cover
Contact Name
A. Grummy Wailanduw
Contact Email
grummywailanduw@unesa.ac.id
Phone
+6285730235172
Journal Mail Official
jurnalotopro@unesa.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya Gedung A6 Kampus UNESA Ketintang Surabaya 60231 Telp. (031) 8299487, Fax. (031) 8292957
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Otopro
ISSN : 1858411X     EISSN : 26857863     DOI : http://dx.doi.org/1026740/otopro
Jurnal Otopro diterbitkan 2 (dua) kali setahun yaitu bulan Mei dan November oleh Jurusan Teknik Mesin, FT-UNESA, sebagai media informasi dan forum kajian masalah ilmu Teknik Mesin. Berisi tentang tulisan ilmiah, ringkasan hasil penelitian, pembahasan kepustakaan dan gagasan kritis yang orisinil. Redaksi mengundang para ahli, praktisi, dan siapa saja yang berminat untuk menyumbangkan tulisan yang belum pernah diterbitkan dalam media cetak lain, tema tulisan meliputi: Permesinan, Konversi Energi, Material dan Metalurgi, Manufaktur, Rancang Bangun Mesin
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 2 Mei 2017" : 5 Documents clear
Proses Repairing Ponton di PT. Dok dan Perkapalan Surabaya Soeryanto Soeryanto; Abdul Aziz Mashuri; Bina Samudra
Otopro Vol 12 No 2 Mei 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v12n2.p50-57

Abstract

Indonesia memiliki letak geografis yang strategis sehingga dilalui berbagai jalur pelayaran dunia karena menghubungkan jalur pelayaran antar dua benua besar sehingga armada kapal sendiri merupakan salah satu sarana yang dapat digunakan untuk kebutuhan akses dan konektivitas antar pulau di Indonesia. Namun, kapasitas galangan di Indonesia masih kurang memadai dibandingkan jumlah kapal yang membutuhkan reparasi sehingga sering terjadi kapal sandar beberapa hari untuk mengantri atau menunggu giliran untuk reparasi. Proses reparasi kapal (pengedokan) yang paling sering digunakan di PT.DPS adalah menggunakan fasilitas floating dock. Seperti layaknya kapal perlu adanya maintenance dan reparasi, setiap beberapa tahun sekali floating dock selalu ada reparasi berkala terutama pada bagian ponton yang paling krusial bersentuhan dengan air laut sehingga mudah terkorosi, untuk menjaga keamanan dan kualitas yang dihasilkan. Proses Repairing ponton merupakan suatu proses perbaikan ponton floating dock agar kekuatan angkat floating dock tetap terjaga, proses tersebut memerlukan tahapan-tahapan yang sedetail mungkin mulai dari Handling, Ident Material, Marking, Cutting, Bending, Joint Plate, Fit-up scantling, Joint Pannel, Welding, Firing, NDT, Blasting & Coating, Final Inspection dan pengujian yang berkala untuk meminimalisir kesalahan-kesalahan yang akan timbul dalam proses pengerjaan. 
Analisis redesain Sistem Mixer Cement sebagai Pengolahan Limbah Batubara di PT. X Firman Yasa Utama; Huda Mei Setio; Soeryanto Soeryanto
Otopro Vol 12 No 2 Mei 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v12n2.p63-73

Abstract

Suplai utama kelistrikan di Indonesia di dapatkan dari 7 PLTU yang tersebar di berbagai wilayah. PLTU menggunakan bahan bakar batubara untuk memanaskan steam, setiap harinya satu PLTU membuang limbah batubara sebanyak 300 ton. Jika ada 7 rumah berarti setiap harinya industri kelistrikan membuang limbah batubara sebanyak 2100 ton. Hakko Industri Ltd. bekerja sama dengan PT. X melakukan pengolahan limbah batubara untuk dijadikan produk bangunan seperti paving blok. Dilanjutkan kerjasama PT. X dengan JICA dan LIPI yang telah mendesain dan menciptakan mesin mixer cement. Namun masih banyak kekurangan dari mesin yang sudah diciptakan ini, sehingga PT. X membutuhkan desain baru guna memperoleh hasil yang lebih baik dari sebelumnya dengan analisis desain dan konsep. Metode yang digunakan dengan redesain mesin mixer cement dan analisis pada sistem elektrik maupun bentuk blade atau pengaduk. Dari empat desain baru (A,B,C,D) yang sudah dibuat, tipe D adalah yang terbaik. Adapun indikatornya, dapat melakukan mixer dan pengeluaran hasil mixer cement secara otomatis, gerakan motor dan proses adukan lebih ringan dan rata.
Pembangkit Listrik Hybrid Solar Cell dan Turbin Angin di Pantai Tamban Kabupaten Malang Aris Ansori; I Wayan Susila; Indra Herlamba Siregar; Subuh Isnur Haryuda
Otopro Vol 12 No 2 Mei 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v12n2.p74-81

Abstract

Permasalahan masyarakat di pesisir pantai di kabupaten malang adalah energi listrik. Suplai energi listrik PLN yang kurang menjadi masalah untuk kebutuhan listrik sehari-hari masyarakat pesisir pantai untuk penerangan. Potensi intensitas matahari yang rata-rata perhari 600-1000 W/m2, potensi energi angin dengan kecepatan rata-rata 2-6 m/s dapat dimanfaatkan untuk sumber energi pembangkit listrik energi terbarukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan energi matahari dan energi angin di pesisir pantai Tamban Kabupaten Malang untuk dikonversi energi listrik. Penelitian ini menggunakan turbin angin sumbu vertikal darrieus-H NACA 0018 modifikasi untuk menggerakkan generator AC 300 watt 3 fase dan modul solar cell 1000 WP monokristal. Hasil dari penelitian model pembangkit listrik solar cell-turbin angin menghasilkan daya listrik solar cell 1,98 KW per hari dan pembangkit listrik turbin angin rata-rata  menghasilkan 33,2-33,5 watt. Performa tertinggi terdapat pada beban 100 Watt dengan efisiensi sebesar 64,72%. Sedangkan efisiensi terendah terdapat pada beban 25 Watt dengan efisiensi sebesar 63,68%, sehingga model pembangkit listrik hybrid solar cell-turbin angin memiliki efektifitas dan  efisien yang baik untuk diterapkan di daerah pesisir pantai.
PEMILIHAN PARAMETER PENGECATAN UNTUK MENDAPATKAN KETEBALAN LAPISAN CAT YANG TEPAT UNTUK PERMUKAAN TIDAK MERATA Akhmad Hafizh Ainur Rasyid; Dany Iman Santoso; Firman Yasa Utama
Otopro Vol 12 No 2 Mei 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v12n2.p82-87

Abstract

Proses pengecatan merupakan proses pelapisan dengan tujuan melindungi dan esetika dari produk yang dilapisi. Agar didapatkan permukaan hasil pengecatan yang bagus diperlukan kondisi permukaan yang bagus pula. Kondisi permukaan yang ada sedikit cacat akan tertutupi bila ketebalan lapisan cat yang menempel pada produk cukup tebal. Ketebalan lapisan cat ditentukan oleh jarak penyemprotan, kecepatan langkah ayun, tekanan spray gun dan tekanan tabung residu. Campuran bahan cat dengan pengencer juga berpengaruh pada ketebalan lapisan namun setiap produsen bahan cat telah memberikan rekomendsi perbandingan campuran yang terbaik. Peneliti menentukan jarak penyemprotan 100;150;200 mm, kecepatan langkah ayun 0,381;0,448 m/s, tekanan spray gun 10;12 Psi dan tekanan tabung residu 25;20 Psi. Menggunakan thickness gauge didapatkan ketebalan cat sebesar 0,1 mm pada jarak penyemprotan 100 mm, kecepatan langkah ayun 0,381 m/s, tekanan spray gun 12 Psi dan tekanan tabung residu 20 Psi.
Peningkatan Kualitas Dan Kuantitas Produksi Melalui Perbaikan Teknologi Produksi Pada UKM Pengrajin Tas Budihardjo Achmadi Hasyim; Iskandar Iskandar; Yunus Yunus
Otopro Vol 12 No 2 Mei 2017
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/otopro.v12n2.p58-62

Abstract

Kegiatan   ini   bertujuan   untuk   membantu   menyelesaikan   rendahnya produktvitas UKM pengrajin tas œENDXEN dan tas œSYAFAAT di Gresik. Permasalahan urgen yang harus  segera  diselesaikan  dalam  upaya  meningkatkan produktivitas kedua  UKM  pengrajin  tas  ini adalah perbaikan teknologi produksi melalui penerapan teknologi tepat guna (TTG) berupa mesin jahit elektrik untuk menggantikan mesin jahit manual. Metode untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan melalui penerapan mesin jahit elektrik melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan. Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilakukan maka dapat diketahui bahwa  pengusaha kecil pengrajin tas ini telah dapat meningkatkan produktivitas produksinya dan karyawan meningkat penghasilannya, yakni untuk jenis tas rangsel laptop dari 7 tas/hari menjadi 14 tas/hari sehingga ada peningkatan produksi 100% dan upah  untuk satu tas rangsel Rp.8.000 sehingga penghasilan karyawan meningkat dari Rp.56.000 menjadi Rp.112.000, dan untuk jenis tas sekolah dari 12 tas per hari menjadi 30 tas per hari, sehingga ada peningkatan produksi 150% dan upah untuk satu tas sekolah Rp.4.000 sehingga penghasilanya karyawan meningkat dari Rp.48.000 menjadi Rp.120.000.

Page 1 of 1 | Total Record : 5