cover
Contact Name
Efan Yudha Winata
Contact Email
jurnal.psimawa@uts.ac.id
Phone
+6281238978173
Journal Mail Official
jurnal.psimawa@uts.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Olat Maras, Dsn Batu Alang, Kec. Moyo Hulu, Sumbawa-NTB
Location
Kab. sumbawa,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Psimawa : Diskursus Ilmu Psikologi dan Pendidikan
ISSN : 27212068     EISSN : 26865386     DOI : https://doi.org/10.36761/jp.v6i2
JURNAL PSIMAWA: Diskursus Ilmu psikologi dan Pendidikan merupakan jurnal berkala ilmiah yang dipublikasi oleh Fakultas Psikologi Universitas Teknologi Sumbawa terbit setahun dua kali, yakni bulan Juni dan Desember. Jurnal Psimawa berisikan tulisan ilmiah berupa hasil penelitian, survei, gagasan konseptual atau hasil pemikiran reflektif yang kritis tentang diskursus ilmu-ilmu psikologi dan pendidikan yang disajikan secara sistematik dengan menggunakan gaya selingkung. Jurnal ini menerima tulisan dosen, peneliti, mahasiswa dan serta pemerhati dalam bidang-bidang psikologi dan pendidikan.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2023): EDISI 9" : 5 Documents clear
ANALISIS FENOMENA KOREAN WAVE TERHADAP SIKAP FANATISME PADA REMAJA INDONESIA Hafiidz Aditama
JURNAL PSIMAWA Vol 6 No 1 (2023): EDISI 9
Publisher : Fakultas Psikologi dan Humaniora- Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/jp.v6i1.2611

Abstract

Akhir-akhir ini banyak kalangan remaja yang menyukai K-Pop dan Drama Korea, 2 budaya tersebut diboomingkan pada daerah asalnya, yakni Korea Selatan yang termasuk dalam jenis Hallyu/Korean Wave. Alasan dari K-Pop atau pun Drama Korea ini disukai oleh banyak orang khususnya kaum remaja dikarenakan lagunya banyak memotivasi dan koreografi yang memukau serta penyanyinya bertalenta, untuk filmnya memiliki alur menarik dan tidak membosankan serta antusias serta totalitas tinggi dari para pemerannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana perkembangan remaja dalam antusiasme menerima dan memperkenalkan K-Pop atau pun Drama Korea di Indonesia. Metode pada penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif yang berdasarkan pada fenomena atau fenomenologi dan melalui penelitian pustaka (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja Indonesia sering menonton konser-konser dari artis Korea atau K-Pop melalui beberapa media ataupun secara langsung ke tempatnya dan untuk Drama Korea mereka sering melihat di berbagai macam media.
STRATEGI COPING STRESS REMAJA DALAM MENGHADAPI PERCERAIAN ORANGTUA Ayuning Atmasari; Tsarwah Adzkia
JURNAL PSIMAWA Vol 6 No 1 (2023): EDISI 9
Publisher : Fakultas Psikologi dan Humaniora- Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/jp.v6i1.2777

Abstract

Remaja yang menghadapi perceraian orang tua sangat memungkinkan untuk mengalami stres, di mana stres merupakan salah satu respons psikologis atau reaksi manusia saat dihadapkan pada hal-hal yang melampaui batas atau sulit dihadapi. Respons terhadap stres yang dialami oleh remaja dapat beragam tergantung dari bagaimana strategi coping stres yang mereka lakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk strategi coping stress yang dilakukan oleh remaja dalam menghadapi perceraian orang tua. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Di mana subjek dan informan diberikan sejumlah pertanyaan wawancara guna memperoleh informasi yang akurat. Subjek penelitian ini sebanyak dua subjek yang memiliki kriteria remaja dengan orang tua yang akan bercerai dan satu informan dari masing-masing subjek. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek mengalami stres berat yang dinyatakan melalui kuesioner Perceived Stress Scale dengan hasil skor 30 dan 29. Sumber stres yang dialami oleh kedua subjek adalah perkelahian di antara kedua orang tua yang berujung pada proses perceraian. Bentuk coping stress yang digunakan oleh subjek pertama adalah problem-focused coping dan emotion-focused coping. Sedangkan, subjek kedua menggunakan bentuk emotion-focused coping.
PENINGKATAN HARGA DIRI DENGAN COGNITIVE BEHAVIOR GROIP THERAPY Aisyah Putri Rawe Mahardika
JURNAL PSIMAWA Vol 6 No 1 (2023): EDISI 9
Publisher : Fakultas Psikologi dan Humaniora- Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/jp.v6i1.2792

Abstract

Rendahnya harga diri pada remaja berdampak pada banyak aspek yang ditandai dengan penilaian diri tidak mampu, merasa lingkungannya kurang dapat menerima, kurang memiliki kemampuan dibandingkan teman-teman lainnya dan perasaan takut salah dan malu yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan harga diri pada subjek remaja. Subjek pada penelitian ini terdiri dari empat siswa Sekolah Menengah Pertama yang memiliki permasalahan sama yaitu rendahnya harga diri. Metode yang digunakan ialah wawancara, observasi, skala Coopersmith Self Esteem Inventory form school dan tes grafis. Intervensi yang digunakan ialah Cognitive Behavior Group Therapy yang disusun dalam tujuh sesi untuk meningkatkan harga diri subjek. Hasil intervensi Cognitive Behavior Group Therapy subjek memperlihatkan peningkatan harga diri ditandai dengan pemikiran positif yang dikembangkan subjek berdampak pada skor post test pada skala harga diri coopersmith self esteem inventory form school yang meningkat pada setiap subjek dengan rentang peningkatan skor dari enam hingga 25 skor.
Penerapan Terapi Ekspresif untuk Menurunkan Gejala Depresi pada Remaja Igriya Fauzi Nabilah; Amelia Putri Nirmala
JURNAL PSIMAWA Vol 6 No 1 (2023): EDISI 9
Publisher : Fakultas Psikologi dan Humaniora- Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/jp.v6i1.2948

Abstract

Usia remaja merupakan kelompok rentan yang memiliki resiko cukup tinggi mengalami permasalahan psikologis, salah satunya depresi. Dampak dari depresi yang dialami anak usia remaja cukup menghambat proses perkembangan secara social, emosi, bahkan kognitif. Setelah dilakukan proses assessment mulai dari observasi wawancara dan tes psikologi maka hasilnya diketahui bahwa subjek mengalami gangguan depresi menurut PPDGJ III. Subjek memenuhi beberapa kriteria gangguan suasane perasaan atau depresi, salah satunya mulai kehilangan minat social, menarik diri dari lingkungan, kehilangan nafsu makan, mengalami gangguan tidur, adanya pemikiran untuk menyakiti diri sendiri dan merasa bahwa hidupnya tidak berguna dan bermakna. Berdasarkan hasil asesmen kemudian dilakukan proses intervensi dengan metode terapi ekspresif dimana subjek berikan kesempatan untuk mengungkapkan apa yang selama ini dirasakan melalui imajinasi visual dan juga relaksasi hal tersebut dilakukan guna mengekspresikan emosi yang selama ini dipendamnya, dan membatunya untuk kembali berdaya. Berdasarkan hasil dari terapi ekspresif terlihat bahwa hasilnya cukup signifikan, hal tersebut dibuktikan dengan dilakukannya pre-test dan post-tes sebelum dan sesudah dilakukannya proses terapi. Berdasarkan hal dari post-testnya subjek terlihat adanya penurunan skor dari sebelum dan sesudah dilakukannya terapi, selain itu ketika dilakukan proses evaluasi subjek juga menyampaikan bahwa gejala-gejala depresi yang dirasakanya saat ini mulai berkurang dan subjek mulai kembali memiliki semangat untuk menjalani hari-harinya.
Hubungan Hubungan Kecanduan Penggunaan Media Sosial Dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Keperawatan Magelang Poltekkes Kemenkes Semarang Naufal Firdaus; Sunarko; Angga Sugiarto; Suharsono
JURNAL PSIMAWA Vol 6 No 1 (2023): EDISI 9
Publisher : Fakultas Psikologi dan Humaniora- Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36761/jp.v6i1.2992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecanduan penggunaan media sosial dengan kualitas tidur. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah responden 185 mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Alat ukur penelitian ini menggunakan bergen social media addiction scale dan pittsburgh sleep quality index. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 73% responden mengalami kecanduan penggunaan media sosial tingkat sedang dan 75,7% responden mengalami kualitas tidur buruk.  Hasil analisis bivariat dengan menggunakan somers’d menunjukkan bahwa nilai signifikansi (p) = 0.001 (p<0,05) yang berarti terdapat hubungan antara kecanduan penggunaan media sosial dengan kualitas tidur. Hubungan positif manandakan bahwa semakin tinggi tingkat kecanduan penggunaan media sosial maka semakin buruk kualitas tidur pada mahasiswa. Sebaliknya, semakin rendah tingkat kecanduan penggunaan media sosial, maka semakin baik kualitas tidur mahasiswa.

Page 1 of 1 | Total Record : 5