cover
Contact Name
Dr. Abd. Manaf Tubaka, M.Si
Contact Email
lp2m@iainambon.ac.id
Phone
+6282248873689
Journal Mail Official
lp2m@iainambon.ac.id
Editorial Address
Jl. Dr. Tarmizi Taher, Kebun Cengkeh Batu Merah Atas, Kec. Sirimau Kota Ambon
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
DIALEKTIKA
ISSN : 18583679     EISSN : 2685791X     DOI : http://dx.doi.org/10.33477/dj.v12i2
Dialektika merupakan jurnal yang mengulas seputar Pemikiran Islam dan Ilmu Sosial yang dikelolah oleh Jurusan Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, serta diterbitkan melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Intitut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon. Dialektika terbit berkala 2 edisi/tahun yakni pada bulan Juni dan Desember dan telah mendapatkan e-ISSN (Online) yang diterbitkan oleh LIPI dengan No. SK: SK no. 0005.2685791X/JI.3.1/SK.ISSN/2019.08 - 13 Agustus 2019 (mulai edisi Vol. 12, No.2, Juli-Desember 2019) dan p-ISSN (print) 1858-3679
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2019): DIALEKTIKA" : 8 Documents clear
MANIFESTO FUTURISME FILIPPO TOMMASO MARINETTI DAN PROGRESIVISME AGRESIF DALAM SEJARAH Victor Delvy Tutupary
DIALEKTIKA Vol 12, No 2 (2019): DIALEKTIKA
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2376.224 KB) | DOI: 10.33477/dj.v12i2.1104

Abstract

Abstrak Penulisan karya ilmiah yang berjudul “Manifesto Futurisme Filippo Tommaso Marinetti dan Progresivisme Agresif dalam Sejarah” bertujuan untuk memaparkan pemikiran Marinetti mengenai filsafat sejarah dan bagaimana konsekuensinya bagi kesadaran ontologis manusia sebagai makhluk yang menyejarah. Tulisan ini dilatarbelakangi oleh kegelisahan eksistensial mengenai modernitas yang menawarkan perubahan dan kemajuan dengan cepat namun menyisakan lubang kehampaan di dalam diri manusia modern. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan, yang dilaksanakan melalui tahapan inventarisasi data, pengklasifikasian dan reduksi data, analisis data, dan penyajian data. Data-data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan metode interpretasi, heuristika, holistika, dan kesinambungan historis. Manifesto futurisme yang dimaklumatkan oleh Marinetti memandang gerak sejarah secara linier. Alur sejarah selalu bergerak maju ke depan secara progresif agresif dengan menghancurkan tradisi masa lampau. Futurisme menempatkan kecepatan menjadi simbol kemajuan, dan menjadi standar nilai moralitas dan estetis yang baik dan indah, sedangkan kelambanan adalah kejahatan. Futurisme yang progresif agresif dalam seni berhasil membuka ruang kreativitas yang baru dan inovatif, melahirkan aliran-aliran seni avant-garde yang mengubah sejarah estetika. Progresivisme agresif melahirkan invensi teknologi yang cepat dan semakin canggih, sehingga hidup manusia menjadi semakin mudah. Namun, progresivisme agresif mempunyai sisi yang negatif dan destruktif. Kemajuan yang terlalu mendewakan kecepatan, rasio, dan maskulinitas telah menyisakan kekosongan dalam diri manusia modern. Kekosongan tersebut dapat diisi oleh kelambanan yang reflektif untuk mere-evaluasi nilai-nilai hidup dengan menengok kembali pada nilai-nilai luhur tradisi. Kelambanan tersebut menciptakan jeda untuk mengkontemplasikan kembali makna keberadaan manusia dalam arus deras sejarah yang selalu berubah.
AMBON DI BAWAH ORDE BARU: TRANSFORMASI KAPITALISME PADA MASYARAKAT PINGGIRAN Hatib Kadir
DIALEKTIKA Vol 12, No 2 (2019): DIALEKTIKA
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.116 KB) | DOI: 10.33477/dj.v12i2.1115

Abstract

ABSTRACT: Using the approach of Karl Polanyi (2014), this paper studies three great transformation take place in Ambon Island during the 1970s t0 1990s. Those transformation are on land, money and transportation. Money transforms local people to acquaint with the price system. On the other hand, the needs of consumption increase when money is introduced. Using money, local Moluccans can send their children to the higher school as well as allocate to buy more machinery works. The machinization also accelerates rural people to work faster and more efficient. The questions from this paper is who are the people who bring all of these social and economic transformations? The author found that the coming of voluntary migrants from Sulawesi, Java, and Padangese any other Island in Indonesia play significant role to change the Moluccan system economic and social systems. These migrants dominate exchanges from the production level in the orchards to the rural and urban marketplaces. They play both as traders and middlemen. The Butonese, migrants from Sulawesi, are the most significant suppliers and middlemen that bring rural commodities to sell to the Chinese Moluccan in the city. Chinese Moluccan mostly are shop owners who do not have a direct in touch with the local Moluccan landowners in the rural areas. They also play a role as moneylender for Butonese to buy cloves and nutmeg from the rural areas. Therefore, it is Butonese that have direct contact with the rural Moluccans. Despite the authoritarian regime of the New Order, in the economic field, the State tend to let people to constitute their own business, before finally in the mid of 1990s, The Clove Support and Trading Board (BPPC) under the authority of Tommy Suharto, the son of Indonesian President, took over the business by monopolize the clove trade system. Keywords: Economic Transformation, ethnic economy, exchanges, middlemen, monetization.
SALAM, SHALOM, dan SHANTI; Orientasi Kerukunan Umat Beragama Di Dukuh Caben, Desa Sumbermulyo, Bantul Ahmad Sugeng Riady
DIALEKTIKA Vol 12, No 2 (2019): DIALEKTIKA
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.53 KB) | DOI: 10.33477/dj.v12i2.1087

Abstract

Artikel ini menjelaskan penelitian kehidupan masyarakat umat beragama di Dukuh Caben, Desa Sumbermulyo, Bantul. Masyarakat di Dukuh Caben, Desa Sumbermulyo terdiri dari tiga golongan agama, yakni Islam, Kristen, dan Hindhu. Ketiganya hidup rukun dan berdampingan. Artikel ini diambil dari data primer berupa wawancara dan observasi, dan data sekunder berupa buku, jurnal, atau media cetak yang relevan dengan topik penelitian. Hasil dari penelitian ini bisa dipetakan menjadi tiga bagian: pertama, kerukunan dalam intern umat beragama meliputi solidaritas antar sesama anggota. Solidaritas sesama anggota menjadi semakin kuat ketika ada kegiatan intern umat beragama. Kedua, kerukunan antar umat beragama yang diwujudkan dalam bentuk kerjasama antara masyarakat Islam, Kristen, dan Hindhu. Dan ketiga, kerukunan antara umat beragama dengan pemerintah. Implementasi ketiga bentuk kerukunan tersebut, bisa mewujudkan keselamatan dan kesejahteraan antara umat beragama di Dukuh Caben, Desa Sumbermulyo.
TENSI SEKTARIANISME DAN TANTANGAN DEMOKRASI DI TIMUR TENGAH PASCA ARAB SPRING Sainul Rahman
DIALEKTIKA Vol 12, No 2 (2019): DIALEKTIKA
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.374 KB) | DOI: 10.33477/dj.v12i2.1116

Abstract

ABSTRACT The Arab Spring wave in the beginning of 2011 that hit Middle Eastern countries, started from Tunisia, Egypt, Libya, Yemen, and Syria, which still continue to this day, is a symbol of the fall of authoritarian and repressive Arab regimes, as well as a symbol of the struggle of Arabian people who want great changes in various fields such as economic, social, and democratic political system. After eight years, the Arab Spring still has many problems, Middle Eastern countries still trapped in conflict and civil war. The transition of democracy that hoped is not going well, trapped in sectarian interests: tribes, religions, streams (madzhab), and political groups. Sectarianism has become one of the causes of instability and colored the politic dynamics in the region. In fact, it socially and historically has multiple roots over a long period of time in the Middle East. This paper seeks to read the history and dynamics of sectarian conflict, as well as the process of democratic transition: between opportunities and challenges, and the realization of democracy in the region after the Arab Spring. Keywords: Sectarianism, Democracy, Arab Spring, Middle East. ABSTRAK Gelombang Arab Spring pada awal 2011 yang melanda negara-negara Timur Tengah, dimulai dari Tunisia, Mesir, Libya, Yaman, dan Suriah yang masih berlanjut hingga kini, adalah sebuah simbol jatuhnya rezim-rezim Arab yang otoriter dan represif, dan juga sebagai simbol perjuangan rakyat Arab yang menginginkan adanya perubahan besar dalam berbagai bidang, ekonomi, sosial, sistem politik terbuka dan demokratis. Setelah delapan tahun semenjak bergulirnya, Arab Spring masih menyisakan banyak problem, negara-negara Timur Tengah masih terpuruk, terjebak dalam konflik dan perang saudara. Transisi demokrasi yang dicita-citakan tidak berjalan dengan baik, tersandera oleh kepentingan-kepentingan sektarian: suku, agama, mazhab dan kelompok politik. Sektarianisme menjadi salah satu penyabab instabilitas dan telah mewarnai dinamika politik di kawasan Timur Tengah. secara sosio-historis sektarianisme di Timur Tengah memiliki akar yang berlapis-lapis dalam kurun waktu yang panjang. Tulisan ini berusaha untuk membaca sejarah dan dinamika konflik sektarisnisme, proses transisi demokrasi: antara peluang dan tantangan, dan realisasi demokrasi di Timur Tengah pasca Arab Spring. Kata Kunci: Sektarianisme, Demokrasi, Arab Spring, Timur Tengah.
Konseling Publik Musikal Totobuang pada Komunitas Haur di Dusun Kusu-kusu Sereh, Ambon Alfrin Ririne
DIALEKTIKA Vol 12, No 2 (2019): DIALEKTIKA
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.762 KB) | DOI: 10.33477/dj.v12i2.1105

Abstract

Abstract Research this aim study meaning , implementation , and origin musical ritual totobuang in community haur in Hamlet Kusu-kusu Sereh Ambon, develop musical ritual totobuang from perspective counseling the community. Research this motivated by context social the community in Hamlet Kusu-Kusu Sereh Ambon which has inequality social concerning level economy. Method research used research qualitative with approach descriptive analytical. Required data obtained with technique Interview deep no Supported structured with observation / observation participation use support data analysis . While in technique taking sample , researcher use purposive and snowball technique. The theory used in research this is theory counseling community , social justice counseling , and ritual theory . From the results findings concerning musical rituals totobuang there is spiritual values namely value harmony , value potency self , value economy creative and value innovation yourself . From the fourth The spiritual values give birth a base philosophical that is humanizing life. Living capable empower individual or group so that they could give contribution good for self alone , others or the community. Researcher too recommend for research advanced in development writing this as effectiveness of musical ritual counseling models totobuang who can made as a approach counseling new in the community . Word Key : musical ritual totobuang , counseling community , social justice counseling Abstrak Penelitian ini bertujuan mengkaji pemaknaan, pelaksanaan, dan asal-usul ritual musikal totobuang dalam komunitas haur di Dusun Kusu-kusu Sereh, Ambon , mengembangkan ritual musikal totobuang dari perspektif konseling masyarakat. Penelitian ini dimotivasi oleh konteks sosial masyarakat di Dusun Kusu-Kusu Sereh, Ambon yang memiliki ketidaksetaraan sosial menyangkut tingkat perekonomian. Metode penelitian yang dipergunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data-data yang diperlukan diperoleh dengan teknik wawancara mendalam tidak terstuktur yang didukung dengan pengamatan/observasi partisipasi guna mendukung analisis data. Sedangkan dalam teknik pengambilan sampel, peneliti menggunakan teknik purposive dan snowball. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori konseling masyarakat, konseling social justice, dan teori ritual. Dari hasil temuan-temuan menyangkut ritual musikal totobuang terdapat nilai-nilai spiritual yakni nilai kerukunan, nilai potensi diri, nilai ekonomi kreaktif dan nilai inovasi diri. Dari keempat nilai spiritual tersebut melahirkan sebuah landasan filosofis yakni hidup yang memanusiakan. Hidup yang mampu memberdayakan individu maupun kelompok sehingga mereka dapat memberikan kontribusi baik untuk diri sendiri,orang lain maupun masyarakat. Peneliti juga merekomendasikan untuk penelitian lanjutan dalam pengembangan tulisan ini seperti efektivitas model konseling ritual musikal totobuang yang dapat dijadikan sebagai sebuah pendekatan konseling baru dalam masyarakat. Kata Kunci: ritual musikal totobuang, konseling masyarakat, konseling social justice
PANDANGAN SONOUCK HURGRONJE TENTANG ISLAM DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PRAKTIK HUKUM DAN POLITIK DI INDONESIA Saidin Ernas
DIALEKTIKA Vol 12, No 2 (2019): DIALEKTIKA
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.494 KB) | DOI: 10.33477/dj.v12i2.1114

Abstract

ABSTRAC Snouck Hurgronje is a very controversial figure in the history of colonialism in Indonesia. As a prominent colonial scientist and advisor, he has succeeded in building the foundations of thought which were then adopted by the Dutch colonial government as the Inlands Policy which strictly separates the three main problems in the religious life of Muslims in Indonesia; ritual matters, muamalah and politics. This paper shows that the separation between religious rituals and other important aspects such as muamalah and politics has an impact on the deformalization of Islamic law in Indonesia which has placed Islamic law as an inferior legal institution. Whereas the depoliticization of Islamic politics, has weakened the ideology of Islamic politics, some of whose impacts are still felt until today. Keywords: Snouck Hurgronje, Islam, Law, Politics. ABSTRAK Snouck Hurgronje adalah sosok yang sangat kontroversial dalam sejarah kolonialisme di Indonesia. Sebagai seorang ilmuwan dan penasehat kolonial yang terkemuka, Ia telah berhasil membangun dasar-dasar pemikiran yang kemudian diadopsi pemerintah kolianl Belanda sebagai Inlands Policy yang memisahkan secara ketat tiga masalah utama dalam kehidupan kegamaan umat Islam di Indonesia; masalah ritual, muamalah dan politik. Tulisan ini menunjukkan bahwa pemisahan antara ritual keagamaan dan aspek-aspek penting lainnya seperti muamalah dan politik telah berdampak terhadap deformalisasi hukum Islam di Indonesia yang telah menempatkan hukum Islam sebagai pranata hukum yang inferior. Sedangkan depolitisasi politik Islam, telah melemahkan ideologi politik Islam yang sebagian dampaknya masih terasa hingga kini. Kata Kunci: Snouck Hurgronje, Islam, Hukum, Politik.
PERKAWINAN MARGA HUKUL DI DESA LARIKE Yusup Laisouw
DIALEKTIKA Vol 12, No 2 (2019): DIALEKTIKA
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.321 KB) | DOI: 10.33477/dj.v12i2.1086

Abstract

ABSTRACT According to Islamic law marriage is a sacred (sacred) agreement based on religion between husband and wife based on religious law to achieve one intention, one goal, one effort, one right, one obligation, one feeling: living as semati. Marriage According to Customary Law is one of the most important events in the lives of indigenous people. In the tradition of the Marga Hukul, only girls with the surname Hukul carry out marriages using traditional clothes that have been set during the time of the special occasion. In this bidding also, the women carried out custom in the form of prior notice to the elders of the country (their ancestors on the mountain) asking for their willingness to attend the event, this was also called the custom of mountaineering. After the women stated the mountain customs, the men began to prepare themselves and will be delivered as soon as possible to the women to carry out the custom of the mountain. For the villagers of Larika, the traditional ceremony of the Hukul clan is very sacred and has its own meaning. The level of sacredness is in the customary provisions that have been valid since ancient times until now. ABSTRAK Menurut hukum Islam perkawinan adalah perjanjian suci (sakral) berdasarkan agama antara suami dengan istri berdasarkan hukum agama untuk mencapai satu niat, satu tujuan, satu usaha, satu hak, satu kewajiban, satu perasaan: sehidup semati. Perkawinan Menurut Hukum Adat adalah salah satu peristiwa yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat adat. Dalam tradisi Marga Hukul, hanyalah anak perempuan yang bermarga Hukul yang melakukan perkawinan dengan menggunakan baju adat yang telah ditetapkan pada masa peminangan. Dalam peminangan ini juga, pihak perempuan melakukan adat yang berupa pemberitahuan terdahulu kepada orang tua-tua negeri (nenek moyang yang ada di gunung) meminta kesediaan mereka untuk hadir dalam acara peminangan itu, ini disebut juga dengan melakukan adat gunung. Setelah pihak perempuan menyatakan adat-adat gunung tersebut, pihak laki-laki mulai mempersiapkan diri dan akan diantarkan secepatnya kepada pihak perempuan untuk melaksanakan adat gunung tersebut. Bagi masyarakat desa Larika upacara adat perkawinan marga Hukul sangat sakral dan memiliki makna tersendiri. Tingkat kesakralan itu berada pada ketentuan adat yang berlaku sejak jaman dahulu hingga sekarang. Kata kunci : perkawinan, adat, hukum adat
ANALISIS UPACARA “PUKUL SAPU” di NEGERI MORELLA KECAMATAN LEIHITU KABUPATEN MALUKU TENGAH Abdul Manaf Tubaka
DIALEKTIKA Vol 12, No 2 (2019): DIALEKTIKA
Publisher : IAIN Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.7 KB) | DOI: 10.33477/dj.v12i2.1113

Abstract

ABSTRAK This study aims to reveal the meaning of the tradition of Pukul Sapu ceremony in Morella which is held annually on the 7th of syawal or seven days after Eid al-Fitr. The method used in this study is the verstehen method with a qualitative approach. Research instrument is the researcher itself with interview method, participatory observation to understand the context of an event. The results of the study illustrate that the tradition of Pukul Sapu in Morella with the symbol attributes used has a variety of meanings for the people of Morella. Therefore, these traditions can drive people's behavior in their daily life. In addition, Pukul Sapu tradition becomes a construction of a unique cultural identity and gives influence to the social integration of the Morella people. The existence of Pukul Sapu Ceremony becomes a marker of historical awareness for people of Morella and has functional value for people of Maluku in general. Keywords: Tradition, Pukul Sapu, and Symbol Meaning.

Page 1 of 1 | Total Record : 8