cover
Contact Name
Deasy Sylvia Sari
Contact Email
redaksi.padjir@unpad.ac.id
Phone
+6285222251435
Journal Mail Official
redaksi.padjir@unpad.ac.id
Editorial Address
Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Jln. Ir Soekarno, KM. 21, Jatinangor Sumedang, 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Padjadjaran Journal of International Relations
ISSN : -     EISSN : 26848082     DOI : https://doi.org/10.24198/padjir.v1i1
Core Subject : Humanities, Social,
Politik Global, Ekonomi Politik Global, Organisasi dan Kerjasama Internasional, Tata Kelola Global dan Hukum Internasional, Diplomasi, Kebijakan Luar Negeri, dan Studi Keamanan, Gender dan Feminisme, serta Studi Budaya.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2019)" : 6 Documents clear
Momentum Pertama Dewan Editor
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.148 KB) | DOI: 10.24198/padjir.v1i1.21587

Abstract

Pada edisi pertama kali ini, kami mengangkat tema diplomasi – sebuah tema yang menjadi penciri utama kajian Hubungan Internasional. Diplomasi dengan beragam bentuknya dipaparkan disini, mulai dari diplomasi maritim, diplomasi keamanan, diplomasi ekonomi, hingga diplomasi budaya. Beragam bentuk diplomasi juga bersandingan dengan ragam tingkatan analisis, mulai dari level negara hingga keterlibatan masyarakat luas – yang dikenal dengan konsep diplomasi publik. Tujuan dan instrumen diplomasi menjadi pembahasan menarik dalam artikelartikel yang kami sajikan. Karena bagaimanapun, perkembangan teknologi dan saling terkaitnya informasi, telah memberikan warna baru dalam bentuk dan media diplomasi antar negara saat ini.
Kompetisi Diplomasi Ekonomi China dengan Taiwan di Amerika Latin Sebagai Implementasi Kebijakan Satu China Arif Baskoro; Nuraeni Nuraeni
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.1 KB) | DOI: 10.24198/padjir.v1i1.21593

Abstract

The purpose of this article is to describe the economic diplomatic competition between China and Taiwan in four countries in the Latin America region (Costa Rica, Panama, Dominican Republic, and El Salvador) on 2007-2018. The used concepts are competition concept in accordance to the global political economy framework and economic diplomacy. The used methodology in this articel is qualitative research method by collecting data from several sources and also by using interview and correspondency to verify the required data. This article founds that there were economic diplomatic used in form of comercial diplomacy and financial aid by Taiwan and China to gain recognizition from these countries mentioned; China’s victory over Taiwan caused by the economic reformation on 1978 which increased China’s economic power; also China’s political interest towards Taiwan to reunite Taiwan as one of China’s provinces since the leadership of Taiwan was taken by the Democratic Progresive Party whom rejects the one China policy. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetisi diplomasi ekonomi antara China dengan Taiwan di empat negara di wilayah Amerika Latin (Costa Rica, Panama, Republik Dominika dan El Salvador) pada periode 2007-2018. Konsep yang digunakan adalah konsep kompetisi berdasarkan kerangka ekonomi politik global dan juga konsep diplomasi ekonomi. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah metode penelitian kualitatif melalui pengumpulan data dari berbagai sumber data dan juga menggunakan wawancara dan korespondensi sebagai cara untuk memverifikasi data yang dibutuhkan. Artikel ini menemukan bahwa terdapat penggunaan diplomasi ekonomi berbentuk diplomasi komersil dan juga bantuan finansial yang dilakukan oleh Taiwan dan China untuk mendapatkan pengakuan dari negara-negara terkait; kemenangan China yang diakibatkan terjadinya reformasi ekonomi China pada 1978 yang meningkatkan kekuatan ekonomi China; serta adanya kepentingan politik China atas Taiwan dalam upayanya untuk menyatukan Taiwan sebagai bagian dari provinsi China pasca dipimpinnya Taiwan oleh Partai DPP (Democratic Progresive Party) yang menolak keras kebijakan satu China.
Diplomasi Publik Baru dalam Penyajian Informasi dan Gambaran Budaya Jepang oleh Saluran Youtube ‘only in Japan’ Putri Mentari Racharjo; R.M.T. Nurhasan Affandi
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.928 KB) | DOI: 10.24198/padjir.v1i1.21589

Abstract

The emergence of new media raises new forms of diplomacy, which one of them is the new public diplomacy. The emergence of new public diplomacy allows the public to be directly involved in the process of diplomacy. The practice of the new public diplomacy can be seen on Youtube, specifically on the ‘Only in Japan’ channel. This research is aimed to analyze the potrayal of Japanese culture on the Youtube channel "Only in Japan" with new public diplomacy theory. The problem formulated in this research is "What are the characteristics of the new public diplomacy on Youtube channel" Only in Japan? ". This research seeks to describe some of the characteristics of new public diplomacy from various international relations students that can be found on the Youtube channel 'Only in Japan'. In an effort to examine and understand this problem, researchers use qualitative methods by collecting data through interviews, literature studies, and online searches. This research shows that there are eight characteristics of the new public diplomacy on Youtube channel 'Only in Japan'. Not only does it contribute to Japan's branding to the global community, 'Only in Japan' Youtube channel also builds an interactive relationship with the global community.   Kemunculan media baru memunculkan bentuk-bentuk baru dari diplomasi, salahsatunya adalah diplomasi publik baru. Kemunculan diplomasi publik baru memungkinkan masyarakat untuk terlibat langsung dalam proses diplomasi. Salah satu praktik diplomasi publik baru dapat dilihat pada Youtube, secara khusus saluran Only in Japan. Riset ini ditujukan untuk melihat penyajian budaya Jepang dalam saluran Youtube ‘Only in Japan’ dengan teori diplomasi publik baru. Masalah yang dirumuskan dalam riset ini adalah “Karakteristik apa yang meMerupakan diplomasi publik baru dalam saluran Youtube ‘Only in Japan’?”. Riset ini berusaha untuk mendeskripsikan beberapa karakteristik diplomasi publik baru dari para penstudi hubungan internasional yang dapat terdapat dalam saluran Youtube ‘Only in Japan’. Dalam upaya mengkaji dan memahami masalah ini, periset menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, studi pustaka, dan penelusuran daring. Riset ini menunjukan bahwa terdapat delapan karakteristik diplomasi publik baru dalam saluran Youtube ‘Only in Japan’. Tidak hanya berkontribusi dalam branding Jepang terhadap masyarakat global, saluran ‘Only in Japan’ juga membangun hubungan interaktif dengan masyarakat global.
Momentum Diplomasi Maritim Indonesia: Rencana Aksi Nasional Penanganan Sampah Plastik di Laut 2019-2024 Cecep Hermawan; Hasan Sidik
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.182 KB) | DOI: 10.24198/padjir.v1i1.21590

Abstract

The purpose of this article are explaining the National Action Plan against Marine Plastic Debris 2018-2025 as the diplomatic momentum for Indonesia to to succeed in its maritime diplomacy. Researchers used the theory of maritime diplomacy proposed by Christian le Miere. In analyzing existing maritime diplomacy, researchers used the momentum diplomatic theory from G.R. Berridge in researching diplomatic strategies used in transforming national policies into diplomatic strategies. In this study, researchers used qualitative research with discourse analysis as the technique for data analysis to analyze the establishment of existing momentum. From this study, it’s found that the National Action Plan Against Marine Plastic Debtis is Indonesia’s Diplomatic Momentum. Proven by the elevation of the issues, as well supported by Indonesia’s leadership in ASEAN, East Asia Summit, and Our Ocean Conference, as well as the establishment of Indonesia Oceans Multi-Donor Trust Fund showing the success of National Action Plan as Indonesia’s Maritime Diplomacy Momentum. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menjelaskan bagaimana Rencana Aksi Nasional Penanganan Sampah Plastik di Laut 2018-2025 dapat menjadi sebuah momentum diplomatik bagi Indonesia dalam mewujudkan visi diplomasi maritimnya. Peneliti menggunakan teori Diplomasi Maritim yang dikemukakan Christian le Miere. Dalam menganalisis diplomasi maritim yang ada, peneliti menggunakan teori momentum diplomatik dari G.R. Berridge untuk menganalisis proses perubahan kebijakan nasional menjadi strategi diplomasi. Dalam artikel ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis data berupa analisis wacana untuk menganalisis pembentukan momentum yang ada. Artikel ini menemukan bahwa Rencana Aksi Nasional Penanganan Sampah Plastik di Laut 2018-2025 merupakan momentum diplomatik Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan urgensi dari isu sampah plastik, dan didukung dengan posisi kepemimpinan Indonesia di tingkat ASEAN, East Asia Summit dan Our Ocean Conference, serta terbentuknya Indonesia-Oceans Multi-Donor Trust Fund menunjukkan keberhasilan penggunaan Rencana Aksi sebagai momentum diplomatik dari diplomasi maritim Indonesia. 
Kepentingan Singapura pada Keamanan Siber di Asia Tenggara dalam Singapore International Cyber Week Muhammad Fikry Anshori; Rizki Ananda Ramadhan
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.542 KB) | DOI: 10.24198/padjir.v1i1.21591

Abstract

This article describes the interest of Singapore in the cybersecurity of Southeast Asia by organizing Singapore International Cyber Week. This article uses the concept of interest based on constructivism. This article uses interpretive qualitative method. This article finds that Singapore interprets itself as “smart nation” and “cyberattack target” in Southeast Asia; Singapore’s objective interests are capacity building, awareness building, and norm formation on cybersecurity of Southeast Asia; and Singapore’s subjective interest is involving Southeast Asia nations in cybersecurity issue by organizing ASEAN Ministerial Conference on Cybersecurity, launching ASEAN Cyber Capacity Program, and initiating ASEAN-Singapore Cybersecurity Center of Excellence.  Artikel ini bertujuan mendeskripsikan kepentingan yang dihadirkan ole Singapura pada keamanan siber di Asia Tenggara dengan menyelenggarakan Singapore International Cyber Week. Konsep yang digunakan adalah kepentingan berdasarkan konstruktivisme. Metode yang digunakan adalah kualitatif interpretatif. Artikel ini menemukan Singapura memaknai kondisi dirinya sebagai “smart nation” dan “target serangan siber” di Asia Tenggara; Singapura memiliki kepentingan objektif berupa pembangunan kapasitas, pembentukan kesadaran, dan pembentukan norma pada keamanan siber di Asia Tenggara; serta Singapura memiliki kepentingan subjektif berupa melibatkan negara-negara di Asia Tenggara dalam isu keamanan siber dengan penyelenggaraan ASEAN Ministerial Conference on Cybersecurity, peluncuran ASEAN Cyber Capacity Programme, dan penggagasan ASEAN-Singapore Cybersecurity Centre of Excellence. 
Diplomasi Publik Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Festival Samosir Music International 2018 Daniel Walman Hutasoit; Windy Dermawan
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.795 KB) | DOI: 10.24198/padjir.v1i1.21592

Abstract

The purpose of this article is to describe how public diplomacy is carried out by the Samosir Regency Government through the festival Samosir Music International 2018. The concepts used in this article are the three dimensions of public diplomacy by Joseph Nye; Soft Power; and Sub-Actors national in Public Diplomacy. This research used qualitative research methods. This research found that festival Samosir Music International 2018 had utilizied the role of mass media as a daily communication. In order to create more efficient and targeted communication, the Samosir Regency Government had conducted a series of events and the Indonesian music community as a strategic communication medium. In the end, the relationships between related actors, such as national and international music communities, artists, and media partners were the supporters of the creation of sustainable long-term Relationships.  Artikel ini bertujuan mendeskripsikan diplomasi publik yang dilakukan Pemerintah Kabupetan Samosir melalui festival Samosir Music International 2018. Konsep yang digunakan ialah: tiga dimensi publik oleh Joseph Nye (Komunikasi Sehari-hari, Komunikasi Strategis, dan Pembangunan Hubungan Jangka Panjang), Soft Power, dan Aktor Sub-nasional dalam Diplomasi Publik. Artikel ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Artikel ini menemukan bahwa festival Samosir Music International tahun 2018 memanfaatkan peran media massa sebagai media komunikasi sehari-hari. Demi menciptakan komunikasi yang lebih efisien dan terarah, Pemerintah Kabupaten Samosir melakukan rangkaian acara dan para komunitas musik Indonesia sebagai media komunikasi strategis. Pada akhirnya, hubungan yang terjalin atara aktor-aktor terkait, seperti para komunitas musik nasional maupun internasional, artis, dan media partner yang menjadi pendukung terciptanya pembangunan hubungan jangka panjang yang berkesinambungan

Page 1 of 1 | Total Record : 6