cover
Contact Name
Dr. -Ing. Widodo S. Pranowo
Contact Email
widodo.pranowo@gmail.com
Phone
+6221-6413176
Journal Mail Official
widodo.pranowo@gmail.com
Editorial Address
JL. Pantai Kuta V No.1 Ancol Timur Jakarta Utara 14430
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Chart Datum
ISSN : 24604623     EISSN : 27164632     DOI : https://doi.org/10.37875/chartdatum
Core Subject : Science, Social,
Jurnal ilmiah CHART DATUM adalah jurnal yang diasuh oleh Prodi S1 Hidrografi STTAL yang bertujuan untuk menyebarluaskan informasi dibidang hidrografi kelautan yang mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi dibidang hidrografi. Naskah yang dimuat pada jurnal ini sebagian berasal dari hasil penelitian maupun kajian konseptual yang berkaitan dengan kelautan pada aspek hidro-oseanografi yang dilakukan oleh mahasiswa, dosen, akademisi, peneliti maupun pemerhati permasalahan kelautan. Edisi volume 01 No. 04 ini adalah terbitan ketujuh setelah terbit pertama kali tahun 2015 dengan frekuensi terbit dua kali dalam satu tahun.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2016): JURNAL CHART DATUM" : 10 Documents clear
Studi Konstanta Harmonik Pasang Surut Terhadap Data Suhu Permukaan Laut di Perairan Pulau Pari Widisanto, Harso; S. Pranowo, Widodo; Monang S, Sahat; Setiadi, Hendrawan
Jurnal Chart Datum Vol. 2 No. 2 (2016): JURNAL CHART DATUM
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v2i2.100

Abstract

Salah satu permasalahan dalam survei hidro-oseanografi adalah kendala teknis pada saat pengamatan pasut, seperti palem miring atau terlepas dari pondasinya, kemudian juga jika pengamatan menggunakan alat otomatis tidak jarang alat tersebut hilang atau berpindah tempat, sehingga harus dilaksanakan pengamatan ulang. Penelitian ini melakukan eksperimen menentukan tipe pasut berdasarkan analisis harmonik terhadap data runtut waktu (time series) suhu permukaan laut di Pulau Pari (2 stasiun T-Logger), Kepulauan Seribu. Hal ini didasarkan kepada pertimbangan bahwa pasang surut dan suhu permukaan laut secara bersama-sama mendapatkan transferan energi matahari secara langsung, dan juga yang dipantulkan oleh bulan. Analisisharmonik menggunakan T_tide_v1.3 beta, kemudian konstanta harmonik yang diperoleh digunakan untuk melakukanperhitungan prediksi pasut. Tipe pasut ditentukan menggunakan rumus bilangan form. Hasil penelitian ini menghasilkan total sekitar 27 konstanta harmonik. Secara umum karakteristik suhu permukaan laut di Pulau Pari dipengaruhi oleh kombinasi sistem matahari dan bulan. Konstanta diurnal signifikan antara lain K1 (~ 1.1541°C,freq0.041781 cph), P1 (~0.38°C, freq 0.041553 cph), dan O1 (~0.06°C, freq 0.038731 cph).Konstanta semidiurnal signifikan antara lain S2 (~ 0.2321°C, freq 0.083333 cph), M2 (~0.1298°C, freq 0.080511 cph), N2 (~0.0772°C, freq 0.078999 cph), dan K2 (~ 0.0632 °C, freq 0.08356 cph). Konstanta laut dangkal (higher harmonics) signifikan antara lain MS4 (~ 0.047°C, freq 0.16384 cph) dan M4 (~0.025°C, freq 0.16102 cph). Tidak dihasilkan konstanta periode panjang signifikan dalam hal ini. Adapun tipe pasut yang dapat diturunkan dari konstanta harmonik di perairan Pulau Pari adalah diurnal (pasang surut harian tunggal).
Identifikasi Banjir Rob Periode 2013 – 2015 di Kawasan Pantai Utara Jakarta: Identification of Rob Floods for the Period of 2013 – 2015 in the North Coast of Jakarta Jamalludin Jamalludin; Khoirol Imam Fatoni; Tasdik Mustika Alam; Widodo S. Pranowo
Jurnal Chart Datum Vol. 2 No. 2 (2016): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v2i2.97

Abstract

Banjir rob merupakan fenomena meluapnya air laut ke daratan. Kawasan Pantai Utara Jakarta merupakan salah satu kawasan yang sering mengalami banjir rob dan menyebabkan kerugian materil dan non materil yang cukup tinggi. Kerugian ini dapat diminimalisir dengan berbagai skema penanganan serta pencegahan. Namun agar rencana pencegahan banjir rob tepat sasaran dan efisien, maka fenomena banjir rob harus dapat diidentifikasi secara mendalam melalui studi penyebab utama, faktor-faktor yang mempengaruhi, serta skenario-skenario yang mungkin terjadi pada saat banjir rob. Penelitian ini menggunakan data dinamika muka laut periode 2013 – 2015 di Stasiun Kolinlamil Tanjung Priok dianalisis menggunakan Fast Fourier Transform. Digunakan pula data prediksi pasang surut dari Pushidrosal. Selain itu data gelombang dan angin ECMWF, dan curah hujan dari BMKG digunakan sebagai bahan pertimbangan analisis dalam mengidentifikasi kejadian rob. Dari hasil penelitian ini, didapatkan kesimpulan bahwa Banjir rob di Kawasan Pantai Utara Jakarta utamanya disebabkan oleh pasang surut yang tinggi saat terjadi spring tide dan tidak selalu diikuti oleh pengaruh angin, atau curah hujan yang tinggi (2 & 16 Desember 2013, 13 Mei 2014 dan 22 Desember 2014). Namun, pada beberapa kesempatan, angin dan curah hujan berpotensi menambah jumlah kejadian banjir rob di Kawasan Pantai Utara Jakarta (17 Oktober 2103, 17 Januari 2014 dan 27 Pebruari 2014). Hasil studi juga menunjukkan bahwa banjir rob tidak selalu dikuti oleh pasang surut yang tinggi saat spring tide, kondisi angin maupun curah hujan yang ekstrim (14 Juni 2013 dan 12 Pebruari 2015).
Pemetaan Terumbu Karang dan Mangrove untuk Pertahanan Pantai dengan Menggunakan Teknologi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis (Kasus Daerah Biak, Papua): Mapping Coral Reefs and Mangroves for Coastal Defense Using Remote Sensing Technology and Geographic Information Systems (Case of Biak Region, Papua) Irawan Prasetyo; Novi Susetyo Adi; Agus Iwan; Widodo S. Pranowo
Jurnal Chart Datum Vol. 2 No. 2 (2016): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v2i2.98

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki garis pantai terpanjang kedua setelah Kanada, dan memiliki sumberdaya pesisir penting seperti terumbu karang dan mangrove yang mempunyai fungsi ekologis, ekonomis dan sekaligus pertahanan untuk menjaga integritas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk wilayah pulau-pulau kecil yang mempunyai keterbatasan akses dimana survei lapangan membutuhkan tenaga dan biaya yang besar, teknologi penginderaan jauh merupakan salah satu alat utama untuk melakukan inventarisasi sumberdaya pesisir. Pada penelitian ini dilakukan pemetaan mangrove dan terumbu karang menggunakan data citra satelit SPOT 6 sebagai bagian dari usaha inventarisasi sumberdaya pesisir di pulau Biak, Papua. Data citra SPOT 6 dipilih karena keterbatasan studi sebelumnya yang menguji kemampuan data SPOT 6 untuk pemetaan sumberdaya pesisir. Teknik pengolahan citra yang digunakan untuk mangrove adalah berdasarkan pengkelasan citra yang telah diproses menggunakan NDVI (normalized difference vegetation index). Pemetaan ekosistem terumbu karang dilakukan dengan melakukan proses klasifikasi ke dalam kelas-kelas terumbu karang pada citra yang telah diproses menggunakan depth-invariant index. Untuk obyek mangrove validasi lapangan dilakukan menggunakan teknik transek dengan pengamatan pada beberapa subplot sepanjang garis transek. Validasi terumbu karang dilakukan menggunakan teknik photo-transect. Hasil menunjukkan Citra SPOT 6 dapat digunakan untuk memetakan mangrove dan terumbu karang di pulau Biak dengan ketelitian baik. Mangrove di pulau Biak dapat dikategorikan ke dalam tiga kelas: jarang, sedang dan rapat. Citra SPOT 6 dapat digunakan membedakan kategori ekosistem terumbu karang di pulau Biak ke dalam kelas pasir, karang, lamun dan rubble (pecahan karang).
Analisa Pergerakan Kapal dengan Memanfaatkan Data AIS(Automatic Identification System) Guna Mendukung Operasi Keamanan dan Keselamatan di Perairan Yuridiksi dan Perairan NKRI: Analysis of Ship Movements by Utilizing AIS (Automatic Identification System) Data to Support Security and Safety Operations in Jurisdictional Waters and NKRI Waters Zulqarnain Zulqarnain; Eddy Prahasta; Arief Meidyando; Dwi Jantarto
Jurnal Chart Datum Vol. 2 No. 2 (2016): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v2i2.99

Abstract

Wilayah perairan laut Indonesia yang sering dijadikan sebagai rute pelayaran yang efisien oleh kapal-kapal (lokal dan asing) untuk melintas dan merupakan daerah tangkapan ikan yang melimpah telah menimbulkan kerentanan sejumlah pelanggaran di laut. Sehubungan dengan hal ini, telah terbukti bahwa pada akhir-akhir ini pun tidak sedikit terjadi peristiwa tersebut di wilayah perairan laut Indonesia. Peristiwa-peristiwa ini kebanyakan berhubungan dengan katagori illegal fishing, perompakan/pembajakan, dan pelanggaran-pelanggaran lainnya di laut. Dengan memanfaatkan data AIS dapat dilakukan penelitian yang bersifat analisis-deskriptif, mencari atau menganalisa fakta-fakta dan kemudian mendapatkan gambaran atau deskripsi yang tepat; yaitu menganalisis data AIS yang dapat dispasialkan berupa History track dan informasi informasi lain tentang kapal yang kemudian disajikan dalam perangkat layar monitor atau dicetak sebagai peta tematik untuk memudahkan analisis dan pengambilan keputusan. Dari hasil analisa didapatkan Sebagian besar atau sebesar 61.36 % Kapal-kapal yang terdeteksi sebagai kapal terperiksa berjenis kapal kargo, dan pada rentang waktu 3(tiga) bulan (Januari-Maret 2016), telah terjadi peningkatan anomali kapal (kejadian) sebesar 59.09 % terutama pada bulan maret 2016.
Studi Konstanta Harmonik Pasang Surut Terhadap Data Suhu Permukaan Laut di Perairan Pulau Pari: Study of Tidal Harmonic Constants on Sea Surface Temperature Data in Pari Island Waters Harso Widisanto; Widodo S. Pranowo; Sahat Monang Simanjuntak; Hendrawan Setiadi
Jurnal Chart Datum Vol. 2 No. 2 (2016): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v2i2.100

Abstract

Salah satu permasalahan dalam survei hidro-oseanografi adalah kendala teknis pada saat pengamatan pasut, seperti palem miring atau terlepas dari pondasinya, kemudian juga jika pengamatan menggunakan alat otomatis tidak jarang alat tersebut hilang atau berpindah tempat, sehingga harus dilaksanakan pengamatan ulang. Penelitian ini melakukan eksperimen menentukan tipe pasut berdasarkan analisis harmonik terhadap data runtut waktu (time series) suhu permukaan laut di Pulau Pari (2 stasiun T-Logger), Kepulauan Seribu. Hal ini didasarkan kepada pertimbangan bahwa pasang surut dan suhu permukaan laut secara bersama-sama mendapatkan transferan energi matahari secara langsung, dan juga yang dipantulkan oleh bulan. Analisisharmonik menggunakan T_tide_v1.3 beta, kemudian konstanta harmonik yang diperoleh digunakan untuk melakukanperhitungan prediksi pasut. Tipe pasut ditentukan menggunakan rumus bilangan form. Hasil penelitian ini menghasilkan total sekitar 27 konstanta harmonik. Secara umum karakteristik suhu permukaan laut di Pulau Pari dipengaruhi oleh kombinasi sistem matahari dan bulan. Konstanta diurnal signifikan antara lain K1 (~ 1.1541°C,freq0.041781 cph), P1 (~0.38°C, freq 0.041553 cph), dan O1 (~0.06°C, freq 0.038731 cph).Konstanta semidiurnal signifikan antara lain S2 (~ 0.2321°C, freq 0.083333 cph), M2 (~0.1298°C, freq 0.080511 cph), N2 (~0.0772°C, freq 0.078999 cph), dan K2 (~ 0.0632 °C, freq 0.08356 cph). Konstanta laut dangkal (higher harmonics) signifikan antara lain MS4 (~ 0.047°C, freq 0.16384 cph) dan M4 (~0.025°C, freq 0.16102 cph). Tidak dihasilkan konstanta periode panjang signifikan dalam hal ini. Adapun tipe pasut yang dapat diturunkan dari konstanta harmonik di perairan Pulau Pari adalah diurnal (pasang surut harian tunggal).
Studi Kontrol Kualitas Data Multibeam Echo Sounder, Berdasarkan S-44 IHO 2008: Multibeam Echo Sounder Data Quality Control Study, Based on S-44 IHO 2008 Mochamad Sandhy R; Eka Djuniarsjah; Janjan Rechtar; Nur Riyadi
Jurnal Chart Datum Vol. 2 No. 2 (2016): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v2i2.101

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang ditemukan pada saat proses pengolahan data Multibeam Ecosounder (MBES) pada bagian kontrol kualitas (QC) data, dimana kontrol kualitas data MBES adalah salah satu bagian terpenting untuk mengetahui keakurasian suatu data berdasarkan S-44 IHO tahun 2008. Sebagian besar surveyor melaksankan QC secara otomatis yang dihasilkan dari perangkat lunak yang masih berupa angka, sehingga sulit untuk menganalisa data tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengimplementasikan teknik untuk kontrol kualitas data MBES agar dapat diukur secara kuantitatif dan membangun sebuah system untuk kontrol data MBES. Penelitian ini menggunakan metode Ex post facto, kemudian pengolahan data menggunakan perangkat lunak Caris Hips Sips sampai menghasilkan data hasil QC, kemudian data tersebut diolah menggunakan Matlab sehingga menghasilkan grafik. Hasil dari penelitian ini berupa data QC lajur silang yang memiliki nilai ketelitian diatas 95% sesuai dengan orde yang di tentukan, kemudian menghasilkan grafik dari data QC lajur silang yang diolah menggunakan Matlab sehingga dapat dianalisa dengan mudah.
Pengaruh Sound Velocity Terhadap Pengukuran Kedalaman Menggunakan Multibeamechosounder di Perairan Surabaya: Effect of Sound Velocity on Depth Measurement Using Multibeamechosounder in Surabaya Waters Eko Prakoso A. S; Widodo S. Pranowo; Ainun Pujo W; Dian Andrianto
Jurnal Chart Datum Vol. 2 No. 2 (2016): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v2i2.102

Abstract

Penentuan kedalaman merupakan tugas mendasar bagi seorang hidrografer. Dalam menentukan kedalaman harus memahami apa saja yang mempengaruhi kondisi suatu perairan. Tujuan utama dari sebagian besar survei hidrografi, adalah untuk mendapatkan data dasar untuk penyusunan peta laut dengan penekanan pada fitur yang dapat mempengaruhi keselamatan bernavigasi. Kondisi perairan Indonesia merupakan perairan tropis yang sangat berpengaruh terhadap perubahan kecepatan rambat suara (sound velocity). Dalam kegiatan survei dan pemetaan Hidro-Oseanografi, sound velocity termasuk bagian dari aspek Hidrografi maupun Oseanografi. Terutama pada saat Survei Batimetri, kecepatan rambat suara sangatlah berpengaruh terhadap koreksi dari hasil pengukuran kedalaman menggunakan Multibeam Echosounder, selain pasang surut. Pada penelitian ini sound velocity diukur menggunakan Sound Velocity Profiler (SVP), dan dilakukan perhitungan berdasarkan in situ Conductivity Temperature and Depth (CTD). Data CTD mewakili variabilitas musim dari INDESO Project Badan Litbang KKP turut digunakan untuk memperkaya analisis SVP. Hasil sementara menunjukkan bahwa variabilitas musiman salinitas dan temperatur sangat signifikan mempengaruhi kondisi sound velocity. Pengaruh sound velocity terbesar rata-rata terjadi pada bulan November sebesar 1546,37 m/s dengan nilai maksimum 1548,24 m/s pada stasiun 2, sedangkan pengaruh sound velocity yang terkecil terjadi pada bulan Agustus sebesar 1539,6 m/s dengan nilai minimum 1539,06 m/s pada stasiun 2 tahun 2015 di perairan Surabaya. Pada lapisan permukaan perairan hingga kedalaman 17 meter, sound velocity cenderung mengikuti pola salinitas. Untuk kedalaman yang lebih dalam dari 17 meter, sound velocity cenderung mengikuti pola temperatur. Namun dari kedua parameter utama tersebut, variabilitas salinitas yang sangat mempengaruhi sound velocity.
Studi Karakteristik Massa Air untuk Menentukan Shadow Zone di Selat Makassar: Study of Water Mass Characteristics to Determine Shadow Zone in Makassar Strait Agustinus Agustinus; A. Rita Tisiana Dwi Kuswardani; Wahyu W. Pandoe; Nur Riyadi
Jurnal Chart Datum Vol. 2 No. 2 (2016): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v2i2.103

Abstract

Perairan Laut Indonesia memiliki arus yang bergerak dari Samudera Pasifik ke Samudera Hindiadisebut Arus Lintas Indonesia (ARLINDO), ARLINDO membentukkarakteristik massaair yang khas di Perairan Laut Indonesia. Besaran nilai massa air dan ARLINDO mempengaruhi nilai-nilai parameter untuk penentuan Shadow Zone di Selat Makassar. Data CTD 1991, 2005 dan 2015 digunakan untuk menentukan Shadow Zone dengan karakteristik massa air. Metode yang digunakan dengan membagi 3 zona wilayah yang berdekatan dengan memperhitungkan titik ekstrim nilai massa air dan propagasi akustik bawah air. Dari hasil pengolahan dan analisis menunjukkan bahwa pada data CTD tahun 1991, 2005, dan 2015 di titik ekstrim maksimum Selat Makassar memiliki nilai massa air salinitas yang tinggi dan ditemukan massa air Eastern South Pacific Central Water(ESPCW). Massa air ESPCW sangat berperan dalam mempengaruhi propagasi akustik bawah air. Massa air ESPCW menghasilkan daerah Shadow Zone yang luas berada di lapisan permukaan dan dibawah pancaran sonar sedangkan di titik ekstrim minimum Selat Makassar memiliki nilai massa air salinitas yang rendah dan ditemukan massa air Western South Pacific Central Water(WSPCW). Massa air WSPCW tidak begitu berperan dalam mempengaruhi propagasi akustik bawah air. Massa air WSPCW menghasilkan daerah Shadow Zone hanya berada di bawah pancaran sonar sedangkan di lapisan permukaan cenderung tertutupi oleh sonar.
Eksperimen Pelibatan Parameter Suhu Udara Diatas Permukaan Laut pada Sistem Informasi Hidro-Oseanografi untuk Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP): Experiments Involving Air Temperature Parameters Above Sea Level in Hydro-Oceanographic Information Systems for Fisheries Management Areas (WPP) Dani Saepulah; Joko Subandriyo; Wida Hayasashi Syamyana; Widodo S. Pranowo
Jurnal Chart Datum Vol. 2 No. 2 (2016): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37875/chartdatum.v2i2.104

Abstract

Teknologi GIS (Geographic Information System) telah berkembang pesat. Saat ini telah dikenal istilah-istilah Desktop GIS, WebGIS, dan Basis Data Spasial yang merupakan wujud perkembangan teknologi Sistem Informasi Geografis, untuk mengakomodir kebutuhan solusi atas bebagai permasalahan yang hanya dapat dijawab dengan teknologi GIS ini. WPP-Online merupakan salah satu bagian WebGIS yang dikembangkan di Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Laut dan Pesisir Kementrian Kelautan dan Perikanan (P3SDLP KP). Salah satu file yang digunakan untuk diunggah ke dalam WPP-Online mempunyai file dengan extention shapefile (*.shp). File shapefile dihasilkan dari proses pengolahan data menggunakan Global Mapper v11.00. Dari file shapefile (*.shp) dimasukan kedalam database PosgrestgreSQL, sedangkan untuk mengolah dan menampilkannya menggunakan Mapserver for Windows (MS4W). Di dalam MS4W sudah menyatu aplikasi Apa he Web Server. PHP, Map Server dan berbagai library yang dibutuhkan untuk membangun sistem WebGIS.
Halaman Depan Vol 2 No 2 Burhanuddin Burhanuddin
Jurnal Chart Datum Vol. 2 No. 2 (2016): Jurnal Chart Datum
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut (STTAL)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-

Page 1 of 1 | Total Record : 10