cover
Contact Name
Bayu Indra P
Contact Email
bayuindraper@gmail.com
Phone
+6281216862688
Journal Mail Official
bayuindraper@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
JPPKn (Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan)
ISSN : -     EISSN : 25416707     DOI : https://doi.org/10.36526/jppkn.v4i2.671
Core Subject : Education,
Jurnal JPPKn adalah Jurnal Ilmiah Pendidikan Pancasila & Kewareganegaraan yang diterbitkan Program Studi PPKn FKIP Universitas PGRI Banyuwangi dua kali setahun yaitu April dan Oktober. JPPKn menerima artikel ilmiah hasil penelitian atau kajian analisis kritis dalam bidang Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Pendidikan nilai dan moral, Pendidikan kebangsaan, Pendidikan kemasyarakatan, demokrasi , Filsafat, Nilai, dan Etika, Hukum dan Konstitusi; Politik dan Pemerintahan; Sosial dan Budaya yang belum pernah/tidak dalam pertimbangan dipublikasikan pada penerbit lain.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2019)" : 5 Documents clear
KEBIJAKAN DAN ATURAN SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU KEDISIPLINAN PESERTA DIDIK DI SMA N 2 DOMPU Mujiono Sang Putra
JPPKn Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : PPKn Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan adalah suatu ketentuan dari pimpinan yang berbeda dengan aturan yang ada, yangdikenakan kepada seseorang karena adanya alasan yang dapat diterima untuk tidak memerlakukanaturan yang berlaku.Aturan dapat berjalan dengan baik apabila pelaku disiplin memiliki sikapdisiplin terhadap peraturan sekolah. Disiplin sangat penting artinya bagi peserta didik, oleh karenaitu harus ditanamkan secaara terus menerus kepada peserta didik. Jika disiplin ditanamkan padapeserta didik maka disiplin tersebut akan menjadi kebiasaan. Penerapan kedisiplinan di seokolahmembantu peserta didik menyesuaikan diri dengan sekolah, bertangung jawab, memiliki kepribadianyang mantap serta berprilaku sesuai dengan aturan sekolah. Penelitian ini bertujuan mendiskripsikanproses yang terkait dengan kebijakan sekolah tentang tata tertib dan peraturan yang dilaksanakan diSMA N 2 Dompu. Metode penelitian ini mengunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan datadilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian bahwaKebijakan sekolah dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik SMA N 2 Dompu pada dasarnyasekolah telah menerapkan tata tertib dan peraturan sekolah yang tertuang dalam tata tertib danperaturan sekolah. Tata tertib dan peraturan sekolah tersebut disosialisasikan kepada guru, staf tatausaha, dan karyawan. Kebijakan tata tertib dan peraturan sekolah bertujuan untuk menepis danmembuat efek jera peserta didik dengan memberikan bentuk sanksi sesuai tingkat pelanggaran yangdilakukan oleh peserta didik.
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PENDIDIKAN TERHADAP KEPUASAN SISWA SMK NEGERI 1 TEGALSARI DENGAN METODE SERVQUAL KRITERIA GRONROOS Nindy Dwi Iwijayanti; Roudhotul Jannah
JPPKn Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : PPKn Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas Pendidikan sangat perlu ditingkatkan secara terus menerus, tidak hanya kualitas pelayanan di perusahan profit namun juga perusahan jasa ataupun lembaga. Sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa puas siswa terhadap kualitas pendidikan yang diberikan di SMK Negeri 1 Tegalsari.Penelitian ini menggunakan metode servqual kriteria Gronroos dengan enam variabel yaitu : profeisonalism and skill, attitude and behavior, accessibility and flexibility, reliability and trusworthtiness, recovery serta reputation and credibility untuk mengetahui dan menganalisis kualitas pelayanan pendidikan terhadap kepuasan siswa. Responden berjumlah 89 siswa dan pengolahan data menggunakan tekhnik kuantitatif dengan bantuan SPSS 20. Hasil penelitian dari 89 responden terdapat pengaruh kepuasan 5% dari variabel profeisonalism and skill, 8,9% attitude and behavior, 12,7 accessibility and flexibility, 16% reliability and trusworthtiness, 18,4 recovery, 12% reputation and credibility dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. hasil penelitian dapat disimpulkan setiap variabel berpengaruh terhadap kepuasan siswa, artinya jika variabel tersebut nilainya dinaikkan maka kepuasan siswa akan meningkat. Secara parsial variabel recovery mempunyai nilai t hitung paling besar artinya variabel ini berpengaruh paling besar bila dibadingkan dengan lima variabel yang lain. Hasil pengolahan data diperkuat dengan wawancara dari 5 Perwakila siswa yang secara Pasrsial) maupun simultan terhadap pelayanan pendidikan yang diberikan di SMK Negeri 1 Tegalsari
STUDI DESKRIPTIF TENTANG PENGEMBANGAN DESA KEBANGSAAN SEBAGAI DESA WISATA DI DESA WONOREJO KECAMATAN BANYUPUTIH KABUPATEN SITUBONDO Wiwit Windiardani; Bayu Indra Permana; Agus Mursidi
JPPKn Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : PPKn Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan wisatawan yang berkunjung ke Indonesia dari tahun 2017 ke 2019 mengalami peningkatan signifikan. Peningkatan signifikan mengubah pola wisata di Indonesia. Hal terwujud dengan banyaknya Desa Wisata yang mulai dikembangkan. Salah satunya adalah diresmikannya desa wisata berbasis kebangsaan yaitu Desa Kebangsaan Wonorejo. Merujuk dari latar belakang tersebut, adapaun yang menjadi tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui pengembangan Desa Kebangsaan Wonorejo Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo sebagai desa wisata; Untuk mengetahui hambatan dalam pengembangan Desa Kebangsaan Wonorejo Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo sebagai desa wisata; dan Untuk mengetahui aktualisasi nilai-nilai Kebangsaan pada pengembangan Desa Kebangsaan Wonorejo Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo sebagai desa wisata. Penelitian adalah penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk analisa data dengan metode analisis interaktif. Hasil dari analisi penelitian adalahPengembangan Desa Kebangsaan Wonorejo sebagai desa wisata melalui kekuatan ciri khas daerah yang dimiliki seperti potensi wisata dan kekuatan seni dan budaya yang dimiliki melalui festival; Hambatan dalam pengembangan Desa Kebangsaan Wonorejo dapat dispesifikan menjadi tiga garis besar yaitu hambatan operasional, struktural dan hambatan budaya; dan Aktualisai nilai nilai kebangsaan yang diaplikasikan oleh warga Desa Kebangsaan Wonorejo melalui toleransi antar umat dan kerukunan yang terjalin dengan baik.
POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP REMAJA PADA KELUARGA TENAGA KERJA INDONESIA Nurul Dwi Febriliani; Ayip M.R
JPPKn Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : PPKn Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengasuhan anak yang ideal dalam keluarga dilakukan oleh kedua orangtua. Pengasuhan pada dasarnya yaitu tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu. Namun, kondisi tersebut tidak dapat selalu dipertahankan karena kebutuhan keluarga yang variatif. Hal itulah yang terjadi di lingkungan MTsN 5 Banyuwangi dikarenakan setelah dilakukan pengamatan ada beberapa siswa yang bermasalah di sekolahan tersebut, dan setelah diteliti sebagian besar siswa bermasalah tersebut berasal dari keluarga yang pengasuhan orangtua nya kurang lengkap. Dari latar belakang tersebut diperoleh rumusan masalah 1. Bagaimanakah pola asuh orang tua terhadap remaja pada keluarga TKI siswa/siswi kelas IX di MTsN 5 Banyuwangi? 2. Bagaimana dampak pola asuh yang ditimbulkan terhadap remaja pada keluarga TKI siswa/siswi kelas IX di MTsN 5 Banyuwangi? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data lapangan diperoleh dengan teknik observasi dan wawancara. Analisis data menggunakan analisis kualitatif, yaitu analisis yang memberikan deskripsi mendalam dan kesimpulan yang sesuai dengan topik dan tujuan dari penelitian. Hasil penelitian mengenai pola pengasuhan anak pada keluarga TKI di MTsN 5 Banyuwangi adalah bahwa dalam mengasuh anak orangtua tunggal-ayah menerapkan pola pengasuhan permissive neglectful (mengabaikan). Orangtua tnggal-ayah dengan sengaja kurang perduli, perhatian, acuh, dan lebih memprioritaskan kepentingan sendiri diatas kepentingan anak. Hal ini menjadikan anak terabaikan baik fisik, afeksi, maupun sosialnya. Orangtua tunggal-ibu ada yang menerapkan pola pengasuhan demokratis tetapi tidak maksimal karena keterbatasan waktu, perhatian, dan tenaga dalam menjalankan tugasnya deorang diri. Orangtua pengganti (kerabat/kakek-nenek) menerapkan pola pengasuhan permissive indulgent (menuruti).
POLA HUBUNGAN KERJASAMA GURU BIMBINGAN KONSELING DAN GURU PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM UPAYA PENANAMAN NILAI – NILAI MORAL PADA SISWA SMP PLUS AL HIDAYAH KARANGREJO KECAMATAN BLIMBINGSARI KABUPATEN BANYUWANGI Retno Fitriani; Harjianto
JPPKn Vol 3 No 2 (2019)
Publisher : PPKn Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola hubungan kerjasama antara guru Bimbingan Konseling dengan guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam penanaman nilai-nilai moral kepada siswa. Penelitian ini menggunakan data deskriptif. Adapun tehnik pengumpulan data menggunakan wawancara terstruktur, dokumentasi, dan observasi. Analisis data pada peneletian ini dilakukan secara kualitatif menggunakan teknik deskriptif nonstatistik untuk menggambarkan temuan hasil identifikasi tujuan penelitian. Hasil penelitian diketahui bahwa pola hubungan kerjasama yang dilakukan guru Bimbingan Konseling dan guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam penanaman nilai-nilai moral kepada siswa berbentuk program kerja, yaitu menyusun tata tertib, mengawasi pelaksanaan tata tertib, mendata siswa bermasalah, dan memberikan sangsi. Upaya penanaman nilai-nilai moral yang dilakukan antara lain, sosialisasi nilai-nilai moral dalam pembelajaran, pemberian teladan, pembiasaan, dan layanan bimbingan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan adalah hendaknya guru di SMP Plus Al – Hidayah Karangrejo lebih intensif melaksanakan penegakan disiplin, melakukan pengontrolan terhadap pelaanggaran tata tertib serta meningkatkan kerjasama antar guru dalam pembinaan disiplin pada siswa. Siswa juga hendaknya dengan penuh kesadaran mematuhi tata tertib sekolah dan meminimalkan melakukan pelanggaran.

Page 1 of 1 | Total Record : 5