cover
Contact Name
agata iwan candra
Contact Email
iwan_candra@unik-kediri.ac.id
Phone
+62811308010
Journal Mail Official
iwan_candra@unik-kediri.ac.id
Editorial Address
Jl. Selomangleng 1 Gedung A no.110 - KEDIRI 64115 JAWA TIMUR - INDONESIA
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Manajemen Teknologi dan Teknik Sipil (JURMATEKS)
Published by Universitas Kadiri
ISSN : -     EISSN : 26217686     DOI : http://dx.doi.org/10.30737/jurmateks
Core Subject : Engineering,
JURMATEKS (Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil) diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas KADIRI untuk menampung hasil penelitian, tugas akhir maupun tugas proyek mahasiswa teknik sipil di lingkungan Universitas KADIRI.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2019): JUNE" : 15 Documents clear
PENELITIAN PENAMBAHAN BAHAN BATU PADAS PADA CAMPURAN ASPAL BETON Supriadi Supriadi; Yosef Cahyo; Ahmad Ridwan; Agata Iwan Candra
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2019): JUNE
Publisher : Faculty of Engineering, Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.684 KB) | DOI: 10.30737/jurmateks.v2i1.407

Abstract

Asphalt Concrete (Hotmix) is a mixture of coarse aggregate, fine aggregate and filler (Filler) with asphalt binder in high temperature conditions with the composition studied and regulated by technical specifications. In this study, asphalt concrete mixtures were given materials additional padas. This addition was carried out to study and determine the effect of padas on the asphalt concrete mixture with the addition of 5%, 10%, and 15%. Compressive strength specimens in the form of cylinders with a diameter of 10.09 cm and an average height of 7.8 cm. Testing is done after 2 days. Asphalt with the addition of 5% padas is better able to produce a better value of stability than others. The addition of padas rock produced a strong stability of 5% at 888.0747 kg, 10% at 598,199 kg, 15% at 441,6391 kg. To reach the optimum level, the mixture on concrete asphalt ranges < 5%Aspal Beton (Hotmix) adalah campuran agregat kasar, agregat halus, dan bahan pengisi (Filler) dengan bahan pengikat aspal dalam kondisi suhu tinggi (panas) dengan komposisi yang diteliti dan diatur oleh spesifikasi teknis.. Pada penelitian ini, campuran aspal beton diberi bahan tambahan batu padas. Penambahan ini dilakukan untuk mempelajari dan mengetahui pengaruh batu padas pada campuran aspal beton dengan penambahan 5%, 10%, dan 15%. Benda uji kuat tekan berupa silinder dengan diameter 10,09 cm dan  tinggi rata rata 7,8 cm. Pengujian dilakukan setelah 2 hari. Aspal dengan  penambahan batu padas 5% lebih mampu menghasilkan  nilai stabilitas yang lebih baik dari pada yang lainya. Penambahan batu padas menghasilakan  kuat stabilitas masing masing yaitu 5% sebesar 888.0747 kg, 10% sebesar 598.199 kg, 15% sebesar 441.6391 kg. Untuk mencapai kadar optimum maka campuran padas pada aspal beton berkisar antara < 5%
PENELITIAN PENAMBAHAN BAHAN LIMBAH TETES TEBU DARI PABRIK GULA MERITJAN PADA CAMPURAN ASPAL BETON Nanda Ade Kurniawan; Sigit Winarto; Ahmad Ridwan
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2019): JUNE
Publisher : Faculty of Engineering, Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.813 KB) | DOI: 10.30737/jurmateks.v2i1.395

Abstract

Asphalt concrete as a material for road construction has long been known and used widely in road construction. Its use in Indonesia is increasing from year to year. This is because asphalt concrete has several advantages compared to other materials, including a relatively lower price than concrete, its ability to support high vehicle weight loads, and can be made from locally available materials and has good resistance to weather. The purpose of this study was to determine the effect of add sugarcane waste as a concrete asphalt mixture and look for out what percentage of the mixture of molasses waste on asphalt concrete to reach the optimum point. From the calculation of the addition of molasses to the concrete asphalt mixture with levels of 5%, 10%, and 15% yield Marshall Quotient (MQ), namely 395 kg / mm, 293 kg / mm, and 817 kg / mm. From these results, it can be concluded that the addition of molasses with a variation of 15% has an optimal result compared to 5%, 10% addition of molasses.Aspal beton sebagai bahan untuk konstruksi jalan sudah lama dikenal dan digunakan secara luas dalam pembuatan jalan. Penggunaannya pun di Indonesia dari tahun ke tahun makin meningkat. Hal ini disebabkan aspal beton mempunyai beberapa kelebihan dibanding dengan bahan-bahan lain, diantaranya harganya yang relatif lebih murah dibanding beton, kemampuannya dalam mendukung beban berat kendaraan yang tinggi dan dapat dibuat dari bahan-bahan lokal yang tersedia dan mempunyai ketahanan yang baik terhadap cuaca. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan bahan limbah tetes tebu sebagai bahan campuran pada aspal beton dan Mengetahui berapa persentase campuran limbah tetes tebu pada aspal beton agar mencapai titik optimum. Dari hasil perhitungan penambahan tetes tebu pada campuran aspal beton dengan kadar 5%, 10% dan 15% menghasilkan Marshall Quotient (MQ) yaitu antara lain 395 kg/mm, 293 kg/mm, dan 817 kg/mm. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penambahan tetes tebu dengan variasi 15% memiliki hasil yang optimal dibandikan dengan 5%, 10% penambahan tetes tebu.
STUDI PERENCANAAN PENINGKATAN JALAN PADA RUAS JALAN JALUR LINTAS SELATAN GIRIWOYO – DUWET STA. 10+000 – STA. 15+000 Agung Kurniawan; Sigit Winarto; Yosef Cahyo
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2019): JUNE
Publisher : Faculty of Engineering, Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (910.919 KB) | DOI: 10.30737/jurmateks.v2i1.390

Abstract

The design improvement of the road, and cost estimate of the south path project, segment Giriwoyo-Duwet Sta.10+000 – Sta.15+00 aims to calculate the geometric, widening, thickness of the rigid pavement, thickness of the flexible pavement overlay, and cost estimates of the improvement road project. 2017 Traffic data and California Bearing Ratio data to calculate the thickness of the rigid pavement. The method used to design the geometric is “Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota Bina Marga 1997”. The thickness of the rigid paving is calculated by means of a 20-year design plan; life uses “AASHTO 1993”. The thickness of flexible pavement overlay with 20 years design life uses “Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya Dengan Metode Analisa Komponen Bina Marga 1987” and “Panduan Analisa Harga Satuan Bina Marga 1995” to calculate the cost estimation. From the calculation of the road known that thickness of rigid pavement for improvement is 15 cm with 10 cm lean mix concrete for subbase, and 5 cm with 2 meters roadside, flexible pavement for the surface. And the calculation of the flexible pavement overlay results is 6 cm. From the calculation, the cost estimation of the improvement road is IDR. 5,015,899,000Perencanaan Peningkatan Jalan Serta Rencana Anggaran Biaya Proyek Jalan Jalur Lintas Selatan Pada Ruas Giriwoyo – Duwet STA. 10+000 – STA. 15+00 bertujuan untuk menghitung pelebaran jalan, tebal perkerasan kaku jalan, tebal lapis tambahan (overlay) perkerasan lentur dan rencana anggaran biaya (RAB) proyek. Data lalu lintas tahun 2017 dan data California Bearing Ratio (CBR) untuk merencanakan tebal perkerasan kaku jalan. Metode yang digunakan untuk perhitungan tebal perkerasan kaku dengan umur rencana 20 tahun menggunakan panduan “AASHTO 1993”. Untuk perhitungan lapis tambahan perkerasan lentur dengan umur rencana 20 tahun menggunakan panduan “Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur Jalan Raya Dengan Metode Analisa Komponen Bina Marga 1987” dan untuk rencana anggaran biaya menggunakan “Panduan Analisa Harga Satuan Bina Marga 1995”. Dari analisa perhitungan tebal perkerasan komposit untuk pelebaran jalan didapatkan  tebal pelat beton 15 cm, lapis pondasi bawah dengan campuran beton kurus (lean mix-concrete) setebal 10 cm dan lapis permukaan dari perkerasan lentur 5 cm dengan bahu jalan sepanjang 2 meter pada setiap sisi jalan. Untuk lapis tambahan (overlay) perkerasan lentur didapatkan penambahan setebal 6 cm. Untuk perencanaan peningkatan jalan seperti terdapat pada uraian diperlukan biaya sebesar Rp 5.015.899.000,-
ANALISA KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL JALAN SIMPANG BRANGGAHAN NGADILUWIH KABUPATEN KEDIRI Aditiya Yayang Nurkafi; Yosef Cahyo; Sigit Winarto; Agata Iwan Candra
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2019): JUNE
Publisher : Faculty of Engineering, Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1170.337 KB) | DOI: 10.30737/jurmateks.v2i1.408

Abstract

The development of transportation in the Kediri Regency has an impact on increasing people's daily activities in the transportation sector. So far, the Branggahan Ngadiluwih road section at the crossroads leading to the connecting bridge between Ngadiluwih sub-district and Mojo sub-district, at certain hours, there is often traffic activity due to road performance, which plays an important role in transportation activities. This study aims to determine: the value of capacity (C), degree of saturation (DS), the queue of opportunity (QP), and the value of traffic delay (DT) at the intersection. The method used is data collection based on the MKJI 1997. Based on the results of research and discussion of the performance of the Branggahan Ngadiluwih intersection, the value of the queuing opportunity is between 52.287% - 105.135%, the average value of the delay in traffic exceeds 15 sec / SMP, the value of degrees saturation exceeds the standard, namely 1.136. To reduce the delay that occurs at the intersection. That exceeds the maximum value (> 15 sec / SMP), it is necessary to install a parking restriction and stop at an approach where there is no shoulder for parking, and a traffic light is needed.Perkembangan transportasi dikabupaten kediri berdampak pada meningkatnya aktivitas keseharian masyarakat di bidang transportasi. Sejauh ini pada ruas jalan branggahan ngadiluwih di simpang jalan menuju jembatan penghubung antara kecamatan ngadiluwih dengan kecamatan mojo pada jam tertentu sering terjadi kesibukan lalu lintas karena kinerja jalan yang menjadi peranan penting dalam kegiatan transportasi. Penelitian ini bertujuan  mengetahui: nilai kapasitas (C), derajat kejenuhan (DS), antrian peluang (QP) serta nilai tundaan lalu lintas (DT) pada persimpangan tersebut. Metode yang digunakan adalah pengumpulan data yang berpedoman pada MKJI 1997. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan kinerja simpang Branggahan Ngadiluwih memiliki nilai peluang antrian disimpang tersebut antara 52,287% - 105,135%, nilai tundaan pada lalu lintas rata-rata melebihi 15 det/smp, nilai derajat kejenuhan melebihi standart yaitu 1,136. Untuk menurunkan tundaan pada simpang yang melebihi nilai maksimum (>15 det/smp) besarnya perlu dipasang larangan parkir dan berhenti di pendekat yang tidak tersedia bahu untuk parkir serta perlu pemasangan lampu lalu lintas (Traffic Light).
PERENCANAAN PONDASI TIANG PANCANG GEDUNG KETAHANAN PANGAN NGANJUK Bagus Anggoro Wiratmoko; Sigit Winarto; Yosef Cahyo
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2019): JUNE
Publisher : Faculty of Engineering, Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.564 KB) | DOI: 10.30737/jurmateks.v2i1.396

Abstract

This study uses library research methods. sources used in planning in the form of primary data and secondary data. Where the data includes soil data, pile data, and load data. The theoretical basis used is a static theoretical basis according to Luciano Decourt based on SPT data using manual method calculations. From the results of the calculation it can be concluded that the results of loading on the 1st floor to 4th floor are 6218.6 tons. Dimesnsi and suitable pile foundation depth are: Type1 foundation: 3.6 m long, 3.6 m wide, 0.8 m high and 1 m deep. Type2 foundation: 3.6 m long, 5.4 m wide, 0.8 m high and 1 m deep. The importance of foundation reinforcement is 70089.8 kg. Stability of control: - Against rolling = 24,620 t / m2> 1.5 t / m2 -> Safe - Against shear = 9,156 t / m2> 1.5 t / m2 -> SafePenelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka. sumber yang digunakan dalam perencanaan berupa data primer dan data sekunder. Dimana data tersebut meliputi data tanah, data tiang pancang, dan data beban. Landasan teori yang digunakan adalah landasan teori statis menurut Luciano Decourt berdasarkan data SPT dengan menggunakan metode perhitungan manual. Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa hasil pembebanan pada lantai 1 sampai lantai 4 sebesar 6.218,6 ton. Dimesnsi dan kedalaman pondasi tiang yang sesuai adalah: Pondasi tipe1: panjang 3,6 m, lebar 3,6 m, tinggi 0,8 m, dan dalam 1 m. Pondasi tipe 2: panjang 3,6 m, lebar 5,4 m, tinggi 0,8 m, dan dalam 1 m. Pentingnya perkuatan pondasi adalah 70089,8 kg. Kestabilan pengendalian: - Melawan rolling = 24.620 t / m2> 1,5 t / m2 -> Aman - Terhadap geser = 9,156 t / m2> 1,5 t / m2 -> Aman
ANALISA KEBUTUHAN AIR BAKU BERDASARKAN MATA AIR SUNGAI BAYONG ( Study Kasus di Kec. Bendungan Kab. Trenggalek ) Oky Ari Swenda; Ahmad Ridwan; Sigit Winarto
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2019): JUNE
Publisher : Faculty of Engineering, Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.1 KB) | DOI: 10.30737/jurmateks.v2i1.391

Abstract

To support the raw water development program in the Dam District, there have been many development studies and development programs and rehabilitation programs to meet the needs of the population through the Brantas River Basin Central work unit and PDAM. This region is in dire need of water to improve the welfare of the Trenggalek Regency population, most of whom are living from the farm. And also to meet raw water needs in order to support the pase of regional development and the economy in the surrounding region. Then, analyze population growth for the next 5 years based on Bayong River Springs and raw water network equipment to accommodate the plan. With the availability of bayong river springs, the average discharge per month can be calculated for 5 years. With debit data that reaches 900 liters/sec and population growth for the next 5 years with an average growth of 2% reaching 32949 people, then with consumption per person 100 liters/sec, the population needs clean water reaches 59 liters/second. To fulfill the need for raw water, so Bendungan District can be relied upon after the Bayong River Springs.Untuk mendukung program pengembangan air baku di wilayah Kec. Bendungan, telah banyak diadakan studi pengembangan dan dilaksanakan program pembangunan maupun rehabilitasi untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat melalui Satuan Kerja Balai Besar Wilayah Sungai Brantas dan PDAM setempat. Wilayah ini sangat membutuhkan air untuk meningkatkan kesejahteraan penududuk Kabupaten Trenggalek yang sebagian besar masyarakatnya adalah hidup dari pertanian itu, juga untuk memenuhi kebutuhan air baku agar dapat mendukung laju perkembangan wilayah serta perekonomian di wilayah sekitarnya. Maka menganalisa pertumbuhan penduduk sekarang sampai 5 tahun ke depan berdasarkan mata air Sungai Bayong dan perlengkapan jaringan air baku untuk mengakomodir rencana tersebut. Dengan ketersediaan mata air Sungai Bayong dihitung debit rata-rata per bulan selama 5 tahun. Dengan data debit yang mencapai 900ltr/dtk dan pertumbuhan penduduk 5 tahun kedepan dengan pertumbuhan rata-rata 2%  mencapai 32949 jiwa, maka dengan konsumsi per orang 100 ltr/dtk kebutuhan total air bersih penduduk Kec. Bendungan 59 ltr/dtk. Untuk pemenuhan kebutuhan air baku, maka di Kec. Bendungan dapat diandalkan setelah adanya mata air Sungai Bayong tersebut.
ANALISIS PERENCANAAN OVERLAY PADA RUAS JALAN CRAKEN-NGULUNGKULON NAMBAK-NGULUNGKULON DENGAN BAHAN ACL PADA STA 0.00-13.345 KECAMATAN MUNJUNGAN KABUPATEN TRENGGALEK Wisnu Arganata; Arthur Daniel Limantara; Yosef Cahyo; Agata Iwan Candra
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2019): JUNE
Publisher : Faculty of Engineering, Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.195 KB) | DOI: 10.30737/jurmateks.v2i1.404

Abstract

Nowadays, the development of road capacity and vehicle quantity and the lack of optimal traffic infrastructure operations are the main problems in the Nambak-Ngulungkulon Craken-Ngulungkulon road section. This road is the object of observation because the road is an integrated system of the Nambak-Ngulungkulon Craken-Ngulungkulon road network. It is necessary to analyze how the performance and the thickness of the flexible pavement layer needed. To analyze road performance and calculate pavement thickness, the writer uses the Bina Marga 2017 method with ACL material at STA 0.00 - 13,345. The results of the analysis and calculation for the geometric planning of the Nambak-Ngulungkulon  Craken-Ngulungkulon road section obtained the value of surface course with the 2017 Bina Marga method of 13 cm. Overlay work on the planning age is carried out in the 15 the year with an additional layer thickness with the Bina Marga 2017 method of 3 cm. And the traffic growth rate increased by 28.65% for 10 years y.a.d.Saat ini pengembangan kapasitas jalan dan kuantitas kendaraan dan kurangnya operasi infrastruktur lalu lintas yang optimal adalah masalah utama di ruas jalan Nambak-Ngulungkulon Craken-Ngulungkulon. Jalan ini adalah objek pengamatan karena jalan tersebut merupakan sistem yang terintegrasi dari jaringan jalan Nambak-Ngulungkulon Craken-Ngulungkulon. Perlu untuk menganalisis bagaimana kinerja dan ketebalan lapisan perkerasan lentur yang dibutuhkan. Untuk menganalisis kinerja jalan dan menghitung tebal perkerasan, penulis menggunakan metode Bina Marga 2017 dengan material ACL di STA 0,00 - 13,345. Hasil analisis dan perhitungan untuk perencanaan geometrik ruas jalan Nambak-Ngulungkulon Craken-Ngulungkulon diperoleh nilai permukaan jalan dengan metode Bina Marga 2017 13 cm. Pekerjaan overlay pada usia perencanaan dilakukan pada tahun ke-15 dengan tambahan ketebalan lapisan dengan metode Bina Marga 2017 3 cm. Dan tingkat pertumbuhan lalu lintas meningkat sebesar 28,65% selama 10 tahun y.a.d.
EVALUASI PENGENDALIAN MUTU PADA PROYEK PEMBANGUNAN OBYEK WISATA SEDUDO DI KABUPATEN NGANJUK Hari Prasetiawan; Ahmad Ridwan; Yosef Cahyo
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2019): JUNE
Publisher : Faculty of Engineering, Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.53 KB) | DOI: 10.30737/jurmateks.v2i1.392

Abstract

The supervisory consultant is one of the parties that play a very important role in quality control in construction work. The purpose of this study is to evaluate the performance and role of the supervisory consultant in controlling quality in construction work based on the results of the analysis and observations of weekly and monthly reports made by the supervisory consultant. The data analysis method used in this study is qualitative with comparative and implementation techniques, namely comparing the supervisory consultant's monthly report with Minister of Public Works Regulation No. 06 / PRT / M / 2008 2008 and Guidebook for Procedure for Reporting the Results of Building Supervision, Module - 5 Department of Public Works. The results of the analysis showed that the performance of the supervisory consultant was not optimal in terms of quality control because the supervisory consultant did not follow the reference or method in accordance with existing regulations. Factors less than optimal performance of consultants are influenced by various factors such as lack of labor, unfavorable weather so that it cannot be done overtime until night and the provision of material experiences extinction.Konsultan pengawas merupakan salah satu pihak yang sangat berperan pada pengendalian mutu dalam pekerjaan konstruksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dari kinerja dan peranan konsultan pengawas dalam mengendalikan mutu pada pekerjaan konstruksi berdasarkan dari hasil analisa dan pengamatan laporan mingguan dan bulanan yang dibuat oleh konsultan pengawas. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini secara kualitatif dengan teknik komparasi dan implementasi yaitu membandingkan laporan bulanan konsultan pengawas dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 06/PRT/M/2008 tahun 2008 dan Buku panduan Tata cara Pelaporan Hasil Pengawasan Bangunan Gedung, Modul – 5 Departemen Pekerjaan Umum. Hasil analisis diperoleh bahwa kinerja konsultan pengawas kurang optimal dalam hal pengendalian mutu dikarenakan konsultan pengawas tidak mengikuti acuan atau metode sesuai dengan peraturan yang ada. Faktor kurang optimalnya kinerja konsultan dipengaruhi berbagai macam faktor seperti kurangnya tenaga kerja, cuaca yang kurang mendukung sehingga tidak dapat dilakukan lembur sampai malam hari dan penyediaan bahan-bahan material mengalami keterlamabatan.
PENELITIAN UJI KUAT TEKAN BETON DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH AMPAS TEBU DAN ZAT ADDITIF SIKACIM BONDING ADHESIVE Agil Dwi Krisna; Sigit Winarto; Ahmad Ridwan
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2019): JUNE
Publisher : Faculty of Engineering, Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.798 KB) | DOI: 10.30737/jurmateks.v2i1.385

Abstract

Concrete has the disadvantage of having a low tensile strength and convincing brittle beams with steel inscriptions to anticipate. In this study, the concrete mixture was given additional bagasse and additives of cycacim bonding. This addition was carried out to study and study the effect of bagasse on the compressive strength of normal k300 concrete by replacing bagasse by 0%, 5%, 10% and 15% in compressive loads. Compressive strength specimens in the form of cubes with a size of 15 cm x 15 cm x 15 cm. Testing is done after 28 days. Concrete with increased bagasse of 5% is better able to produce high compressive strength values than others. The addition of bagasse resulted in an average compressive strength of 5%, 229.64 kg / cm2, 10%, 190.35 kg / cm2, 15%, 160.87 kg / cm2.Beton mempunyai kelemahan yaitu mempunyai kuat tarik yang rendah dan bersifat getas sehingga beton diberi tulangan baja untuk mengantisipasinya. Pada penelitian ini, campuran beton diberi bahan tambahan ampas tebu dan zat additif sikacim bonding adhesive. Penambahan ini dilakukan untuk mempelajari dan mengetahui pengaruh ampas tebu terhadap kuat tekan pada beton mutu normal k300 dengan penambahan ampas tebu sebesar 0%, 5%, 10% dan 15% pada beban tekan. Benda uji kuat tekan berbentuk kubus dengan ukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm. Pengujian dilakukan setelah 28 hari. Beton dengan penambahan ampas tebu 5% lebih mampu menghasilkan nilai kuat tekan tinggi dari pada yang lainya. Penambahan ampas tebu menghasilakan kuat tekan rata-rata yaitu 5%,229,64 kg/cm2, 10%,190,35 kg/cm2, 15%,160,87kg/cm2.
ANALISA PERENCANAAN SISTEM DRAINASE DALAM UPAYA PENANGGULANGAN BANJIR DI KECAMATAN GANDUSARI KABUPATEN TRENGGALEK Rizqi Dwi Prasetyo; Yosef Cahyo; Ahmad Ridwan
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2019): JUNE
Publisher : Faculty of Engineering, Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.001 KB) | DOI: 10.30737/jurmateks.v2i1.405

Abstract

In industrial areas or densely populated settlements, generally found channels that function besides to drain rainwater as well as to discharge domestic wastewater or dirty water from households. Drainage systems are often the main problem in the occurrence of flooding. It is necessary to analyze how their performance and resistance to flooding in the District of Gandusari, Trenggalek Regency. For analysis of drainage system planning in flood prevention efforts, the authors used the Van-Breun and Mononobe calculation methods to determine the number of incoming water discharge, the ideal dimension of the channel to accommodate the inlet discharge channel, and calculate the cost budget plan (RAB) of the builder. From the analysis, results obtained a cumulative discharge of rainwater, and dirty water entering the drainage amounted to 0.4695 m3 / sec. From the calculation, the ideal dimensions of the drainage can be obtained to be able to accommodate rainwater runoff and dirty water discharge using square channels, where the 1.5 m channel height is all added to the water level of 0.2 m and 0.7 m in width 500 m. While the budget plan for the construction costs is Rp. 794,048,000.00 -Di daerah industri atau pemukiman padat penduduk umumnya ditemukan saluran yang berfungsi selain untuk mengalirkan air hujan juga sekaligus untuk pembuangan air limbah domestik ataupun air kotor dari rumah tangga. System drainase sering menjadi pokok masalah dalam terjadinya banjir, maka perlu di Analisa bagaimana kinerjanya dan ketahanan terhadap banjir di Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek. Untuk analisis perencanaan sistem drainase dalam upaya penanggulangan banjir penulis menggunakan metode perhitungan Van-Breun dan Mononobe untuk mengetahui angka debit air yang masuk, dimensi ideal saluran untuk menampung saluran debit air masuk dan menghitung rencana anggaran biaya (RAB) pembangunanya. Dari hasil analisa didapatkan debit komulatif air hujan dan air kotor yang masuk ke drainase sebesar 0.4695 m3/detik. Dari perhitungan didapatkan dimensi saluran drainase yang ideal agar mampu menampung limpasan air hujan dan debit air kotor dengan menggunakan saluran berbentuk persegi, dimana tinggi saluran 1,5 m semuanya ditambahkan dengan tinggi jagaan air sebesar 0,2 m dan lebar 0,7 m dengan panjang 500 m. Sedangkan rencana Anggaran Biaya pembangunannya sebesar Rp. 794.048.000,00,-

Page 1 of 2 | Total Record : 15