cover
Contact Name
Dede Salim Nahdi
Contact Email
educatio@unma.ac.id
Phone
+6285224977367
Journal Mail Official
educatio@unma.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Majalengka Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka 45418
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Educatio FKIP UNMA
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 24599522     EISSN : 25486756     DOI : http://dx.doi.org/10.31949/educatio
Core Subject : Education,
Education curriculum, instruction, learning, policy, preparation of teachers, Learning Media, Development Subject of Education, and Management of Education
Articles 56 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 3 (2023): July-September" : 56 Documents clear
Model Pembelajaran Inkuiri Untuk Meningkatkan Pemahaman Mata Pelajaran IPA Siswa Kelas VI Sekolah Dasar Baden Baden; Astri Sutisnawati; Luthfi Hamdani Maulana
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 3 (2023): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i3.5733

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh nilai pemahaman peserta didik kelas VI  sekolah dasar pada mata pelejaran IPA. Dari hasil observasi diketahui ketuntasan belajar yang dicapai siswa di hanya 40%, artinya terdapat 60% peserta didik yang belum tuntas dalam belajarnya. Hal ini disebabkan karena pembelajaran hanya sebatas mengingat materi saja, peserts didik tidak difasilitasi pembelajaran yang dapat mereka temukan sendiri. Model pembelajaran Inkuiri diharapkan dapat meningkatkan pemahaman Mata pelajaran IPA kelas VI. Penelitian ini dilakukan kepada peserta didik kelas VI SD Negeri Ratumandala Kecamatan Surade Kabupaten Sukabumi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskrifsikan pelaksanaan penerapan model pembelajaran Inkuiri untuk meningkatkan pemahaman pada mata pelajaran IPA bagi peserta didik kelas VI SD. Penelitian mengunakan metode penelitian Kemmis dan Mc. Tagart dengan 2 siklus dan setiap siklusnya terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian berdasarkan instrumen test pemahaman menujukan pada prasiklus ketuntasan belajar peserta didik mencapai 40%, siklus I ketuntasan belajar peserta didik mencapai 70%, dan pada siklus II mencapai 90%. nilai rata-rata kelas pada prasiklus 65, siklus I mencapai 73. sedangkan pada siklus II hasil belajar peserta didik nilai rata-rata 83. kesimpulan dari penelitian ini yaitu menerapan model pembelajaran Inkuiri terhadap pemahaman peserta didik meningkat.
Media Engklek Untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Permulaan Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar Eka Ratna Dewi; Iis Nurasiah; Irna Khaleda Nurmeta
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 3 (2023): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i3.5742

Abstract

Kemampuan membaca merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, terutama pada tingkat sekolah dasar. Pada kelas rendah, siswa sedang mengembangkan kemampuan membaca permulaan yang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan membaca selanjutnya. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menyelidiki kemampuan membaca siswa kelas 1 di Sekolah Dasar Negeri 1 Curughilir pada tahun pelajaran 2022/2023 dengan menggunakan media engklek. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah siswa kelas 1 di Sekolah Dasar Negeri 1 Curughilir. Untuk mengumpulkan data tentang kemampuan membaca siswa, digunakan instrumen tes yang telah dikembangkan berdasarkan kriteria dan indikator yang telah ditentukan sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I, persentase ketuntasan mencapai 64% dengan tingkat kemampuan membaca yang tergolong sedang. Pada siklus II, kemampuan membaca siswa mengalami peningkatan yang signifikan dan mencapai tingkat yang tergolong tinggi, dengan persentase ketuntasan mencapai 94%, sesuai dengan target yang ditetapkan oleh peneliti yaitu 90%. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan media engklek dalam pembelajaran mampu meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas 1 di SDN 1 Curughilir tahun pelajaran 2022/2023. Temuan ini menunjukkan bahwa media engklek efektif dalam membantu siswa mengembangkan kemampuan membaca mereka. Media ini memberikan suasana pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, sehingga siswa lebih termotivasi dan aktif dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, penggunaan media engklek dalam pembelajaran membaca pada kelas 1 sekolah dasar dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa.
Peningkatan Keterampilan Menulis Aksara Sunda Dengan Menggunakan Media Flashcard Pada Siswa Sekolah Dasar Devi Pebriyani; Astri Sutisnawati; Luthfi Hamdani
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 3 (2023): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i3.5748

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis aksara sunda selama belajar bahasa sunda di kelas. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan metodologi penelitian yang digunakan. Semester kedua tahun akademik 2022–2023  pelaksanaan penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, dengan dua pertemuan setiap siklus. Jumlah keseluruhan peserta dalam penelitian ini adalah 40 orang, 21 laki-laki dan 19 perempuan dari kelas V SDN Cisarua. Tes, observasi, dan dokumentasi digunakan sebagai metode pengumpulan data. Analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif digunakan dalam analisis data. Soal tes evaluasi dan lembar observasi digunakan sebagai alat pengumpulan data. Berdasarkan data tersebut, aktivitas siswa memiliki skor rata-rata 13,8 pada siklus I kategori cukup dan meningkat menjadi 21,6 pada siklus II kategori sangat baik. Kemampuan menulis aksara Sunda memperoleh nilai rata-rata 9,7 pada kategori cukup pada siklus I dan meningkat menjadi 13,0 pada kategori baik pada siklus II. Penggunaan pembelajaran dengan memanfaatkan media flashcards dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa dan kemampuan menulis bahasa sunda terutama menulis aksara sunda  pada siswa kelas V SDN Cisarua. Ketuntasan klasikal pada siklus I mencapai 58% dan pada siklus II meningkat menjadi 88%.
Media Kartu Gambar Dalam Mengembangkan Minat Baca Anak Tati Hamdiah; Nita Priyanti
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 3 (2023): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i3.5749

Abstract

Strategi guru dalam proses pembelajaran belum dapat mendorong anak termotivasi dalam membaca masih belum maksimal dalam pengajarannya atau guru masih menggunakan strategi yang monoton. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan media kartu gambar dapat meningkatkan minat baca pada anak usia dini.  Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan rancangan penelitian model pra eksperimen pretest-post-test  control group design yaitu eksperimen yang dilakukan pada dua kelompok dengan menggunakan kelas pembanding. Sampel penelitian ini menggunakan teknik sampling purposive, populasi dalam penelitian ini adalah anak-anak kelompok A TK Islam Al-Azhar 1 Jakarta, terdiri dari kelas A1 dan A2 yang berjumlah 28 orang anak. Karena populasi kurang dari 100 maka peneliti tidak mengambil sampel. Teknik pengumpulan data melalui tes dan observasi, teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisis uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji hipotesis peneliti menunjukkan bahwa ada perubahan yang signifikan pada peserta didik setelah di lakukan penggunaan media kartu gambar di mana peserta didik dapat lebih mudah mengingat dalam membaca, lebih tertarik dalam membaca, dan dapat meningkatkan motivasi peserta didik sebelum dan sesudah diberikan penggunaan media kartu gambar. Penggunaan Media kartu gambar yang telah dilakukan pada anak usia dini sebelum masih ada peserta didik yang berada dalam kategori rendah. Setelah mendapatkan perlakuan penggunaan media kartu gambar peserta didik berada pada kategori tinggi yang meningkat dan bertambah.
Pembelajaran Digital Dengan Kecerdasan Buatan (AI): Korelasi AI Terhadap Motivasi Belajar Siswa Selviana Ronsumbre; Titik Rukmawati; Adi Sumarsono; Richard Semuel Waremra
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 3 (2023): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i3.5761

Abstract

Penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) dalam konteks pembelajaran digital telah menjadi tren dalam pendidikan modern. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implikasi penggunaan AI terhadap motivasi belajar siswa. Motivasi belajar siswa merupakan faktor kunci dalam meningkatkan pencapaian akademik dan pengembangan diri. Dengan memanfaatkan teknologi AI dalam proses pembelajaran, kita dapat mengidentifikasi peran AI dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Dengan menggunakan metode gabungan (kualitatif dan kuantitatif), penelitian ini melibatkan survei (kuisioner) dan analisis data dari berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dapat berkontribusi secara positif terhadap motivasi belajar siswa melalui beberapa cara. Pertama, AI dapat menyediakan umpan balik personalisasi yang membantu siswa memahami kemajuan mereka secara lebih baik. Kedua, AI dapat merancang pengalaman pembelajaran yang disesuaikan dengan gaya belajar individu, sehingga meningkatkan minat dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Ketiga, AI dapat mengidentifikasi kesulitan belajar siswa dan menyediakan bantuan tambahan secara real-time, sehingga mengurangi frustrasi siswa dan meningkatkan motivasi mereka untuk mengatasi tantangan. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan yang perlu diatasi dalam penggunaan AI dalam pembelajaran digital. Salah satunya adalah masalah privasi dan keamanan data siswa yang harus dikelola dengan cermat. Selain itu, pengembangan dan implementasi teknologi AI dalam konteks pendidikan memerlukan investasi yang signifikan dalam pelatihan guru dan infrastruktur teknologi. Dengan demikian, penelitian ini menyoroti pentingnya mengintegrasikan AI dengan bijak dalam pendidikan dan menekankan perlunya perhatian terhadap aspek-aspek etis dan praktis.
Implementasi Alat Pembelajaran Kotak Hitung Dalam Pemahaman Berhitung Anak Nurlita sari; Rita Aryani
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 3 (2023): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i3.5817

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui bagaimana implementasi alat pembelajaran kotak hitung dalam pemahaman berhitung di Paud Tunas Cempaka Kota Administrasi Jakarta Barat tahun pelajaran 2022/2023. Subjek dalam penelitian ini adalah kelompok B usia 5 sampai dengan 6 tahun, yang berjumlah 20 anak di Paud Tunas Cempaka, Kel. Wijaya Kusuma Kec. Grogol Petamburan Jakarta Barat.  Kotak hitung yang peneliti buat dari bahan bekas yang peneliti modifikasi agar menarik minat anak didik dalam berhitung bertujuan menciptakan pembelajaran yang menyenangkan untuk memudahkan anak didik dalam pemahaman berhitung. Berhitung adalah penguasaan terhadap ilmu hitung dasar yang meliputi penjumlahan, pengurangan perkalian dan pembagian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode naratif dengan  mengumpulkan data melalui ;  (1) teknik observasi; (2) teknik wawancara; (3) teknik dokumentasi. Hasil analisis data uji  diperoleh bahwa terhitung Anak kelompok B berada di atas rata-rata pada pemahaman dalam berhitung. Dari 20 anak  terdapat  15 anak  dengan hasil berkembang Sangat Baik (BSB), 3 anak dengan hasil Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan 2 anak dengan hasil Mulai Berkembang (MB).  Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan berhitung dapat berkembang dengan baik melalui alat permainan kotak berhitung.
Peran Sekolah Dalam Pembentukan Karakter Disiplin Siswa Rabbyattul Addawiyah; Kasriman Kasriman
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 3 (2023): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i3.5837

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya sekolah dalam pembentukan karakter disiplin siswa kelas IV dan V SDN Susukan 09 Pagi dan kendala- kendala yang dialami dalam proses pembentukan karakter disiplin. Jenis penelitian yakni penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara dan angket. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis data deskriptif dengan Miles and Huberman dan analisis data kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, guru kelas IV dan V serta siswa kelas IV dan V yang ada di SDN Susukan 09 Pagi. Berdasarkan hasil penelitian yakni upaya sekolah dalam membentuk karakter disiplin siswa melalui kegiatan pembiasaan, pemberian contoh,  sanksi dan apresiasi. Dari keempat upaya tersebut, sikap disiplin siswa kelas IV dan Kelas V sudah terlihat jelas, baik dalam kedisiplinan waktu, pengumpulan tugas maupun berpakaian yang sudah sesuai dengan peraturan yang telah ditentukan sehingga dapat disimpulkan bahwa peran sekolah mampu membentuk karakter disiplin siswa SDN Susukan 09 Pagi dan sudah terrealisasikan dengan efektif melalui tindakan siswa yang mencerminkan karakter disiplin.
Flash Card Sebagai Asesmen Formatif Untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca dan Menulis Siswa Kelas 1 SD Winda Apriliani; Krisma Widi Wardani
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 3 (2023): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i3.5868

Abstract

Bahan ajar dan Penilaian dalam proses pembelajaran dinilai kurang efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca dan menulis peserta didik kelas 1 SD. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan membaca dan menulis siswa kelas 1 sekolah dasar dengan menggunakan flash card sebagai asesmen formatif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (R&D), dengan prosedur penelitian model 4D yaitu define, design, development, and dissminate. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Ampel dengan subyek penelitian adalah siswa kelas 1. Teknik analisis yang digunakan penelitian adalah analisis data kuantitatif dan kualitatif, pada analisis kualitatif digunakan untuk mengetahui kualitas media dan bahan ajar.Hasil dari pengembangan flash card sebagai  asesmen formatif memperoleh hasil presentase ahli materi dengan rata-rata 86,6% dengan kriteria validitas sangat valid, ahli media yaitu 80% dengan kriteria valid, rata-rata respon siswa 84% dengan kriteria praktis, respon guru 87,5% dengan kriteria praktis, dan nilai uji N-Gain yaitu 70. Dengan demikian flashcard sebagai asemen formatif yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif.
Bahan Ajar Buku Cerita Interaktif Berbasis STEAM Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SD Adinda Gita Piarasati Liliana; Eunice Widyanti Setyaningtyas
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 3 (2023): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i3.5869

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah penting dimiliki oleh siswa sekolah dasar. Namun kemampuan ini belum menjadi tujuan pembelajaran yang harus diperhatikan dalam proses pembelajaran di kelas. Orientasi proses pembelajaran masih sebatas bagaiamana menyampaikan pengetahuan kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar yang efektif dalam bentuk buku cerita interaktif berbasis STEAM dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan di SDN Sambirejo 148 dengan sampel 5 orang siswa kelas 3. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Tahapan pengembangan meliputi analisis, perancangan, pengembangan, penerapan, dan evaluasi. Penelitian dilaksanakan pada tingkat Sekolah Dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku cerita interaktif berbasis STEAM yang dikembangkan dinyatakan memiliki tingkat kevalidan yang sangat baik berdasarkan penilaian validator. Berdasarkan uji coba, buku cerita interaktif ini juga efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa sekolah dasar. Buku cerita interaktif ini mampu memfasilitasi cara berpikir konkrit siswa, memperkaya pengalaman belajar siswa, dan mendorong kreativitas serta imajinasi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah buku cerita interaktif berbasis STEAM ini layak digunakan dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa sekolah dasar. Disarankan bagi para pendidik dan pengembang kurikulum untuk mempertimbangkan penggunaan buku cerita interaktif sebagai salah satu strategi pembelajaran yang inovatif.
Model Problem Based Learning Dalam Pembelajaran Materi Kerja Sama Ekonomi Internasional Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Nurfaiz Subaktiyo; Norida Canda Sakti
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 9 No. 3 (2023): July-September
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v9i3.5870

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa dengan menerapkan model Problem Based Learning (PBL) pada materi kerja sama ekonomi internasional di kelas XI IPS SMA. Penelitian ini menggunakan desain Pra-Eksperimen dengan rancangan One Groups Pre-test–Post-test Design. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPS 5 di SMA Negeri 3 Surabaya. Waktu pelaksanaan penelitian berlangsung pada Bulan Mei. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis statistik deskriptif dan teknik analisis statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam minat belajar siswa sebelum dan setelah diberikan perlakuan menggunakan model PBL. Sebelum pemberian treatment (Pre-test), rata-rata minat belajar siswa berada pada kategori tidak berminat dengan nilai 45,91. Namun, setelah diberikan treatment (Post-test), rata-rata minat belajar siswa meningkat menjadi 84,39 dan berada pada kategori berminat. Hasil uji hipotesis menggunakan Paired Sample T-test juga menunjukkan bahwa penerapan model PBL memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat belajar siswa. Dengan demikian, kesimpulan dari penelitian ini adalah model Problem Based Learning (PBL) efektif dalam meningkatkan minat belajar siswa SMA pada materi kerja sama ekonomi internasional. Hasil penelitian ini memberikan bukti kuat bahwa penerapan model PBL dapat meningkatkan minat belajar siswa dan dapat menjadi alternatif yang relevan dalam mengembangkan strategi pembelajaran yang menarik dan efektif di bidang ekonomi serta mata pelajaran lainnya di tingkat SMA.