cover
Contact Name
Wiwit Suryanto
Contact Email
ws@ugm.ac.id
Phone
+6281578600075
Journal Mail Official
jfi.mipa@ugm.ac.id
Editorial Address
Departemen Fisika, Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada. Sekip Utara PO BOX BLS 21, 55281, Yogyakarta, Indonesia
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Fisika Indonesia
ISSN : 14102994     EISSN : 25798820     DOI : https://doi.org/10.22146/jfi.v23i3.41404
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Fisika Indonesia (JFI) Is an open access scientific peer-reviewed journal published by Department of Physics Universitas Gadjah Mada that publishes researches on Physics, covering both theory, experiments, computation and applied physics including geophysics. We have a mission to build scientific research foundations in theoretical and applied physics to support education, research and community service in Indonesia. A manuscript can be written in English or in Bahasa Indonesia, but Abstracts are required to be written in English. All submitted manuscripts will be reviewed thoroughly by the committee of editors and reviewers. Publication in this journal is free of charge and is periodically done three times a year (April, August, and December).
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 1 (2016)" : 5 Documents clear
Kajian Pengaruh Lapisan Nanopartikel Cobalt Ferrite (CoFe2O4) Terhadap Pergeseran Sudut Surface Plasmon Resonance (SPR) Menggunakan Konfigurasi Kretschmann-Perak Termodifikasi Di Bawah Pengaruh Medan Magnet Luar Rina Dewi Mayasari; Ratno Nuryadi; Edi Suharyadi; Kamsul Abraha
Jurnal Fisika Indonesia Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1072.139 KB) | DOI: 10.22146/jfi.27914

Abstract

Pergeseran sudut surface plasmon resonance (SPR) pada konfigurasi Kretschmann-perak termodifikasi oleh nanopartikel cobalt ferrite (CoFe2O4) telah dikaji secara eksperimen di bawah pengaruh medan magnet. Tiga sampel nanopartikel CoFe2O4 dengan ukuran partikel yang berbeda, yaitu 1,68 nm untuk sampel A; 1,95 nm untuk sampel B; dan 5,87 untuk sampel C, disintesis dengan metode kopresipitasi. Pendeposisian tiga sampel menggeser sudut SPR referensi (prisma/Ag) dengan nilai yang berbeda-beda, yaitu sebesar 0,10°; 0,10°; dan 0,30°, dengan ketidakpastian masing-masing sebesar ±0,05° untuk sampel A, B, dan C secara berturut-turut. Setelah dikenai medan magnet luar,sudut SPR bergeser lagi sejauh 0,30° untuk sampel A dan B, dan 0,5° untuk sampel C, dengan ketidakpastian masing-masing sebesar ±0,05°. Selain itu, perbedaan dua arah medan magnet terkonfirmasi bahwa pergeseran sudut SPR memiliki nilai yang berbeda, yaitu 0,3°±0,05° dan 0,6°±0,05°. Respon nanopartikel CoFe2O4 pada pergeseran sudut SPR memberikan potensi sebagai smart materials pada sistem SPR
Analisa Magnetoresistance Berbasis Lapisan Tipis Giant Magnetoresistance (GMR) Pada Nanopartikel Cobalt Ferrite (CoFe2O4) Dilapisi Polyethylen Glicol (PEG) Novi Susanti; Edi Suharyadi
Jurnal Fisika Indonesia Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3010.008 KB) | DOI: 10.22146/jfi.27955

Abstract

Telah dilakukan pengukuran magnetoresistance pada lapisan tipis spin valve GMR yang memiliki struktur CoFeB/Cu/CoFe/MnIr dengan memvariasikan ketebalan lapisan barrier Cu (2,2 dan 2,8 nm) dan free layer CoFeB (7 dan 10 nm) menggunakan System Four Point Probe Method (SFPPM) pada medan eksternal 0 600 gauss. Dihasilkan perubahan range resistansi (69,29-71,74) Ω untuk Cu 2,2 nm dan (38,5-40,47) Ω untuk ketebalan Cu 2,8 nm. Pada variasi ketebalan CoFeB dihasilkan perubahan range resistansi untuk ketebalan 7 nm dan 10 nm masing masing adalah (38,74-41,11) Ω dan (69,29-71,74) Ω. Selanjutnya lapisan tipis digunakan sebagai sensor magnetik untuk mendeteksi kehadiran nanopartikel CoFe2O4, CoFe2O4 yang dimodifikasi PEG dan CoFe2O4 termodifikasi PEG yang telah mengikat biomolekul formalin. Terjadi pergeseran nilai resistansi ketika lapisan tipis dilapisi nanopartikel magnetik tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa lapisan tipis GMR mampu mendeteksi prilaku spin pada nanopartikel magnetik CoFe2O4. 
Penentuan Kondisi Optimum Panjang Pipa Resonator dan Daya Input Listrik Terhadap Kinerja Prime Mover Termoakustik Gelombang Berdiri Wahyu Nur Achmadin; Ikhsan Setiawan; Agung Bambang Setio Utomo
Jurnal Fisika Indonesia Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8350.85 KB) | DOI: 10.22146/jfi.27998

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penentuan kondisi optimum panjang pipa resonator dan daya input terhadap kinerja mesin prime mover termoakustik gelombang bediri. Prinsip prime mover termoakustik adalah memindahkan panas dari suhu tinggi ke suhu rendah dan menghasilkan usaha dalam bentuk gelombang bunyi. prime mover termoakustik terdiri atas sebuah heater, sebuah pipa resonator, dan sebuah stack. stack terbuat dari susunan rapat lembaran lembaran kasa kawat baja antikarat (wire mesh stainless steel) ukuran #14 sepanjang 5 cm yang kemudian diletakkan 13 cm dari ujung pipa resonator. Pipa resonator terbuat dari stainless steel berdiameter 6,8 cm. Heater yang digunakan memiliki diameter 6,8 cm dengan kemampuan daya input listrik maksimal 400 W berada dalam pipa stainless steel. Panjang pipa resonator dan daya input listrik divariasi untuk mencari panjang pipa resonator optimum dan daya input listrik optimum. Panjang pipa resonator 155 cm dengan daya input listrik 400 W menghasilkan beda suhu onset terkecil dan waktu suhu onset terkecil (tercepat) yaitu (251 4) C dan (308 4) s. Panjang pipa resonator 105 cm menghasilkan frekuensi gelombang bunyi terbesar yaitu (173,7 0,6) Hz. Panjang pipa resonator 180 cm dengan daya input listrik 266 W menghasilkan amplitudo tekanan terbesar yaitu (4,4 0,2) kPa. Panjang pipa resonator 205 cm dengan daya input listrik 266 W menghasilkan daya bunyi dan efisiensi terbesar yaitu (4,2 0,7) W dan (1,6 0,3) %.
Perbandingan Antara Multi Atribut Seismik Regresi Linier dan Multi Atribut Seismik Probabilistic Neural Network Untuk Estimasi Porositas Reservoir Batu Pasir Pada Lapangan Minyak Teapot Dome Zulfani Aziz; Ari Setiawan
Jurnal Fisika Indonesia Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1713.557 KB) | DOI: 10.22146/jfi.28006

Abstract

Dalam eksplorasi minyak bumi, informasi tentang batuan di bawah permukaan bumi sangat diperlukan untuk mengetahui zona reservoir target eksplorasi yang salah satunya adalah porositas batuan. Untuk mendapatkan informasi porositas batuan digunakan metode multiatribut seismik yang dapat mengestimasi porositas dari atribut-atribut seismik. Metode multiatribut seismik memiliki dua jenis yaitu regresi linier dan probabilistic neural network (PNN). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode multiatribut seismik mana yang memberikan hasil yang lebih baik dalam mengestimasi nilai porositas batu pasir di lapangan minyak Teapot Dome. Pada penelitian ini digunakan tiga atribut seismik yaitu atribut impedansi akustik, integrate, dan amplitude weighted frequency. Multiatribut seismik regresi linier menganggap hubungan ketiga atribut seismik dan porositas adalah linier sedangkan multiatribut seismik probabilistic neural network menganggap hubungannya non linier. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode multiatribut seismik regresi linier memberikan estimasi porositas dengan nilai korelasi 0,701 dan validasi 0,649, sedangkan metode multiatribut seismik probabilistic neural network memberikan estimasi porositas lebih baik dengan nilai korelasi 0,920 dan validasi 0,683. Hasil lain juga memperlihatkan bahwa bentuk kurva log porositas hasil estimasi probabilistic neural network lebih cocok dengan log porositas asli dibandingkan log porositas hasil estimasi regresi linier. 
Pengukuran Frekuensi Gender Barung Laras Slendro Menggunakan Perangkat Lunak SpectraPlus Santi Nurmalia Nuzul; Mitrayana Mitrayana
Jurnal Fisika Indonesia Vol 20, No 1 (2016)
Publisher : Department of Physics Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.644 KB) | DOI: 10.22146/jfi.28359

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa frekuensi karakteristik dari gamelan khususnya Gender Barung Laras Slendro. Gender Barung Laras Slendro merupakan salah satu perangkat gamelan yang belum memiliki standar frekuensi nada seperti pada alat-alat musik modern. Penalaan frekuensi nada pada gamelan dilakukan oleh para ahli secara tradisional dengan cara kira-kira berdasarkan pengalaman dan hanya mengandalkan pendengaran dan perasaan untuk mencocokkan frekuensi nada. Metode tersebut membuat setiap gamelan memiliki frekuensi nada yang tidak seragam. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan untuk upaya standarisasi frekuensi nada gamelan khususnya Gender Barung Laras Slendro. Penelitian dilakukan pada tujuh (7) sampel Gender Barung Laras Slendro yang berbeda. Frekuensi diri setiap wilahan diukur dengan cara menabuhnya dengan tekanan yang relatif sama. Secara bersamaan bunyi direkam menggunakan microphone yang dihubungkan ke laptop yang telah dilengkapi perangkat lunak SpectraPlus. SpectraPlus akan menampilkan frekuensi dan spektrum bunyi yang dihasilkan. Data yang terkumpul dianalisa dan diperoleh nilai frekuensi diri setiap wilahan pada tujuh sampel Gender Barung Laras Slendro. Hasilnya menunjukan ketidakseragaman diantara ketujuhnya. Nilai frekuensi diri pada tujuh sampel tersebut diambil nilai rata-ratanya (f0) dan nilai ketidakpastian ralatnya (∆f0) untuk setiap wilahan nada dari wilahan 1 sampai 6 secara berturut-turut yaitu (209,9 ± 0,3) Hz, (219,1 ± 0,5) Hz, (246 ± 4) Hz, (295 ± 6 Hz), dan (329,1 ± 0,3) Hz. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5