cover
Contact Name
Ramadhita
Contact Email
sakina@uin-malang.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
sakina@uin-malang.ac.id
Editorial Address
Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Jl. Gajayana 50 Kota Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sakina: Journal of Family Studies
ISSN : -     EISSN : 25809865     DOI : -
Journal of Family Studies merupakan sarana komunikasi dan publikasi ilmiah yang berasal dari riset-riset mahasiswa di bidang hukum keluarga dengan berbagai aspek dan pendekatan
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2022)" : 22 Documents clear
Mengkaji Status Lajang Golongan Difabel Berdasarkan Prespektif Hukum Islam Afifah, Dian
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Difabel belakangan ini menjadi bahasan yang mulai gencar diperbincangkan, banyak penelitian membahas isu-isu terkait permasalahan kelompok ini. Kemampuan melangsungkan perkawinan bagi kelompok ini menjadi salah satu fakta menarik, banyak pasangan Difabel terbilang sukses menjalankan perkawinannya. Adanya dukungan berupa regulasi yang memperbolehkannya, membuktikan adanya persamaan hak dan perlakuan selaras dengan masyarakat pada umumnya. Fenomena aneh muncul di Yayasan Bhakti Kinasih Mandiri, dimana mayoritas pekerjanya yang merupakan kelompok Difabel, lebih memilih berstatus lajang. Artikel ini bertujuan untuk mengidentikasi beberapa faktor penyebab pemilihan status lajang serta menganalisa hukum status lajang kelompok Difabel berdasarkan hukum Islam. Artikel ini termasuk jenis penelitian yuridis empiris dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor penyebab status lajang kelompok Difabel Yayasan Bhakti Kinasih Mandiri mayoritas disebabkan oleh keadaan individu yang memicu perasaan minder, sulit berinteraksi, sempitnya lingkup sosialisasi sehingga sampai dengan umur yang beranjak tua mereka belum menemukan pasangan yang cocok. Adapun analisa hukum terhadap status lajang mereka, disimpulkan bahwa keputusan melajang menjadi keputusan yang dibenarkan berdasarkan beberapa faktor yang meliputi pemenuhan nafkah, izin wali, dan keinginan melaksanakan perkawinan. Mengingat beberapa faktor tersebut sebagian belum bisa memenuhi, maka melajang untuk kemaslahatan menjadi keputusan yang lebih baik sebab dikhawatirkan tujuan daripada perkawinan tidak bisa tercapai.
Konflik Keluarga Akibat Tanah Warisan Dijual Secara Sepihak Oleh Salah Satu Ahli Waris Perspektif Kompilasi Hukum Islam Aisyah, Dika Ayu Nur
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konflik keluarga kerap terjadi di tengah masyarakat, terutama terkait pembagian tanah warisan. Salah satunya adalah terjadinya perebutan tanah warisan karena salah satu ahli waris menjual tanah warisan secara sepihak, seperti yang terjadi di desa Belotan, kecamatan Bendo, kabupaten Magetan. Meski konflik tersebut dapat diselesaikan secara musyawarah, namun keluarga yang berkonflik lebih memilih jalur hukum untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa konflik tanah warisan yang dijual sepihak oleh salah satu ahli waris yang terjadi serta menguraikan penyelesaian konflik tersebut berdasarkan Kompilasi Hukum Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian empiris dengan menggunakan pendekatan sosiologi hukum. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer melalui wawancara dan sumber data sekunder melalui buku, artikel, jurnal, dan penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik perebutan tanah warisan tersebut dipicu oleh kesalahpahaman antara para ahli waris. Kasus berawal dari tanah warisan yang dijual oleh salah satu ahli waris setelah adanya pembagian harta warisan secara sah, tanpa sepengetahuan ahli waris lainnya. Upaya untuk menyelesaikan konflik keluarga tersebut berdasar Kompilasi Hukum Islam sesuai dengan Pasal 185 yang menyatakan bahwa ahli waris yang meninggal lebih dahulu daripada si pewaris, maka kedudukannya dapat digantikan oleh anaknya, kecuali mereka yang tersebut dalam pasal 173. Meski pembagian tersebut terdapat penyimpangan dari sistem kewarisan Islam yaitu pembagian 2 : 1, namun asalkan pembagian tersebut telah disetujui ahli waris dengan suka rela, maka hal tersebut tidak menjadi masalah.
Studi Kritis Fatwa Lajnah Bahtsul Masa’il Nahdatul Ulama’ Nomor 400 Tentang Menitipkan Sperma dan Indung Telur Kepada Rahim Perempuan Lain (Sewa Rahim) Solihin, Ahmad
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surrogate Mother merupakan salah satu altenatif memiliki keturunan. Setiap tahun suami istri yang menggunaka jasa Surrogate Mother terus mengalami kenaikan. Namun prakteknya masih ilegal di beberapa negara termasuk indonesia. Di indonesia pernah terjadi beberapa kasus Surrogate Mother. Dalam hukum islam (Fiqih) terdapat perbedaan pendanpat, ada yang melarang ada yang memperbolehkan. Nadlatul Ulama’ (NU) seabagai organisasi keagamaan melalui lembaga Lajnah Bahsul Masa’il (LBM) mengharamkan Surrogate Mother dan status anak hasil Surrogate Mother hanya bernasab pada ibunya. Ibu yang maksud ada dua. Pertama, ibu yang mengandung. Kedua, ibu pemilik sel telur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fatwa LBM NU tentang sewa rahim dengan realitas masa sekarang. Penelitian ini menggunakan metode Kajian Kepustakaan (Library Reseacrh) dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menyatakan fatwa LBM NU tentang sewa rahim perlu untuk dikaji ulang dengan pertimbangan realitas Surrogate Mother yang didukung kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pemeriksaan HIV bagi Calon Pengantin dalam Perundang-undangan dan Hukum Islam Kurniawan, Mochamad Afif
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Islam, pernikahan merupakan komponen penting, dengan tujuan mulia yakni menciptakan ikatan yang Mitsaqan Ghaliidha. Agar dapat tercapainya tujuan tersebut maka diperlukan kesiapan dari masing-masing calon pengantin baik dari segi mental, finansial maupun kondisi kesehatan, karena dalam membangun keluarga yang Sakinah Mawaddah wa Rahmah pasti akan menjumpai rintangan bahkan masalah yang perlu diminimalisir. Dalam hal ini, tes HIV merupakan bekal penting yang dianjurkan bagi calon pengantin sebagai upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah problematika pasangan kedepannya. Tujuan dari penelitian ini adalah menjawab permasalahan mengenai bagaimana pandangan dari perundang-undangan Republik Indonesia serta Hukum Islam terhadap Tes HIV bagi calon pengantin. Penelitian ini menggunakan penelitian yuridis normatif melalui pendekatan perundang-undangan dengan metode pengumpulan data telaah pustaka dan kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah tes HIV merupakan bentuk tindakan preventif yang diupayakan oleh pemerintah sesuai dengan perundang-undangan dan juga selaras dengan konsep sadd al-dzari’ah dalam hal menutup kemungkinan buruk yang akan datang.
Tradisi Larangan Menolak Khitbah Dalam Tinjauan ‘Urf Annashofi, M Ilzam
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pokok pembahasan dalam penelitian ini mengupas tentang pandangan masyarakat di Desa Larangan Sorjan, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan terhadap tradisi larangan menolak khitbah bagi perempuan dan juga tinjauan ‘urf terhadap tradisi larangan menolak khitbah. Penelitian ini merupakan penelitian empiris dengan pendekatan kualitatif, dan hasilnya dijabarkan dalam bentuk deskriptif analitis. Data primer didapatkan melalui wawancara terhadap Sekretaris Desa, Sesepuh Desa, Tokoh Agama, sedangkan data sekunder berasal dari buku, jurnal, tesis dan artikel penunjang lainnya. Hasil penelitian ini menurut pandangan masyarakat tradisi larangan menolak khitbah bagi perempuan ada sejak zaman dahulu mengikuti adat istiadat leluhur atau sesepuh yang sampai sekarang tradisi tersebut masih dipercaya. Masyarakat sekitar tidak ingin melanggar aturan tersebut karena adanya keraguan dan juga rasa takut untuk menolak khitbah. Jika ada yang melanggar akan menjadi omongan masyarakat setempat dan disangka tidak menghormati ketentuan sesepuh atau leluhur adat di desa tersebut. Hasil tinjauan ‘urf menurut syarat dan macamnya larangan menolak khitbah telah memenuhi tiga syarat ‘urf shahih tetapi tidak memenuhi syarat yang keempat yaitu tidak bertentangan dengan dalil syara’. Sedangkan tradisi larangan menolak khitbah menurut peneliti menjadi ‘urf fasid sebab masyarakat setempat mempercayai menolak khitbah seorang laki-laki dapat mendatangkan musibah seperti sulit mendapat jodoh bahkan dapat menjadi perawan tua. Tradisi larangan menolak khitbah termasuk ‘urf fasid karena dapat mengandung unsur kesyirikan.
The Alternative Care of Children for Career Families for Fulfilling Children's Rights (Studies in Aisyiyah, Trenggalek Day care) Zahro, Fathin Aqidatus
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Children are a gift from God Almighty and have inherent rights that must be recognized and fulfilled by parents, in particular, and by the community and also the state. However, as time progressed, the number of women working in the public sector increased, which in this case resulted in the child-rearing process at home not being optimal. In the end, they switched the child care from their parents to alternative caregivers. The purpose of this study is to find out the supporting and inhibiting factors for the implementation of parenting and how the strategy for Aisyiyah's Care Center is to fulfill children's rights. This research uses a qualitative approach and is a type of empirical research. This study obtained data from the field by means of interviews and documentation. The research subjects used were the Head of Caregivers, caregivers, and parents of foster children. The results of this study indicate that; (1) supporting factors for the implementation of care, namely: adequate support facilities for children, good communication between caregivers and parents of children; inhibiting factors for care, namely: the number of caregivers and children is not comparable, limited funds, and there is no separation of responsibilities for caregivers in providing care and education. (2) the strategy for implementing care in Aisyiyah Child Care Center, namely by instilling in children the principles of foster care, compassion, nurture, and forging in order for rights to be fulfilled properly and maximally
Pandangan Seniman di Masa Pandemi Covid-19 Tentang Keluarga Sakinah Ditinjau dari Perspektif Sakinah Muhammad Quraish Shihab Bisangadatika, Devia
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap manusia mengharapkan kehidupan rumah tangganya berjalan dengan baik dengan berharap kebahagiaan duniawi ataupun kebahagiaan akhirat nanti. Sebuah keluarga adalah inti paling kecil dari lingkungan masyarakat yang di dalamnya dapat mengaktualisasikan makna hidup dengan menjadikan keluarganya sebagai keluarga yang sakinah hal itu merupakan impian. Jenis penelitian dalam penyusunan skripsi penulis menggunakan penelitian lapangan atau dalam bahasa Inggris disebut dengan field research, Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini diambil dari dua sumber tersebut, yakni data primer dan sekunder. Hasil Penelitian 1. Keluarga seniman sudah berusaha dan mengupayakan terobosan lain di masa pandemi Covid-19 untuk memenuhi kebutuhan hidup yaitu terjaganya kestabilan ekomoni keluarganya walaupun mereka harus dihadapkan dengan kondisi wabah pandemi ini, akan tetapi mereka senantiasa berusaha untuk bisa bertahan menjaga keutuhan rumah tangga dengan terciptanya kondisi yang nyaman, tenang, serta bahagia lahir bathin. 2. Pandangan yang diungkapkan oleh beberapa keluarga seniman dalam mewujudkan keluarga sakinahnya memiliki kesamaan dengan konsep sakinah Muhammad Quraish Shihab, akan tetapi konsep sakinah yang di deskripsikan oleh Muhammad Quraish Shihab lebih memprioritaskan sakinah yang bersifat dinamis yaitu diperjuangkan di dalam keluarga.
The Role of SiapaPeduli.id in Realizing Family Health Resilience Alfayyedl, Dody
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to study the impact of the COVID-19 pandemic on family health resilience and the role of SiapaPeduli.id in realizing family health resilience. This research is included in the type of empirical research using a qualitative approach. This study obtained data from the field by means of interviews and documentation. Meanwhile, for processing data from the field using data editing, classification, verification, analysis, and conclusions. The research subjects used were employees of SiapaPeduli.id and registered patients of SiapaPeduli.id. The results of this study indicate that: (1) many families in Indonesia, especially the patients of SiapaPeduli.id, feel the bad impact when the COVID19 pandemic takes place, including basic needs that are increasingly difficult to obtain, reduced income, affected by the termination of employment, difficulty meeting health needs such as medicine, nutrition, and medical devices, difficulty finding work, and difficulty paying fees or expenses from the hospital. (2) The role of the SiapaPeduli.id philanthropic institution which aims to realize family health resilience has been realized, including helping the underprivileged and having health problems, making it easier for the community to access assistance with fast and convenient procedures, forms of assistance in the form of nutritional needs, medicines, financial donations for patient care needs, and making health insurance in collaboration with the government, Aiding in the treatment and care of patients in order for them to recover to a healthy state, as well as caring for people who have health and economic problems in order to create conditions for family health resilience.
Maqashid Syariah Putusan Nomor 378/Pdt.P/2019/PA.Tbn Tentang Pengangkatan Anak Dewasa Kamala, Arini Dina
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keabsahan pengangkatan anak dalam peraturan hukum Indonesia harus berdasarkan keputusan pengadilan. Dalam peraturan tentang persyaratan pengangkatan anak, ketentuan batas umur anak angkat yakni sebelum berusia 18 tahun termasuk bagian persyaratan yang harus dipenuhi dan telah diatur secara khusus dalam peraturan pemerintah nomor 54 tahun 2007 tentang pengangkatan anak dan peraturan menteri sosial nomor 110/ HUK/2009 Tentang Persyaratan Pengangkatan Anak sebagai bentuk implementasi amanah Undang-Undang Perlindungan Anak. Jika dikaji lebih luas, persyaratan tersebut memang telah sesuai dengan definisi anak pada Undang-Undang perlindungan anak yakni setiap anak yang belum berusia 18 dan termasuk padanya janin dalam kandungan. Namun faktanya, sekalipun telah diatur secara jelas batas umur anak angkat, masih terdapat putusan pengadilan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan seperti putusan Pengadilan Agama Tuban Nomor 378/pdt.p/2019/PA.Tbn yang mengesahkan pengangkatan anak terhadap anak perempuan berumur 23 tahun. Jenis penelitian ini merupakan penelitian normatif yang menggunakan metode kajian pustaka dan pendekatan kasus sebagai pendekatan penelitian untuk menganalisa permasalahan tersebut dengan maqashid syariah Al-Syatibi dan kasus pengangkatan anak dewasa di Pengadilan Agama Tulungagung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa putusan Pengadilan Agama Tuban sekalipun menyalahi ketentuan peraturan perundang-undangan akan tetapi berpeluang mencegah mafsadah dan mendatangkan maslahah lebih besar yang dipertimbangkan dari keadaan anak tersebut.
Pandangan Nahdlatu Ulama dan Muhammadiyyah Tentang Pendistribusian dan Pengawetan Daging Kurban Dalam Bentuk Olahan Zain, Ghupron Ali Ibnu
Sakina: Journal of Family Studies Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : Islamic Family Law Study Program, Sharia Faculty, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fatwa MUI menegaskan pendistribusian daging kurban dapat ditunda dengan diawetkan dan diolah dalam bentuk kemasan. Pada dasarnya daging kurban disunnahkan untuk didistribusikan secara langsung, mentah dan daerah terdekat. Adapun fokus yang menjadi pembahasan dalam penelitian ini adalah pertama pandangan Nahdlatul Ulama Kota Malang terkait fatwa MUI serta pandangan Muhammadiyah Kota Malang terkait fatwa MUI. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris Hasil dari penelitian ini adalah fatwa yang dikeluarkan oleh MUI perihal pembolehan penundaan pendistribusian daging kurban menurut Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah Kota Malang adalah sesuatu hal yang baik dan maslahah, akan tetapi ada beberapa hal yang harus ditekankan dalam fatwa tersebut yaitu pembolehan pengawetan daging kurban hanya boleh dilakukan apabila terjadi penumpukan daging kurban setelah seluruh masyarakat Kota Malang hal tersebut sejalan dengan teori maslahah mursalah Imam al-Ghozali, dengan cara didistribusikan dikemudian hari ketika benar-benar ada yang sangat membutuhkan. Jika terjadi penumpukan daging kurban setelah seluruh masyarakat disekitar wilayahnya telah terdistribusi agar tujuan kurban tidak hilang yaitu kebahagian bersama dengan menikmati daging kurban di hari tersebut dan tetap menjaga salah satu disyariatkannya kurban dalam Islam, maka jika penundaan tersebut dilakukan tanpa ada pendistribusian sebelumnya dapat merusak salah satu tujuan syariat (maqhosid syariah) yaitu menjaga agama atau syari’at.

Page 1 of 3 | Total Record : 22