cover
Contact Name
Dede Salim Nahdi
Contact Email
educatio@unma.ac.id
Phone
+6285224977367
Journal Mail Official
educatio@unma.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Majalengka Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka 45418
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Educatio FKIP UNMA
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 24599522     EISSN : 25486756     DOI : http://dx.doi.org/10.31949/educatio
Core Subject : Education,
Education curriculum, instruction, learning, policy, preparation of teachers, Learning Media, Development Subject of Education, and Management of Education
Articles 97 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2023): April-June" : 97 Documents clear
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas VIII Tentang Bangun Datar Ditinjau Dari Teori Van Hiele Bella Lorentina; Lessa Roesdiana
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 2 (2023): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i2.4693

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan kemampuan yang berada di dalam diri seorang siswa dalam rangka menggunakan proses berpikir untuk memecahkan permasalahan dengan cara mengumpulkan fakta, informasi maupun alternatif yang lain, serta menentukan pemecahan masalah yang paling efektif. Tujuan penelitian ini untuk memahami tingkat kemampuan dalam memecahkan permasalahan dikaji menurut Teori Van Hiele pada siswa SMP dengan materi bangun datar. Subjek penelitian berjumlah 16 orang siswa yang dilakukan secara purposive sampling. Disamping itu, instrumen yang digunakan berupa tes essai. Dari penelitian ini, diperoleh hasil sebesar 18.75% yang berada pada kategori sangat tinggi, dimana siswa mampu memenuhi 4 indikator penilaian. Selanjutnya, 31.25% siswa berada pada kategori tinggi karena mereka hanya dapat memenuhi 3 indikator penilaian. Lalu 34.75% siswa berada pada kategori rendah karena mereka hanya dapat memenuhi 2 indikator penilaian. Terakhir terdapat 6.25% siswa berada pada kategori sangat rendah dikarenakan mereka hanya mampu memenuhi 1 indikator atau tidak sama sekali.
Pengaruh Model Pembelajaran Logan Avenue Problem Solving Heuristik Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Ahmad Wilyan Pratama; Muhammad Makki; Muhammad Tahir
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 2 (2023): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i2.4726

Abstract

IPS merupakan salah satu mata pelajaran yang penting dikuasai oleh siswa sekolah dasar. IPS bermanfaat bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir, sikap sosial, dan nilai-nilai sosial secara individu maupun kelompok di lingkungan masyarakat. Namun kenyataanya beberapa siswa diketahui masih kesulitan dalam pembelajaran ini, salah satunya ditemukan di SDN Bebie. Oleh karenanya diperlukan pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa dalam belajar, salah satunya model Logan Avenue Problem Solving (LAPS)-Heuristik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran LAPS-Heuristik dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas IV di SDN Bebie. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan tes yang dilakukan dua kali, yaitu pretest dan posttest. Berdasarkan hasil penelitian diketahui terdapat perbedaan hasil belajar siswa pada kelas yang menggunakan model pembelajaran Laps Heuristik dibandingkan dengan siswa pada kelas yang dengan menggunakan model pembelajaran konvensional. Hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran LAPS-heuristik lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Laps-heuristik dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS.
An Analysis of School Principal’s Managerial Competencies on Accreditation Ranking Yuserizal Bustami; Eka Putra
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 2 (2023): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i2.4757

Abstract

Principals are educational institution leaders responsible for the management and growth of their schools. Principals with solid managerial skills can motivate school staff to work effectively and efficiently, thereby enhancing the performance of teachers and support staff. This study's objective was to identify variances in the managerial competence of school principals based on their accreditation ratings. This research employed a cross-sectional survey methodology. One hundred sixteen school principals participated in the survey. For data collection, researchers utilized the school managerial competence research scale. Developed hypotheses are evaluated using the ANOVA technique. The study results indicate that the managerial competency achievements of A-rated school principals are in the very high category, while those of B- and C-rated schools are in the high category. ANOVA analysis demonstrates differences in the managerial skills of school principals based on their accreditation ratings. This finding proves that the managerial competence of principals in accredited A schools is better than those leading schools that are accredited B and C. The ability of the principal to apply leadership principles will have a positive impact on the management of educational institutions. School principals need to increase their managerial competence through training, competency evaluation, and a greater understanding of the curriculum and education programs. In addition, it is necessary to recruit school principals objectively.
Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Berdasarkan Teori Apos Pada Materi Program Linear Mulkiah Nurajijah; Etika Khaerunnisa; Cecep Anwar Hadi FS
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 2 (2023): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i2.4800

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis bagaimana kemampuan pemahaman konsep matematis siswa berdasarkan teori APOS pada materi program linear. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Cibeber kelas XI IPA 1. Subjek penelitian berjumlah 6 siswa yang terdiri dari dua siswa berkemampuan tinggi, dua siswa berkemampuan sedang dan dua siswa berkemampuan rendah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes tertulis pemahaman konsep matematis yang terdiri dari dua soal uraian. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori APOS yang memuat indeks pemahaman konsep untuk menganalisis tingkat kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa siswa dengan kemampuan pemahaman konsep matematis kategori tinggi telah mencapai tahap skema, siswa dengan kemampuan pemahaman konsep matematis kategori sedang sampai pada tahap objek, sedangkan siswa dengan kemampuan pemahaman konsep matematis kategori rendah hanya sampai tahap aksi saja.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    
Peran Guru Penggerak Dalam Kualitas Merdeka Belajar Deisye Supit; Danny A Masinambow; Joulanda Altje Meiske Rawis; Jeffry Sonny J Lengkong; Victory Nicodemus Joufree Rotty
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 2 (2023): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i2.4805

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru penggerak dalam kualitas belajr. Guru harus mampu membangun hubungan yang efektif dengan siswa di masyarakat sekitar sekolah, memanfaatkan teknologi yang tersedia untuk meningkatkan kualitas pengajaran, dan melakukan refleksi dan evaluasi terus menerus untuk melakukan perbaikan yang diperlukan. Guru harus berkembang menjadi seorang pemimpin dengan keterampilan dan karakter yang diperlukan untuk menerapkan perubahan positif dalam sistem pendidikan baik di lembaganya maupun di sekolah lain. Ketika seorang siswa memulai program studi mereka, mentor mereka berfungsi sebagai motivasi. Setiap pendidik harus menjadi panutan berilmu yang mengerti bagaimana meningkatkan kualitas karakter dan perilaku siswa. Menghasilkan populasi manusia yang cerdas dan mampu berpikir kritis untuk memajukan kepentingan umat. guru menginspirasi siswa untuk belajar dengan cara yang menarik dan menyenangkan sehingga mereka termotivasi untuk mencapai potensi penuh mereka? Seorang guru dapat mendorong penggunaan teknologi yang tersedia dalam pengajaran dengan merefleksikan dan melakukan perbaikan terus-menerus dengan cara yang mendorong siswa untuk belajar sambil meningkatkan standar akademik dalam lingkungan pribadi. Pembelajar mandiri harus menunjukkan pemikiran kritis, kreativitas, kemampuan multitasking, kemampuan bekerja sama, dan kesadaran mandiri
Powerpoint Ispring Berbasis Teori Sosiokultural Pada Materi IPS Untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Andhita Permana Sari; Muflikhul Khaq
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 2 (2023): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i2.4807

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk, (1.) Untuk menghasilkan media pembelajaran. (2.) Untuk menjelaskan prosedur media pembelajaran Powerpoint Ispring berbasis teori sosiokultural dalam materi IPS toleransi keberagaman suku dan budaya di Indonesia  pada kelas IV sekolah dasar. (3.) Untuk mengetahui kelayakan (kevalidan, kepraktisan, keefektifan) Powerpoint Ispring berbasis teori  sosiokultural  dalam  materi IPS toleransi keberagaman suku dan budaya di Indonesia pada kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (analysis, design, development, implementation, dan evaluation). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara dan angket. Analisis data dilakukan dengan menganalisis kevalidan produk, kepraktisan produk, keefektifan. Uji keterbacaan penelitian ini melibatkan 30 peserta didik. Hasil penelitian pengembangan media Powerpoint Ispring berbasis teori sosiokultural ini adalah : 1). Penelitian menghasilkan media pembelajaran Powerpoint Ispring berbasis teori sosiokultural. 2). Hasil nilai rata-rata dari ahli media 3,25 (sangat layak) & hasil nilai rata-rata dari ahli materi 4,00 (sangat layak). 3). Hasil nilai rata-rata respon peserta didik kelompok one to one 97,3% (sangat praktis), kelompok kecil 88,7%, kelompok besar 94% (sangat praktis). 4). Hasil keefektifan dari kelompok one to one, kecil dan besar sudah efektif dengan acuan KKM 75, dari 30 peserta didik sudah 26 peserta didik yang mencapai KKM.
Media Video Pembelajaran Tema Hidup Bersih dan Sehat Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Farida Retno Hartati; Fenny Roshayanti; Harto Nuroso; Yulaikah Yulaikah
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 2 (2023): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i2.4812

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media video pembelajaran terhadap hasil belajar sub tema 4 pembelajaran hidup bersih dan sehat di tempat umum pada siswa kelas II SD N Plamongansari 02 Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian eksperimen ini digolongkan ke dalam pre experimental bentuk one group pretest posstest design. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling jenuh, didapatkan sampel penelitian sebanyak 28 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah dokumentasi, tes, dan observasi, serta teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif. Pada penelitian ini kelas II sebagai kelas eksperimen akan diberikan pretest dan posstest dengan menggunakan media video pembelajaran. Hasil pengujian hipotesis dengan uji t diperoleh hasil belajar siswa setelah diberikan perlakukan lebih baik dibandingkan sebelumnya. Dari hasil ini ini maka terdapat pengaruh yang signifikan dalam penggunaan media video pembelajaran terhadap hasil belajar kelas II SDN Plamongansari 02. Dengan demikian kesimpulan dari penelitian ini adalah media video pembelajaran tema hidup bersih dan sehat dapat  meningkatkan hasil belajar siswa sekolah dasar
Pemanfaatan Pojok Baca Dalam Menumbuhkan Minat Baca Siswa Kelas II Sekolah Dasar Uswatun Khasanah; Noor Miyono; Rizky Esti Utami; Yenny Rachmawati
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 2 (2023): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i2.4813

Abstract

Minat baca merupakan suatu gairah atau ketertarikan seseorang untuk dapat mengartikan media kata-kata dengan tujuan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemanfaatan pojok baca dalam menumbuhkan minat baca peserta didik kelas II SDN Sendangmulyo 02. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan pojok baca dalam menumbuhkan minat baca peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian dilakukan di SDN Sendangmulyo 02 Semarang. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan pojok baca berperan penting dalam menumbuhkan minat baca. Pemanfaatan pojok baca dalam menumbuhkan minat baca peserta didik di SDN Sendangmulyo 02 Semarang dilaksanakan dengan beberapa cara, yaitu: (1) pojok baca didesain sebagus mungkin; (2) buku disusun dengan rapi (3) adanya buku bacaan cerita atau nonfiksi. Wali kelas II juga berperan dalam memotivasi dan mendorong semangat siswa untuk terus membaca serta memperbaiki sistem pemanfaatan pojok baca ini sehingga pemanfaatan pojok baca berjalan dengan baik dalam menumbuhkan minat baca siswa kelas II di SDN Sendangmulyo 02 Semarang.
Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Menentukan Ide Pokok Paragraf Delfira Anggraeni Ciptaning Tiyas; Qoriati Mushafanah; Husni Wakhyudin; Darsimah Darsimah
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 2 (2023): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i2.4819

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis penggunaan model pembelajaran Problem Based Learning untuk menentukan ide pokok suatu paragraf. Guru menerapkan model Problem Based Learning dalam pembelajaran karena dengan model itu bisa membantu untuk menganalisis memecahkan masalah yang diberikan. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dimana subjeknya adalah seluruh siswa kelas IVA SDN Sendangmulyo 02 Semarang dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Observasi, wawancara dan dokumentasi digunakan dalam bahan penelitian ini. Dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah, pengetahuan yang diperoleh dari sudut pandang guru tentang proses pembelajaran yang diterapkan dmendapat kualifikasi baik. Untuk hasil nilai rata-rata siswa kelas IVA dalam menentukan ide pokok suatu paragraf dengan model Problem Based Learning telah diketahui nilai rata-rata yang diperoleh mendapat kualifikasi baik berartinya siswa sudah menguasai pembelajaran. Siswa memperoleh nilai mulai dari perlu bimbingan hingga baik sekali. Siswa yang mendapatkan baik sekali ada 14 anak, dengan nilai baik 8 anak, dengan kriteria cukup ada 3 anak dan dengan predikat perlu bimbingan ada 2 anak.
Manajemen Full Day School Dalam Peningkatan Karakter Relegius Peserta Didik Eka Diana; Ainayatul Kholila
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 2 (2023): April-June
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i2.4821

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas manajemen full day school dalam meningkatkan karakter religius siswa MTS Negeri 1 Probolinggo. Observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan sebagai pendekatan pengumpulan data dalam penelitian ini. Sedangkan analisis data menggunakan analisis model interaktif Miles dan Huberman untuk reduksi data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen  full day school untuk meningkatkan karakter religius siswa di MTS Negeri 1 Probolinggo meliputi beberapa langkah yaitu perencanaan, pelaksanaaan dan evaluasi. Perencanaan dalam manajemen  full day school di MTS Negeri 1 Probolinggo meliputi tiga tahap, yaitu mengartikulasikan visi dan tujuan, menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, mendisiplinkan siswa melalui punishment dan rewerd, yang terahir mengimplementasikan perencanaan melalui metode dan model pemebelajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi siswa. Pelaksanaan manajemen  full day school di MTS Negeri 1 Probolinggo memiliki tahapan berupa pelaksanaan dalam kegiatan pembelajaran, kegiatan ekstrakulikuler dan kegiataan pembiasaan. Evaluasi manajemen  full day school di MTS Negeri 1 Probolinggo dilakukan untuk menilai serta membenahi program yang dirasa perlu adanya peningkatan dengan tahapan evaluasi konteks (context), program tersebut sudah tepat, Evaluasi Masukan, Evaluasi proses, Evaluasi produk. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sekolah mampu meningkatkan karakter religius siswa melalui manajemen  full day school yang dibuktikan dengan perilaku siswa yang menggambarkan nilai-nilai religius.

Page 5 of 10 | Total Record : 97