cover
Contact Name
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik
Contact Email
jurnal.tbbt@b4t.go.id
Phone
+62-22-2504088
Journal Mail Official
jurnal.tbbt@b4t.go.id
Editorial Address
Jl. Sangkuriang no. 14, Bandung.
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik
ISSN : 20894767     EISSN : 27159116     DOI : 10.37209/jtbbt
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik is a peer-reviewed and open access scientific journal. This journal is published by Center for Material and Technical Product (B4T) since 2011. Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik is published twice a year, in June and December. Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik publishes research results, conceptual ideas, and application of theory with a focus on technology of material and technical product. The scope of this journal are: Material Engineering, Energy Diversification, and Technology for Industry 4.0.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2016)" : 5 Documents clear
Analisis Pengaruh Rantai dan Sproket terhadap Konsumsi Daya Motor pada Sistem Track Mobile Robot Hendri Maja Saputra; Eka Putera; Dalmasius Ganjar Subagio
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Center for Material and Technical Product

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.446 KB) | DOI: 10.37209/jtbbt.v6i1.66

Abstract

Analysis of the effect of using a chain and sprocket on the motor power consumption in mobile robot platform, which uses a system of tracks has been done. This study is currently important to avoid mistakes when selecting motor power to be choose when designing a mobile robot that uses a lot of chains and sprockets. The results of this research might be used as a basis for designing mobile robot track systems, especially in predicting an increase the power consumption of the motor. In the experimental set-up, 20A ACS712 sensor was coupled in series to the motor cables to get the current consumption, while the module voltage divider was used to retrieve the value as the voltage.  The sensors were connected to the Arduino Nano V3 microcontroller to process the data obtained were then stored and displayed on a laptop. Tests were conducted on five conditions, namely the complete transmission (full load), minus one flipper, minus two flippers, without the track wheel (connected to the shaft), and free-load motors. The results showed that use of chains and sprockets at full load conditions increases the consumption of motor power of 215% compared with that of no load.Analisis pengaruh penggunaan rantai dan sproket terhadap konsumsi daya motor pada platform mobile robot yang menggunakan sistem track telah dilakukan. Penelitian ini saat penting dilakukan untuk menghindari kesalahan pada saat pemilihan daya motor yang akan digunakan ketika rancang bangun mobile robot yang banyak menggunakan rantai dan sproket. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar dalam merancang mobile robot sistem track, terutama dalam memprediksi peningkatan konsumsi daya motor. Pada set-up pengujian, sensor ACS712 20A dipasangkan secara seri pada kabel motor untuk mendapatkan konsumsi arus, sedangkan modul pembagi tegangan digunakan untuk mengambil nilai tegangan. Sensor-sensor tersebut dihubungkan dengan mikrokontoler Arduino Nano V3 untuk mengolah data yang didapat yang kemudian disimpan dan ditampilkan pada laptop. Pengujian dilakukan pada lima kondisi, yaitu transmisi lengkap (beban penuh), minus 1 flipper, minus 2 flipper, tanpa track wheel (terhubung dengan poros), dan motor bebas beban. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan rantai dan sproket pada kondisi beban penuh meningkatkan konsumsi daya motor sebesar 215% dari pada konsumsi daya pada keadaan bebas beban.
Homogenitas Produksi Baterai Ion Litium Berdasarkan Parameter Kapasitas Pengisian, Kapasitas Pelepasan dan Efisiensi Pengisian-Pelepasan Daniel Fajar Puspita; Susanto Sigit Rahardi
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Center for Material and Technical Product

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.218 KB) | DOI: 10.37209/jtbbt.v6i1.67

Abstract

Research on production stabilization of lithium-ion battery based on charge capacity, discharge capacity and charge-discharge efficiency parameters has been done. The objective of this research is to know whether the procedure of making lithium-ion battery gives homogen products. It would be beneficial for the next material research, which is to ensure that the battery performance acquired solely affected by materials, not by assembly process. On the research, coated electrode sheet was used, to minimise the effect of raw material variation. Battery cells were made in B4T battery research laboratory for 3 batches, which are 8 batteries for each batch. Batteries are analyzed by battery analyzer Berkeley, USA at 0.5 C constant-current charge, 4.2 V constant-voltage charge for 10 cycles during performance test and 0.1 C constant-current charge, 4.2 V constant-voltage during initial charging. The result shows that batch C gives more homogeneous result with smaller varians and standard deviation number. Besides that on performance testing, batch C also gives higher performance. These conclude that the process used in batch C gives good performace and homogeneous batteries.Penelitian mengenai stabilisasi produksi baterai ion litium berdasarkan parameter kapasitas pengisian, kapasitas pelepasan dan efisiensi pengisian-pelepasan telah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah prosedur pembuatan baterai ion litium ini dapat menghasilkan produk yang homogen. Pada penelitian material selanjutnya hal ini berguna untuk meyakinkan bahwa perubahan kualitas  dari produk baterai yang dihasilkan merupakan pengaruh dari material, bukan karena variabel proses perakitan. Pada penelitian ini dipakai lembaran elektroda siap pakai untuk meniadakan pengaruh variasi bahan baku terhadap kualitas sel baterai yang dihasilkan. Sel baterai dibuat di laboratorium riset baterai B4T. Baterai dibuat sebanyak 3 batch dengan jumlah baterai 8 buah setiap batch. Baterai yang dihasilkan diuji dengan alat battery analyzer merek Berkeley buatan USA dengan arus 0,5 C pada saat constant-current charging dan voltase 4,2 V sewaktu constant-voltage charging selama 10 siklus pada saat uji kinerja dan arus 0,1 C pada saat pengisian awal. Hasil yang didapat adalah batch C menghasilkan sel-sel baterai yang lebih homogen yang ditandai dengan nilai varians dan simpangan baku yang paling kecil dibandingkan batch lainnya. Selain itu pada saat uji pengisian-pelepasan 10 siklus, batch C juga memperlihatkan kinerja yang lebih tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa proses yang dipakai pada batch C dapat menghasilkan sel baterai ion litium berkinerja baik dan homogen.
Perbandingan Aktivitas Katalis Dolomit dan Batu Kapur Lokal dengan Katalis Nikel Komersial untuk Dekomposisi Toluen sebagai Model Tar Herri Susanto; Aisyah Ardy
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Center for Material and Technical Product

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.577 KB) | DOI: 10.37209/jtbbt.v6i1.63

Abstract

Tar content will cause problem during utilization of producer in internal combustion engine. Our research deals with the development tar cracking process for optimum elimination of tar from gaseous product of gasification. Locally available minerals were used as catalyst, i. e: dolomite and lime stone obtained from minings in Padalarang and Blitar respectively. Experiments were carried out in a tubular reactor having an inside diameter of 2.54 cm and a total length of 33.5 cm. The amount of catalyst in the reactor was 10 gram and the particle size was 16/18 mesh. The gas stream containing tar was modeled with toluene vapour in N2 stream with a toluene concentration of 0.002- 0.004 g/L and gas flow rate of 32-38 L/h. Reactor temperature was adjusted at 500, 600, dan 700oC. The progress of tar cracking was observed using the toluene concentration at the gas inlet and the outlet of the reactor. Highest toluene conversion was found 86% during cracking on dolomite at 700oC without the presence of steam in the gas stream. For comparison, our experiments using Ni-based steam reforming catalyst resulted a toluene conversion of about 85%. This figure was relatively lower than those of dolomite and limestone. Catalytic activity of dolomite for toluene was about 0.084 mgtoluene/(gcat.min) and that of limestone was 0.01-0.05 mgtoluene/(gcat.min). We also found that toluene might undergo cracking without any catalyst at a temperature of 700oC. This condition was similar to the oxidation  zone in a downdraft gasifier.Kandungan tar akan menyebabkan masalah jika gas produser hasil gasifikasi biomassa digunakan sebagai bahan bakar alternatif di dalam internal combustion engine. Penelitian ini ditujukan untuk mengembangkan katalis penyisihan tar secara optimal dari gas produser. Mineral lokal yang digunakan sebagai katalis adalah dolomit dan batu kapur yang merupakan hasil penambangan dari Padalarang dan Blitar. Percobaan dilakukan dalam sebuah reaktor pipa dengan diameter dalam 2,54 cm dan panjang total 33,5 cm. Jumlah katalis yang digunakan adalah 10 gram dengan ukuran 16/18 mesh. Gas produser dimodelkan oleh uap toluen dengan konsentrasi 0,002-0,004 g/L dan laju alir gas N2 32-38 L/jam yang diukur pada suhu kamar. Temperatur reaktor ditetapkan 500, 600, dan 700oC. Kinerja proses perengkahan tar diamati melalui konsentrasi toluen masuk dan keluar reaktor perengkahan tar. Konversi toluen tertinggi adalah 86% dengan menggunakan katalis dolomit pada temperatur 700oC tanpa menggunakan steam. Sebagai perbandingan, penelitian dengan menggunakan katalis nikel menghasilkan konversi toluene sekitar 85%. Kemampuan katalitik dolomit untuk mengkonversi toluen adalah 0,084 mgtoluen/(gkat.menit) sedangkan batu kapur adalah 0,01-0,05 mgtoluen/(gkat.menit). Perengkahan toluen dapat dilakukan tanpa menggunakan katalis temperatur 700oC. Kondisi ini sama dengan zona oksinasi pada downdraft gasifier.
Analisa Ketahanan Aus Besi Cor EN-JN2019 dengan Metode Factorial Design terhadap Unsur Paduan dan Laju Pendinginan Kus Hanaldi
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Center for Material and Technical Product

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.348 KB) | DOI: 10.37209/jtbbt.v6i1.64

Abstract

Wear resistance is one of the requirement that must be possessed by a product used in abrasive environments. One of material that can be used in this condition is white cast irons or abrasion- resistant cast iron. EN-JN2019 is a type of cast iron which can be used in this condition. In this cast iron contains carbon, silicon, manganese, and chromium. Wear resistance analisys of this material has been done by using factorial design with a combination of two chromium contents (1% and 2%), combination of two silicon contents (1% and 1,5%) and combination of two thickness of the sample (5mm and 30mm). The thickness of the sample is representation of the cooling rate. Study on hardness, micro structure, impact testing and wear test for eight samples has been done.The result of hardness testing shows that hardness will decrease with the increased in thickness and it is followed by the changes in the microstructure as a result of the slower cooling rate. Increasing of chromium content will increase the hardness because of carbide formation. Increasing of silicon content will decrease its hardness due to the more graphite formation. Effect of chromium and silicon on hardness has a dependency to one another because of the addition of silicon will suppress carbide growth. From impact  test, it has been demonstated that on all  variation of chromium contents, silicon contents, and thickness, there has been no effect on impact value. Wear test showed that the harder the sample, the higher will be the wear resistant.Salah satu material yang dapat digunakan pada kondisi lingkungan abrasif adalah white cast irons atau abrasion-resistant cast iron. EN-JN2019 adalah salah satu jenis besi cor yang dapat digunakan pada kondisi ini. Pada besi cor  ini terkandung unsur karbon, silikon, mangan, dan chromium. Analisa ketahanan aus material ini telah dilakukan dengan menggunakan factorial design terhadap dua kombinasi kandungan chromium (1% dan 2%), dua kombinasi kandungan silikon (1% dan 1,5%) dan dua kombinasi ketebalan sampel (5mm dan 30mm). Ketebalan sampel merupakan representasi dari laju pendinginan. Kajian terhadap kekerasan, struktur mikro, uji impact dan uji aus dari delapan sampel yang dihasilkan dari proses pengecoran telah dilaksanakan pula. Hasil pengujian kekerasan menunjukkan bahwa kekerasan menurun dengan meningkatnya ketebalan dan disertai dengan perubahan struktur mikro sebagai hasil dari laju pendinginan yang semakin lambat. Penambahan kandungan chromium meningkatkan kekerasan karena adanya pembentukan karbida. Penambahan kandungan silikon menurunkan kekerasan akibat pembentukan grafit yang lebih mudah. Pengaruh kandungan chromium dan silikon terhadap kekerasan memiliki ketergantungan satu dengan lainnya, karena penambahan silikon menekan pertumbuhan karbida. Dari hasil pengujian impact didapatkan hasil, pada semua variasi chromium, silikon dan ketebalan tidak memiliki pengaruh terhadap harga impact. Sedangkan dari hasil pengujian keausan didapatkan bahwa kekerasan berbanding lurus dengan nilai wear resistant, semakin tinggi kekerasan maka nilai wear resistant akan semakin meningkat.
Design of Battery Management System for Electric Car Battery-Based Hybrid Metal-Organic (Sol-Gel) Lithium Manganate (LiMn2O4) Wisnu Ananda; Mehammed Nomeri
Jurnal Teknologi Bahan dan Barang Teknik Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Center for Material and Technical Product

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.362 KB) | DOI: 10.37209/jtbbt.v6i1.65

Abstract

Battery-powered Electric Vehicles (BEVs) such as electric cars, use the battery as the main power source to drive the motor, in addition to lighting, horn, and other functions. Currently, Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) has been conducting research in Lithium-ion (Li-ion) battery prototype for an electric vehicle. However, the management system in accordance with the electrical characteristics of the battery prototype is still not available. Thus, to integrate the battery prototype with electrical components of the electric vehicle, it is necessary to design Battery Management System (BMS). Two important battery parameters observed are State of Charge (SOC) and State of Health (SOH). The method used for SOC was Coulomb Counting. SOH was determined using a combination between Support Vector Machine (SVM) and Relevance Vector Machine (RVM). Based on the experiments by using BMS, the battery performance could be more controlled and produces a linear curve of SOC and SOH.Kendaraan listrik bertenaga baterai, seperti mobil listrik, menggunakan baterai sebagai sumber tenaga utama untuk menggerakkan komponen motor listrik dan mengatur fungsi-fungsi kendaraan yang lain seperti lampu dan klakson. Saat ini Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (B4T) telah melakukan penelitian pada pembuatan purwarupa baterai Lithium-ion (Li-ion) untuk kendaraan listrik. Namun sistem yang berfungsi untuk mengatur karakteristik kelistrikan pada baterai tersebut masih belum tersedia. Oleh karena itu, untuk mengintegrasikan purwarupa baterai yang telah dibuat oleh B4T dengan kendaraan listrik diperlukan adanya Sistem Manajemen Baterai (SMB). Dua parameter penting yang diatur pada baterai kendaraan listrik yaitu State of Charge (SOC) dan State of Health (SOH). Metode pengaturan SOC yang digunakan yaitu Coulomb Counting. Metode yang digunakan dalam menentukan SOH yaitu kombinasi antara Support Vector Machine (SVM) dan Relevance Vector Machine (RVM). Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan dengan menggunakan SMB, kinerja baterai dapat lebih mudah diatur dan mampu menghasilkan kurva SOC dan SOH yang linier.

Page 1 of 1 | Total Record : 5