cover
Contact Name
Rendika Vhalery / RDJE
Contact Email
rdje@unindra.ac.id
Phone
+6281271777755
Journal Mail Official
rdje@unindra.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Tengah No.80, RT.6/RW.1, Gedong, Kec. Ps. Rebo, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13760
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
RESEARCH AND DEVELOPMENT JOURNAL OF EDUCATION (RDJE)
ISSN : 24069744     EISSN : 26571056     DOI : http://dx.doi.org/10.30998/rdje.v6i1
Core Subject : Education,
RDJE: Research and Development Journal of Education (ISSN 2657-1056 for the electronic version and ISSN 2406-9744 for the print version) first published in Oct 2014 is a double-blind peer-reviewed scientific open access journal. The journal is dedicated to publishing articles concerned with research, theory development, instructional methods, instructional strategy, instructional materials development, experiment, survey, and teacher development in Education Field. The journal is published by Universitas Indraprasta PGRI.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 60 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2023)" : 60 Documents clear
EFEKTIVITAS YOUTUBE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DIGITALISASI Hasmiza Hasmiza; M. Nurul Humaidi
Research and Development Journal of Education Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v9i1.13928

Abstract

Era digitalisasi membawa perubahan besar dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Guru dituntut mampu berinovasi menemukan gagasan, media serta alat pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi agar peserta didik tetap semangat dalam menerima materi pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah menguraikan efektivitas youtube sebagai media pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Era Digitalisasi. Jenis penelitian ini adalah library research (kepustakaan).  Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media youtube dalam pembelajaran di era digitalisasi sangat efektif. Hal ini dikarenakan pembelajaran menggunakan media ini menimbulkan semangat dan respon yang baik bagi peserta didik dalam menerima materi yang disajikan. Tingkat efektifitas dapat dilihat melalui; 1) Efisiensi waktu, karena siswa bisa belajar mandiri tanpa batasan waktu dan tempat; 2) Kemudahan akses secara mandiri, cukup memiliki paket internet dengan harga terjangkau; 3) Banyaknya materi atau video tentang pembelajaran yang tersedia dan disajikan dengan jelas/rinci serta dengan konsep yang menarik/menyenangkan seperti berbentuk animasi dan ilustrasi yang relevan dengan perkembangan
ANALISIS GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK GUNA MENERAPKAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DI KELAS X SMA NEGERI 10 PALEMBANG Rianda Marta Derici; Rahmi Susanti
Research and Development Journal of Education Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v9i1.16903

Abstract

Peserta didik memiliki sifat yang unik, karena mereka memiliki karakteristik berbeda yang hampir tidak dimiliki oleh orang lain dalam artian karakter tersebut hampir tidak dimiliki oleh orang lain. Agar hal tersebut terpenuhi maka dalam menyusun kegiatan pembelajaran, sangat penting bagi guru untuk memperhatikan pengetahuannya mengenai karakteristik awal peserta peserta didik. Identifikasi karakteristik peserta didik, termasuk kemampuan awal dan latar belakang sosiokultural, serta gaya belajar mereka, tentu saja berbeda antara satu sama lain. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan strategi observasi dan juga pemberian angket. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan software tes diagnostik milik primagama serta dengan observasi di kelas. Teknik analisis yang digunakan dengan cara mengelompokkan data yang diperoleh kedalam kelompok gaya belajar tertentu yang artinya pendisplayan data dan diverifikasi untuk ditarik kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis gaya belajar peserta didik di SMA Negeri 10 Palembang, pada pengelompokkan kecenderungan gaya belajar peserta didik kelas X.5 yang terdiri dari 37 orang didapatkan bahwa sebanyak 21 orang visual, 13 orang auditori serta 3 orang kinestetik. Untuk persentasenya adalah sebanyak 56,8% visual, 35,1% auditori, dan 8,1% kinestetik. Membuat peserta didik merasa lebih nyaman selama proses belajar mengajar, seorang guru dapat mengembangkan pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajar masing-masing peserta didik. Dalam hal ini, upaya tersebut termasuk dalam pembelajaran berdiferensiasi, yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan belajar yang berbeda-beda dari setiap peserta didik. Pembelajaran berdiferensiasi mampu mengakomodasi perbedaan dari gaya belajar peserta didik sehingga hasil analisis akan menjadi data awal pengelompokkan peserta didik untuk selanjutnya dibuatkan rancangan pembelajaran berdasarkan perbedaan tersebut 
IMPLEMENTASI PUNISHMENT DALAM PEMBELAJARAN IPS UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PADA SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Zalfa Septika Anggraini; Arief Cahyo Utomo
Research and Development Journal of Education Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v9i1.13859

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu : (1) untuk mengetahui bagaimana penerapan punishment dalam pembelajaran IPS untuk meningkatkan motivasi belajar; (2) mengetahui apa saja bentuk punishment dalam penelajaran IPS untuk meningkatkan motivasi belajar; dan (3) mengetahui dampak positif dan negatif dalam penerapan punishment pada pembelajaran IPS untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Dalam penelitian ini menggnakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari tiga teknik yaitu observasi, dokumentasi, dan wawancara. Penelitian dilakukan pada guru dan siswa kelas V di SDN Bojong Rawalumbu XIII Kota Bekasi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa metode punishment dalam pemebelajaran IPS dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas V di SDN Bojong Rawalumbu XIII Kota Bekasi. Keberhasilan penggunaan metode punishment oleh guru dilakukan dengan cara menerapkan punishment dengan karakteristik mendidik dan membina, juga untuk menambahkan minat atau meningkatkan motivasi belajar siswa. Sehingga dari pemberian punishmenttersebut siswa bias lebih menghargai guru dan memperhatikan pelajaran dengan baik 
FEAR OF MISSING OUT (FOMO) DALAM PERSPEKTIF TEORI SOLUTION FOCUSED BRIEF COUNSELING Khairiyah Khadijah; Maria Oktasari; Hayu Stevani; M. Ramli
Research and Development Journal of Education Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v9i1.14841

Abstract

Kualitas Kesehatan mental saat ini mengalami penurunan. Salah satu penyebabnya adalah meningkatkan kecanduan media sosial. Sebagai efek dari kecanduan diindikasikan munculnya FoMo dikalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kondisi FoMo dan mengkaji FoMo dari perspektif teori Solution Focused Brief Counseling (SFBC). Responden dalam penelitian adalah mahamahasiswa yang berjumlah 50 orang. Instrument yang digunakan adalah inventori FoMo. Data di analisis menggunakan pemodelan rasch. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kualitas item sangat baik, kualitas responden baik serta interaksi antara responden dan item sangat baik. Item yang memiliki nilai measure yang tinggi adalah Item yang berkaitan dengan perasaan gelisah, ketakutan ketinggalan informasi tentang teman/kelompoknya, keinginan selalu update dalam perspektif SFBC perasaan tersebut muncul karena ketidakberdayaan individu dalam mengatasi perasaan gelisah/ketakutannya terhadap suatu hal. Adapun teknik yang dapat digunakan dalam SFBC untuk mereduksi FoMo adalah (a) pertanyaan koping, (b) pertanyaan pencarian pengecualian, (c) pertanyaan ajaib, (d) pertanyaan penskalaan, dan (e) pertanyaan pengembangan tugas
KEPEMIMPINAN INOVATIF KEPALA SEKOLAH SMAN 106 JAKARTA TIMUR Rosalina Dewi Heryani; Endang Sulistyaniningsih; Ayi Ahmad Maulana Yusuf; Suhendra Suhendra; Surata Surata
Research and Development Journal of Education Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v9i1.15537

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui kepemimpinan inovatif kepala sekolah di SMAN 106 Jakarta Timur. Penelitian kualitatif deskriptif dengan melakukan observasi langsung, wawancara mendalam, dokumentasi, dan trianggulasi. Instrument penelitian yaitu peneliti itu sendiri, dengan informan kepala sekolah. Berdasarkan hasil wawancara dan pengolahan data kualitatif, maka peneliti simpulkan bahwa kepemimpinan inovatif sudah diterapkan di SMAN 106 Jakarta Timur. Hal ini dapat dilihat dari ketercapaian dan tercermin dalam indikator kepemimpinan inovatif antara lain konstruktif, kreatif, delegatif, integratif, rasional, objektif, pragmatis, keteladanan, disiplin, adaptabledan fleksibel. Dalam menjalankan tugasnya kepala sekolah sudah melibatkan, memberdayakan, menciptakan ide-ide baru dan mencoba merangkul seluruh warga dan elemen yang ada di sekolah. Selain itu memberikan keteladanan dengan tindakan nyata dalam mengemban tugas dan kewajibannya sehari-hari di sekolah. Model pengelolaan pendidikan yang dijalankan yaitu kombinasi antara evolusioner dan revolusioner yang disesuaikan dengan konteks dan situasinya. Kepala sekolah juga telah mengimplementasikan kedua model tersebut dalam proses kegiatan belajar dan mengajar di sekolah 
PROFESSIONAL DIGITAL COMPETENCY OF ENGLISH TEACHER: GENERATION DIFFERENCES Wulan Yulian Anggini; Imam Santosa
Research and Development Journal of Education Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v9i1.14526

Abstract

Teacher professionalism has been instrumental in the understanding of the development of teacher competency This study, this study aims to examine the level of PDC of English teacher among different generation. This study used the method of qualitative research with the approach of descriptive interpretative analysis This study employed a descriptive interpretive analytic approach in qualitative research. The subject of this research involved of English teachers in JABODETABEK from the junior high, senior high, and vocational school levels. The result showed that  each generation has a different PDC level. Teachers who are involved as baby boomers, Gen X, and millennial, since there is only one Gen Z teacher. Furthermore, teachers who are baby boomers have a high percentage of level none, knowledge, and skills because of the limited respondents. Moreover, teachers who are Gen X have more PDC points with a level of none, knowledge, and skills rather than other generations. In addition, a teacher who is Gen Z has reached competence level in all PDC points. These indicate that each generation has a different PDC level, particularly the preceding generations such as baby boomers, Gen X, and millennial
ACHIEVEMENT OF MINIMUM EDUCATION SERVICE STANDARDS FOR INDONESIA DURING THE COVID 19 TRANSITION PERIOD Endang Iryani
Research and Development Journal of Education Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v9i1.16608

Abstract

The emergence of the Covid 19 virus in 2019 has presented a big challenge for local governments in carrying out compulsory education affairs through the achievement of the Minimum Service Standards (SPM) in 2020. So, in 2020, the government made several policies in handling Covid 19, one of which is refocusing the budget from a predetermined budget. The purpose of this study was to see the achievement of the Education (SPM) in 2020 during the Covid 19 transition in the South Tangerang City Government, through a qualitative case study method with the CIPP approach model. The results showed that the South Tangerang City Government had succeeded in achieving two targets for Minimum Service Standards (SPM) for Education in 2020 (the indicators for Basic Education and Equality Education), by implementing performance effectiveness and changing the budget structure in the third quarter after budget refocusing. The achievement indicators for Early Childhood Education (PAUD) were not on target because the people of South Tangerang choose PAUD schools in Jakarta as their place of work. The conclusion from the research was that the South Tangerang City Government has succeeded in carrying out work effectiveness during the COVID-19 transition by refocusing the budget through the effectiveness of employee performance and replanning the 2020 work program
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AKHLAK MENGGUNAKAN MULTIMETODE Ibnopita Ibnopita; Romelah Romelah
Research and Development Journal of Education Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v9i1.13906

Abstract

Pendidikan yang seharusnya menjadi ‘transfer of values’, terkadang justru menjadi ‘tranfer of knowledge’. Jika hanya seperti ini, maka generasi hanya menerima masalah, tetapi belum diuji dalam menerapkan nilai-nilai moral yang seharusnya, karena pendidikan moral sebenarmya bukan sesuatu yang hanya dihafal, tetapi lebih dari itu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pembelajaran pendidikan akhlak menggunakan multimetode dan bagaimana hasil pelaksanaan pembelajaran pendidikan akhlak menggunakan multimetode. Metode pada penelitian ini menggunakan studi pustaka atau yang biasa disebut library research. Ada beberapa teknik dalam pembelajaran antara lain teknik ceramah, teknik tanya jawab, teknik diskusi, teknik cerita, teknik demonstrasi, teknik karyawisata, teknik tutorial, teknik perumpamaan, teknik pemahaman atau penalaran, teknik suri tauladan, teknik pringatan dan motivasi, praktek, teknik pemberian ampunan dan bimbingan, teknik kerja sama, teknik tulisan, teknik penugasan dan masih banyak metode-metode lain dalam melakukan pembelajaran. Mengenai langkah-langkah yang digunakan dalam pengaktualan pembelajaran pendidikan akhlak menggunakan multimetode adalah: 1) Aktivitas pendahuluan: dalam aktivitas pendahuluan dosen hendak menghasilkan kesiapan belajar mahasiswa serta menghasilkan atmosfer belajar yang demikratis serta membagikan motivasi kepada mahasiswa. 2). Aktivitas inti: dalam aktivitas inti dosen hendak mengantarkan modul pendidikan semacam mengantarkan data, melaksanakan umpan balik kepada mahasiswa sehingga proses belajar mengajar tidak dicoba dari satu arah saja.3). Penutup: dalam aktivitas penutup dosen hendak merangkum modul yang sudah dipelajari sehingga mendapatkan cerminan yang merata serta jelas tentang pokok-pokok perkara. Dalam menggunakan metode bisa dilakukan dengan memvariasikan metode-metode yang sesuai, maka proses belajar mengajar tidak sama dan menjemukan, tetapi ada timbal baliknya 
THE IMPLEMENTATION OF ENGLISH CURRICULUM AT SDN JATIMULYA 11 BEKASI Luluk Setyowati; Deni Nasir Ahmad; Mal Alfahnum
Research and Development Journal of Education Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v9i1.15539

Abstract

The curriculum changes in Indonesia bring another problem for English subject in Elementary school. The subject can not be found in Kurikulum 2013 (K-13), while it was one of subjects stated in previous curriculum known as KTSP. It becomes current issue in education area. Some people agree that English subject should not be included as subject for Elementary School students, because it is more important for the students to learn Bahasa Indonesia as first and national language. In other hand, some people state that it is important because English is international language that should be learnt by everyone in the world. Then, Elementary School is the right level to start introducing English as foreign language because of the students’ golden age. They will get easier to learn this subject in the next school levels. In fact, English as foreign language is very important to be learnt since early age especially for the students in Elementary School. They have to learn English in line with Bahasa Indonesia that being learnt as their first language. Elementary School students as young learners need to get English as one of subject in their school, because they have high interest in learning new things such as English that starting commonly used in daily life. So, it is important to take English as one of subject in Elementary School curriculum with several considerations
IMPLEMENTASI MANAJEMEN PENDIDIKAN KARAKTER PADA SISWA PENDIDIKAN PEMBENTUKAN (DIKTUK) BINTARA POLRI SPN HINAI POLDA SUMUTTESI Maya Sari Dwi; Amiruddin Siahaan; Neliwati Neliwati
Research and Development Journal of Education Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/rdje.v9i1.14205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses manajemen pendidikan karakter pada siswa Diktuk Bintara Polri SPN Hinai Polda Sumut. Fokus kajian yang diuraikan dalam penelitian ini meliputi perencanaan, pelaksanaan dan penilaian pendidikan karakter pada siswa Diktuk Bintara Polri SPN Hinai Polda Sumut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yakni penelitian yang menggunakan latar alamiah, dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada. Kemudian, data dianalisis melalui teknik reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa (1) Perencanaan pendidikan karakter pada siswa pendidikan pembentukan Bintara Polri SPN Hinai Polda Sumut sudah memiliki perencanaan yang tersusun dan terarah, seperti dengan adanya pembuatan laporan persiapan; (2) Pelaksanaan pendidikan karakter pada siswa pendidikan pembentukan Bintara Polri SPN Hinai Polda Sumut di bentuk dari peraturan dasar kepolisian (Perdaspol) dengan metode latihan, dadri situ lah akan menghasilkan sikap yang baik; dan (3) Penilaian pendidikan karakter pada siswa pendidikan pembentukan (Diktuk) Bintara Polri telah sesuai dengan pedoman peraturan kalemdiklat polri no 02 tahun 2017 tentang sistem penilaian pendidikan polri, di dalam perkap itu harus lulus 3 aspek yang pertama adalah aspek akademik, yang kedua aspek mental kepribadian, yang ketiga aspek kesehatan dan kesamaptaan jasmani.penilaian pendidikan harus dilakukan terus menerus untuk mengetahuhi perkembangan karakter siswa