cover
Contact Name
aminin
Contact Email
m1n1n.a1924@umg.ac.id
Phone
+6281249562646
Journal Mail Official
m1n1n.a1924@umg.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Perikanan Pantura
ISSN : 26151537     EISSN : 26152371     DOI : http://dx.doi.org/10.30587/jpp.v2i2
JPP diterbitkan oleh Program Studi Budidaya Perikanan, Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Gresik. Artikel ini berisi tentang budidaya perairan, manajemen sumberdaya perairan, pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi hasil perikanan, bioteknologi perikanan dan sosial ekonomi perikanan yang berkelanjutan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2019): MARET 2019" : 6 Documents clear
PENGARUH JENIS SUBSTRAT YANG BERBEDA TERHADAP SINTASAN DAN PERTUMBUHAN LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus Beny Setiyo Budi; Andi Rahmad R Rahim; Muh. Sulaiman Dadiono
Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Vol 2 No 1 (2019): MARET 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.68 KB) | DOI: 10.30587/jpp.v2i1.807

Abstract

The existence of freshwater crayfish in Indonesia is not well known among the community, even some people think that this type of lobster can only be obtained from catches. Freshwater lobster cultivators are always faced with the classic problem of low survival, especially during seed stages. The role of the water bottom substrate for freshwater crayfish is to support stabilizing water quality (temperature, pH, dissolved oxygen and ammonia levels). If the substrate condition of the habitat is not suitable, it can inhibit growth and even death. The purpose of this study is; to find out the effect of different basic substrates can increase the survival and growth of freshwater lobsters. The research method used a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments 3 replications and 1 control. Each container is stocked with 2-inch lobster seeds with a density of 10 heads / container. The substrate application for each treatment is: A = Control, B = Land, C = Sand Malang, and D = Gravel. Based on the results of the research that has been done, it can be concluded that the administration of different substrates only shows significant differences in the survival variable, with the highest number of 96,67% in treatment C (Malang sand) and the lowest with 66,00% in treatment A (Control). While the variables of absolute weight, absolute length, and daily growth rate did not show significant differences in all treatments.
KINERJA PERTUMBUHAN DAN FCR IKAN PATIN (Pangasius sp) DENGAN LAMA PEMUASAAN YANG BERBEDA Ego Arta Armanda; Andi Rahmad Rahim; Muh Sulaiman Dadiono
Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Vol 2 No 1 (2019): MARET 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.593 KB) | DOI: 10.30587/jpp.v2i1.808

Abstract

Ikan patin termasuk komoditi yang memiliki prospek cerah untuk dibudidayakan. Tingginya biaya produksi akibat mahalnya harga pakan dan kebutuhan pakan yang tinggi mendorong perkembangan metode pemberian pakan yang efisien dan dan efektif. Salah satunya adalah dengan cara pemuasaan pakan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek dari pemuasaan dan pertumbuhan, kelangsungan hidup dan rasio konversi pakan pada ikan patin. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan Perlakuan A (pemuasaan 8 jam), Perlakuan B (pemuasaan 12 jam), Perlakuan C (pemuasaan 24 jam), Perlakuan D (pemuasaan 48 jam) dan 3 kali ulangan. Parameter yang dianalisis adalah pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan harian, kelangsungan hidup dan FCR. Setiap tempat budidaya ditebar benih ikan patin ukuran 9-10 cm dengan kepadatan 10 ekor/media. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa pemuasaan pada ikan patin menunjukkan perbedaan nyata pada variabel bobot mutlak, panjang mutlak, laju pertumbuhan harian, dan FCR. Perlakuan B (pemuasaan 12 jam) memberikan bobot mutlak, panjang mutlak, dan FCR terbaik. Laju pertumbuhan harian terbaik pada perlakuan A (pemuasaan 8 jam). Sedangkan variabel kelangsungan hidup tidak memperlihatkan perbedaan nyata pada semua perlakuan.
UJI EFEKTIFITAS PENAMBAHAN MINYAK IKAN DENGAN DOSIS YANG BERDEDA PADA PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN FCR UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) Didik Santoso; Andi Rahmad Rahim
Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Vol 2 No 1 (2019): MARET 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.991 KB) | DOI: 10.30587/jpp.v2i1.809

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis terbaik penambahan minyak ikan pada pakan udang vannamei terhadap pertumbuhan dan FCR udang vannamei. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan, 3 kali ulangan dan 1 kontrol, dari setiap ulangan diambil secara acak 4 sampel. Setiap tempat budidaya ditebar benih udang vannamei ukuran 5 - 7 cm dengan kepadatan 20 ekor/m3. Aplikasi minyak ikan pada setiap perlakuan pada pakan udang dengan konsentrasi sesuai perlakuan yaitu : M0 = Kontrol (0 ml/kg), M1 = 5 ml/kg. M2 = 10 ml/kg dan M3 = 15 ml/kg. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa pemberian dosis minyak ikan pada pakan udang vannamei menunjukan perbedaan nyata pada variabel bobot mutlak dan FCR. Pada perlakuan M1 (5 ml/kg pakan) memberikan bobot mutlak dan FCR terbaik. Sedangkan variabel panjang mutlak tidak memperlihatkan perbedaan nyata pada semua perlakuan
STUDI PERTUMBUHAN BIBIT RUMPUT LAUT (Kappaphycus alvarezii) HASIL KULTUR JARINGAN DENGAN METODE LONGLINE BERBINGKAI DI BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG Suci Rachmawati; Annur Ahadi Abdillah
Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Vol 2 No 1 (2019): MARET 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.428 KB) | DOI: 10.30587/jpp.v2i1.805

Abstract

Seaweed is one of the important commodities of fishery products that have economic value. Farmers often use repetitive seeds from the same broodstock so that they have the potential to experience a decline in quality. So it is necessary to do a study of seaweed cultivation using tissue culture seedling with the long line method as an effort to develop seaweed farming. Seaweed (Kappaphycuz alvarezii) has an absolute growth of 138.61 grams, with a growth rate of 4.85%. The growth of seaweed from tissue culture seedlings is better than the growth of conventional seedlings.
DINAMIKA POPULASI C. vulgaris DALAM PAPARAN LOGAM BERAT TIMBAL (PB) DENGAN KONSENTRASI YANG BERBEDA SKALA LABORATORIUM Yonita Ike Putri Dyniari; Farikhah Farikhah; Andi Rahmad Rahim
Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Vol 2 No 1 (2019): MARET 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.845 KB) | DOI: 10.30587/jpp.v2i1.810

Abstract

Peningkatan konsentrasi logam berat air laut menyebabkan racun bagi organisme laut jika berlangsung secara terus menerus. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh, MTC dan perbedaan kandungan klorofil-a pada populasi Chlorella sp. yang ditambahkan logam berat Pb dengan konsentrasi yang berbeda dalam skala laboratorium. Analisis statistik yang dilakukan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan konsentrasi Pb yaitu : 5 ppm, 10 ppm, 15 ppm, setiap perlakuan terdapat 3 ulangan. Parameter yang diamati adalah jumlah sel, kualitas air harian meliputi DO, pH, suhu, salinitas, dan kandungan klorofil-a. Data jumlah sel yang diperoleh dianalisis menggunakan ragan (ANOVA), apabila hasil ragam menunjukkan pengaruh nyata, dilanjutkan menggunakan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan paparan konsentrasi logam berat timbak (Pb) yang berbeda berpengaruh signifikan terhadap populasi sel C. vulgaris (P<0,2). Kandungan klorofil-a berbading lurus dengan jumlah populasi sel C. vulgaris. Kisaran parameter kualitas air meliputi suhu 30,15 - 32,24oC, pH 8,4 - 9,0, Salinitas 28,0 35,8 ‰. DO 5,15 - 6,06 ppm Kisaran kualitas air media kultur selama penelitian masih layak digunakan.
PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN PAKAN YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN BANDENG (Chanos chanos) Umar Faruq; Rahmad Jumadi; Muh. Sulaiman Dadiono
Jurnal Perikanan Pantura (JPP) Vol 2 No 1 (2019): MARET 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.477 KB) | DOI: 10.30587/jpp.v2i1.806

Abstract

Ikan bandeng merupakan yang digemari oleh masyarakat Indonesia, karena mempunyai rasa yang enak dan harga yang murah. Penelitian ini dilaksanakan di Tambak air payau di Desa Banyu Urip Kecamatan Ujung Pangkah Kabupaten Gresik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh frekuensi pemberian pakan yang berbeda terhadap pertumbuhan ikan bandeng. Untuk mengetahui pengaruh frekuensi pemberian pakan yang berbeda terhadap kelangsunggan hidup ikan bandeng. Metode penelitian yang digunakan rancangan percobaan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 taraf perlakuan dan 3 kali pengulangan. Perlakuan Perlakuan A: Frekuensi pemberian pakan satu kali sehari yaitu pada pukul 08.00 WIB.Perlakuan B: Frekuensi pemberian pakan dua kali sehari yaitu pada pukul 08.00 WIB dan 20.00 WIB.Perlakuan C: Frekuensi pemberian pakan tiga kali sehari yaitu pada pukul 08.00 WIB, 12.00 WIB, 20.00 WIB.Perlakuan D: Frekuensi pemberian pakan empat kali sehari yaitu pada pukul 08.00 WIB, 12.00 WIB, 16.00 WIB dan 20.00 WIB. Dengan analisis statistic dengan menggunakan ANOVA jika berpengaruh dilakukan uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelangsungan hidup ikan bandeng 100%, Rasio Konversi Pakan Ikan Bandeng yang bagus yaitu pada perlakuan A dengan pemberian 1 kali

Page 1 of 1 | Total Record : 6