cover
Contact Name
Desy Ayu Krisna M
Contact Email
kdesyayu@gmail.com
Phone
+6281542316447
Journal Mail Official
kdesyayu@gmail.com
Editorial Address
Dalem Mangkubumen KT III/237, Kraton
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Arsitektur Pendapa
ISSN : 18580335     EISSN : 27155560     DOI : 1037631
Core Subject : Engineering,
Topik yang dapat dipublis dalam jurnal ini mencakup teoritisi, sejarah, filosofi, spiritual, kerajaan, bangsawan, kampung, perdesaan, cagar budaya (heritage), kawasan, lanskap (landscape), dan budaya arsitektur Jawa Mataram, arsitektur lokal Indonesia dan hal-hal seputar ilmu arsitektur pada umumnya baik teoritik, rancang bangun maupun teknologi.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "vol. 9 no. 2 (2026)" : 5 Documents clear
Tipologi ruang rumah magersari nDalem Benawan Yogyakarta M. Ikbal; Satrio HB Wibowo
JURNAL ARSITEKTUR PENDAPA Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/pendapa.v9i2.2034

Abstract

Dalam tradisi budaya Jawa dikenal adanya magersari, yaitu pola ngindung (menumpang) pada seorang bangsawan ataupun masyarakat yang memiliki tanah cukup luas. Salah satu keberadaan magersari di Yogyakarta adalah di nDalem Benawan. Di ndalem itulah penelitian dilakukan yang berfokus pada tipologi ruang hunian magersari. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengungkap tipologi ruang hunian magersari di nDalem Benawan yang selama ini masih tersembunyi dan belum menjadi ilmu pengetahuan arsitektur. Metode kualitatif deskriptif menjadi alat penting untuk mengungkap tipologi ruang yang ada di hunian magersari nDalem Benawan. Hasil penelitian menemukan adanya tiga tipologi ruang hunian magersari nDalem Benawan, yaitu tipologi linier mengelilingi ndalem, tipologi terorganisir, dan acak. Keseluruhan tipologi ruang tersebut terbentuk oleh adanya hubungan antara penghuni magersari sebagai kawula yang harus memberikan penghormatan kepada pangeran dan pangeran (pemilik ndalem) sebagai junjungan (pemimpin) yang harus dihormati dan dihargai. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi keilmuan arsitektur tentang tipologi ruang pada hunian magersari di nDalem Pangeran Yogyakarta.
Technopark UMKM Surabaya menyatukan inovasi dan inklusif bagi penyandang difabel Stefanus Prabani Setio
JURNAL ARSITEKTUR PENDAPA Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/pendapa.v9i2.2246

Abstract

Technopark UMKM merupakan tempat pelatihan dan pengembangan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Perancangan dilakukan dengan pendekatan arsitektur inklusif. Berlokasi di Kota Surabaya, yang diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan ekonomi lokal dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Technopark diharapkan menjadi pusat inovasi yang tidak hanya mendukung pengembangan teknologi, tetapi juga mengakomodasi kebutuhan semua lapisan masyarakat. Isu utama yang dihadapi adalah tingginya tingkat pengangguran dan kurangnya akses bagi penyandang disabilitas dalam lingkungan kerja, yang menciptakan fenomena ketidaksetaraan dalam kesempatan berinovasi. Konsep technopark, menyatukan inovasi dan arsitektur inklusif. Konsep ini menunjukkan keberhasilan implementasi, menekankan pentingnya desain yang ramah bagi semua pengguna dan integrasi antara ruang publik dan privat untuk menciptakan lingkungan yang kolaboratif dan inovatif. Sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019 yang mendorong pembangunan 100 Technopark di Indonesia. Metodologi perancangan meliputi analisis kebutuhan pengguna, kebutuhan ruang, inovasiĀ  dan pengembangan konsep desain. Menghasilkan rancangan yang fungsional dan estetis, serta mampu menjawab tantangan sosial. Hasil dari perancangan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan technopark.
Pengembangan bangunan restoran dengan konsep penerapan arsitektur vernakuler dengan pemodelan massa dan pemilihan bahan material lokal, studi kasus di Salatiga Anggun Nur Apipah; Welly Wangidjaja
JURNAL ARSITEKTUR PENDAPA Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/pendapa.v9i2.2188

Abstract

Indonesia memiliki keragaman kuliner yang kaya, dengan setiap daerah menawarkan hidangan khas yang mencerminkan budaya lokalnya. Potensi ini telah mendorong perkembangan wisata kuliner di berbagai daerah, termasuk Kota Salatiga di Provinsi Jawa Tengah. Salatiga dikenal sebagai kota transit yang strategis bagi pariwisata karena letaknya yang berada di antara Kabupaten Semarang dan dikelilingi oleh Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, Pegunungan Gajah Mungkur, dan Gunung Ungaran. Kondisi lingkungan ini menambah daya tarik bagi wisatawan domestik untuk singgah dan menikmati suasana kota. Salah satu sektor pariwisata yang berkembang di Salatiga adalah wisata kuliner, yang mengeksplorasi keragaman kuliner Indonesia. Pengembangan destinasi ini memanfaatkan karakteristik lingkungan yang sejuk, hijau, dan alami. Desain arsitekturnya menggunakan konsep vernakular, mengadaptasi desain bangunan lokal dengan estetika modern. Konsep ini berfokus pada zonasi, perencanaan denah lantai, pola sirkulasi, desain fasad, dan pemilihan material lokal sebagai elemen kunci. Diharapkan penelitian dan perancangan ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan wisata kuliner berbasis identitas lokal, serta menjadi referensi dan inspirasi bagi para pembaca, perancang, dan instansi terkait dalam pengembangan sarana wisata kuliner di Indonesia.
Beyond the brushstroke: a design approach to support the emotional recovery of the art community in Bogor Veronika Widi Prabawasari; Fauziah Meilani Hartono
JURNAL ARSITEKTUR PENDAPA Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/pendapa.v9i2.2274

Abstract

This research aims to design an architectural design approach that supports the emotional recovery of the art community in Bogor. With a qualitative approach, data collection techniques used direct observation methods, literature studies, case studies for needs analysis and comparative studies of existing art spaces. Three main aspects became the focus of the research variables: connection (layout and materials), expression (flexible space, lighting, and artistic atmosphere), and relaxation (elements of nature, privacy, and sensory). The results of the study show that effective design must take into account the specific needs of the art community and create spaces that facilitate social interaction and support creative expression and soothing sensory experiences. A comparative study is included of several art spaces that have been supportive in integrating design elements for emotional recovery: Dia.Lo.Gue Artspace, The Barbican Centre, and The Shed. The conclusion of this study provides the basis for designing art spaces that are more inclusive, adaptive, and have therapeutic value for the art community in Bogor.
Infill building sebagai strategi untuk mendukung keberlanjutan nilai historis Taman Kota Intan Maria Immaculata Ririk Winandari; Aqilah Amaliyah Wulandari; Arief Fadhilah
JURNAL ARSITEKTUR PENDAPA Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/pendapa.v9i2.2030

Abstract

Bangunan cagar budaya merupakan bangunan arsitektural yang memiliki nilai sejarah terhadap suatu kawasan sehingga keberadaannya perlu dilestarikan. Kawasan yang memiliki cukup banyak bangunan cagar budaya adalah kawasan kota tua. Namun, beberapa area di kawasan kota tua mulai mengalami kerusakan, salah satunya Taman Kota Intan yang merupakan peninggalan sejarah gerbang kota Batavia di masa lalu, yang saat ini hanya tersisa dinding dan beberapa struktur bangunan yang mengancam keberlanjutan kawasan ini. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan data sekunder dan hasil observasi lapangan. Analisis difokuskan pada tiga prinsip infill building yang dipilih, yaitu sense of place, kompatibilitas, dan keberagaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip sense of place dapat diwujudkan melalui konservasi dan revitalisasi berbasis nilai historis, keberagaman mendukung fungsi ruang dan aktivitas sosial-ekonomi masyarakat lokal, serta kompatibilitas berperan dalam menjaga keselarasan desain dan struktur antara bangunan lama dan baru. Dengan demikian, infill building yang mempertimbangkan ketiga prinsip tersebut dapat menjadi strategi pelestarian yang relevan terhadap dinamika kawasan bersejarah.

Page 1 of 1 | Total Record : 5