Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 8, No 1 (2009)"
:
10 Documents
clear
ORIENTASI ETIKA DAN FAKTOR EKSTERNAL : KAITANNYA DENGAN INDEPENDENSI DAN KUALITAS AUDIT SEORANG AUDITOR
Germana Causin EDW;
Riski Aditya;
Ardiani lka S
Solusi Vol 8, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (986.133 KB)
|
DOI: 10.26623/slsi.v8i1.1924
Kepercayaan masyarakat terhadap profesi akuntan publik berhubugan langsung dengan mutu pemeriksaan dan salah satu elemen penting kendali mutunya adalah independensi, maka seorang auditor pada suatu audit yang dilakukan harus berkualitas. Sehingga dapat memberikan keyakinan dan jaminan akan kewajaran dan reliabilitas informasi yang disajikan. Karena independensi adalah suatu ciri dari seorang auditor, maka auditor dituntut adanya kejujuran di dalam diri akuntan pada saat mempertimbangkan fakta-fakta dan adanya pertimbangan obyektif, tidak memihak di dalam merumuskan dan menyatakan pendapatnya. Kualitas merupakan hal yang sulit untuk diukur sehingga membuatnya menjadi suatu hal yang sensitif bagi perilaku individual yang melakukan audit. Masalah sikap auditor dipengaruhi oleh orientasi etika dari dalam diri auditor (idealisme dan relativisme) dan faktor eksternal di luar diri auditor yaitu persaingan antar kantor akuntan publik dan audit fee. Karena tiap kantor akuntan publik dihadapkan pada dua pilihan yakni kehilangan kliennya karena klien mencari kantor akuntan lain atau mengeluarkan opininya sesuai dengan keinginan klien.Key words : independensi, kualitas audit, orientasi etika, persaingan antar Kantor Akuntan Publik, audit fee
KEUNGGULAN DAN KELEMABAN USABA KECIL
Wahyu Hidayat
Solusi Vol 8, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (515.207 KB)
|
DOI: 10.26623/slsi.v8i1.1920
Dampak krisis moneter tahun 1997 banyak industri besar yang mengalami kehancuran dan menyebabkan banyaknya terjadi pengangguran, Kehancuran industri besar diakibatkan karena ketergantungan terhadap bahan baku import dan bantuan modal asing sehingga berpengaruh terhadap harga jual produk. Namun sebaliknya usaha kecil . tetap eksis menjalankan usahanya tidak mengalami permasalahan yang cukup berarti akibat dampak krisis moneter tersebut. Pada umumnya usaha kecil menggunakan bahan baku lokal dan memanfaatkan sumberdaya manusia yang berada di lingkungannya sehingga tidak berpengaruh terhadap dampak krisis ekonomi. Data dari Bank Indonesia krisis ekonomi menyebabkan 31 persen pelaku UKM mengurangi usaha, 4 persen berhenti berusaha dan 64 persen tidak terpengaruh dampak ekonomi bahkan omzet penjualan mengalami peningkatan dan sasarannya berorientasi eksport.Struktur ekonomi Indonesia didominasi usaha kecil dan menengah (UKM) yang mencapai 98 persen atau 39 juta lebih temmasuk usaha kecil dan mikro sebagian besar tidak berbadan hukum meskipun jumlah usaha kecil jumlahnya relatif besar namun sumbangannya dalam memberikan nilai tambah masih kurang dari 20 persen
METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT UNTUK PERPUSTAKAAN PADA PERGURUAN TINGGI
Tri Endang Yani
Solusi Vol 8, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1118.834 KB)
|
DOI: 10.26623/slsi.v8i1.1925
Perpustakaan adalah salah satu bagian penting di sebuah lembaga pendidikan yang berfungsi sebagai pendukung dalam kegiatan proses belajar mengajar. Perpustakaan menyediakan buku-buku, majalah ilmiah, jurnal ilmiah, dan terbitan lainnya yang dibutuhkan untuk menambah ilmu pengetahuan. Keberhasilan proses belajar mengajar tidak terlepas dari keberadaan unit perpustakaan. Sebagai bagian dari sebuah fakultas atau universitas, perpustakaan bertugas melayani mahasiswa dan dosen yang membutuhkan buku-buku atau referensi. Olen karena itu hendaknya perpustakaan memberikan pelayanan yang baik dan sesuai dengan harapan dan kebutuhan para mahasiswa dan dosen , sehingga bisa memuaskan para pengguna jasa perpustakaan tersebut. Pelayanan yang sudah sesuai dengan harapan dan kebutuhan para pengguna jasa ini dikatakan sebagai pelayanan yang berkualitas.Definisi kualitas menurut Crosby ( 1979) adalah conformance to requirement atau kesesuaian dengan persyaratan. Persyaratan yang dimaksud disini adalah persyaratan yang diinginkan konsumen, bukan yang diberikan perusahaan. Jadi kualitas merupakan keseluruhan karakteristik produk atau jasa yang dapat memuaskan kebutuhan konsumen dan yang sesuai dengan persyaratan yang diinginkan. Dari definisi di atas dapat dilihat bahwa perhatian sebuah unit pelayanan untuk menghasilkan produk atau jasa yang berkualitas adalah para pengguna jasa. Dalam hal perpustakaan mahasiswalah yang akan menilai kualitas pelayanan perpustakaan yang diterimanya, dengan cara membandingkan apa yang mereka terima dengan apa yang mereka harapkan.
PERKEMBANGAN FILSAFAT KEILMUAN ISLAM: KELAHIRAN, PERKEMBANGAN DAN KEMUNDURANNYA
Emrinaldi Nur DP
Solusi Vol 8, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1588.006 KB)
|
DOI: 10.26623/slsi.v8i1.1921
Wahyu pertama yang turun (Q.S. Al- 'Alaq: 1-5) itu dan sejumlah hadits nabi memiliki implikasi besar terhadap perkembangan keimuan pasa masa-masa berikutnya. Ahmad Amin (1969:141) mencatat bahwa pada awal timbulnya islam, barulah tujuh belas orang suku Quraisy yang pandai baca-tulis. Nabi juga menganjurkan pada pengikutnya untuk belajar membaca dan menulis.Aisyah, istrinyapun belajar membaca. Anak angkatnya, Zain bin Haritsah disuruh pula belajar tentang tulisan Ibrani dan Suryani. Para tawanan perang dibebaskan setelah mereka dapat mengajar sepuluh muslim untuk membaca dan menulis (meski nabi sendiri ummi, tetapi ke-ummi-an beliau sangat beralasan untuk menolak anggapan bahwa Al-quran itu ciptaannya) wahyu (nash) penting mengenai ilmu tealh menjadikan alasan bagi dukungan dan respon Islam terhadap ilmu pengetahuan dan peradaban. Oleh karenanya, tidak mengherankan jika tradisi keilmuan dalam Islam lantas begitu subur dan semarak pada masa-masa berikutnya.Demikianlah, gerakan "melek huruf" untuk pertama kalinya dilakukan Islam dalam rangka pengamalan ilmu pengetahuan. Jika pada mulanya aktivitas keilmuan itu hanya telaah agama yang lebih khusus, maka pada periode berikutnya menjadi berkembang secara menyeluruh dan dalam skop yang lebih luas.
INFLASI DAN PENGANGGURAN DI SAAT KRISIS
Sri Purwantini
Solusi Vol 8, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (709.744 KB)
|
DOI: 10.26623/slsi.v8i1.1926
Banyak para pakar ekonomi yang menyamakan krisis saat ini dengan krisis yang melanda di seluruh dunia pada tahun 1929-an yang lebih dikenal dengan "great depression". Krisis selalu diikuti dengan meningkatnya jumlah pengangguran. Krisis global yang saat ini terjadi berawal dari Amerika Serikat sebagai akibat dari kredit macet perumahan yangdikenal dengan "subprime mortgages". Amerika Serikat sebagai pilar kekuatan ekonomi dunia tentu yang paling merasakan dampak krisis tersebut. Tentu saja krisis ini dirasakan oleh hampir sebagian besar negara di dunia tak terkecuali Indonesia. Dibandingkan dengan kawasan Eropa Asia relatif lebih baik keadaannya karena pertumbuhan ekonominya masih positif. Indonesia tergolong negara yang pertumbuhan ekonominya cukup tinggi yaitu 4,9%. Berita kebangkrutan Lehman Brothers sebagai salah satu bank investasi AS terbesar tentu saja sangat mengejutkan dunia. Berita selanjutnya General Motor sebagai perusahaan otomotif terbesar dunia menyatakan diri bangkrut yang membutuhkan pertolongan pemerintah AS.
PENGUKURAN KINERJA DALAM INSTANSI PEMERINTAH DAERAH
Dian Indudewi
Solusi Vol 8, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1019.654 KB)
|
DOI: 10.26623/slsi.v8i1.1922
AbstraksiLaporan keuangan merupakan salah satu media akuntabilitas pemerintah daerah kepada masyarakat. Dengan demikian masyarakat dapat menilai dan mengkritisi kinerja aparat pemerintah daerah baik dari sisi pertanggungjawaban anggaran maupun kebijakan-kebijakan yang diterapkan. Hasil evaluasi yang dilakukan BPK menunjukkan masih kurangnya peningkatan kinerja dari instansi pemerintah daerah. Pengevaluasian tersebut dapat dibantu dengan adanya pengukuran kinerja yang jelas sehingga akuntabilitas instansi pemerintah daerah dapat ditingkatkan.Kata Kunci: akuntabilitas, ukuran kinerja, value for money
RASIONALITAS PRIVATISASI
Kesi Widjajanti
Solusi Vol 8, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1158.948 KB)
|
DOI: 10.26623/slsi.v8i1.1927
Penelitian perusahaan di privatisasi telah dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya (Ramamurti 2000, Dharwadkar 2000, Doh 2000; Fahy 2003, Zahra 2000, Antoncic B ,2003, Newman 2000) dengan menggunakan berbagai dasar pendekatan teori yang meliputi, Market Based View, Resource Based View, Organizational learning .Property Right Theory, dan Agency Theory.Studi yang dilakukan oleh Baker dan Sinkula ( 1999) membuat kesimpulan yang berkaitan dengan studi yang dilakukan oleh Narver dan Slater (1995). Narver dan Slater mengemukakan bahwa budaya orientasi pasar akan membentuk kultur perusahaan yang mendukung proses pembelajaran organisasional menjadi aktivitas rutin. Berdasarkan pendapat Narver dan Slater ( 1995), Baker Williem E, dan Sinkula James M menyimpulkan penelitiannya bahwa budaya market orientation dan organizational learning sangat berpengaruh terhadap keunggulan kompetitif maupun berpengaruh terhadap overal kinerja perusahaan. Pendapat Baker dan Sinkula tersebut juga berlandaskan pada basil risetnya Tiger Li (1999) yang menyatakan market knowledge merupakan sumber daya stratejik perusahaan yang bersifat unik untuk meningkatkan kinerja.Wright (2000) mengemukakan bahwa ombinasi dari kepemilikan , organisasional dan stuktur incentive yang tepat, dapat meningkatkan efektifitas privatisasi. Oleh karena itu, perusahaan melakukan privatisasi dapat dijelaskan dengan teori yang berkaitam dengan keefektifan dalam memonitor agen dan untuk memberi insentif agen.
PENERIMAAN AUDITOR ATAS DYSFUNCTIONAL AUDIT BEHAVIOR
Agusta Eka Baskara;
Ardiani lka S
Solusi Vol 8, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (971.123 KB)
|
DOI: 10.26623/slsi.v8i1.1918
AbstrakKualitas audit ditentukan oleh proses yang tepat yang harus diikuti dan tidak bisa hanya dinilai dari output yang dapat diukur sehingga pengendalian diperlukan untuk menjamin bahwa kualitas audit dapat tercapai. Pengendalian yang dilakukan ditekankan pada pengendalian personel dan sosial karena potensial menyebabkan terjadinya konflik antara sumber pengendalian, misalnya time budget dengan standar kualitas yang tepat.Perilaku disfungsional seperti premature sign-off, pengumpulan bukti audit yang tidak memadai, penghilangan atau penggantian prosedur audit, dan underreporting of audit time akan menurunkan kualitas audit yang pada akhimya berdampak negatif terhadap profesi auditing. Locus of control berperan dalam motivasi, locus of control yang berbeda bisa mencerminkan motivasi yang berbeda dan kinerja yang berbeda. lndividu dengan locus of control internal mempunyai kemampuan menghadapi ancaman-ancaman yang timbul dari lingkungannya dan berusaha memecahkan masalah dengan keyakinan mereka yang tinggi. Sebaliknya individu dengan locus of control ekstemal lebih mudah merasa terancam dan tidak berdaya.Dengan mencari kontribusi antara karakteristik personal auditor dengan dysfunctional audit behavior, supervisor dapat mengambil tindakan untuk mencegah perilaku disfungsional terjadi. Hasil kajian ini menunjukan adanya kontribusi dampak karakteristik personal auditor terhadap dysfunctional audit behavior. Keyword : Locus of control, dysfunctional audit behavior, kinerja
PEMASARAN RELASIONAL, FAKTOR KEBERHASILAN DALAM MEMPERTAHANKAN PELANGGAN
DC Kuswardani;
Raully Sijabat
Solusi Vol 8, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1885.983 KB)
|
DOI: 10.26623/slsi.v8i1.1923
AbstrakPenelitian ini difokuskan pada implementasi proses pemasaran relasional pada perusahaan yang bergerak di automotive industry. Sebagai perusahaan yang sekaligus menyediakan produk dan jasa, PT. Nasmoco Semarang harus dapat memberikan kualitas pelayanan yang ekselen, yaitu pelayanan yang sangat baik yang sesuai dengan harapan pelanggan sehingga dapat memuaskan para pelanggannya secara lebih baik,yang pada gilirannya dapat menumbuhkan loyalitas pelanggan, sehingga terjadi pembelian ulang.Selain memberikan pelayanan yang ekselen, PT. Nasmoco Semarang menerapkan upaya-upaya untuk mencapai pemeliharaan pelanggan yang berkualitas, customer satisfaction dan loyalitas pelanggan untuk mencapai profitabilitas perusahaan. Salah satu upaya yang selama ini dilakukan adalah dengan membangun costumer data base. Dengan costumer data base yang dimiliki, perusahaan mengembangkan Customer Relationship Management (CRM). Kebijakan CRM yang dijalankan oleh perusahaan diarahkan untuk membangun hubungan dekat dengan para pelanggannya untuk menumbuhkan dan memperoleh kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan.Kepercayaan dipandang sebagai unsur sentral dalam menjalin hubungan yang sukses.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI PERUSAHAAN-PERUSAHAAN GO PUBLIC DI INDONESIA (STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN TEXTILE DAN APPAREL DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2003-2007)
Arif Rahman Hakim;
lndarto lndarto
Solusi Vol 8, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1152.9 KB)
|
DOI: 10.26623/slsi.v8i1.1919
AbstraksiTujuan utama perusahaan adalah memaksimalkan kemakmuran pemegang saham, hal ini dicapai dengan memaksimalkan nilai perusahaan. Nilai perusahaan sendiri dapat diukur melalui berbagai macam cara, yang salah satunya adalah kapitalisasi pasar. Tetapi kadang perusahaan gagal untuk meningkatkan nilai perusahaan, yang mana salah satu penyebabnya adalah kurang cermatnya perusahaan dalam mengenali faktor-faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan dimana dapat dijadikan suatu strategi perusahaan, hal ini akan membuat kinerja perusahaan dipandang buruk oleh stakeholdernya. Penelitian ini membahas faktor-faktor apakah yang dapat berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan pada perusahaan Textile dan Apparel yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2003-2007. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari ICMD 2005 - 2008, dan JSX Watch 2004-2008.Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode penelitian mulai tahun 2003 hingga tahun 2007, variabel Ukuran Perusahaan (SIZE), Penanaman Modal Asing {PMA), Umur Perusahaan (Age), Profitabilitas (ROE) dan Leverage (DER) terbukti berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan (NP). Sedangkan variabel Likuiditas (CR) terbukti tidak berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan (NP).Kata kunci : Nilai perusahaan, Ukuran Perusahaan, Penanaman Modal Asing, Umur Perusahaan, Profitabilitas, Likuiditas, Leverage.