau as the National Adiwiyata school. This research is motivated by the role of environmental education in literacy community to strive for the environment (environmental literacy) within the scope of formal schooling. The realization of the implementation of environmental education in school is their program as a program Adiwiyata more planned. The purpose of this study is to find out efforts to increase environmental literacy of students in school Adiwiyata. Data obtained by observation, interviews, and documentation. The survey results revealed that efforts to increase environmental literacy of learners in primary schools 138 Pekanbaru namely, through the culture of the school, Adiwiyata program, and learning.Keywords: environmental literacy, Adiwiyata Penelitian ini merupakan studi  naturalistik inkuiri menggunakan pendekatan kualiatatif dalam upaya peningkatan environmental literacy peserta didik di sekolah Adiwiyata, tepatnya di SD Negeri 138 Pekanbaru Riau sebagai sekolah Adiwiyata Nasional. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peran pendidikan lingkungan hidup dalam mengupayakan agar masyarakat melek lingkungan (environmental literacy)dalam lingkup sekolah formal. Wujud dari pelaksanaan pendidikan lingkungan hidup di sekolah adalah adanya program Adiwiyata sebagai program yang lebih terencana. Tujuan dari penelitian ini yaitu, untuk mengetahui upaya peningkatan environmental literacy peserta didik di sekolah Adiwiyata. Data diperoleh dengan cara melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian diketahui bahwa upaya peningkatan environmental literacy peserta didik di SD Negeri 138 Pekanbaru yaitu, melalui budaya sekolah, program Adiwiyata, dan pembelajaran.Kata kunci:Environmental literacy, Adiwiyata
KONTRIBUSI LINGKUNGAN SEKOLAH DAN KOMPETENSI GURU TERHADAP HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA SMA NEGERI 1 SATUI Rini Desterianti
JURNAL SOCIUS Vol 5, No 2 (2016): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v5i2.3336

Abstract

The purposes of this research were: (1) to find out the contributions of the school environment partially  towards the geography learning outcomes of the students of SMAN 1 Satui. (2) to find out the contribution of teacher competence  partially towards the geography learning outcomes of the students of SMAN 1 Satui; (3) to find out the contributions of  school environment and teacher competence towards the  Geography learning outcomes of the students of SMAN 1 Satui. The method in this study used survey method with a quantitative research approach. Samples were taken by using proportional stratified random sampling of 201 students of class XI and XII majoring in social studies. From the population,  67 students were selected as the study samples. The research found: (1) t count> t table (6.002> 1.998) means that the school environment partially contributes to geography learning outcomes of students, (2) the value of t count> t table (2.120> 1.988) means that the competence of teachers partially contributes to the geography learning outcomes of students; (3) F count> F table (28.320> 3.991) means that the school environment and teacher competence simultaneously affect positively and contribute to the geography learning outcomes of the students of SMAN 1 Satui; (4) Adjusted R Square was  0.453 or (45.30%). The conclusion of this study, namely: (1) the school environment partially contributed to the geography learning outcomes of the students of SMAN 1 Satui, t value was positive which means if the school environment is better, it will further enhance the geography learning outcomes of the students of SMAN 1 Satui; (2) teacher competence partially contributed to the geography learning outcomes of the students of SMAN 1 Satui, t value was positive which means the better the competence of the teachers and the more increase the geography learning outcomes of the students of SMAN 1 Satui (3) The school environment and teacher competence jointly contributed to the geography learning outcomes of  the students of SMAN 1 Satui.Keywords: contributions, school environment, teacher competence, learning outcomes, Geography Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui kontribusi dari lingkungan sekolah secara parsial terhadap hasil belajar geografi siswa dari SMAN 1 Satui. (2) untuk mengetahui kontribusi kompetensi guru secara parsial terhadap hasil belajar geografi siswa dari SMAN 1 Satui; (3) untuk mengetahui kontribusi dari lingkungan sekolah dan kompetensi guru terhadap hasil belajar Geografi siswa dari SMAN 1 Satui. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Sampel diambil dengan menggunakan proporsional stratified random sampling dari 201 siswa dari kelas XI dan XII jurusan IPS. Dari populasi, 67 siswa terpilih sebagai sampel penelitian. Penelitian menemukan: (1) t hitung> t tabel (6,002> 1,998) berarti bahwa lingkungan sekolah sebagian kontribusi untuk geografi hasil belajar siswa, (2) nilai t hitung> t tabel (2,120> 1,988) berarti bahwa kompetensi guru sebagian kontribusi terhadap hasil belajar geografi siswa; (3) F hitung> F tabel (28,320> 3,991) berarti bahwa lingkungan sekolah dan kompetensi guru secara simultan berpengaruh positif dan berkontribusi terhadap hasil belajar geografi siswa dari SMAN 1 Satui; (4) Adjusted R Square adalah 0,453 atau (45,30%). Kesimpulan dari penelitian ini, yaitu: (1) lingkungan sekolah sebagian kontribusi terhadap hasil belajar geografi siswa dari SMAN 1 Satui, nilai t adalah positif yang berarti jika lingkungan sekolah lebih baik, itu akan lebih meningkatkan hasil belajar geografi siswa dari SMAN 1 Satui; (2) kompetensi guru secara parsial memberikan kontribusi terhadap hasil belajar geografi siswa dari SMAN 1 Satui, nilai t adalah positif yang berarti semakin baik kompetensi guru dan lebih meningkatkan hasil belajar geografi siswa dari SMAN 1 Satui (3 ) lingkungan sekolah dan kompetensi guru secara bersama-sama memberikan kontribusi terhadap hasil belajar geografi siswa dari SMAN 1 Satui.Kata kunci: kontribusi, lingkungan sekolah, kompetensi guru, hasil belajar, Geografi
PENERAPAN STRATEGI GARDEN BASED LEARNING DALAM MENUMBUHKAN KECERDASAN NATURALIS ANAK TAMAN KANAK-KANAK (PENELITIAN TINDAKAN KELAS DI KELOMPOK B1 TK KARTIKA XIX-I CABANG SILIWANGI XIX-I BANDUNG TAHUN AJARAN 2015-2016) Herwina Herwina; Ernawulan Syaodih
JURNAL SOCIUS Vol 5, No 2 (2016): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v5i2.3332

Abstract

This research moved from the problems of children in group B1 XIX-I TK Kartika Siliwangi Bandung. Based on interviews and observations beginning in mind that children may not treat the plants as it should, like a child throwing garbage into flower pots, children ruin flower plants, yet the growing awareness of children throwing trash in the space provided, as well as not fully maintain the cleanliness of oneself. The purpose of this study is to assist classroom teachers in addressing the issue through the implementation of strategies naturalist garden based learning. The method used is classroom action research using a qualitative approach to thematic analysis technique. Was conducted during three cycles of each of the two acts, and each act consists of planning, implementation, observation and reflection. The research results garden based learning implementation strategy in growing naturalist children show improvement. In the third cycle shown increasing children's knowledge about the types of plants, animals and natural objects in the environment around the school. Improved change children's attitudes to the environment around the school, children are no longer disturb the plants, keeping his own personal hygiene and the environment around the school.Keywords: garden based learning, child naturalist intelligence Penelitian ini beranjak dari permasalahan kecerdasan naturalis anak kelompok B1 TK Kartika XIX-I Siliwangi Kota Bandung. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi awal diketahui bahwa anak belum memperlakukan tanaman sebagaimana mestinya, seperti anak membuang sampah ke pot bunga, anak merusak tanaman bunga, belum tumbuhnya kesadaran anak membuang sampah pada tempat yang telah disediakan, serta belum sepenuhnya menjaga kebersihan diri sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah membantu guru kelas dalam mengatasi permasalahan kecerdasan naturalis melalui penerapan strategi garden based learning. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik analisis tematik. Dilaksanakan selama tiga siklus masing-masing dua tindakan dan setiap tindakan terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Adapun hasil penelitian penerapan strategi garden based learning dalam menumbuhkan kecerdasan naturalis anak menunjukkan peningkatan. Pada siklus ketiga terlihat peningkatan pengetahuan anak tentang jenis tanaman, hewan serta benda-benda alam dilingkungan sekitar sekolah. Peningkatan perubahan sikap anak terhadap lingkungan disekitar sekolah, anak tidak lagi menganggu tanaman, menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan sekitar sekolah.Kata kunci: garden based learning, kecerdasan naturalis anak
KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU IPS BERSERTIFIKAT PENDIDIK DI SMP NEGERI 1 BANJARMASIN Sania Sania
JURNAL SOCIUS Vol 5, No 2 (2016): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v5i2.3337

Abstract

The purpose of this research is to investigate: (1) The pedagogical competence of IPS certified teachers in SMP Negeri 1 Banjarmasin, (2) The factors affecting Social Studies certified teacher competence in SMP Negeri 1 Banjarmasin. The data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. The results show that (1) There are still short comings of the pedagogic competence of certified social studies teachers in SMP Negeri 1 Banjarmasin. Of the seven pedagogical components, there are three components that are not maximally applied, among others are understanding the characteristics of students, lacking of learning activities that utilizes the use of ICT, problems in assessmentandevaluation referring to the2013 Curriculum;(2) Factors affecting pedagogic competence of certified social studies teachers in SMP Negeri 1 Banjarmasin are: a) Input factor; b) Nurturing problem of the certified social studies teachers in SMP Negeri 1 Banjarmasin by the Municipal Education Authorities and the Principal, and c). Internal problems of teachers. In realizing competent and professional teachers, alls take holders must play a role and show responsibility in fostering sustainable teacher professionalism.Keywords: Pedagogic Competence, Social Studies Teacher, Educator’s CertificateTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) kompetensi pedagogik guru bersertifikat IPS di SMP Negeri 1 Banjarmasin, (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi Ilmu Sosial bersertifikat kompetensi guru di SMP Negeri 1 Banjarmasin. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Masih kekurangan dari kompetensi pedagogik guru IPS bersertifikat di SMP Negeri 1 Banjarmasin. Dari tujuh komponen pedagogis, ada tiga komponen yang tidak maksimal diterapkan, antara lain memahami karakteristik siswa, kurang dari kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan penggunaan ICT, masalah dalam penilaian dan evaluasi mengacu pada 2013 Kurikulum; (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi kompetensi pedagogik guru IPS bersertifikat di SMP Negeri 1 Banjarmasin adalah: a) faktor input; b) Memelihara masalah guru studi bersertifikat sosial di SMP Negeri 1 Banjarmasin dengan Otoritas Pendidikan Kota dan Kepala Sekolah, dan c). masalah internal guru. Dalam mewujudkan guru yang kompeten dan profesional, semua pemangku kepentingan harus berperan dan menunjukkan tanggung jawab dalam membina profesionalisme guru berkelanjutan.Kata kunci: Pedagogik Kompetensi, Ilmu Sosial Guru, Pendidik Sertifikat
JUKUNG DALAM PERSPEKTIF NILAI SOSIAL MASYARAKAT BANJAR DI DESA PULAU SEWANGI Ismi Ridhoni
JURNAL SOCIUS Vol 5, No 2 (2016): JURNAL SOCIUS
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurnalsocius.v5i2.3333

Abstract

This study aims to analyze (1) Regarding traits - traits Jukung Banjar village anything as Sewangi Island (2) Regarding social values Jukung Banjar village anything as Sewangi island. This study used a qualitative method that aims to obtain more complete data, more depth, so that the research objectives can be achieved. Data collection technique used interview, observation and documentation. The research was conducted in the village as Sewangi island as the District Alalak Barito Kuala, there are some people who will be used as informants among the craftsmen boats and locals. The results showed that (1) the process of making this very difficult wooden boats when he was in the form of logs burned for several hours in order to expand then no longer open so hard if it is no longer hard to be easy to turn it into boats body. (2) social values at anything as Sewangi island still uphold the values of mutual aid, solidarity, self-sacrifice and their kinship mutual help between fellow craftsmen catamarans. Based on these results, it can be suggested that jukung banjar maintained its presence among the local community, especially people banjar that culture ancestors have existed since the first stay awake and be known by the younger generation to the younger generation know the will of his own culture for generations of youth have had many roles to maintain and preserve the cultural heritage of our ancestors.Keywords: Jukung banjar, social value Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) Mengenai ciri – ciri Jukung Banjar di Desa Pulau sewangi (2) Mengenai nilai sosial Jukung Banjar di Desa Pulau Sewangi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bertujuan untuk mendapatkan data yang lebih lengkap, lebih mendalam, sehingga tujuan penelitian dapat tercapai. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan di Desa Pulau Sewangi Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala, ada beberapa orang yang akan dijadikan informan di antaranya para pengrajin jukung dan penduduk setempat. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) proses pembuatan jukung ini sangat sulit kayunya ketika masih berupa kayu gelondongan dibakar selama beberapa jam agar memuai kemudian terbuka sehingga tak lagi keras jika sudah tak lagi keras akan mudah membentuknya menjadi badan jukung atau kerongkong jukung. (2) nilai sosial di desa pulau sewangi masih memegang teguh nilai gotong royong, kebersamaan, rela berkorban dan kekeluargaan mereka saling menolong antar sesama pengrajin jukung. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar jukung banjar tetap dijaga eksistensinya dikalangan masyarakat setempat terutama masyarakat banjar agar kebudayaan leluhur yang sudah ada semenjak dulu tetap terjaga dan dikenal oleh generasi muda agar para generasi muda mengenal akan budayanya sendiri karena generasi mudalah yang mempunyai banyak peran untuk menjaga dan melestarikan budaya peninggalan nenek moyang.Kata Kunci : Jukung banjar, nilai sosial masyarakat banjar

Page 1 of 1 | Total Record : 10