cover
Contact Name
Ramadhita
Contact Email
sakina@uin-malang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sakina@uin-malang.ac.id
Editorial Address
Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jl. Gajayana 50 Kota Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sakina: Journal of Family Studies
ISSN : -     EISSN : 25809865     DOI : -
Journal of Family Studies merupakan sarana komunikasi dan publikasi ilmiah yang berasal dari riset-riset mahasiswa di bidang hukum keluarga dengan berbagai aspek dan pendekatan
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2020): Family Issue" : 5 Documents clear
Implementasi Zakat Hasil Tambang Timah (Studi di Desa Kepuh Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung) Irsyadul Muttaqin
Sakina: Journal of Family Studies Vol 4 No 2 (2020): Family Issue
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zakat tambang, menurut Jumhur besaran zakatnya ialah 2,5% dan Nishabnya 20 dinar emas atau 200 dirham perak dan tanpa haul. Para pemilik tambang timah di Desa Kepuh Kecamatan Toboali mengeluarkan zakatnya ialah berbeda-beda. Ini disebabkan berbedanya pemahaman mereka tentang kewajiban zakat tambang. Sehingga hanya sebagian saja, pemahaman dan implemetasi zakatnya sesuai dengan ketentuan dalam fiqh. Realitanya para pemilik tambang, ada yang mempersamakan zakat tambang dengan rikaz dan ada yang memahami zakat seperti halnya shadaqah. Dan pelaksanaanya pun, ada yang 2,5%, ada yang inisiatif (kehendak) sendiri. Tujuan penelitian ini: 1) Untuk mendeskripsikan pemahaman para pemilik tambang tentang zakat hasil tambang timah 2) Untuk mendeskripsikan implementasi zakat hasil tambang timah. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian Empiris, pendekatan deskriptif kualitatif. Dan metode pengumpulan datanya dengan wawancara para pemilik tambang timah. Hasil dari penelitian ini ialah: secara pemahaman, pertama, mengerti dan mengetahui nishab dan kadar zakat tambang, kedua, zakat tambang disamakan dengan rikaz, dan ketiga, mayoritas belum memahami zakat tambang. Dan Implementasinya, sebagian sudah tepat baik besaran nishab yang digunakan, juga kadar zakat yang dikeluarkan, namun sebagian lagi tidak sesuai sebagaimana ketentuan dalam fiqh. Ashnaf yang mendapatkan zakat tambang ini, ialah mayoritas memberikannya kepada amil zakat (tahunan) dan anak yatim (mingguan).
Tradisi Pengembalian Mahar dan Seserahan Mantan Istri Setelah Terjadinya Perceraian Prespektif ‘Urf Syahrotul Aini
Sakina: Journal of Family Studies Vol 4 No 2 (2020): Family Issue
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini fokus pada tradisi pengembalian mahar dan benghiben (seserahan) yaitu tradisi yang sudah berlangsung lama di mana ketika suami istri memutuskan untuk bercerai, maka istri harus mengembalikan mahar dan benghiben (seserahan) tersebut. Di mana jika suami mentalak istrinya ba’da dukhul maka dikembalikan seluruhya, jika suami mentalak istrinya maka dikembalikan separuhnya saja. Oleh karena itu hal inilah yang menjadi unik dari penelitian ini, masyarakat tidak menjadikan tradisi ini sebagai suatu aturan hukum di desa Jaddih, namun menjadi perkara yang lumrah untuk dilakukan. Penelitian ini membahas tekhnik pengembalian mahar dan benghiben (seserahan) ketika suami mentalak istri qabla dukhul dan ba’da dukhul dan implementasi pengembalian mahar dan benghiben (seserahan) prespektif ‘Urf. Jenis penelitian yang digunakan adalah empiris dengan menggunakan pendekatan prespektif ‘Urf. Hasil penelitian adalah hukum Islam terhadap tradisi pengembalian mahar dan benghiben (seserahan) prespektif ‘Urf di desa Jaddih disebut ‘Urf Amali dan ‘Urf khusus dan termasuk ‘Urf al-Fasidah. Sehingga tradisi pengembalian mahar dan benghiben (seserahan) masyarakat sebaiknya mengubah kebiasaan tersebut sesuai yang di ajarkan syari’at Islam.
الحجب فى حكم المواريث الإسلامي (الدراسة المقارنة بين فكرة سيد سابق وحزيرين) Fina Mawahib
Sakina: Journal of Family Studies Vol 4 No 2 (2020): Family Issue
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hajb merupakan persoalan yang dapat memicu konflik di kehidupan masyarakat. Karena hajb dapat mengurangi bahkan menghalangi ahli waris mendapatkan kewarisannya. Ada perbedaan konsep hajb di kalangan ulama, namun peneliti menggunakan dua konsep hajb yakni Sayyid Sabiq dan Hazairin. Penelitian ini untuk mengkaji persamaan dan perbedaan antara konsep hajb perspektif Sayyid Sabiq dan Hazairin, serta mengkaji faktor yang melatarbelakangi pemikiran keduanya. Penelitian ini merupakan penelitian normatif yang menggunakan pendekatan komparatif. Bahan hukum primer menggunakan QS. An-nisa ayat 11, 12, 33, dan 176. Bahan hukum sekunder mengambil dari literatur yang berkaitan, seperti Fiqh Sunnah karya Sayyid Sabiq. Bahan hukum tersier menggunakan kamus dan ensiklopedia hukum Islam. Metode pengumpulan bahan hukum dengan cara mencari bahan hukum yang tepat, invertarisasi bahan hukum yang relevan, dan pengkajian bahan hukum. Analisis penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Adapun hasil penelitian skripsi ini menunjukkan persamaan pemikiran Sayyid Sabiq dan Hazairin, yaitu dalam konsep hajb nuqshan. Perbedaan antara keduanya terletak pada hajb hirman. Sayyid Sabiq memberikan urutan dzawul faraidl, ‘ashobah, dan dzawul arham, sedangkan Hazairin mengklasifikasi empat kelompok keutamaan. Setiap kelompok keutamaan atas akan menghalangi kelompok keutamaan yang ada dibawahnya. Faktor yang melatarbelakangi perbedaan pemikiran keduanya ada tiga faktor, yaitu perbedaan dalam penafsiran nash, pendekatan yang digunakan, dan kondisi sosio-kultural.
Rekonvensi Pembagian Gaji Pegawai Negeri Sipil dalam Perkara Cerai Talak (Analisis Putusan Perkara No. 4455/Pdt.Cr/2014/PA.Blitar) Badrul Hilmi
Sakina: Journal of Family Studies Vol 4 No 2 (2020): Family Issue
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Putusan Perkara Nomor 4455/Pdt.Cr/2014/PA.Blitar adalah perkara cerai talak yang diajukan oleh suami karena istri dianggap telah berbuat nusyuz. Istri mengajukan gugatan rekonvensi untuk menuntut beberapa haknya, berupa nafkah yang tidak diberikan selama (18 bulan), yakni nafkah madhiyah yang tidak diberikan oleh pihak suami, mut’ah, dan nafkah iddah. Istri juga menuntut pembagian 1/3 dari gaji PNS suami tiap bulannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hakim dalam memutuskan perkara cerai talak ini dan pandangan hukum Islam terhadapnya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian yuridis normatif dengan Pendekatan yang statute approach dan conceptual approach. Bahan hukum terdiri dari bahan hukum primer, berupa Putusan Perkara Nomor 4455/Pdt.G/2014/PA.BL dan beberapa perundang-undangan terkait. Hasil dari penelitian ini adalah hakim menolak tuntutan istri karena telah terbukti di persidangan sebagai istri yang nusyuz. Namun hakim mewajibkan suami untuk memberikan mut’ah kepada istri sesuai dengan kemampuannya sebesar Rp. 15 juta
Pandangan Tokoh Agama terhadap Praktik Hibah Bersyarat (Studi Kasus di Desa Dukuh Tunggal Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan) Muhammad Fasih Wajdi
Sakina: Journal of Family Studies Vol 4 No 2 (2020): Family Issue
Publisher : Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah hal yang melatarbelakangi terjadinya Hibah Bersyarat di Desa Dukuh tunggal Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan dan Bagaimana Pandangan Tokoh Agama terhadap Praktik Hibah Bersyarat di Desa Dukuh tunggal Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan. Penelitian ini tergolong penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif analisis. Sumber data dalam penelitian menggunakan dua sumber yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer yang penulis gunakan adalah hasil dari wawancara para pihak dan tokoh agama, sedangkan sumber data sekunder adalah data yang diperoleh dari buku-buku yang mempunyai relevansi dengan permasalahan dalam penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Praktik Hibah Bersyarat yang terjadi di Desa Dukuh tunggal Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan adalah Ibu Dewi memberikan sawah miliknya kepada adik kandungnya yaitu Bapak Rudi, panjang sawah tersebut adalah 500 meter dan lebarnya 50 meter. Tanah tersebut dihibahkan untuk memenuhi kebutuhan hidup sandang-pangan Bapak Rudi sehari-harinya dengan keluarga, tapi dengan syarat-syarat yang harus di penuhi, karena rasa takut pemberi hibah yaitu ibu Dewi, apabila mengalami krisis ekonomi atau mengalami bangkrut dalam usahanya, maka harta hibah tersebut di tarik kembali, jadi dengan alasan karena pemberi hibah tidak bisa memenuhi kebutuhan ekonominya. Akan tetapi apabila pemberi hibah tidak mengalami bangkrut maka sawah tersebut bisa dimiliki oleh penerima seterusnya. Menurut Pandangan Para Tokoh Agama di tinjau dari Hukum Islam terhadap hibah bersyarat yang terjadi ini tidak sesuai dengan konsep islam. Yang mana syarat tersebut adalah syarat tambahan yang menyebabkan kesenjangan sosial dan konflik. Menarik kembali harta hibah itu hukumnya haram kecuali hibah yang diberikan orang tua kepada anaknya. Karena menarik kembali harta hibah sama saja dengan menjilat kembali muntahannya. Sesungguhnya muntah itu haram, maka penganalogian sesuatu dengan muntah sama saja haram.

Page 1 of 1 | Total Record : 5